NovelToon NovelToon
Istri Bawel Ustadz Galak

Istri Bawel Ustadz Galak

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romansa / Tamat
Popularitas:277.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Gadis Bar-bar×Ustadz galak+Benci jadi Cinta+Cinta Manis,Komedi Romantis】Karakter Utama Namira Salsabila (Mira) Gadis mungil berusia 18 tahun yang baru saja menanggalkan seragam SMA-nya ini adalah definisi nyata dari kata "unik". Mira dikenal karena sifatnya yang sangat cerewet dan "bawel", namun di balik rentetan bicaranya, ia memiliki hati yang luar biasa penyayang, terutama jika sudah berhadapan dengan anak kecil. Secara fisik, Mira memiliki pesona baby face yang menggemaskan: Wajah & Kulit: Kulitnya putih bersih dengan wajah yang cenderung baby blues (sangat imut dan awet muda). Mata & Alis: Bulu matanya lentik alami layaknya memakai maskara, dipadukan dengan alis tebal yang konon katanya melambangkan sifat boros dalam keuangan—sebuah mitos yang ternyata menjadi kenyataan dalam gaya hidupnya. Hidung & Bibir: Memiliki bentuk bibir yang khas ("bibir terbalik") dan hidung yang proporsional (tidak mancung namun tidak pesek), menambah kesan imut pada wajahnya. Postur Tubuh: Tubuhnya san.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 16

Suasana di meja makan masih penuh tawa sampai tiba-tiba suara tangisan bayi yang melengking memecah obrolan. Zayyan, yang tadinya tertidur tenang di bouncer samping Mbak Sarah, mendadak terbangun dengan wajah merah dan tangan yang menggapai-gapai.

"Waduh, jagoan kecil sudah bangun. Sepertinya haus atau minta ganti popok ini," ucap Mbak Sarah sambil bersiap berdiri.

Namira, yang memang sangat menyukai anak kecil, langsung meletakkan sendoknya. "Mbak Sarah, biar aku aja yang tenangin! Boleh ya? Aku pengen belajar gendong Zayyan di kamar biar dia nggak berisik di sini."

Mbak Sarah melirik ke arah Abah dan Umi, lalu tersenyum. "Emang Namira nggak capek? Baru juga selesai sarapan."

"Enggak, Mbak! Serius, aku gemes banget sama Zayyan. Mas Ayyan juga udah selesai makan kan? Nanti Mas Ayyan bisa bantu aku kalau aku bingung,"

jawab Namira sambil nyengir ke arah suaminya.

Ayyan yang baru saja meneguk air putih langsung tersedak kecil. "Lho, kok saya?"

"Sudah, Mbak... kasih saja ke Namira. Biar mereka belajar latihan," sahut Umi Fatimah dengan nada penuh rahasia. Umi kemudian menoleh ke arah Ayyan sambil memberikan lirikan maut yang penuh godaan. "Gimana, Yan? Sudah cocok kan istrimu gendong bayi begitu?"

Ayyan hanya bisa pura-pura sibuk merapikan serbet di meja untuk menutupi rasa canggungnya.

Namira dengan sangat hati-hati mengangkat Zayyan ke dalam dekapannya. Ajaibnya, begitu bersentuhan dengan Namira, tangisan Zayyan yang tadinya kencang perlahan mereda menjadi isakan kecil, lalu ia mulai tenang sambil memainkan kancing baju Namira.

"Tuh kan! Dia mau sama Tante Mira yang cantik!" seru Namira senang. "Ayo Mas Ayyan, temenin aku ke kamar!"

Ayyan akhirnya berdiri, mengikuti langkah istrinya yang berjalan mendahului menuju kamar mereka.

Umi Fatimah yang melihat punggung keduanya menjauh langsung menyenggol lengan Abah Kyai.

"Lihat itu, Bah. Serasi banget ya? Namira yang telaten, Ayyan yang jagain dari belakang. Umi jadi makin nggak sabar pengen punya cucu langsung dari mereka."

Abah Kyai hanya terkekeh sambil menggelengkan kepala. "Sabar, Mi. Biarkan mereka menikmati masa mudanya dulu. Tapi ya... kalau disegerakan, Abah juga nggak nolak."

Di Dalam Kamar

Namira merebahkan diri di tempat tidur sambil memeluk Zayyan di sampingnya. Bayi itu sekarang sudah tenang, hanya sesekali mengeluarkan suara "ooh.. uuh.." kecil.

"Mas, sini deh! Lihat, Zayyan lucu banget kalau lagi merem-merem ayam gini," panggil Namira.

Ayyan duduk di pinggir kasur, menatap pemandangan di depannya. Namira yang biasanya heboh, kini terlihat sangat lembut saat mengelus pipi bayi itu.

"Namira," panggil Ayyan pelan.

"Iya, Mas?"

"Kamu... benar-benar ingin punya anak secepat itu?" tanya Ayyan tiba-tiba, teringat godaan Umi tadi.

Namira terdiam sejenak, lalu menatap Ayyan dengan tulus. "Aku pengen banget, Mas. Tapi aku juga pengen kuliah. Tapi kalau Allah kasih sekarang, aku nggak akan nolak. Emangnya Mas Ayyan... sudah siap jadi Papa Kulkas?"

Ayyan terdiam, lalu tangannya bergerak mengusap kepala Namira dan jemari kecil Zayyan secara bergantian. "Apapun yang datang, saya siap menjaganya. Termasuk menjaga ibunya yang hobi main TikTok ini."

"Eh, Mas Ayyan! Lihat deh, Zayyan kok mukanya jadi serius banget gini ya?" tanya Namira sambil tertawa kecil, memperhatikan ekspresi bayi mungil itu yang tiba-tiba menegang.

Ayyan mendekat, sedikit membungkuk untuk melihat keponakannya lebih jelas. "Mungkin dia nyaman karena kamu peluk, Namira."

Namun, sedetik kemudian, wajah Namira berubah drastis. Ia merasakan sesuatu yang hangat merembes dari balik bedong Zayyan, menembus piyama beruangnya, dan terus mengalir ke sprei abu-abu gelap milik Ayyan yang sangat rapi itu.

Sreeeeeet...

Namira mematung. Matanya melotot. "M-Mas... kok hangat ya? Mas, si jagoan kecil kayaknya 'bocor' deh!"

Ayyan langsung sigap melihat noda basah yang kian melebar di kasurnya. "Astagfirullah, Namira... Itu dia mengompol."

"HUWAA! Mas, gimana ini?! Kasur Mas yang estetik jadi korban!" pekik Namira panik sambil mengangkat Zayyan tinggi-tinggi dengan tangan gemetar agar air pipisnya tidak makin menyebar. "Mas, ambil tisu! Atau kanebo! Atau apa aja deh!"

Ayyan yang biasanya tenang kini ikut sedikit repot. Ia segera mengambil waslap bersih dan handuk kecil. "Jangan panik, Namira. Taruh Zayyan di atas perlak dulu, saya panggilkan Mbak Sarah."

Tapi sebelum Ayyan sempat keluar, Zayyan justru tertawa pelan seolah merasa lega setelah membuang muatan, lalu kembali tenang. Namira yang melihat itu antara mau marah dan gemas.

"Dek Zayyan... kamu ya, baru juga Tante puji-puji, langsung dikasih hadiah spesial buat malam pertama Tante di sini!" gumam Namira sambil mencoba membersihkan diri.

Ayyan kembali dengan perlengkapan ganti. Melihat Namira yang sibuk mengelap sprei dengan wajah cemberut namun tetap berhati-hati menjaga bayi itu, Ayyan tersenyum tipis. Ia mengambil alih handuk dari tangan Namira.

"Sudah, biar saya yang urus spreinya. Kamu ganti baju sana, piyamamu juga basah kan?" ucap Ayyan lembut.

Namira menatap Ayyan yang kini sedang sibuk mengelap kasur—seorang Gus besar yang biasanya pegang kitab, sekarang pegang handuk bekas pipis bayi.

"Mas Ayyan... maaf ya, gara-gara aku mau gendong Zayyan, kamar Mas jadi bau pesing," ucap Namira merasa bersalah.

Ayyan menoleh sejenak, menatap istrinya dengan sorot mata hangat. "Tidak apa-apa. Ini latihan, kan? Katanya tadi mau punya satu yang mirip saya? Anggap saja ini simulasi tahap pertama."

Namira langsung melempar bantal kecil ke arah Ayyan sambil tertawa malu. "Ihh! Mas Ayyan bisa aja ya kalau lagi mode nggak kulkas!"

1
ZeeaNifa
Hallo kak! Perkenalkan nama saya Hanifah, perwakilan dari tim Firaz Media Publishing. Saat ini saya menjabat sebagai hunter yang sedang mencari naskah.

‎Saya melihat, ada potensi dari diri kakak untuk mempunyai karya sendiri yang bisa dipeluk kapan saja. Sehubungan dengan adanya lampiran, saya ingin membimbing kakak untuk menerbitkan karyanya di kami, dengan berbagai macam paket terbit, dari gratis sampai berbayar.

‎Adapun paket terbit gratis, kami berikan kepada penulis yang berhasil menjual karyanya sebanyak 10 eksemplar. Jika tidak berhasil terjual sesuai target, maka penulis hanya membayar biaya cetak sebesar Rp. 350.000.

‎Fasilitas yang didapatkan penulis apabila berkerjasama dengan kami antara lain:
‎1. Editing
‎2. Layouting
‎3. Pilihan cover 2
‎4. Marketing
‎5. ISBN/QRCBN
‎6. 1 buku bukti terbit untuk penulis.
‎7. 4 buku terbit sebagai arsip penerbit
‎8. Merchandise
‎9. Sertifikat Cetak
‎10. Surat kontrak kerjasama
‎11. Royalti 15%

‎Akan ada hadiah khusus untuk penulis yang bisa menjualkan 50 eksemplar, yaitu jam tangan, jas, jaket, jilbab, dsb.

‎Apabila 100 eksemplar akan mendapatkan ponsel android dan jika berhasil menjualkan 500 eksemplar akan mendapatkan sebuah laptop.

‎Namun, setiap paket terbit berbeda-beda fasilitas dan bonusnya yang ngga kalah menarik. Jika ingin mengetahui lebih lanjut, silakan hubungi saya selaku hunter.

‎Nomor narahubung:
‎08815824476 | Hanifah
‎Instagram: @Firazmed.pub
daroe
bumi gonjang ganjing langit kelap kelip 🤣
daroe
good job Thor
aseli ngakak😄😄😄
daroe
sering-sering istighfar ya hilman
daroe
😄
Taslim Rustanto
bahagianya punya suami seperti Gus Ayyan 😍😍😍
Taslim Rustanto
ahh bingung mau komentar apa.. tp keren bngt ceritanya.. 👍👍👍
Punkpunk 234
biasanya KLO naik moge gitu.. lbih macho kalo jeans, 💪😍💪
Punkpunk 234
ceritanya bagus bngt.. koq yg komen pade kemenoong.. ?!?
Punkpunk 234
duhh.. ikut larut dlm keharuan yg bikin HEPI.. 😍/Scowl//Scowl/😍
Widia Wati
MasyaAllah btul2 ngakakk abis 🤣
Widia Wati
MasyaAllah menghibur bgt2 🤣
Widia Wati
MasyaAllah baru ketemu cerita yg kocaknya pecaah bgt ...🤣
Widia Wati
MasyaAllah dr awal baca mode orgil alias senyum2 sendiri tarus...🤣
Imma Sr.
aku nangis loh Thor nyesek bngettt
Imma Sr.
istrimu kuat jajan yah guss🤣
Imma Sr.
kok bisa yah bacaan sekeren ini sepi pembaca yah
Punkpunk 234: iyyaa.. aku heran pake bangeett
total 1 replies
Ria Hastuti
Alhamdulillah...sudah selesai bacanya...meski nagih mau baca LG..siapa tau ada kelanjutan nya🤭...makasih Thor udah buat cerita yg bagus👍
Siti Hadijah
dibaca kok ceritanya lucu dan segar apalagi jarang2 cerita pesantren seperti ini
Ria Hastuti
aahhh..😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!