NovelToon NovelToon
Cinta Pengganti

Cinta Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Elvani Rosita Dewi

Andini wulandari mempunyai mata yang indah dengan warna kecoklatan. Datang ke ibukota untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Kedatanganya ke ibu kota membuat hidupnya berubah saat pertemuan tidak sengajanya dibandara dengan seorang pria bernama Bima. Bima mulai jatuh cinta kepadanya saat pandangan pertama tetapi ada hal lain yang Andini tidak ketahui tentang Bima. Hal lain apakah itu? Bagaimana kisah selanjutnya? silahkan membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvani Rosita Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11

Seminggu kemudian suara ketukan pintu yang begitu keras terdengar dari dalam kontrakannya. Andini berlari untuk membuka pintu. Saat tangannya memegang handle pintu dan membukanya dia melihat sorot mata lelaki yang selalu membuatnya takut berdiri dihadapannya dengan wajah sedih.

"Pak Bisma?" Kata Andini kaget.

"Tidak perlu bertanya, sekarang ikut aku!" Bisma menarik tangan Andini dengan kasar.

"Tunggu pak, aku mau mengunci kontrakanku!"

Bima berhenti sejenak lalu melepaskan tangan Andini dari genggamannya. Andini berlari untuk mengunci pintunya dan kembali lagi kehadapan Bisma. Bisma berjalan dan Andini mengikutinya dari belakang hingga masuk kedalam mobil. Didalam mobil Bisma hanya diam seperti biasanya, Andini tak berani menatapnya ataupun bertanya dia akan dibawa kemana oleh Bisma. Mobil mereka memasuki area rumah sakit, Bisma menarik tangan Andini keluar dari mobil ketika mobil mereka telah terparkir di area rumah sakit.

Andini hanya mengikutinya dari belakang melewati lorong panjang. Bisma berhenti disebuah ruangan. Bisma masuk dan menarik tangan Andini masuk kedalam ruangan tersebut. Andini terkejut saat melihat orang tuanya dan beberapa orang didalam ruangan tersebut.

"Mama? papa? Mengapa kalian bisa berada disini?" Andini berlari memeluk kedua orang tuanya karena senang. Kesenangannya tidak bertahan lama saat melihat Bima sedang terbaring dengan terpasang beberapa alat medis ditubuhnya. Andini menutup mulutnya tidak percaya apa yang sedang dia lihat sekarang. Bima yang selalu terlihat ceria selama ini kini sekarang terbaring lemah dihadapannya.

"Bisa dipercepat pak Bisma?" Seru seorang lelaki dengan memegang berkas ditangannya.

Andini terduduk disamping Bima sambil meneteskan air mata. Mulutnya tak mampu mengatakan apa-apa hanya air matanya yang menjawab segala kegundahan hatinya saat ini. Orang tua Bima juga berada disitu sedang menangis. Andini masih bingung dengan keberadaan orang-orang yang ada diruangan itu.

"Tolong tanda tangan disini mba Andini!" Ucap laki-laki yang tadi menyuruh Andini menandatangani beberapa berkas dihadapannya.

"Ini apa?" Andini bertanya, sorot matanya sendu.

"Bacalah jika anda ingin membacanya tetapi kita tidak mempunyai waktu yang panjang untuk mempertimbangkan ini!"

"Anda siapa?" Tanya Andini kepada laki-laki yang menggunakan jas berwarna hitam itu.

"Perkenalkan aku Sunan selaku pengacara tuan Bima. Dalam kesepakatan ini Anda harus menikah dengan pak Bisma selaku pengganti tuan Bima. Semua perjanjian tertera didalam lembaran kertas yang ada dihadapan Anda. Jika anda tidak menyetujui perjanjian ini anda bisa mengajukan permohonan tidak setuju setelah pernikahan anda dan tuan Bisma dilangsungkan."

"Menikah dengan pak Bisma? Tapi aku tidak-" Andini tidak melanjutkan ucapannya karena mamanya Bima menyelanya.

"Langsungkan pernikahannya sekarang!" Mamanya Bima mengatakan dengan tegas.

Penghulu langsung menikahkan Bisma dan Andini saat itu juga dihadapan semua orang dan papanya Andini sebagai wali nikahnya. Saat pernikahan selesai dilaksanakan Bima menghembuskan nafas terakhirnya dimalam itu juga tepat jam 01.30 pagi 1 Januari. Andini pingsan dipelukan mamanya saat Bima dinyatakan oleh dokter telah meninggal.

Seminggu telah berlalu orang tua Andini telah kembali kekampung mereka setelah Andini dan Bisma mengantar mereka ke bandara. Orang tua Andini begitu senang karena melihat anaknya menikah dengan orang yang berkecukupan. Selama orang tuanya berada dirumah Bisma, orang tua Bisma dan Bisma memperlakukan Andini dengan sangat baik.

"Papa titip Andini kepadamu nak Bisma, jaga dia baik-baik." Papanya Andini memegang pundak Bisma dengan penuh kepercayaan.

Andini menangis saat melepas kepergian orang tuanya. Setelah orang tuanya hilang dari hadapannya Bisma langsung melepaskan pelukannya dari Andini.

"Ini ongkosmu pulang naik taksi, jangan berharap aku akan mengantarmu pulang." Bisma melemparkan uang diwajah Andini dengan kasar.

Andini memungut uang yang jatuh dilantai. Dia tidak kaget dengan perlakuan Bisma karena memang selama orang tuanya ada mereka hanya bersandiwara bahwa mereka menjalin hubungan dengan baik-baik saja.

Saat dia memesan taksi ternyata dia menaiki taksi pak Roman.

"Hai, mba lupa sama aku?"

Andini membuka pintu taksi lalu duduk sambil menunduk tanpa menatap sopir taksi. "Pak Roman? Maaf pak aku kurang fokus tadi." Wajah Andini berubah menjadi senang saat bertemu orang yang telah membantunya pertama kali.

"Mau diantar kemana mba?" Tanya pak Roman.

Setelah memberi tahu alamat yang dituju pak Roman melaju dengan kecepatan sedang. Pak Roman masih mendapati Andini dalam keadaan sedih seperti waktu pertama kalinya dia datang ke ibukota.

"Mba tinggal bersama siapa sekarang?"

"Sama suami pak, aku sudah menikah sekarang hehehe."

"Alhamdulillah mba, pasti nikahnya sama orang kaya."

"Hehehe enggak lah pak, sama orang biasa saja." Jawab Andini.

Setelah sampai alamat yang dituju, pak Roman berhenti.

"Mba alamatnya tidak salah kan?" Pak Roman menoleh ke arah rumah yang ada didepannya. Rumah mewah nan megah yang berada didepannya.

"Ini rumah suamiku pak, bukan rumah aku." Andini memberikan uang kepada kepada pak Roman. "Kembaliannya ambil saja pak." Sahutnya lagi lalu tersenyum ke arah pak Roman yang sedang melongo.

"Terima kasih mba." Pak Roman masih belum percaya jika Andini yang dikenalnya saat pertama kali datang dengan susah bisa menikahi pria kaya di ibukota dengan cepat.

Andini berlalu meninggalkan pak Roman yang masih melihatnya masuk kedalam gerbang rumah mertuanya. Saat tiba diruang tamu ibu mertuanya sedang duduk manis bersama Sarah dan Bima.

"Assalamualaikum." Andini mengucapkan salam dan melewati mereka yang sedang mengobrol diruang tamu.

Sarah meliriknya dengan senyuman menyeringai. Mertuanya juga sama melihatnya dengan sinis saat melewati mereka. Tiba didepan pintu kamarnya, Andini melihat semua barangnya berada diluar kamar. Bu Marni sedang membereskan kamar Bisma dan mengeluarkan barang-barang Andini dari dalam. Selama seminggu mereka menikah Andini tidur dilantai sedangkan Bisma tidur dikasurnya yang empuk dan luas.

"Maaf non Dini, nyonya Maryam menyuruh anda untuk tidur dikamarku. Maaf non bukannya aku lancang mengeluarkan barang-barang anda dari kamar tuan Bisma tapi aku hanya menerima perintah." Bu Marni nampak menunduk merasa bersalah kepada Andini.

"Enggak apa-apa bu Marni, aku malah senang sekamar dengan bu Marni kok." Sambil mengangkat barangnya dari lantai bu Marni bersama Andini berjalan menuju kamar belakang tempat ART lainnya tidur.

"Anu non, nyonya Maryam mengatakan kalau non Dini.. non Dini juga harus mengerjakan pekerjaan ART setiap harinya sebelum berangkat kekantor. Maaf non." Bu Marni masih menunduk, wanita paruh baya itu terlihat sangat ramah kepada Andini.

"Kok maaf lagi bu Marni, aku sudah biasa mengerjakan semua pekerjaan rumah. Saat dikampungku semuanya aku lakukan karena dirumahku tidak ada ART."

"Iya non sekali lagi maaf."

Andini hanya tersenyum sambil berjalan menuju kamar bu Marni.

****

Isi perjanjian pernikahan Bisma dan Andini.

Isi perjanjian :

Pihak 1 : Andini selaku calon istri Bima.

Pihak 2 : Bisma selaku pengganti calon suami Andini.

Perjanjian 1

Jika pihak 1 merasa dirugikan atas pernikahan ini oleh pihak 2 maka pihak 1 akan mendapatkan ahli waris sebesar 50% dari harta kekakyaan Bima.

Perjanjian 2

Pihak 2 tidak boleh menceraikan atau berlaku kasar kepada pihak 1. Jika perceraian terjadi dari pihak 2 maka 50% dari sisa kekayaan Bima akan disumbangkan kepada anak yatim.

Perjanjian 3

Perceraian bisa terjadi jika pihak 1 yang mengambil keputusan karena tidak adanya kenyamanan dalam berumah tangga. Jika pihak 1 yang mengajukan perceraian maka pihak 1 hanya mendapakan 40% dari kekayaan tuan Bima.

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Andini ( pihak 1 )

Bisma ( pihak 2 )

Keputusan ini tidak dapat diganggu gugat. Jika ada salah satu pihak yang tidak setuju maka seluruh harta kekayaan akan diwakafkan kepada orang yang tidak mampu.

1
Olivia A37
Kecewa
Olivia A37
Buruk
Enung Samsiah
ko MP nya gitu sih nggk romantis,,, nggk seru aahhh,,,,
Sri Mulyani
Akhirnya jebol juga si dini.
momen yg sudah lama di tunggu oleh Bisma...
Shellia Vya
Kecuali apa Lex?
Shellia Vya
Apa Bima ada maksud ya? padahal kan baru bertemu
Shellia Vya
Siapakah Bima?
Shellia Vya
Ya ampun ini novel udh lama ya tp baru aku temuin judulnya
Lisna Wati
terimakasih ceritanya
Vivi Bidadari
Yaahhh author berhasil buat kita galau 😄
Vivi Bidadari
Yaa ampun Dini ya ga cepat juga kamu harus terima Bima
Aidha Suryani
masuk kamar, trus tidur dinnnnnnnn🤣🤣 gr kamu😝😝
Bonsai
kasian andini
Suneri
crtany bagus
Fransiska Siba
astaga Andini kekanak kanakan sekali, umur 23 masa pemikiran seperti itu?
rajin ibadah tp tidak tahu aturan agama terhadap pernikahan.
lucu sekali kau Andini
Maliqa Effendy
kalau mikirin perasaan orang lain,ya repot lah...
Nayla Syifa
terimakasih telah membuat novel yang sangat bagus dan luar biasa, semangat ya kak 🌹🌹
Ule Lee Tea
so sok'an jutek tar jg jatuh hati beneran
baru nyaho kmu, nt bisma 😅
PanggilsajaKanjengRatu: Halo kak, mohon maaf mengangu 🙏.
jika berkenan yuk mampir di novel ku "Lihat Aku, dan Buka Hatimu"
total 1 replies
Ule Lee Tea
suka alur crt'a g bikin jenuh g buat bosen sdkt bab tp nymp crt'a.👍👍👍
Ule Lee Tea
menarik buat baca crt'a
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!