Love Seduction Season 2
Allison Adair memutuskan ia akan mengakhiri ketakutan dan tekanan yang diterimanya dari Carloz, ayah tiri yang hanya bisa bersikap kasar dan mengerikan pada dirinya dan adiknya. Hanya berbekal sedikit uang dan sebuah cincin, ia pergi meninggalkan rumah peninggalan ayah kandungnya, bertekad menghidupi diri sendiri dan seorang adik laki-laki yang ia bawa serta. Takdir membawanya ke pelukan seorang pria, Lucius Sanchez yang tengah tersesat, seorang pria yang juga punya kengerian dan luka di masa lalu ....
Love Seduction Season 1
Kenangan masa lalu yang berusaha dihapus oleh Regina akhirnya kembali.Keraguan muncul antara menghadapinya dengan berani atau kembali melarikan diri dan menghilang.
Namun keputusan tidak lagi berada ditangannya. Seorang Mike tidak membiarkan ia kembali lari, Tapi mendorongnya ke arah seorang pria yang merupakan ketakutan terbesar dalam hidupnya...kakaknya, Lucius Sanchez!
Follow FB Dianaz & ig dianaz3348. Thanks.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DIANAZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 10. Sneaking Up
Reggie perlahan keluar dari ruangannya, berjalan mengendap-endap. Malam sudah larut, para pegawai sudah tidur kecuali para penjaga. Dengan lincah tanpa suara ia sampai di mobil Mike. Tanpa suara ia membuka kunci tanpa kesulitan. reggie menyeringai, ucapan terima kasih tak terhingga pada Tuan Arthur yang mengajarinya berbagai macam hal. Ia menyelinap masuk lalu meringkuk dibalik sandaran kursi. pakaiannya yang berwarna hitam menyamarkan keberadaannya di dalam gelap. Reggie mengatur posisinya agar nyaman, lalu diam menunggu.
Mike datang 30 menit kemudian. Masuk ke dalam mobilnya dan segera berlalu dari mansion utama keluarga Langton. Menyetir tanpa menyadari keberadaan Reggie di belakang kursinya.
Suara ponselnya mengalihkan perhatian Mike. Ia melihat Alex meneleponnya. Mike menerima panggilan melalui perangkat handsfree, mendengarkan Alex bicara di seberang sana.
"Yo, Mike ... katakan kau menyadarinya, Kawan."
"Apa maksudmu, Alex. Menyadari apa?" Mike mengernyit mendengar pertanyaan aneh Alex.
Reggie berdebar mendengar ucapan Mike. Apakah aku ketahuan?
"Sebuah mobil hitam mengikutimu. Menyetirlah normal seperti biasa, buat dia tidak menyadari kau telah mengetahui keberadaannya."
Mike melihat ke spion mobil. Melihat mobil hitam yang dimaksud oleh Alex dan terkekeh.
"Apakah ia mengikutiku dari mansion?" tanya Mike kemudian.
"Ya ... orang kita mengikuti dari belakang, Mike. Tidak terlalu dekat. Berhati-hatilah!" Alex memutuskan panggilan. Mike fokus pada jalan dan menyetir seperti biasa. Ia menunggu apakah penguntitnya akan menyerang atau sekedar memata-matainya.
Reggie bernapas lega. Bukan dia yang ketahuan. Tapi ada mobil yang menguntit mobil Mike. Ingin sekali Reggie bergerak dan mengintip, tapi takut akan membuat usaha pelariannya gagal.
Mike tiba di gedung bertingkat tempat apartemennya. Ia turun dan memberikan kunci pada Valet yang telah menunggu dan tersenyum menyapanya. "Selamat malam, Sir."
"Selamat malam Leon." Mike menjawab salam dan berlalu ke arah lift menuju apartemennya.
Reggie menunggu ketika Mike meninggalkan petugas bernama Leon itu dan setelah memastikan laki-laki itu menjauh, ia segera keluar dari mobil.
Leon yang akan memindahkan mobil tuannya itu terkejut dan bengong melihat seorang gadis cantik berambut hitam keluar dari pintu belakang mobil. Gadis itu mengedipkan mata dan tersenyum ke arahnya.
"Oh, halo ... aku tadi hanya menumpang sebentar." Reggie tertawa. Namun belum hilang suara tawanya, suara decitan ban mobil yang tiba-tiba datang membuatnya terkejut. Dua pria turun dari mobil itu, lalu menyeret Reggie dan mendorongnya di kursi belakang. Seorang pria ikut masuk dan menjepit tubuhnya, sedangkan seorang lagi masuk ke belakang kemudi dan dengan suara berdecit keras mobil hitam itu pergi meninggalkan petugas parkir yang kaku dan memucat.
Mike mengangkat kepalanya memandang kearah luar pintu lift yang mulai menutup. Suara decitan itu sangat keras sehingga menarik perhatiannya. ia melihat ketika dua pria mulai turun dan menghampiri seorang gadis di dekat Leon.
Itu ....
Pintu lift yang tertutup membuat Mike mengumpat.
"Sialan! Regina!"
Ia menekan berulang kali sambil terus mengumpat. kenapa gadis itu ada di sini. Mike menahan rasa khawatir yang membelenggu hatinya. Orang-orang itu adalah orang yang mengikutinya dengan mobil hitam dari Mansion Langton. Itu pasti orang-orang Jack.
Gadis ceroboh! Sungguh bodoh! Dia seharusnya diikat dan dikurung didalam kamar. Sungguh bodoh mempercayainya berkeliaran di mansion. Mike memaki dan berlari setelah pintu Lift kembali terbuka.
Leon yang masih berdiri kaku tersadar ketika Mike mendekatinya dan merebut kembali kunci mobil. Ia masuk dan tancap gas mengejar penculik Reggie.
Ponselnya kembali berbunyi dan Mike menerima panggilan setelah melihat Alex yang menelepon. Ia tidak melambatkan laju mobilnya. Anak buah mereka pasti masih mengikuti mobil itu dan kembali memberi kabar pada Alex
"Mike! Kucing liar itu ...."
"Mereka menangkapnya, Alex. Katakan padaku kalau orang-orang kita tadi masih mengikuti mobil hitam itu." Mike memotong ucapan Alex.
"Ya. Mereka mengejarnya Mike dan para penjahat itu sepertinya kewalahan karena kucing liar itu sepertinya mengamuk di dalam mobil mereka."
Mike kembali mengumpat. Apa Reggie tidak berpikir untuk tidak membuat para penjahat itu marah? Mereka bisa saja membunuhnya karena dianggap merepotkan.
Mobil hitam itu sudah terlihat di depan sana. Di samping sebuah mobil abu-abu gelap yang melaju kencang mencoba menghimpit dan membenturkan mobil hitam agar berhenti.
Mike melihat mobil hitam itu terguncang dan entah apa yang terjadi membelok ke arah kiri hingga menabrak pembatas jalan dan terjatuh ke bawah sana, menungkik dan mendarat dengan bagian depan lebih dulu menyentuh tanah, menimbulkan suara keras sebelum akhirnya disusul oleh mendaratnya seluruh bagian mobil di atas tanah.
"Ya Tuhan ... Regina ...." Mike melotot dan menghentikan mobilnya. Berlari ke arah pembatas jalan dan memandang ke bawah ....
**********
baguuus banget...
terima kasih ya kak Diana, ditunggu lagi karya selanjutnya 🌼🌼🌼🌼