NovelToon NovelToon
Setahun Menjadi Pelayan Tuan Muda

Setahun Menjadi Pelayan Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Lari Saat Hamil / Teen Angst / Mafia / Menikah dengan Kerabat Mantan
Popularitas:42k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Kaburnya Alana dari rumah justru menyeretnya ke dunia Arka, lelaki berkuasa yang menjadikannya pelayan sebagai ganti rugi sebuah insiden. Kedekatan yang terlarang tumbuh diam-diam, lalu hancur oleh fitnah dan kebencian.

Tanpa penjelasan, Arka mengusir Alana. Saat ia kembali dengan kehamilan di rahimnya, hinaan menjadi balasan, anak itu dituduh milik Rafael, abang iparnya Arka, mafia berdarah dingin.

Alana pergi membawa luka dan rahasia. Namun takdir mempertemukannya kembali dengan Rafael, pria paling berbahaya yang justru menjadi pelindungnya.

Di antara cinta dan pengkhianatan, siapa yang akan menghancurkan Alana lebih dulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Tujuh

Pagi ini hujan turun tipis, nyaris seperti embun yang jatuh perlahan dari langit kelabu. Langit di tempat pemakaman umum tampak muram, seolah ikut menanggung beban yang sama dengan dada Rafael.

Rafael berdiri beberapa langkah dari pusara itu, menatap nisan marmer putih dengan nama yang sudah terukir rapi, AURELIA NATHANIA.

Empat tahun berlalu, tapi setiap huruf pada nama itu masih terasa seperti pisau yang menoreh dadanya.

Rafael akhirnya melangkah mendekat. Setiap Minggu. Tidak pernah absen. Tak peduli hujan, panas, atau bahaya yang mengintai di dunia yang ia jalani. Dunia gelap yang penuh darah dan pengkhianatan, dunia mafia yang selama ini ia kuasai tanpa rasa gentar.

Tapi di sini, di hadapan makam istrinya, Rafael bukan siapa-siapa. Dia bukan pemimpin. Bukan pria yang disegani.

Bukan lelaki dingin yang namanya membuat orang gemetar. Dia hanya seorang suami yang gagal.

Rafael berlutut perlahan. Jas hitam mahalnya menyentuh tanah basah, tapi dia tak peduli. Tangannya yang biasanya kokoh kini bergetar saat menyentuh nisan itu. Jari-jarinya menelusuri nama Aurelia, seolah berharap wanita itu bisa menjawab sentuhannya.

“Hari ini aku datang lagi, Aurel .…” Suaranya Rafael serak, nyaris tak terdengar.

Rafael menunduk, dahi hampir menyentuh tanah. Hujan membasahi rambutnya, bercampur dengan sesuatu yang hangat dari matanya.

“Aurelia,” ucap Rafael, lebih pelan. “Sampai detik ini … Arka masih salah paham denganku.”

Rafael terdiam sejenak, napasnya berat. Dadanya terasa sesak, seolah ada tangan tak kasatmata yang mencengkeram jantungnya.

“Kamu percaya aku, kan?” lanjut Rafael lirih. “Aku … aku tak pernah punya hubungan apa-apa dengan Vanessa. Tidak pernah. Demi apa pun.” Tangannya mengepal di atas tanah.

“Dia adik tiriku, Aurel. Aku menyayanginya seperti adik kandung. Rasa sayangku hanya sebagai seorang kakak laki-laki.”

Kata-kata itu keluar perlahan, penuh tekanan. Seolah jika dia mengucapkannya cukup sering, dunia akhirnya akan mendengar kebenaran yang selama ini terkubur.

Rafael berhenti bicara. Bahunya bergetar. Tangisan itu akhirnya pecah.

Tangisan yang selama ini dia simpan rapat. Tangisan yang tidak pernah dia tunjukkan pada anak buahnya, pada musuh-musuhnya, pada dunia yang mengenalnya sebagai monster berdarah dingin.

Sebagai seorang pria yang berkecimpung di dunia mafia, Rafael tak pernah menangis. Tidak saat tubuhnya dipenuhi luka tembak. Tidak saat sahabatnya mati di tangannya. Tidak saat pengkhianatan merobek organisasinya dari dalam. Dia hanya menangis di satu tempat. Di depan kuburan istrinya.

“Aurel …," ucap Rafael. “Aku lelah. Aku benar-benar lelah.”

Rafael mengusap wajahnya kasar, tapi air mata itu terus mengalir. Hujan seolah ikut menutupi kelemahannya, memberi ruang bagi kesedihan yang tak pernah benar-benar sembuh.

“Aku sudah mencoba menjelaskan pada Arka,” lanjut Rafael setelah menarik napas panjang. “Tapi kebenciannya terlalu besar. Matanya sudah tertutup amarah.”

Rafael tersenyum pahit. “Padahal … kamu tahu nggak? Yang Vanessa cintai itu Arka.”

Rafael tertawa kecil, hambar. “Lucu, ya? Takdir seperti mengejek kami.”

Rafael mendongak, menatap langit kelabu. Ingatannya melayang ke masa lalu. Ke hari-hari sebelum segalanya runtuh.

“Vanessa mencintai Arka sejak lama,” ucap Rafael pelan. “Bukan cinta main-main. Bukan sekadar kagum. Tapi cinta yang membuatnya bertahan, meski Arka tak pernah melihatnya.”

Ia menghela napas panjang. “Masalahnya … Arka sudah punya kekasih. Celine.”

Nama itu keluar dengan nada datar, tapi matanya menggelap. "Dan Vanessa … dia hancur, Aurel. Dia sedih karena cintanya bertepuk sebelah tangan.”

Rafael kembali menunduk. Teringat dengan adik tirinya itu.

“Hari itu … aku mengajaknya ke Bali. Bukan untuk bersenang-senang seperti yang mereka kira. Aku mengajaknya melihat proyek. Sekaligus menghiburnya.”

Tangannya bergetar lagi. “Rencananya Vanessa akan pindah ke luar negeri. Meninggalkan semuanya. Aku hanya ingin menghabiskan satu hari sebagai kakak. Satu hari terakhir sebelum dia pergi jauh.”

Ia terdiam lama. Hujan semakin deras.

“Kalau aku tahu kamu akan melahirkan hari itu .…” Suara Rafael bergetar hebat. “Kalau aku tahu kondisimu separah itu … aku bersumpah, Aurel. Aku tidak akan pergi. Aku akan di sisimu. Aku akan menggenggam tanganmu.”

Kata-kata itu terdengar seperti doa yang terlambat. Rafael menutup matanya. Bayangan Aurelia muncul begitu jelas. Senyum lembutnya. Tatapan hangatnya. Cara wanita itu selalu percaya, bahkan saat dunia memunggunginya.

“Aku gagal,” bisiknya. “Aku gagal sebagai suami dan juga ayah. Anakku tak bisa tinggal bersamaku."

Ia menarik napas panjang, mencoba menenangkan dadanya yang terasa nyeri. Lalu ia kembali berbicara, dengan nada yang lebih berat.

“Kamu tahu, Aurel? Semuanya tidak berhenti di situ.”

Rafael menggertakkan giginya, amarah dan kesedihan bercampur jadi satu. “Vanessa … akhirnya mengakhiri hidupnya.”

Kalimat itu jatuh pelan, tapi menghantam dadanya sendiri seperti ledakan.

“Dia tidak kuat,” lanjut Rafael. “Terlalu banyak tekanan. Terlalu banyak tuduhan.”

Rafael mengepalkan tangannya sampai buku-bukunya memutih.

“Ditertawakan. Dicaci. Dan yang paling menyakitkan … dituduh memiliki hubungan terlarang denganku oleh pria yang sangat ia cintai.”

Air mata kembali jatuh. “Arka,” ucapnya lirih. “Pria yang paling ia cintai justru yang paling membencinya.”

Rafael tertawa kecil, getir. “Vanessa merasa hidupnya sudah berakhir. Ia merasa menjadi beban. Ia merasa dirinya kotor.”

Rafael mengusap wajahnya, napasnya tersengal.

“Dia meninggal dengan membawa nama buruk. Dengan kebencian orang-orang. Dengan luka yang tak sempat sembuh.”

Rafael menunduk lebih dalam.

“Aurel … apakah kamu dan Vanessa sekarang bisa bertemu?”

Pertanyaan itu menggantung di udara, tak pernah terjawab. Angin berdesir pelan, menggoyangkan dedaunan di sekitar makam.

“Aku selalu bertanya-tanya,” lanjut Rafael lirih. “Apa dia bisa meminta maaf padamu? Apa dia bisa menjelaskan? Aku berharap itu terjadi."

Rafael terdiam lama. Lalu ia tersenyum kecil, penuh luka.

“Aurel,” panggil Rafael lagi dengan pelan. “Kamu wanita yang aku cintai. Dari dulu. Sampai sekarang. Sampai detik ini.”

Ia menatap nisan itu dengan mata merah. “Tak ada yang lain. Tidak pernah ada.”

Rafael berdiri perlahan. Lututnya terasa lemas, tapi ia memaksakan diri. Ia merapikan jasnya, lalu menatap pusara itu untuk terakhir kalinya hari itu.

“Aku akan tetap datang,” ucap Rafael tegas. “Setiap Minggu. Sampai kapan pun.”

Ia berbalik, melangkah pergi meninggalkan makam dengan berat hati. Rasanya ingin terus berada di sana.

1
ElHi
semogaaa si Revan tantrum sampe sakit mikirin Alana biar keluarga sombong itu tau rasa!!! cerai aja Alana...sama Rafael ajaah...*)ngarep mode on
Tiara Bella
si Arkan kemana dia sampe gk tw klu Alana diusir sm mmhnya dia.....
Patrick Khan
emak arka jahat bgt . 🔥
muhammad ihsan
jangan pisahkan alana dan arka thor
Maria Kibtiyah
semoga si arka tau alana di usir emaknya
Suanti
semoga aja berjodoh sm rafael
alana tinggal gugat cerai aja sm arka
alana jgn mau plg ke rmh arka walaupun di jemput 🤭
astr.id_est 🌻
mewek 😢
astr.id_est 🌻
alana yang malang
Kasih Bonda
next Thor semangat
Ida Nur Hidayati
semoga Alana ditolong orang baik dan iklas
Cindy
lanjut kak
Radya Arynda
Dasar wanita somboh,angkuh dan jahat,,,,saat revan sudah mulai bahagia malah alana di usir,,,,si pecu dang arka juga habis merkosa peegi dasar iblis,,,,semogah revan sakit parah biar nenek sihir tau rasa....
dyah EkaPratiwi
ditunggu tantrumnya Revan biar arka n mama Ratna pusing
Oma Gavin
rasakan kamu arka dan ratna Revan tantrum ditinggal alana
Salim ah
semoga yg menolong Alana Rafael dan dibawa kerumahnya🙄
Patrick Khan
pasti Rafael itu..
Ilfa Yarni
siapa yg menolong Alana apakah rafael
Radya Arynda
semogah kamu di tolong orang baik,,dan mau merubah mu lebih kuat dan berani jangan lembek lagi
Valen Angelina
alama hamil anak arka...tapi giliran rafael yg jaga wkkwwkkw....biar impaskan 🤣🤣🤣
MomRea
Rafael yg nolong, tapi jodohnya tetap Arka ya Thor 😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!