Di masa lalu, Sheng Long adalah Kaisar Iblis Kuno terkuat yang pernah ada. Kekuatannya begitu mengerikan hingga seluruh ras bersatu hanya untuk satu tujuan—menyegelnya selamanya.
Menolak tunduk pada takdir, Sheng Long membelah jiwanya dan bereinkarnasi demi menghindari segel tersebut. Ia terlahir kembali sebagai putra Keluarga Shen, namun dengan harga yang kejam. Kekuatan masa lalunya tersegel, tubuhnya lemah, dan ia dicap sebagai tuan muda sampah yang sakit-sakitan.
Menganggap keberadaannya sebagai aib, keluarganya menikahkannya dengan seorang gadis sederhana yang tak memiliki latar belakang apa pun. Namun justru dari gadis itulah, Shen Long merasakan kehangatan dan ketulusan yang tak pernah ia miliki sebelumnya. Untuk pertama kalinya, ia merasakan arti kebahagiaan.
Sayangnya, kebahagiaan itu menjadi dosa di mata keluarganya.
Didorong oleh iri dan kebencian, mereka merebut gadis itu dari hidupnya. Tindakan kejam tersebut menghancurkan segel yang membelenggu jiwa Sheng Long. Kaisar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11: Kepunahan Keluarga Shen
Shen Long melangkah keluar dari kawah tempat Penatua Gu meregang nyawa. Matanya yang merah menyala menatap sisa-sisa bangunan utama di mana Shen Po, Quinxi, dan Shen Mo yang sekarat berada.
"Waktunya telah habis." suara Shen Long bergema, rendah dan mematikan.
Ia menjentikkan jarinya. Seketika, dinding energi hitam yang tak kasat mata menyelimuti seluruh area kediaman. Tidak ada satu pun lalat yang bisa keluar dari sana hidup-hidup.
"Tolong! Shen Long! Aku ibumu! Aku yang melahirkanmu!" Quinxi menjerit histeris, merangkak di atas lututnya yang hancur. Wajahnya yang dulu sombong kini dipenuhi debu dan ingus.
Shen Long muncul di depan Quinxi dalam sekejap mata. Ia menatap wanita itu dengan tatapan kosong. "Ibu? Ibu yang mana? Yang menghina istrinya saat dia sekarat? Atau yang menginginkan kematian anaknya sendiri?"
Tanpa peringatan, Shen Long menginjak tangan Quinxi.
KRETEK!
Tulang jari-jarinya hancur berkeping-keping di bawah tumit Shen Long. Jeritan Quinxi membelah malam, namun Shen Long tidak berhenti. Ia menendang tubuh wanita itu hingga menghantam pilar batu. Belum sempat ia jatuh, Shen Long menggunakan kekuatannya untuk menarik lidah Quinxi keluar secara magis hingga wanita itu tidak bisa lagi mengeluarkan suara selain erangan tertahan yang menyedihkan.
"Kau terlalu berisik untuk seseorang yang akan mati." ucapnya dingin.
Shen Long kemudian menoleh pada Shen Po yang terduduk lemas. Sang kepala keluarga itu mencoba menusukkan belati ke lehernya sendiri—ia lebih memilih bunuh diri daripada menghadapi apa yang akan terjadi. Namun, belati itu hancur menjadi debu sebelum menyentuh kulitnya.
"Aku tidak mengizinkanmu mati secepat itu, Ayah." Shen Long menyeringai jahat.
Ia mengangkat tangannya ke udara. Ribuan jarum energi hitam terbentuk di sekeliling Shen Po. Satu per satu, jarum itu menusuk titik saraf paling sensitif di tubuh Shen Po.
"Satu jarum untuk setiap hari kau membiarkanku kelaparan. Satu jarum untuk setiap pukulan kayu yang kau daratkan di punggungku." suara Shen Long terdengar seperti kutukan.
Shen Po mengejang hebat di lantai. Tubuhnya dipenuhi ribuan lubang kecil yang tidak mengeluarkan darah, namun mengirimkan rasa sakit yang membuat otaknya hampir meledak. Ia ingin berteriak, namun suaranya telah hilang karena rasa takut yang teramat sangat.
Terakhir, Shen Long berjalan menuju Shen Mo yang tergeletak tanpa lengan. Sang adik menatap kakaknya dengan mata yang hanya menyisakan kegilaan.
"Kau menyukai kekerasan, bukan?" Shen Long mengangkat tubuh Shen Mo dengan satu tangan. "Mari kita lihat seberapa kuat tubuhmu menahan gravitasi."
Shen Long melepaskan tekanan jiwanya sepenuhnya.
BRAK!
Tubuh Shen Mo dipaksa mencium tanah dengan tekanan ribuan ton. Perlahan, tulang-tulangnya mulai remuk. Mulai dari kaki, pinggul, hingga rusuknya rata dengan lantai. Ia masih hidup, dipaksa tetap sadar oleh energi hitam Shen Long, merasakan organ dalamnya hancur satu demi satu seperti buah yang digilas roda kereta.
Puas dengan penyiksaan itu, Shen Long berdiri di tengah halaman. Ia mengangkat kedua tangannya. Aura hitam meledak dari tubuhnya, membentuk naga raksasa yang melingkari seluruh kompleks kediaman Shen.
"Keluarga Shen... mulai malam ini, namamu akan dihapus dari ingatan dunia!"
Naga hitam itu menghujam ke bawah.
BOOOOOOOMMM!
Ledakan energi negatif yang dahsyat menelan segalanya. Bangunan, harta, pelayan yang setia pada kejahatan mereka, hingga Shen Po, Quinxi, dan Shen Mo—semuanya hancur menjadi debu kosmis dalam hitungan detik. Tidak ada satu pun batu yang tersisa di atas batu lainnya.
Saat debu mulai mengendap, yang tersisa hanyalah tanah hitam yang tandus. Tidak ada lagi tanda-tanda bahwa pernah ada keluarga bangsawan di sana.
Shen Long berdiri di tengah kehancuran itu. Nafasnya perlahan tenang. Namun, di tengah kesunyian itu, ia merogoh dimensi sakunya, tempat jasad Lin Er berada.
"Baru satu keluarga, Lin Er... Masih ada seluruh dunia yang membiarkan ini terjadi. Aku akan membuat mereka semua membayar."
Tiba-tiba, di ufuk timur, tujuh cahaya bintang jatuh meluncur ke arah tempat Shen Long berdiri. Itu adalah tujuh Penatua Agung dari aliansi sekte yang merasakan jatuhnya Penatua Gu.
Shen Long tidak lari. Ia justru menghunus pedang Pembantai Surga dan menatap langit dengan nafsu membunuh yang semakin menjadi.