NovelToon NovelToon
Bukan Simpanan Biasa

Bukan Simpanan Biasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Bullying dan Balas Dendam / Putri asli/palsu
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Starla, putri kandung seorang pengusaha kaya yang tidak disayang memutuskan menerima tawaran seorang pria untuk dijadikan simpanan. Setelah empat tahun berlalu, Starla pun memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak diantara mereka lagi. Starla meninggalkan Nino begitu saja. Hingga pada akhirnya, Nino ternyata berhasil menemukannya dan mulai terus membayanginya dengan cara mendekati Kanaya, kakak tiri Starla. Nino, pria yang terbiasa dipuja-puja oleh banyak wanita, jelas tidak terima dengan perbuatan Starla. Seharusnya, dia yang meninggalkan wanita itu. Namun, justru malah Starla yang meninggalkannya.
Berbekal dendam itu, Nino awalnya berniat untuk mempersulit Starla. Siapa sangka, di tengah rencananya mendekati Kanaya, Nino menemukan sebuah fakta bahwa selama ini Starla tak pernah merasakan bahagia. Sedari kecil, hidupnya selalu dirundung kesusahan. Hak-haknya bahkan direbut.
Berawal dari rasa penasaran, Nino justru mendapati bahwa perasaannya terhadap Starla ternyata sudah berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masalah untuk Starla

Starla masuk ke dalam toilet untuk membasuh wajahnya. Barusan, emosinya baru saja diuji. Butuh tenaga ekstra mengontrol semuanya agar tetap terkendali.

"Kamu berhasil, Starla!" ucapnya sambil menatap pantulan dirinya sendiri di depan cermin. "Tidak perlu terpancing emosi! Cukup tenang dan anggap Kanaya sebagai lalat pengganggu saja."

Ia mencengkram kedua sudut wastafel kuat-kuat. Membayangkan Nino yang duduk berdampingan dengan mesra bersama Kanaya, entah kenapa malah membuat jantung Starla jadi berdenyut sakit.

"Tidak," geleng Starla kuat-kuat. "Aku tidak mungkin cemburu," lanjutnya seraya menarik napas panjang.

Bugh.

Saat dia berbalik hendak keluar, tiba-tiba ia menabrak sesuatu yang sangat keras. Begitu mendongak ke atas, Starla langsung terkejut saat menjumpai sosok Nino yang ternyata sudah berdiri dibelakangnya, entah sejak kapan.

"Kamu..."

Tanpa peringatan, pria dewasa itu langsung menciumnya dengan brutal. Nino tak memberi celah untuk Starla menolak apalagi melawan. Dia mengangkat tubuh ramping Starla, mendudukkannya di atas wastafel lalu menahan kedua tangannya agar tidak memberontak.

Lidahnya bergerak liar, berusaha menembus barisan gigi rapi Starla. Dan, begitu berhasil, Nino tampak tersenyum puas kemudian semakin menggila dalam mencium perempuan muda itu.

"Arggggggghh!" pekik Nino secara reflek saat Starla menggigit bibirnya.

Tanpa sadar, dia mundur beberapa langkah. Di sentuhnya bibir bawah yang ternyata bengkak sampai berdarah.

"Starla, kau ini anjing atau manusia?" protes Nino kesal.

Starla turun dari meja wastafel. Matanya tampak memerah.

"Tuan Gionino, tolong bersikaplah lebih sopan! Saya bukan siapa-siapa Anda. Jadi, jangan pernah memperlakukan saya lagi seperti tadi."

"Kita hanya berciuman. Bukankah, dulu kamu sangat menyukainya?"

"Seperti yang Anda bilang, itu dulu. Sekarang, sudah berbeda," jawab Starla dengan ekspresi datar.

"Kenapa sekarang berbeda?" tanya Nino.

Tatapan tajam Starla kini menyorot wajah Nino dengan penuh kemarahan, kekecewaan, serta luka yang tak bisa Nino definisikan.

"Aku bukan simpanan mu lagi. Jadi, berhentilah bersikap seolah-olah aku masih perempuan yang sama, yang bisa Anda nikmati kapan pun dan dimana pun."

"Kalau begitu, jadilah simpanan ku lagi! Apa itu terlalu sulit? Aku bisa memberimu uang dua kali lipat lebih banyak dari sebelumnya. Kamu juga tidak perlu lagi bekerja sekeras ini hanya demi memperoleh uang yang tidak seberapa," bujuk Nino.

Pria itu sudah lepas kendali. Dia sempat mengintip pekerjaan Starla di dapur. Gadisnya mengerjakan banyak sekali pekerjaan. Tangan Starla bahkan sempat teriris pisau saat mencoba membelah seekor ikan.

Semua hal itu membuat Nino jadi tidak tega. Padahal, jika Starla datang dan meminta perlindungan kepadanya, tentu saja Nino siap memberikan semua.

"Terimakasih atas tawaran Tuan Nino," ucap Starla dengan senyuman penuh luka. Dimata Nino, dirinya hanya akan selalu menjadi seorang j@lang kecil yang bisa dibeli dengan uang.

"Tapi, sekali lagi aku katakan! Aku benci dengan semua hal yang merupakan bekas Kanaya. Termasuk, Anda Tuan Nino!" tegas Starla penuh kebencian.

Telapak tangan Nino tampak mengepal erat di kedua sisi tubuhnya. Kata-kata yang keluar dari mulut Starla masih sama menyakitkannya seperti semalam.

Pria itu hanya berdiri mematung di tempat yang sama. Sementara, Starla sudah berjalan keluar tanpa memperdulikan kehadirannya.

"Starla,"panggilnya lirih ketika Starla berjalan melewatinya begitu saja.

Perempuan muda itu tak menoleh. Sikapnya sangat dingin sampai-sampai Nino merasakan tubuhnya jadi beku.

"Sayang, kamu darimana saja?" tanya Kanaya saat Nino kembali ke meja mereka.

"Aku punya rapat penting satu jam lagi," kata Nino mengalihkan pembicaraan. "Kamu tidak keberatan jika kita pulang sekarang, kan?"

Mau tak mau, Kanaya mengangguk.

"Baiklah," jawabnya sambil menyambar tas mahal miliknya.

Nino berjalan lebih dulu. Dibelakangnya, Kanaya mengekor dengan ekspresi penuh dendam.

"Kamu berani menggoda calon suamiku, Starla? Dasar perempuan j@lang!" teriak Kanaya dalam hati.

Ya, tadi dia melihatnya. Dia melihat saat Nino dan Starla berciuman panas di dalam toilet.

"Tunggu saja! Aku pasti akan balas dendam, Starla!" lanjutnya berbicara dalam hati sambil menyeringai sinis.

****

Hari ini adalah hari peringatan kematian Ibu kandung Starla. Perempuan muda itu memutuskan untuk libur satu hari dari restoran. Dia mempercayakan sepenuhnya restoran miliknya kepada para karyawannya dan memilih untuk datang ke makam sang Ibu demi melepas rindu.

"Hai, Mama. Apa kabar!?" tanya Starla sambil tersenyum getir. "Sekarang, restoran kesayangan Mama sudah berhasil bangkit kembali. Pelanggannya bahkan jauh lebih banyak dibanding dulu. Mama... pasti senang melihatnya, kan?"

Starla mengusap pipinya. Air mata yang mengalir, berusaha dia hapus.

"Aku berhasil bertahan, Ma," lanjut Starla. "Aku masih bertahan hidup sampai detik ini. Tapi... semakin hari, bebannya semakin berat. Aku lelah," keluhnya dengan suara parau.

"Aku sangat merindukan Mama. Bisakah Mama kembali dan memelukku walau hanya sebentar?"

Air matanya mengalir lagi. Deras, membawa semua keluhan yang tersusun berantakan sejak lama didalam hati dan pikirannya.

Tak lama, ponselnya berdering. Starla mengusap air matanya kemudian mengangkat panggilan itu dengan segera.

"Ada apa?" tanya Starla kepada di penelpon.

"Gawat, Nona Starla!" kata laki-laki yang berbicara lewat telepon tersebut.

"Gawat kenapa?"

"Seorang pengunjung sengaja memviralkan restoran kita."

Dahi Starla seketika jadi terlipat dalam. "Apa yang terjadi?"

"Seorang pengunjung mengaku menemukan cicak didalam makanannya. Dia sangat marah sampai-sampai nekat memviralkan restoran kita. Katanya, jika kita tidak bisa memberinya ganti rugi sebesar 2 miliar, maka video itu tak akan pernah dia hapus."

Rahang Starla seketika mengeras. Restorannya sangatlah bersih. Jangankan cicak, nyamuk saja tidak bisa ditemukan di tempat itu.

"Sudah periksa CCTV?" tanya Starla.

"Itu dia masalahnya, Nona Starla. Pengunjung itu duduk di area titik buta CCTV. Jadi, kita tidak bisa menemukan apapun."

Starla tahu jika ini semua adalah jebakan. Ada seseorang yang sengaja ingin menghancurkan reputasinya.

"Baiklah! Kita bahas ini nanti saja. Aku segera ke restoran."

Tanpa buang-buang waktu, Starla segera berangkat menuju ke restoran. Begitu sampai, hal pertama yang menyambutnya adalah lemparan batu dari seseorang.

Bugh!

Batu itu mengenai kepala bagian depan yang dekat dengan dahi. Dalam sekejap, darah segar langsung mengalir keluar.

"Dasar pebisnis licik! Berani-beraninya, kamu menggunakan tubuhmu untuk membuat suamiku betah makan di sini," teriak seorang Ibu-ibu dengan tatapan penuh kemurkaan.

1
Yulia Dhanty
bagus n menarik
mery harwati
Bagus Starla 👍
Buang laki² yang demi gengsi & ego tinggi hanya untuk merendahkan dirimu😠
Nino pikir di dunia hanya ada dia saja tanpa ada orang lain yang masih baik untuk menolongmu Starla 💪
mery harwati
Nino sama tolol & bodohnya dengan Arlo bila cara berpikirnya Starla akan datang & minta pertolongan sama dia, padahal Starla jelas² sudah bilang tak mau barang bekas Kanaya (termasuk Nino)
Starla bangkit & cari kebahagianmu tanpa Arlo & Nino, masih banyak orang yang baik padamu Starla 💪
Wiwit Manies
mana ini lanjutan nya /Pooh-pooh/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!