NovelToon NovelToon
Izinkan Aku Bahagia!

Izinkan Aku Bahagia!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Bullying dan Balas Dendam / Chicklit
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: R²_Chair

Ditinggalkan oleh sang ayah sejak kecil,membuat hidup seorang Galencia Pramudya penuh dengan luka.Hidup serba kekurangan namun tak pernah ia mengeluh.
Hinaan dan bullyan di sekolahnya seolah menjadi makanannya setiap hari,keadaan memaksanya untuk tumbuh menjadi gadis yang kuat.
Dari sekian banyak mimpinya,namun hanya satu yang paling ingin ia raih yaitu sebuah Kebahagiaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R²_Chair, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IAB 23

Satu minggu berlalu,hari ini Cia mulai kembali masuk sekolah.Setelah drama tiga hari yang lalu tentang perizinan masuk sekolah yang begitu pro kontra antara kedua abang dan dirinya.

Cia mematut dirinya di depan cermin,seperti biasa penampilannya selalu sederhana.Wajahnya hanya memakai bedak bayi serta rambutnya hanya menggunakan jepit mutiara kecil yang membuat terlihat begitu manis.

Cia keluar kamarnya,saat membuka pintu tiba-tiba seseorang sudah berada di depan pintunya hendak mengetuk pintu."Dek_ "

Dirga kembali terpana melihat Cia yang begitu manis,jantungnya tak bisa lagi ia atur berdebar begitu cepat.Hal yang sama juga di alami Cia. "Abang harus berangkat sekarang karena harus keluar kota "

"Keluar kota ?" Cia terkejut karena Dirga memberitahukannya mendadak,semalam Dirga tidak berkata apa-apa pada dirinya.Seolah tau dengan keterkejutan sanga adik,Dirga tersenyum mengusap surai Cia dengan lembut.

"Abang dapat jadwal dadakan,maaf abang gak bisa anterin kamu.Hari ini kamu di antar Arga ya "

Cia hanya mengangguk,ia menatap kedua bola mata Dirga. "Abang hati-hati ya " Hanya itu yang bisa Cia ucapkan,ia bingung harus berkata apa lagi karena jujur ia begitu gugup setiap kali Dirga bersikap manis padanya.

Dirga mengangguk,tangannya turun ke pipi dan mengusapnya dengan lembut " Adek juga di sekolah hati-hati ya,mulai sekarang kamu gak usah takut lagi sama teman-teman mu.Langsung kasih tau abang atau bang Arga kalau ada apa-apa "

Dirga merogoh sakunya dan mengeluarkan beberapa uang berwarna merah "Simpan baik-baik uangnya,lain kali kalau ada yang minta jangan di kasih ya.Kalau misalkan kurang telpon abang nanti abang suruh asisten abang anterin ke kamu."

Cia dibuat melotot,apakah kakanya ini tau tentang perkara uangnya yang di ambil Aqila dan Gisel.

"Kenapa? Abang sudah tau semuanya " Dirga terkekeh melihat respon Cia yang menurutnya begitu lucu. "Abang sudah terlambat,abang pamit ya.Adek langsung makan "

Dengan gerakan lembut Dirga mencium kening Cia begitu lembut dan lama membuat Cia diam terpaku,jantungnya semakin berdebar dan juga pipinya terasa panas.

Cia menari kursi tepat di sisi Arga "Pagi bun,pah,bang.Maaf Cia telat "

"Tidak apa-apa ko,Bang Dirga sudah pamit sama Cia ?" Adrian menatap hangat anak gadisnya yang terlihat sudah ceria kembali.

"Sudah pah,barusan abang samperin Cia ke kamar "

"Jadi pagi ini Cia di antar abang Arga ya nak "

"Iya bun"

Semua makan dengan khidmat,Cia menatap orangtua dan abangnya.Ia bersyukur mempunyai mereka yang selalu ada saat ia harus melewati masa sulitnya.

Cia diam terpaku di dalam mobil,ia meremas kedua tangannya.Ia ragu untuk keluar dari mobil Arga.Pagi ini Arga mengantar Cia dengan menggunakan mobil sport balapnya karena usulan sang abang dan papa nya yang tidak membiarkan Cia untuk naik motor.Padahal tadi Cia sudah antusias ingin mencoba menaiki motor besar sang kaka.Namun ia harus kembali kecewa karena papa dan kakanya tidak mengizinkannya.

"Dek "

Cia menengok ke arah Arga,wajahnya terlihat gugup "Takut hmm?" Arga mengusap kepala Cia yang mengangguk."Gak usah takut,semua akan baik-baik saja "

"Abang kenapa turunin Cia di depan gerbang,kan Cia jadi takut temen-temen Cia tau " Cia semakin gelisah saat melihat beberapa mata para siswa memperhatikan mobil kakanya.

"Kenapa harus takut sih dek? Sekarang ini waktunya semua orang tau siapa kamu sebenarnya,jadi gak usah takut lagi ya.Kalaupun nanti ada apa-apa,kamu tinggal telpon abang "

"Tapi bang_"

"Abang tau kamu khawatir,tapi please dek mulai sekarang jangan pernah takutin hal-hal yang belum tentu terjadi.Kamu tinggal fokus aja belajar,bentar lagi ujian.Sabar ya,abang tau kamu tidak nyaman.Gak akan lama lagi dek tinggal dua bulan lagi kamu ujian terus nanti bisa kuliah bareng abang "

"Tapi bang_"

"Dah ah buruan turun,kamu tuh ya tapi tapi mulu.Nanti telat baru tau rasa,terus pulang nangis "

"Abaaang " Cia cemberut dan mencubit lengan Arga yang menggodanya

"Aduh dek ampun " Arga mengusap lengannya,ia pura-pura kesakitan walaupun kenyataannya cubitan Cia tidak terasa.Namun ia senang sang adik bisa kembali ceria dan melupakan ketakutannya.

"Ah maaf bang,Cia gak sengaja "

"Gak apa-apa ko,udah sana masuk bentar lagi bel " Arga menangku kedua pipi Cia,ia menatap kedua bola mata Cia "Stop mengkhawatirkan apapun dan memendamnya,berbagi lah dengan kami karena kamu sekarang punya kami.Segera kasih tau abang kalau ada apa-apa,abang akan menajadi garda terdepan untuk adek.Jangan lagi mikirin masalah beasiswa karena papa dan bang Dirga sudah menyelesaikannya kamu hanya cukup belajar saja.Jadilah Galencia yang ceria biar abang tenang "

Cia hanya mengangguk dan tersenyum hangat.Arga mencium puncak kepala Cia dan kedua pipi Cia hingga menariknya kedalam pelukannya "Abang sayang sama adek,jangan sedih lagi ya.Adek abang harus bahagia terus "

Hati Cia menghangat,ia bahagia mendengarnya.Beda jika saat bersama Dirga yang selalu berdebar jika berdekatan tapi tidak dengan Arga.Cia merasakan sosok seorang kaka yang sebenarnya yang begitu menyayangi dan melindungi dirinya.Cia membalas pelukan Arga tak kalah erat "Makasih karena abang sudah menjadi kaka terbaik untuk Cia,yang selalu ada untuk Cia.Cia juga sayang sama abang,papa dan bang Dirga "

Tak lama keduanya melepas pelukannya dan tersenyum manis "Masuk gih,nanti pulang abang jemput lagi "

Arga mengusap surai Cia,Cia pun keluar dari mobil Arga setelah sebelumnya mencium tangan sang kaka yang sudah mulai menjadi kebiasaanya.Namun baru satu langkah tiba-tiba Arga kembali memanggilnya."Dek "

Cia kembali menghampiri sang kaka yang membuka kaca mobilnya.Arga langsung menyodorkan tiga lembar uang merahnya "Uang jajan nya ketinggalan"

Cia mengerutkan keningnya "Gak usah bang,tadi kan papa sama bang Dirga udah ngasih "

"Itu dari mereka dek,kan dari abang belum "

"Tapi bang_"

"Ck,banyak tapi nya kamu tuh ya.Dah ah nih uangnya,abang harus cepet ke kampus.Kalo kurang besok abang kasih lagi "

Arga langsung menutup kaca mobilnya sebelum Cia berucap.Cia hanya geleng-geleng melihat kakanya langsung menancap gas mobilnya.

......🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁......

1
ollyooliver🍌🥒🍆
tanpa mengatakan pd cia pun harusnya dia tau apa yg diinginkan anaknya...bukan malah berbicara panjang lebar yang malah mengarah pada maksud lain...ya, bukan untuk cia tapi untuk dirinya sendiri sih kalimat yg diutarakan🙃
Hai Syah
ceritanya bagus. bikin nangis
Hapdah Halim
Hujan air mata dari tiap episodenya..../Sob//Sob//Sob/ tapi aku suka ceritanya.... moga adek cia cepat sembuh ya dan babang Dirga ungkapin perasaannya ama adek cia
jangan lama up nya kk /Drool/
Anrezta Zahra
up lg thor
nurvi kekopo
lagi dong kak..tulisan nya
Farldetenc: Ada karya menarik nih, IT’S MY DEVIAN, sudah End 😵 by farldetenc
Izin yaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!