NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta

Terjerat Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Cintapertama
Popularitas:94.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rniehamizan

Di khianati, adalah satu kata yang paling menyakitkan. Bagaimana pria yang tak lagi punya rasa cinta itu bisa menjerat para wanita dalam pesonanya?

Ketulusannya terhadap Echa putri tirinya membuat Arfian menjadi pria paling di idamkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rniehamizan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Sena tersenyum tipis melihat Arfian yang keluar dari mobil. Dia hanya sendirian di halte itu dengan dua tas besar di sampingnya. Arfian melihat sekitar Sena, tapi tak ada satu pun orang di sana. Karena sudah hampir sore, halte pun mulai sepi.

"dimana mamah?" Tanya Arfian saat tak mendapati nyonya Rada di sana.

"bibi sudah kembali pulang. Hanya mengantarku sampai sini saja. bibi bilang dia tak bisa meninggalkan toko nya terlalu lama." Jelas Sena.

Arfian mengangguk mengerti. Dia mengambil dua tas itu lalu memasukkan nya ke bagasi.

"duduklah di depan." Ujarnya pada Sena saat wanita itu akan membuka pintu belakang.

"eh..tapi..."

"masuklah." Arfian membuka pintunya.

Dengan ragu Sena masuk kedalam, duduk tepat di samping Arfian membuatnya sedikit tak nyaman. Selama ini dia tak pernah berdekatan dengan pria manapun, apalagi sampai duduk berdua seperti ini di dalam mobil. Dia begitu merasa canggung.

"jangan tegang, anggap saja aku kakak laki-laki mu." Ucap Arfian.

"umm...i..iya, pak."

Arfian tersenyum, Sena selalu formal seperti ini dari pertama bertemu.

"kau berteman dengan Rega sudah lama?" Arfian mencoba menghilangkan kecanggungan diantara keduanya.

"hanya sampai kelas 5 SD."

"uummm..pantas saja sekarang kalian terlihat seperti orang asing."

Sena tersenyum. "umm..ku rasa hanya aku yang ingat jika dulu kita pernah dekat."

"tidak."

"maksud bapak?"

"hahaha..tak bisakah kau memanggilku kakak atau mas? bapak terdengar seperti aku sudah tua saja."

"aah..hehehe..maafkan aku. tapi..."

"tak apa, tak masalah kau memanggil ku apa. Sena.."

"iya?"

"Rega pria yang tak peka, jangan berpikir negatif dulu."

Sena melirik Arfian. Ucapan Arfian seolah memintanya untuk tidak mundur dengan perasaannya.

"jangan menatapku seperti itu. kau mencintainya bukan?" Tanya Arfian membuat Sena terbatuk.

"I...itu..aku..."

"terlihat jelas dari sorot matamu."

Sena menunduk dalam, dia merasa kalau Arfian terlalu banyak mengetahui tentang perasaannya. Itu memalukan baginya. Semudah itukah dia di tebak, sebesar itukah cintanya hingga orang dapat melihatnya tanpa dia mengatakannya.

Srekkk...

Sena mendongak kaget saat pucuk kepalanya di elus begitu lembut oleh Arfian.

"berjuanglah demi cinta mu." Ucapnya.

Sekilas Sena dapat melihat sosok ayahnya di diri Arfian. Setiap kata-katanya sama persis dengan apa yang sering di ucapkan mendiang ayahnya. Setetes bening pun keluar tanpa bisa dia tahan.

"terimakasih, pak Arfian."

Arfian hanya tersenyum tipis. Dia tahu jika Rega dan Sena sama-sama menyimpan rasa. Hanya saja, Rega terlalu bodoh untuk menyadari itu. Dia memiliki rasa gengsi yang tinggi juga harga diri yang luar biasa besar. Dapat di pastikan pria itu tak akan mudah mengakui perasaannya hingga hanya kata-kata kasar dan sikap dinginnya yang dia tunjukan pada Sena.

Tepat di pertigaan, Arfian menghentikan mobilnya. Dia mengajak Sena untuk membeli sesuatu lebih dulu.

"ambillah beberapa potong baju untuk mu."

"tapi untuk apa?"

"besok kau harus mengantar Echa kesekolah. tak mungkin hanya memakai celana jins dan kaos oblong bukan?"

Sena mengangguk, dia mengerti. Di saat Sena mencari baju yang cocok untuk nya, Arfian duduk menunggu sambil memainkan ponselnya.

Dari ruang ganti keluarlah Rena, wanita itu ternyata tengah berada di toko ini juga. Dia tersenyum begitu melihat Arfian, entah kenapa rasa bahagia yang begitu besar membuncah keluar begitu saja. Seakan lupa jika dirinya dan Arfian hanyalah seseorang yang telah berpisah.

"mungkin sebelum aku keluar negeri besok, ada baiknya sekarang aku bicara pada Arfian." Ujarnya lalu berjalan mendekati Arfian yang menunduk karena terus memainkan ponselnya.

"pak Arfian, aku sudah selesai." Sena berdiri di hadapan Arfian.

Membawa tiga kemeja dengan warna yang berbeda. Arfian mematikan ponselnya lalu mengambil kemeja itu, membawanya kekasir. Sena hanya mengekor dari belakangnya.

Rena menghentikan langkahnya, melihat Arfian dengan seorang wanita membuatnya marah. Tangannya mengepal erat. Dia tak suka saat Arfian memperhatikan wanita lain selain dirinya.

...********************...

Ben meremat jemarinya, dia tak terima dengan apa yang dikatakan ibu dan ayahnya. Apalagi Rihanna dengan sengaja mengompori kedua orangtuanya.

Sepertinya Rihanna benar-benar telah mengibarkan benda perang. Wanita ini terlihat begitu licik. Dia sengaja mengatakan soal Ben dan Rena yang kembali bersama, hingga membuat kedua orangtuanya murka.

"jangan campuri urusan ku." Desis Ben.

"jika kau masih berhubungan dengan wanita itu, maka seluruh perusahaan ini akan menjadi tanggung jawab Rihanna." Ancam ayahnya, sebut saja Tuan Ethan.

Rihanna tersenyum mengejek ke arah Ben.

"terserah, aku tak peduli dengan itu semua." Ujar Ben.

"Ben.. kau lebih memilih wanita itu dibanding keluarga mu sendiri?" Ibunya, Jessy menatap Ben tak percaya.

Ben mendengus.

"kalian selalu mengatur apapun yang ingin aku lakukan, itu sungguh membuat ku muak. aku bukan anak kecil lagi. apapun yang akan kalian lakukan, aku tak peduli." Serunya lalu berdiri, pergi meninggalkan ketiganya.

"Ben..."

"biarkan anak durhaka itu." Tuan Ethan menahan Jessy agar tak mengejar Ben.

Rihanna menghembuskan nafas, dia pun beranjak dari duduknya.

"ibu dan ayah tenang saja. aku akan membuat mereka berpisah."

"Rihanna, kau tak bisa melakukannya itu." Jessy menggeleng tak setuju.

Bagaimana pun Ben adalah putranya, dia tak mungkin bisa membuatnya menderita apalagi sampai melihatnya terpuruk. Tuan Ethan melirik istrinya dengan pandangan marah.

"lakukan apapun yang kau bisa. buat anak kur*ng ajar itu mendapatkan balasannya."

"tapi mas..."

"keputusan ku mutlak." Ujar Tuan Ethan.

Jessy tak bisa melawan lagi, dia hanya berharap Ben akan baik-baik saja.

...******************...

Rena melemparkan ponselnya ke atas kasur. Sangat kesal karena kejadian di toko baju tadi. Bayangan Arfian dan wanita tadi terus berputar di kepalanya. Dia tak bisa menerima itu.

"dasar pria. baru saja bercerai sudah memiliki gadis lain."

Wanita ini benar-benar tak bisa berkaca pada kelakuannya. Dia hanya merasa jika Arfian sama saja dengan pria-pria lainnya, mudah berpaling ke lain hati. Tak menyadari jika dirinya lebih dari itu.

Ben yang baru tiba pun hanya diam memperhatikan.

"Arfian, kau tak bisa lakukan ini padaku."

"kau marah karena dia bersama seorang wanita?" Ben berjalan mendekati Rena dengan rahang mengeras. "apa kau cemburu karena itu?"

Rena menelan ludahnya, dia tak tahu jika Ben sudah kembali.

Aura kemarahan yang di pancarkan Ben membuat Rena tak bisa mengelak. Dia menutup matanya erat saat Ben mencengkram pipinya kuat.

"aku memilih mempertahankan mu di depan orang tua ku. tapi kau...." Ben menghempaskan tubuh Rena keatas kasur. "ingat Rena, kau tak bisa lepas dari genggaman ku. jangan berusaha untuk mencari pria lain atau berpikir untuk kembali pada mantan suami mu."

Rena meringis, menangis dalam diam. Arfian tak melakukan hal kasar padanya. Tapi, Ben hampir setiap hari melukainya dengan sikapnya atau perbuatannya. Dulu dia memilih Ben karena pria ini begitu lembut dan perhatian. Tapi, sekarang Ben begitu kasar juga kejam. Dia sama sekali tak berperasaan.

Rena menangis menyesali keputusannya. Dia tak berani menatap Ben, pria ini terlalu menakutkan untuk sekedar di lihat saja.

...***************...

1
Cevineine
lanjut thorrr, semangat terus yaa
ᴋᴀɪᴢᴇʀ⸙ᵍᵏ
🐾🐾🐾🐾🐾
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Ini udah tamatkah kok ga up lagi
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Semangat lanjut thor
gu$T@fJuGa
semangat upnya ya othor..makin oke banget lho..
gu$T@fJuGa
bgitu lebih baik..
gu$T@fJuGa
jgn kaget, Echa...Leon mu tak lg spt dahulu.. mungkin kmu akan sedikit kecewa..atau kecewa banget..plus sedih..
gu$T@fJuGa
smua gr2 ayahnya tuh.. terlalu keras pd Leon..jd Leon pun tumbuh spt itu.. keras dan dingin
gu$T@fJuGa
wajar.. seorang ibu pasti akan slalu berusaha melindungi anaknya..spt Haeun..meskipun Leon itu anak tirinya..tetap dia slalu jd orang pertama yg berdiri di belakang Leon..saat anaknya berbuat hal2 di luar batas...
𝕸y💞 Ree🍏
leon kaku bgt kek bpk nya🤧 lanjoott thorr
⸙ᵍᵏ 𝓓𝓲𝓲 𝓮𝓲𝓶𝓾𝓽
next
𖣤​᭄ اندي وحي الد ين
Baru baca, semoga alur plot nya bagus
ᴀʏᴜʜ̶e̶r̶a
semangat up kak
𝕸y💞Alrilla Prameswari
babang leon kenapa jadi kasar
⍣☙𝐶𝑙𝑙𝑎𝑠𝑠𝑖𝑐☕︎⍣
semangat kak..
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Semangat UPnya thor
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🎋AniN🩷
ish.....up lg ...jangan bikin penasaran Thor 🤧🤧🤧
𝕸y💞 Ree🍏
baik bgt echa,, semoga kebaikn mu bisa merubah leon jg..
𝕸y💞Alrilla Prameswari
mulia nya hati mu echa 😘😘
gu$T@fJuGa
bau2 ikan asin nih..awas kucing garong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!