Sejatinya rumah tangga yang harmonis harusnya tidak akan tergoda oleh godaan diluar sana, namun tidak dengan rumah tangga Amara, Tak pernah ia bayangkan jika rumah tangganya berada diambang kehancuran akibat perselingkuhan Victor suaminya, yang tidak pernah ia sadar selama ini. Nyaris tak pernah ada pertengkaran, bahkan keromantisan masih tetap terjaga, seakan menutup noda perselingkuhan Victor diluar sana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Leo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mungkin
bab 11
.
.
Amara menata menu makanan yang sudah selesai ia buat. Nampak Victor yang bermain bersama Gea menghampiri meja makan karna aroma masakan yang berasal dari meja membuat perut bapak dan anak itu keroncongan.
" Wah.. mami masak banyak sekali.." Ucap Gea sadar meja makan nampak penuh.
" katanya anak mami lapar,masak tidak habis sebanyak ini ??" goda Amara sembari meletakkan menu terakhir.
" Papi bantu gea habiskan ya ??" Pinta gea.
Victor pun tersenyum dan menggangguk. "baiklah.. ayo kita mulai.." ajak Victor penuh semangat. seraya menempatkan sang putri untuk duduk.
Victor pun mendekati Amara, menyambut Amara dengan kecupan.
Amara hanya membalas dengan senyuman.ia pun langsung sigap mengambilkan makanan untuk Victor dan Gea.
Setelahnya, Amara mengambil beberapa untuk dirinya.
Makan malam berlangsung penuh canda dan tawa antara Gea, Victor dan Amara. seolah tak ada beban dihati mereka.
.
.
Selesai makan malam, Gea sudah digiring bik Jiah kekamarnya. Sementara Victor memilih menyelesaikan beberapa berkas liputannya dirumah tepatnya dikamar. ia memangku Laptop dengan kaca mata yang bertengger disudut matanya.
Amara yang sudah selesai beres-beres juga hendak beristirahat, sebab besok adalah hari libur, Amara ingin beristirahat cukup agar besoknya ia bisa bekerja dengan Semangat kembali. satu minggu bekerja cukup membuat Diri, dan fikiran Amara lelah.
" Apa besok masih ada liputan Vic ??" tanya Amara saat sudah masuk kedalam.
" Tidak.. tadi aku belum selesai membuat berkas laporan liputanku, ini tinggal sedikit kok.." Balas Victor yang menyempatkan diri menatap Amara dengan ulasan senyum ia berikan.
" oh.." Respon Amara Sembari duduk didepan meja rias. ritualnya sebelum tidur, adalah membersihkan wajah dengan serangkaian skincare setidaknya ia menjaga wajahnya agar tetap terawat.
selesai, Tak sengaja netra Amara melihat kembali lipstik yang ia temukan dimobil, Keraguan merasuk dalam hati Amara. ingin bertanya tapi Takut jika Jawaban Victor tak memuaskan hatinya. tapi jika tidak ditanyakan, Kegundahan dihatinya akan semakin bertambah.
Amara menggenggam kuat lipstik mahal itu dan berbalik menghadap Victor yang nampak fokus dengan laptopnya.
" Em.. Vic.." Panggil Amara.
" iya sayang.." balas.Victor tanpa menatap.
Amara berdehem dan mengatur nafasnya. "Em.. Apa kemarin kau bersama Nindi ?? atau rekan wanitamu ?? maksudku, sewaktu liputan keluar kota, apa ada rekan wanitamu yang ikut mobilmu ??"
Victor menghentikan aktivitasnya, sejujurnya ia amat terkejut, namun Victor sangat pandai menyembunyikan ekspresi itu.
" iya, kan kami tim sayang.. kenapa memangnya ??" tanya Victor dengan santai.
" Oh..itu, aku menemukan ini.. mungkin milik temanmu terjatuh dimobil kita."Amara mendekat pada Victor seraya menyodorkan lipstik Yang ditemukan teman Amara tadi siang.
Gemuruh dada Victor berusaha dikendalikan olehnya kala melihat wujud lipstik yang diberikan Amara.
" Mungkin milik Nindi atau Mia." Balas Victor sebiasa mungkin. "ceroboh sekali dia.."Batin Victor.
" Ya sudah.. besok kalau kau masuk berikan saja pada pemiliknya. ini lipstik mahal, pasti mereka kehilangan sekali." Ucap Amara sembari menyodorkan lipstik itu.
" Letakkan dimeja saja. besok aku coba tanyakan pada mereka. milik siapa ini.." Balas Victor dengan senyum Yang membuat Amara ikut tersenyum.
Patuh, Amara memutar tubuh dan meletakkan lipstik itu diatas meja.
Karna cukup lelah, Amara memilih segera berbaring diranjang.
" Jangan tidur malam-malam Vic, istirahatlah.." pesan Amara.
" Iya sayang.. sebentar lagi.." Balas Victor yang melayangkan kecupan jarak jauh.
Amara hanya dapat tertawa kecil melihat tingkah Suaminya.
Victor mengambil ponselnya yang berbunyi tanda pesan masuk.
tanpa beban Victor membuka pesan yang masuk itu.
Lipstikku hilang.. apa terjatuh dimobilmu ?? Tolong carikan, itu pemberian suamiku, aku takut dia sadar jika tidak ada dimeja riasku..
seketika Victor menatap Amara yang mulai memejamkan mata, Ia berusaha mengatur nafas dan segera menghapus pesan singkat yang baru ia baca.
.
.
.
dsr bodoh ya bodoh udh tau bnyk kejadian aneh msh sjj percaya SM suami laknut kyk gtu mau jadi istri Sholeha biar tersakiti aduh Amara kasihan dech mu
makan tu air mata
udh prnh kedapatan kejanggalan PD mereka msh sjj percaya greget jdi baca
buat Thor si Amara cerdasan dikit
mudah"n CPT terbongkar jgn sampai percaya 100 presen Amara mereka berdua it sama laknut