Sekuel Istri Tomboy Sang Pangeran 1, jadi yang belum baca Istri Tomboy Sang Pangeran 1 baca dulu ya... penasaran yuk kepoin novel ini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 11# Mengenal Naeswari
"Terima kasih Pi, kamu memang bisa diandalkan, tapi sebaliknya kamu sebaiknya jangan sering-sering membantuku, karena aku tidak mau sampai teman-teman mencurigaiku karena kamu yang seperti bodyguard bagiku," ucap Naeswari
"Tapi itu memang tugasku untuk melindungimu yang mulia," jawab Pandu
"Janganlah terlalu formal denganku, toh kita seumuran panggil saja aku Nay, lagian aku bisa kok menjaga diri, jadi kamu gak usah khawatir lagi," sahut Naeswari
"Tapi Nay..." Belum selesai Pandu menyelesaikan ucapannya Nay segera menutup mulutnya dengan jarinya
Gadis itu kemudian berjalan menuju ke kelasnya.
"Halo sayang?, kok tumben baru sampe?" sapa Bisma
"Biasa, macet dijalan," jawab Nay meletakkan tasnya
"Tumben bodyguard kamu belum sampai, emangnya kalian tidak berangkat bareng?" tanya Bisma
"Dia masih didepan," jawab Nay
"Kenapa sih kamu selalu cuek sama aku babe?, emangnya aku kurang apa?, ganteng, tajir dan baik hati," ucap Bisma
"Kamu tuh kurang ajar," jawab Nay
"Kok kurang ajar sih babe, memangnya apa salah aku?" tanya Bisma
"Salah kamu tuh duduk di meja aku, itu tidak sopan tahu," jawab Naeswari ketus
"Iya babe, maaf," Bisma segera turun dari meja dan kembali ke kursinya ketika melihat Pandu memasuki kelas
*********
Seperti biasa setiap jam istirahat Nay selalu menyempatkan waktu untuk membaca buku-buku di perpustakaan.
Guntur sengaja meletakkan kulit pisang disepanjang jalan yang akan dilewati oleh Naeswari, berharap gadis itu jatuh dan dia akan menyelamatkannya.
"Kali ini pasti berhasil!" ucap Guntur lirih
Naeswari berhasil melewati jalanan itu tanpa terpeleset kulit pisang yang bertebaran dimana-mana, seperti siswa lainnya yang terjatuh dan terpeleset saat melintasi jalanan itu.
"Anj*r!!, kok bisa sih dia gak kepeleset!!" ucap Guntur kaget
Guntur yang kesal segera berlari mengejar Naeswari tanpa memperdulikan kulit pisang yang bertebaran dimana-mana, hingga membuatnya terpeleset dan jatuh disana.
"Sial!!, kenapa aku selalu saja sial bila berada didekat cewek cupu itu, hah mending aku mundur saja, daripada aku terus-terusan terkena sial," gerutu Guntur
*******
"Hadeeh!!, kenapa hari ini semua pelajaran ulangan semua sih, bisa jebol nih otak gue lama-lama!" keluh Cassey
"Jebol gimana?, emang kamu pernah mikir saat ulangan?" tanya Bagas
"Gak sih, tapi tetep aja kepalaku panas kalau sehari ulangan empat pelajaran, kan aku mikir juga gimana bikin contekan yang bagus dan tidak ketahuan oleh guru ," jawab Cassey
"Dasar cewek bar-bar, makanya belajar jadi kamu tidak usah repot-repot nyontek lagi," sahut Bagas
"Otakku sudah mentok baby, sudah gak kuat mikir, maklumlah aku ini kan masih muda dan harusnya aku ini baru duduk di kelas sepuluh bareng sama Pandu, tapi gara-gara papih yang menyekolahkan aku saat aku berusia lima tahun ya makannya aku jadi paling bodoh dikelas, tapi walaupun aku tidak pintar dalam pelajaran setidaknya aku ini cukup cerdik untuk mendapatkan nilai bagus disekolah," jawab Cassey bangga
"Jangan bangga dapat nilai bagus dari nyontek tapi banggalah ketika mendapat kecil tapi hasil usaha sendiri," sahut Bagas
"Biarin we!!" jawab Cassey me
"Memangnya kenapa ayah kamu memasukan kamu sekolah pada saat kamu berusia lima tahun," tanya Bagas
"Itu karena papih ingin cepat-cepat melihat aku lulus sekolah dan cepat menikah, karena kata dia umurnya tidak akan panjang, dan benar saja saat aku kelas sebelas papih meninggal, " ucap Cassey sedih
"Yaudah kamu tidak usah sedih lagi, nanti aku akan mengajarimu semua pelajaran sampai bisa," jawab Bagas
"Beneran baby!!" ucap Cassey senang
"Iya ,"
"Yeaay, aku seneng banget baby karena mamih sekarang kerja jadi tidak bisa menemani aku belajar lagi, tapi sekarang aku bahagia karena akhirnya ada yang mau mengajariku lagi!, thanks baby!" Cassey memeluk erat sahabatnya itu
"Udah jangan lama-lama pelukannya!" Bagas melepaskan pelukannya
"Meluk kamu tuh serasa meluk dua guling baby, empuk!!" goda Cassey
"Hmmm," jawab Bagas kesal
"Gemes sama kamu baby, jadi pengin cubit!!" Cassey mencubit pipi Chubby Bagas dengan gemas
*******
Naeswari sengaja tidak pulang bareng dengan Pandu dan juga Bagas, ia memilih pulang sendiri karena ingin membeli novel terbaru yang ia sudah nanti-nantikan.
Tama yang tidak ingin terjadi sesuatu menyuruh Pandu untuk mengawasinya dari jauh.
Gadis itu berjalan menyusuri trotoar sambil mendengarkan musik dari handphonenya.
Matanya tertuju pada segerombolan pelajar yang sedang mengkroyok seorang lelaki yang tampak terkulai tak berdaya. Sekilas ia melihat seragam laki-laki itu sama dengannya.
"Hey!, lihat!, itu ada anak dari Budi Waluyo juga, apa perlu kita habisi sekalian!" kata salah seorang dari mereka
"Jangan!!, dia cuma seorang anak perempuan!, kasian, biarkan saja dia!" sahut yang lainnya
"Sudah hajar saja!!, bagaimana kalau dia melaporkan kita ke polisi!" ucap cowok lainnya
"Yaudah sikat!!" salah seorang dari mereka memberi komando
"Lari!! cepat lari dari sini!!" teriak Hermes sambil meringis kesakitan
Cowok itu berusaha bangkit untuk memberi tahukan Naeswari agar segera melarikan diri, tapi tubuhnya serasa kaku dan sangat lemas.
"Dasar anj*ng, jangan beraninya mengkroyok perempuan, bunuh saja aku kalau itu bisa mwmbuat kalian puas!!" teriak Hermes mencoba mengalihkan perhatian anak-anak dari SMA Kalahari
Mereka terus mendekati Naeswari, membuat gadis itu berbalik arah dan berlari meninggalkan mereka. Namun salah seorang dari mereka berhasil menangkapnya.
**Grep!!!
"Mau lari kemana kamu!!" ucap salah seorang dari mereka
"Lepaskan dia anj*ng!!" Hermes berusaha bangkit dan mengejar mereka
"Cie...rupanya ada yang tidak terima kalau kita menyentuh gadisnya," sindir salah seorang dari mereka
"Bagaimana kalau kita langsung sikat saja gadis ini, biar sang pangeran merasa semakin sakit melihat permaisurinya mati dihadapannya!!" Seorang diantara mereka mulai melayangkan pukulannya kearah Naeswari, namun gadis itu tidak tinggal diam, ia segera mengelak serangannya dan membalasnya dengan tendangan yang membabi buta.
****Buughh!!, buuughhh!!
Gadis itu menghajar satu persatu musuhnya seperti tokoh idolanya Mulan yang selalu berhasil menaklukkan setiap musuh-musuhnya.
Pandu yang melihat kejadian itu dari jauh tampak tercengang dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Bagaimana bisa Nay sekuat itu, darimana ia belajar ilmu beladiri itu, bahkan bertemu dengan Romo saja ia tidak mau," gumam Pandu
Bukan hanya Pandu yang terperangah dengan kemampuan Naeswari, Hermes seperti tersihir dengan gadis dihadapannya itu.
"Gila!!, kuat banget dia!!" ucap salah seorang dari mereka
"Anj*r!!, baru kali ini dapat lawan yang begitu tangguh, cewek pula!" sahut yang lainnya
Seseorang diantara mereka mulai mengeluarkan senjata tajamnya, untuk melawan Naeswari. Namun beruntungnya hujan turun dengan derasnya sehingga membuat mereka lengah dan kesempatan itu dimanfaatkan oleh Hermes untuk melarikan diri. Ia segera menarik lengan Naeswari dan mengajaknya pergi.
"Woii!! jangan larii!!" teriak mereka
"Cepat kejar!!" seru yang lainnya
Sementara itu Hermes semakin mempercepat larinya agar bisa kabur dari kejaran anak-anak Kalahari.
tp kok mlh gk nyambung gini ya.
agak sedih kecewa😔😥
suka bget sama novel kk😘
info lanjutannya dong kaaa,, makasiii
wkwkwk
yakali cuman 25 dah berat?
gang gesrekk
😂😂😂😂