NovelToon NovelToon
Surga Yang Tak Diinginkan

Surga Yang Tak Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Perjodohan / Poligami / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua / Romansa
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: Romansa Love

"Fania, kamu tahu pernikahan ini hanya sebuah formalitas saja. Aku harap kamu merelakan aku untuk menikah dengan Zelina." __ Raditya Mahardika.

"Mas, beri aku 30 hari saja untuk mengabdi sebagai istri yang Solehah untukmu. Aku hanya ingin mewujudkan wasiat Ayah. Setelah itu, kamu berhak menceraikan aku, dan kamu bisa menikah dengan wanita itu."

Hidup Raditya Mahardika kacau sejak dijodohkan dengan Fania Azalea. Semua terjadi karena Raditya mempunyai wanita idaman lainnya.

Fania Azalea meminta waktu agar dirinya bisa mewujudkan wasiat mendiang Ayahnya. Dia ingin menjadi seorang istri yang baik untuk suaminya. Namun, takdir berkata lain. Raditya justru ingin menikah lagi dengan wanita pujaan hatinya. Dia ingin berpoligami dan meminta Fania untuk menyetujui niatnya.

Baca selengkapnya di sini!
Follow IG : romansa_love94

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Romansa Love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 11 (Perhatian Kecil)

Keesokan harinya, Fania sudah sadar dan bangun di saat mendengar adzan subuh. Suhu badannya sudah turun dan kepalanya juga sudah tidak pusing lagi. Sebagai seorang istri yang baik, dia melaksanakan kewajibannya meski dia mendapatkan perlakuan tidak baik. Selesai mandi, Fania berpakaian rapi kemudian keluar dari kamarnya. Langkah pelannya masih memikirkan kejadian kemarin. Apalagi luka memar di tubuhnya masih sedikit terasa.

Saat masuk ke dalam dapur, dia dikejutkan oleh keberadaan suaminya yang sedang mengambil air minum. Raditya menoleh ke samping, dia bangun pagi karena semalaman tidak bisa tidur. Fania menghentikan langkahnya saat tiba di dapur, dia menunggu suaminya keluar. Namun, suara serak Raditya mengagetkannya.

"Tidak perlu memasak sarapan untukku. Aku akan sarapan di luar. Nanti ada pembantu rumah utama datang ke sini untuk mengantar makanan yang dimasak oleh Mama. Kamu terima saja, hari ini kamu boleh istirahat karena besok harus berangkat ke Turki," ucap Raditya tanpa ditoleh oleh istrinya.

Raditya meletakkan gelasnya, dia berjalan keluar dari dapur. Saat tiba di depan Fania, tiba-tiba tangannya terulur ingin menyentuh wajah istrinya. Namun, Fania justru menghindar secara reflek. Sikap itu membuatnya kecewa, dan langsung lewat begitu saja.

Fania yang semula menunduk segera duduk di kursi. Kakinya gemetar karena takut. Dia tidak ingin mendapatkan kekerasan lagi. Setelah ketakutannya pudar, Fania berjalan menuju ke ruang santai. Dia duduk di sana sambil membaca buku di dekat kolam ikan yang cukup luas. Saat fokus membaca, tiba-tiba saja handphonennya berdering. Ternyata panggilan video dari Halimah.

"Ibu, bagaimana ini?" Gumam Fania gugup, dia menarik napas dalam dan langsung mengangkat panggilan itu. "Assalamalaikum, Ibu."

"Waalaikumsalam, Nak. Bagaimana kabarmu, Sayang? Apa kamu betah di rumah suamimu?" tanya Halimah dengan wajah sumringah full senyum.

Fania menjawab dengan senyum yang dipaksakan. "Alhamdulilah kabarku sehat, Bu. Ibu sendiri gimana? Maaf, aku belum sempat telepon dan mengabari Ibu."

"Tidak apa-apa, Nak. Ibu memaklumi jika kamu sibuk. Suamimu di mana, Nak? Kok sepi?" tanya Halimah penasaran. Saat Fania ingin menjawab, tanpa dia sangka muncul suaminya dari belakang. Raditya tersenyum sambil memeluk istrinya dengan mesra.

"Assalamualaikum, Bu. Bagaimana kabar Ibu? Maaf, belum sempat telepon karena sibuk sekali," ucap Raditya penuh dusta. Dia menjawab panggilan itu sambil meletakkan dagunya di atas pundak istrinya.

Fania yang peka pun ikut berakting, padahal dalam hatinya sangat sakit karena membohongi ibunya. 'Mas Radit tadi siap-siap mau ke kantor, Bu. Ini sebentar lagi mau berangkat, dan aku ikut nganterin juga sambil belanja bahan makanan."

"Ibu senang sekali melihat kalian mesra seperi ini. Semoga kebahagian kalian selalu dijaga oleh Allah." Halimah mendoakan putrinya dan juga menantunya.

Raditya menanggapinya dengan senyum manis. Dia terus menempel pada Fania agat tidk ada yang curiga. "Ibu terima kasih doanya, Fania aman bersama saya. LIhatlah, kami sudah sedekat ini."

Halimah percaya begitu saja, dia segera mengakhiri panggilannya. "Baiklah, Ibu pamit dulu. Akur-akurlah kalian, Ibu sangat bahagia sekali melihatnya. Assalamualaikum, jaga kesehatan ya kalian."

"Baik, Ibu. Walaikumsalam, " jawab keduannya. Setelah panggilan itu mati, Raditya segera melepaskan pelukannya. Dia sengaja melakukan itu demi akting yang sempurna.

"Pelukan tadi hanya pura-pura, jadi kamu jangan sampai terbawa perasaan," ucap Raditya dengan nada yang angkuh.

Fania hanya mengangguk saja, dia tidak membalas pernyataan itu. Selesai berbicara, Raditya juga langsung pergi ke kantor karena sudah hampir siang. Setelah suaminya keluar dari rumah, Fania bernapas lega. Dia sangat tertekan saat di dekat suaminya. "Perasaanku tidak akan pernah berkembang karena kamu selalu menuangkan racun ke dalamnya, Mas. Aku berjanji pada diriku sendiri akan lepas dari pria sepertimu."

Air mata Fania kembali menetes, dia menyekanya dengan selembar tisu. Saat larut dalam kesedihan, terdengar suara bel pintu berbunyi. Fania segera mengecek siapa yang datang. Pintu terbuka dari dalam, terlihat seorang pria berpakaian kurir membawa paper bag.

"Apa benar ini rumah Mbak Fania?" tanya kurir itu.

"Iya saya sendiri," jawab Fania lembut. "Ada apa, ya, Mas?"

"Ini ada paket untuk Mbak? Dari Devan Anggara."

Fania sedikit terkejut saat mendengar nama itu. Dia menerima paper bag teersebut agar kurir bisa pergi. "Paket? Nekat sekali sampai mengirimnya ke sini. Bagaimana jika Mas Radit tau, bisa mati aku dipukulinya."

Paper bag itu dibawa ke ruang santai. Dia membukanya dan mengeluarkan isinya yang merupakan makanan matang. Fania mengambil tulisan yang ada di dalam plastik. "Selamat Menikmati, Bidadari" begitulah tulisannya.

Fania menarik napas dalam, dia tidak tahu maksud dari pengirim tersebut. "Apa artinya? Kenapa dia menjadi seperti itu? Justru semua ini bisa membuat salah paham."

Selesai membuka makanan itu, Fania segera meletakkannya di dapur untuk menghilangkan curiga orang lain. Dia tidak selera makan karena tubuhnya masih sakit. Rencananya dia hari ini ingin istirahat saja untuk mengumpulkan tenaga agar bisa kuat menghadapi kenyataan besok.

Sementara itu di lokasi lain, Devan sedang berada di restoran. Dia sarapan pagi sebelum berangkat bekerja. Saat santai menyendok makanan sorot matanya melihat seseorang yang tidak asing di pintu masuk. "Dia wanita kemarin? Siapa dia?" batinnya dalam hati.

Merasa penasaran, Devan mencoba untuk mendekat. Kebetulan kondisi restoran sedang ramai, jadi tidak begitu diperhatikan. Wanita yang dilihat Devan adalah Zelina dan Raditya. Mereka sarapan bersama dengan sangat mesra. Keduanya saling mengobrol dan tertawa bahagia.

"Sayang, kamu sudah minta sama istrimu buat siap-siap kan? Jangan sampai dia mengacaukan hari bahagia kita. Aku tidak mau momen penting itu dikacaukan orang lain," ucap Zelina pada Raditya. Devan masih mendengarkannya sambil antri membayar di kasir.

"Kamu tidak perlu khawatir, Fania sudah aku arahkan, Jadi, dia tidak akan mengacaukan pernikahan kita. Kemarin aku sudah memberinya pelajaran, jadi dia akan lebih menuruti semua perintahku," sahut Raditya membuat Devan terkejut.

Zelina tertawa senang, dia sangat bahagia bisa menikah dengan Raditya pria yang dicintainya selama sepuluh tahun itu. "Turki, aku datang. Sudah tidak sabar makai gaun itu terus take foto di tempat-tempat yang indah. Sayang, makasih sudah memwujudkan dream weddingku. I love you."

Devan yang masih mencerna percakapan itu pun langsung pergi. Dia tidak ingin ketahuan menguping. "Jadi pria itu adalah suaminya Fania? Dan mereka mau menikah di Turki? Apa aku tidak salah dengar? Fania apa yang sebenarnya terjadi? Bukannya kalian baru saja menikah?"

Rasa penasaran Devan semakin tinggi. Apalagi dia sudah mulai tertarik dengan Fania. "Aku harus menyelidikinya. Bagaimana mungkin gadis sesempurna itu disia-siakan begitu saja. Dasar pria brengsek, suatu hari kamu akan menyesal."

1
nunik rahyuni
laporkan langsung sj kepolisi ..mudahan si radit langsung dipenjara....org kya itu sungguh sangat berbahaya
Sanda Rindani
ya ,apa salahnya ibunya lapor polisi
nunik rahyuni
bagus jgn mau lkian.model kya itu .biar mmnya baik tp kmu hidup sama anaknya.lagian dia sdh tidur sm.wewe jd jgn mau dipake ma dia
nunik rahyuni
bangke kalian be2 ni.....pasangan yg cocok..kedua duanya g ada otak
nunik rahyuni
hadaw kok lemes to yuu yuuu ...biar dikata wanita itu lemah tp ya jgn lemah2 bgt gitu lho
.ambil sapu ato apa kh gitu hantamkan ke kepalanya biar kapok...jd laki kok g jelas siram pake karbol sj..lagian mau mau nya nunggu smpe 30 hr..bisa mati kamu mun lemah kya itu😡😡
nunik rahyuni
knp mau maunya disuruh2 baik minggat j
nunik rahyuni
knp klo bikin kisah pasti seorg istri yg lemah...bru mulai baca sdh mo kluar golok aq
Romansa Love: Kak😭 Goloknya simpan dulu buat motong ayam nanti dibuat opor 😭🤭 Terima kasih sudah mampir di karyaku Kak😍
total 1 replies
Sasikarin Sasikarin
skip dulu terlalu gedek untuk d baca. dan untuk kesehatan mental d bln puasa 🙏
Romansa Love: Bacanya pas buka puasa Kak😭😅
total 1 replies
partini
ga mempan hemm kamu salah doa paling mustajab itu doa seorang ibu untuk anaknya
partini
fania agak bandel, mencintai lebih baik di cintai
partini
sedih sekali ini cerita nya,i hope happy dengan lelaki lain biar beda sama novel yg lain
Romansa Love: Halo, Kak Terima kasih sudah membaca ceritaku😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!