NovelToon NovelToon
Tiba-Tiba Nikahin Sahabat!

Tiba-Tiba Nikahin Sahabat!

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Cinta setelah menikah / Persahabatan / Perjodohan / Gadis nakal
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Soju Kimchizz

Siapa sangka hubungan persahabatan sejak kecil mengantarkan Viona dan Noah ke jenjang yang lebih serius?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soju Kimchizz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang Istri CEO

Viona mengerjapkan matanya perlahan. Ia meraba perutnya; kram hebat yang kemarin membuatnya ingin menyerah pada dunia kini telah memudar, hanya menyisakan rasa lemas yang samar. Ia teringat samar-samar bagaimana Noah menjaganya semalaman, mengganti kompres hingga membisikkan kata-kata penenang yang tak pernah ia sangka akan keluar dari mulut pria sedingin itu.

Saat menoleh ke samping, ranjang di sebelahnya sudah kosong dan rapi. Namun, pandangannya tertuju pada sebuah nampan kayu yang tertata cantik di atas nakas. Ada roti bakar dengan selai stroberi kesukaannya, segelas susu hangat, dan sebuah sticky note berwarna kuning yang menempel di tepian gelas.

"Makan, gue buru-buru ke kantor ayah karena ada rapat direksi. Jangan coba-coba keluyuran kalau nggak mau perut lo kaku lagi."

Viona mendengus kecil, namun sudut bibirnya tak bisa menahan senyum. "Dasar kaku. Perhatian sih tapi kenapa harus banget pakai ancaman?" gumamnya.

Ia meraih roti bakar itu dan memakannya dengan lahap. Sembari mengunyah, Viona menatap langit-langit kamar yang tinggi.

Pikirannya melayang pada jalan hidupnya belakangan ini. Perjodohan yang dulu ia anggap sebagai kiamat bagi masa mudanya, ternyata menjadi skenario Tuhan yang paling tak terduga.

Semenjak ada Noah dalam hidupnya 24 jam sehari, dunia Viona seolah berputar lebih cepat. Noah membuatnya sibuk dengan urusan rumah, aturan-aturan kampus yang ketat, hingga perdebatan-perdebatan kecil yang entah kenapa mulai terasa candu.

Dulu, satu-satunya cara Viona mengisi kekosongan hatinya adalah dengan dentum musik di club malam dan gelas-gelas alkohol.

Tapi sekarang? Rasanya ia tidak lagi punya minat untuk tenggelam di lantai dansa hingga subuh. Ternyata, kehadiran satu orang yang benar-benar "hadir" sanggup menggantikan keriuhan dunia luar yang semu.

Viona menyentuh kalung inisial 'N' yang masih melingkar di lehernya. Ia menyadari satu hal: Noah bukan hanya menjaganya dari rasa sakit fisik, tapi juga sedang pelan-pelan menariknya keluar dari lubang kesepian yang selama ini ia sembunyikan di balik riasan tebal.

"Kayaknya... dijodohin sama lo nggak seburuk itu, Noah Sebastian Willey," bisiknya pada ruangan yang kosong, namun hatinya terasa sangat penuh.

———

Viona memarkirkan mobilnya di pelataran gedung pencakar langit berlogo Willey Group. Di kursi penumpang, terdapat kotak makan siang dari restoran homemade favoritnya, yang sengaja ia beli untuk Noah sebelum ia berangkat ke kampus.

Viona mendekati meja resepsionis yang dijaga oleh dua orang wanita berseragam rapi dengan wajah yang kaku.

"Permisi, saya mau mengantarkan makan siang untuk Noah... maksud saya, Pak Noah Sebastian," ucap Viona dengan nada ramah.

Salah satu staf menatap Viona dari ujung rambut hingga ujung kaki. Melihat gaya Viona yang terlihat sangat muda dengan outfit kampus yang modis namun santai, staf itu menaikkan sebelah alisnya sinis.

"Mohon maaf, Nona. Apakah sudah ada janji? Pak Noah sedang tidak bisa diganggu karena ada rapat direksi yang sangat penting," jawab staf itu dengan nada meremehkan.

"Saya istrinya. Saya hanya ingin menitipkan ini di ruangannya," balas Viona tenang, meski hatinya mulai dongkol.

Kedua staf itu saling berpandangan lalu tertawa kecil, tipe tawa yang sangat menghina. "Nona, setiap minggu ada saja wanita yang mengaku sebagai tunangan atau istri Pak Noah hanya untuk bisa naik ke lantai atas. Pak Noah itu belum menikah. Jadi, mohon silakan tinggalkan area lobi jika tidak ada urusan bisnis."

Viona mengepalkan tangannya. "Gue bilang, gue istrinya!"

Keributan kecil itu rupanya sampai ke telinga manajer lobi yang langsung melaporkannya ke sekretaris pribadi Noah di lantai atas.

Sekretaris yang kemarin menjemput Viona di hotel tentu saja langsung panik dan membisikkan hal itu ke telinga Noah yang sedang memimpin rapat direksi.

Di bawah, ponsel di meja resepsionis berdering. Staf tadi mengangkatnya dengan gemetar.

"Halo, dengan lobi—"

"SIAPA YANG BERANI MELARANG ISTRI SAYA MASUK?!" Suara bariton Noah menggelegar dari seberang telepon, cukup keras hingga Viona yang berdiri di depan meja pun bisa mendengarnya.

"P-pak... mohon maaf, tapi Nona ini—"

"Dengar baik-baik. Wanita yang berdiri di depanmu itu adalah Viona Jessamine Willey. Pemilik gedung ini sekaligus istri sah saya. Kalau dalam satu menit dia belum ada di depan ruangan saya, kalian berdua silakan kemasi barang-barang kalian dan keluar dari perusahaan ini selamanya!"

KLIK.

Telepon ditutup kasar. Kedua staf resepsionis itu pucat pasi, wajah mereka memutih seperti kertas. Dengan tangan gemetar, mereka segera membukakan palang pintu otomatis.

"M-mohon maaf, Nyonya... kami benar-benar tidak tahu. Mari, saya antar ke lift khusus CEO," ucap manajer lobi yang tiba-tiba muncul dengan keringat dingin di pelipisnya.

Viona hanya menatap mereka datar, lalu mengambil kembali kotak makannya. "Lain kali, jangan menilai orang dari pakaiannya.

Dan satu lagi... Pak Noah kalau marah memang sedikit menyeramkan, kan?"

Viona melangkah masuk ke dalam lift emas dengan senyum kemenangan. Ternyata, memiliki suami "diktator" yang punya kuasa penuh seperti Noah ada gunanya juga di saat-saat seperti ini.

Pintu lift eksklusif berdenting terbuka, dan pemandangan di lantai teratas Willey Group itu jauh lebih tegang dari yang Viona bayangkan. Noah sudah berdiri di sana, tepat di depan pintu ruangannya yang megah, masih mengenakan kemeja formal dengan dasi yang sedikit dilonggarkan, tanda bahwa ia baru saja keluar dari situasi panas di ruang rapat.

Beberapa direktur yang mengikutinya dari belakang tampak bingung, namun mereka langsung menyingkir saat melihat aura posesif yang terpancar dari bos muda mereka.

Noah melangkah cepat menghampiri Viona, matanya memindai istrinya dari kepala hingga ujung kaki, memastikan tidak ada yang terluka karena insiden di bawah tadi.

“Maaf ya, staf gue belum tahu lo istri gue,” kata Noah, suaranya melembut drastis. Ia tidak peduli dengan tatapan mata-mata penasaran dari para staf senior di koridor.

Viona yang awalnya ingin marah, mendadak luluh melihat raut penyesalan di wajah suaminya. Ia mengangkat kantong belanjaan berisi kotak makan itu sedikit lebih tinggi.

“Gapapa, ini makan siang buat lo, tanda terima kasih gue buat lo,” kata Viona dengan nada bicara yang berusaha tetap santai, meski jantungnya sedikit berdisko karena mereka sedang menjadi pusat perhatian.

Noah menerima kotak makan itu, namun tangannya sengaja menyentuh jemari Viona cukup lama. “Tanda terima kasih buat apa? Buat yang semalam?” goda Noah dengan suara rendah, hanya bisa didengar oleh Viona.

“Noah! Lo masih di kantor ya!” bisik Viona tajam sambil menyikut pelan perut Noah.

Noah terkekeh, suara tawa yang membuat para karyawannya merinding karena mereka jarang sekali melihat sang CEO tertawa seperti itu. Ia kemudian menoleh ke arah sekretarisnya yang berdiri tak jauh dari sana.

“Umumkan ke seluruh divisi. Mulai hari ini, wajah wanita ini adalah akses utama di gedung ini. Siapa pun yang menghambat jalannya, artinya sedang mengajukan surat pengunduran diri ke meja saya,” tegas Noah tanpa kompromi.

Viona melotot. “Noah, jangan lebay deh!”

“Gue nggak lebay, Vio. Gue cuma nggak mau istri gue nunggu kelamaan di lobi cuma karena masalah sepele,” balas Noah sambil merangkul pundak Viona dan membimbingnya masuk ke dalam ruangan. “Ayo masuk. Gue nggak mau makan siang sendirian, dan lo harus nemenin gue sebelum lo berangkat ke kampus.”

Di dalam ruangan yang kedap suara itu, dinding kaku Willey Group seolah runtuh. Di sana, mereka bukan lagi CEO dan mahasiswi, melainkan dua orang yang sedang belajar bahwa skenario perjodohan ini ternyata membawa mereka ke meja makan yang sama, dengan rasa yang mulai tumbuh di luar logika.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!