NovelToon NovelToon
Monarch: The King Who Refused To Die

Monarch: The King Who Refused To Die

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Action / Perperangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Sistem / Fantasi
Popularitas:224
Nilai: 5
Nama Author: Sughz

Ia pernah menjadi Monarch—penguasa yang berdiri di puncak segalanya. Namun pengkhianatan merenggut tahtanya, menghancurkan kerajaannya, dan memaksanya mati berulang kali dalam siklus reinkarnasi yang panjang. Selama ratusan kehidupan, ia menunggu. Menunggu para bawahannya yang tersebar, tertidur, atau tersesat di berbagai dunia. Di kehidupan terakhirnya, saat tubuhnya menua dan kematian kembali mendekat, sebuah system akhirnya terbangun—bukan ciptaan dewa, melainkan jelmaan dari salah satu rekan lamanya. Dengan kematian itu, sang raja kembali terlahir, kali ini di dunia yang sama… namun telah berubah drastis dalam beberapa ratus tahun.

Dunia yang ia kenal telah runtuh, kekaisaran bangkit dan jatuh, gereja menguasai kebenaran, dan para dewa mengawasi dari kejauhan. Dengan system yang setia di sisinya dan ingatan dari kehidupan-kehidupan sebelumnya, sang Monarch memulai perjalanannya sekali lagi: membangkitkan bawahan yang tersisa, membangun kekuatan dari bayang-bayang, dan menuntut balas atas pengkhianatan lama yang belum lunas. Ini bukan kisah pahlawan yang diselamatkan takdir—ini adalah kisah seorang raja yang menolak mati sebelum dunia membayar hutangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sughz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.11. The First Step into Shadow

Jalanan ibu kota kekaisaran sangat hidup saat malam.

Banyak individu atau kelompok melakukan bisnis di sini, karena pengawasan yang ketat namun diseimbangkan dengan peraturan yang jelas membuat semua kelompok selalu berbondong-bondong membuka bisnis di sini.

Di ibu kota kekaisaran yang dekat dengan istana membuat semua penduduk merasa aman, di tambah lagi banyak Merchenary Hall yang tersebar di sudut-sudut kota. Kota ini seperti benteng hidup untuk setiap penduduknya.

Theo sedari tadi mengelilingi jalan kota, memperhatikan suasana di sana.

‘Bukankah tempat ini sangat terasa seperti sangat aman. Benarkan, Lily?’ ucap Theo dalam pikirannya. Dia melihat sekitar, banyak bangunan yang sangat menarik untuknya.

[TING]

“Itu benar tuan, kekaisaran ini adalah kekaisaran dengan ekonomi yang paling stabil.”

Theo mengangguk, lalu matanya melirik ke sisi gang yang sepi dan gelap. Dia merasakan ada sesuatu yang janggal di sana.

‘Ya, meskipun begitu selalu ada sisi gelap di tempat seterang ini’ gumamnya, lalu melangkah pergi.

Theo berjalan menembus kerumunan yang ramai.

‘Jadi pertama-pertama aku harus melakukan apa ya, apa kamu punya saran, Lily?’ ucap Theo masih berjalan.

[TING]

“Bukankah anda harus mendaftar dulu untuk menjadi perajurit bayaran.”

‘Ah, benar juga katamu.’ Theo menghentikan langkahnya.

Lalu melihat di depannya, ada papan nama tergantung bertulis “Greyhook Mercenary”.

Theo melirik pintu masuk, lalu dengan cepat melangkah ke dalam.

Saat sudah di dalam, tatapan mata semua orang mengarah pada Theo dan udara di sana terasa tegang. Tak lama, mereka mengabaikan Theo dan memalingkan muka, meski beberapa mata masih mengawasi Theo.

Theo hanya menatap dengan datar pemandangan itu, dia melangkah dengan tenang menuju meja registrasi. Melewati meja dan kursi yang ada di sana.

‘Hei Lily, ini sangat menyenangkan,’ ucap Theo pada Lily, raut wajah tak berubah. Lalu dia melirik ke lantai dua bangunan itu, Theo merasakan tatapan intens dari sana.

Saat Theo sampai di meja registrasi, dia melihat pak tua yang sedang membaca buku yang tampak usang.

“Aku ingin mendaftar sebagai prajurit bayaran,” ucap Theo.

Pria tua itu melirik Theo, lalu melanjutkan membacanya.

“Ini bukan pekerjaan main-main bocah, lebih baik kau pulang dan tidur,” ucap pria tua itu.

Theo menaikkan alisnya mendengar respon pak tua itu.

“Apa memang ada batas untuk usia? Bukankah para prajurit bayaran adalah tempat untuk kebebasan,” ucap Theo dengan dingin.

Pak tua itu mendengus, menaruh bukunya.

“Satu lagi bocah yang ingin mati,” ucapnya pelan.

Lalu dia mengambil kertas dan pena.

“Baiklah bocah, sebutkan nama dan usiamu.”

“Ash, sepuluh tahun,” jelas Theo singkat.

Pak tua itu menatap Theo dengan heran.

“Hanya Ash, tak ada nama keluarga?” tanya pak tua itu.

“Aku tak punya keluarga,” jawab Theo singkat.

Pak tua itu menggelengkan kepalanya lalu menulis di kertas, dan menyodorkan pada Theo.

“Alirkan Manamu pada pada kertas itu,” ucapnya

Theo melakukan yang di suruh, mengalirkan Mana tipis pada kertas itu. Setelah selesai pak tua itu menyodorkan lempengan berbentuk lingkaran kepada Theo.

“Alirkan Manamu pada Ledger Token itu juga, lalu kau harus membayar 200 koin perak untuk pendaftaran,” jelas pak tua itu.

“Bukankah harusnya kau memberitahu bahwa pendaftaran ini tidak gratis di awal tadi,” ucap Theo kesal.

“Kau bisa pergi kalau kau tak punya uang bocah,” ucap pria tua itu dengan acuh.

Theo semakin kesal, hampir menarik pedangnya. Lalu dia teringat pada cincin pemberian pamannya.

Theo merogoh sakunya, menemukan cincin itu lalu memakainya.

Lalu dengan tenang dia mengalirkan Mana tipis pada cincin itu, dan dari udara kosong di meja muncul dua koin emas.

“Apa itu cukup?” tanya theo

Melihat pemandangan di depannya, pria tua itu sekarang melihat Theo dengan pandangan yang berbeda.

“Ya, terima ini” ucap pria itu, menyerahkan Token dan Kartu Identitas kepada Theo.

Theo menerimanya dan mengalirkan Mana tipis pada token, kartu identitas itu terurai perlahan dan terukir lingkaran kecil di token.

Theo mengangkat alisnya, sedikit kagum dengan cara kerjanya.

“Dengan ini kau sudah resmi menjadi prajurit bayaran, semoga kau tak mati telalu cepat bocah.” ucap pria tua itu, membuka bukunnya lagi.

Theo mengangguk paham.

“Apa di sini ada kontrak yang cocok dengan peringkatku?” tanya Theo.

Pria tua itu mendengus sedikit kesal, lalu menatap Theo lagi.

“Di sini hanya ada kontrak kelas emas ke atas,” jawab pria tua itu.

Theo terlihat bingung sekarang, pria tua itu melihatnya dengan kasihan.

“Kau bisa pergi ke Kerajaan Morvain, kau bisa mendapat banyak kontrak tingkat perunggu di sana,” ucapnya lagi.

“Seberapa jauh itu?” tanya Theo.

Pria tua itu mendengus lagi.

“Kau harus menempuh dua minggu kalau jalan kaki, jangan banyak tanya lagi aku sedang sibuk sekarang,” hardik pria itu.

Theo mengangguk, lalu mengeluarkan satu koin emas dari cincinya dan menaruhnya di atas meja.

“Satu lagi, kemana aku harus pergi?” tanya Theo, menekan koin itu.

Pria itu melirik tangan Theo.

“Ehem, kau bisa keluar dari gerbang selatan dan melanjutkannya dari sana.” jawabnya—air liurnya menetes.

Theo mengangguk paham.

“Terima kasih,” ucap Theo, lalu melangkah pergi.

Pria itu meraih koin emas di meja dengan mata berbinar lalu menyembunyikan itu di kantongnya.

Theo keluar dengan cepat.

Lalu melangkah menuju gerbang selatan seperti saran pria tua tadi.

.

.

Setelah melewati gerbang, Theo berjalan pelan menyusuri jalanan yang sepi.

Di belakang, gerbang kota sudah tak terlihat.

Theo berhenti sebentar, menyentuh perutnya.

“Harusnya tadi makan dulu sebelum keluar,” ucap Theo, wajahnya tampak menyesal.

Lalu dia melihat cincin di tangan.

“Oh, apa mungkin di sini ada makanan,” teriak Theo, mengelus cincin itu.

“Atau...” Theo menoleh ke arah belakang. “...kalian membawakanku makanan?” Theo tersenyum dengan aneh.

Di belakang Theo tiga orang berjalan dari kegelapan, dua orang lagi muncul di depannya.

Mereka tersenyum dengan niat yang sudah pasti.

“Waaaah, apa aku harus melakukan adegan yang klise seperti ini” ucap Theo, dia tertawa kecil.

.

.

Di ruangan yang sunyi, seorang pria berjalan bolak-balik, wajahnya gelisah.

Sedetik kemudian seorang wanita masuk dengan panik.

“Tuan.” sapanya pelan.

“Bagaimana? apa mereka berhasil?” Tanya pria itu, penuh ketakutan.

Wanita yang baru masuk itu hanya menggelengkan kepalanya, lalu pria itu terduduk lemas di kursi. Meremas kepalanya karena kesal.

Wanita itu melangkah keluar dan menutup pintu perlahan.

.

.

.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!