Aku tak ingin seperti ibuku. Mencintai tanpa batas dan diluar logika bahkan rela mati demi cinta. Tapi nasib yang membawaku menjalani hidup bahkan lebih parah dari Ibuku.
~Tiara Purnama ~
Gadis sederhana yang kuliah sambil bekerja membantu Ibunya membesarkan dan menyekolahkan adik - adiknya dan hidup dengan Bapak Tiri yang pemalas, suka mabuk-mabukan dan suka memukuli ibunya.
Melihat Ibunya yang begitu tersiksa dibuat suaminya membuat Tiara bertekad tidak ingin sepertinya Ibunya.
Tapi alangkah malang nasibnya, disuatu acara kampus Tiara di jebak oleh temannya. Mereka mengajak Tiara ke sebuah club malam, memberi Tiara minuman beralkohol dan malam itu Tiara berakhir di sebuah kamar hotel dengan seorang pria.
Bagaimana kelanjutan kisah hidup Tiara??
Lanjutkan kisahnya...
Selamat membaca.. semoga kalian suka 😍😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dirawat di Rumah Sakit
"Ka.. kamu tau aku sedang hamil?" tanya Tiara.
"Tadi dokter bilang padaku semua keadaan kamu saat ini" jawab Ridho.
Tiara terdiam dan kembali meneteskan air mata.
"Sudah Ra, sekarang kamu gak usah mikirin macam - macam. Fokus dulu sama kesehatan kamu setelah kamu tenang baru kamu cerita semuanya padaku" ucap Ridho dengan sabar.
"Terima kasih Dho, aku gak tau bagaimana harus membalas bantuan kamu ini" balas Tiara.
Tiara memakan semua makanan yang Ridho beli dengan lahapnya. Perutnya sangat lapar sekali dan saat ini dia memang harus segera sembuh. Demi anak dan masa depannya.
"Malam ini gak apa - apa kalau kamu aku tinggal sendiri? Aku harus pulang, pakaianku basah semua. Tas kamu aku bawa ke kos ya biar aku jemur. Semuanya basah. Besok baru aku datang lagi" ucap Ridho.
"Iya Dho gak apa - apa aku bisa kok sendirian. Sekali lagi terimakasih ya Dho" jawab Tiara.
Ridho meninggalkan Tiara sendirian di kamar ruang inap. Untung saja cafe tempat mereka bekerja menyediakan fasilitas kesehatan untuk karyawan dengan layanan BPJ* sehingga kalau dalam keadaan seperti ini Tiara tidak perlu repot lagi memikirkan biaya rumah sakit.
Ketepatan juga pasien Rumah Sakit tidak banyak malam ini sehingga hanya Tiara sendiri yang ada di kamarnya. Membuat Tiara lebih nyaman dan meratapi nasibnya malam ini.
Maafkan aku Ibu.. Ampunkan dosaku ya Allah, kuatkan hamba untuk menjalani semua ini..
Akhirnya letih tubuh dan perasaannya jualah yang membawanya beristirahat tidur. Biarlah besok dia sambut hari baru dengan harapan baru.
Ke esokan harinya Ridho datang menjenguk Tiara ke Rumah Sakit dengan membawa beberapa perlengkapan yang di butuhkan Tiara di Rumah Sakit.
"Kamu sudah makan Ra?" tanya Ridho.
Walau Ridho sudah mengetahui keadaan Tiara saat ini tapi sikap Ridho tidak berubah kepada Tiara.
Ridho sangat yakin Tiara adalah gadis yang baik. Apa yang sedang dia alami saat ini pasti ada alasannya yang nanti pasti akan Tiara ceritakan padanya. Itulah keyakinan di dalam hati Ridho.
"Sudah Dho, aku tadi makan makanan dari rumah sakit" jawab Tiara.
"Aku pergi kuliah dulu ya. Ini aku bawain cemilan untuk kamu dan beberapa keperluan selama kamu di rumah sakit" ucap Ridho.
"Dho apakah kamu ada bawain aku mukena?" tanya Tiara.
"Ada, semua ada di tas kamu ya. Nih aku simpan di lemari ini" jawab Ridho.
Ridho meletakkan tas kecil di dalam laci lemari yang ada di samping tempat tidur Tiara.
"Makasih ya Dho dan maaf aku belum bisa bicara semuanya sama kamu saat ini" ucap Tiara dengan rasa bersalah.
"Iya Ra, kamu tenang aja. Aku sabar kok menunggu kamu siap untuk cerita semuanya kepadaku. Nanti pulang kuliah aku mampir ke sini lagi ya sebelum ke Cafe" balas Ridho.
"Iya Dho. Hati - hati ya" jawab Tiara.
"Daaah sampai jumpa nanti siang ya. Aku cuma sebentar kok di kampus, cuma mau ketemu Doping ( Dosen Pembimbing) nentuin jadwal aku meja hijau" ucap Ridho.
"Ah iya jadi ingat. Kalau kamu balik ke kos tolong bawain buku - bukuku ya. Minggu depan aku mau sidang. Aku mau belajar biar cepat selesai kuliah dan wisuda. Aku harus segera dapat kerja untuk masa depan aku dan anakku" ucap Tiara.
"Iya nanti aku usahain balik ke kos dulu sebelum ke Rumah Sakit. Oke aku pergi" Ridho menutup pintu kamar rawat inap Tiara.
Tiara melepaskan nafasnya dengan berat. Rasanya ribuan beban yang sedang menghimpit dadanya. Membuat dia kesulitan untuk bernafas.
Untunglah Dokter sudah memberikan obat pereda mual. Kata Dokter ini adalah hal yang biasa dialamai wanita yang sedang hamil muda.
Kalau pagi hari akan merasakan morning sickness. Kalau siang sampai malam tubuh dan selera makannya akan kembali normal.
Sekitar jam sepuluh pagi Dokter datang berkunjung memeriksa keadaan Tiara.
"Selamat pagi Bi Tiara, bagaimana perasaan Anda pagi ini?" tanya Dokter.
"Alhamdulillah sudah lebih segar Dok" jawab Tiara sambil tersenyum.
"Tentu lebih segar karena ada suami yang sangat mencintai Anda. Kemarin dia begitu panik saat membawa Anda ke Rumah Sakit dalam keadaan tak sadarkan diri" ucap sang Dokter.
"Dia bukan suami saya Dok, dia hanya teman saya" jawab Tiara.
"Oh ya? Kelihatannya dia sangat perhatian sekali pada Anda" ucap Dokter.
"Dia hanya teman satu pekerjaan dengan saya" balas Tiara.
"Kalau begitu dimana suami Anda?" tanya Dokter.
"Saya gak tau Dok dimana dia berada. Kami sudah tidak bersama lagi" jawab Tiara. Dalam hati dia merasa sangat bersalah karena sudah berbohong. Tetapi kalau menjawab dengan jujur tentu pembicaraan akan menjadi lebih panjang dan Tiara tidak mau melanjutkannya lagi.
"Saya minta maaf Bu Tiara kalau kata - kata saya menyinggung perasaaan Anda" ucap Dokter tulus.
"Tidak apa - apa Dokter, saya mengerti" balas Tiara.
"Ibu Tiara tidak boleh stres dan juga terlalu lelah. Ingat kandungan Ibu baru berusia enam minggu, sangat beresiko jika Ibu tidak menjaganya. Makan yang bergizi untuk nutrisinya dan istirahat yang cukup" perintah Dokter.
"Kapan saya di izinkan pulang Dok?" tanya Tiara.
"Kalau kondisi Anda baik - baik saja besok mungkin sudah bisa pulang. Kita lihat lagi gimana keadaan Anda besok pagi ya" jawab Dokter.
"Baik Dok" balas Tiara.
"Saya permisi dulu Ibu Tiara, selamat beristirahat" ucap Dokter.
"Terimakasih Dokter" jawab Tiara.
Dokter berlalu dari kamar Tiara, kini hanya tinggal Tiara yang duduk sendiri sambil memainkan ponselnya untuk mencari informasi tempat tinggal. Karena terlalu serius Tiara sampai tidak mendengar kalau Ridho sudah datang.
Ridho mendekati Tiara dan melihat apa yang sedang Tiara lakukan.
"Kamu mencari tempat tinggal?" tanya Ridho.
"Astaghfirullah Dho, kamu ngejutin aku" jawab Tiara.
"Kamu sendiri yang terlalu serius sampai gak dengar aku ucap salam dari tadi. Karena penasaran aku jadi intip apa yang sedang kamu lakukan. Kamu cari tempat tinggal?" tanya Ridho penasaran.
"Iya Dho, aku di usir Bapak Tiriku dari rumah. Aku gak punya tempat tinggal lagi sekarang. Jadi aku sedang mencari kos - kosan baru yang dekat dari kampus dan cafe" jawab Tiara.
"Waaah kamu bertemu orang yang tepat Ra" ujar Ridho.
"Maksud kamu?" tanya Tiara.
"Ketepatan di kosan aku ada kamar kosong. Kita bisa tinggal satu kos" jawab Ridho.
"Emang kosan kamu bisa campur gitu penghuninya?" tanya Tiara.
"Maksud kamu cowok cewek?" tanya Ridho.
"Ya iyalah masak campur manusia sama jin" jawab Tiara kesal.
"Hahaha... udah bisa bercanda ya.. Kosan aku campur. Cowok cewek bisa" balas Ridho.
"Ya udah kalau begitu aku mau Dho tinggal di kosan kamu. Kata dokter kalau besok keadaan aku semakin membaik aku udah bisa pulang" ujar Tiara.
"Alhamdulillah. Senang deh bisa tinggal bareng kamu" sambut Ridho.
"Enak aja tinggal bareng" Tiara cemberut.
"Maksud aku tinggal satu kos lho Ra, kan kita beda kamar" ucap Ridho.
"Kalau begitu tolong bilang sama yang punya kos ya Dho, sebelum keduluan orang. Susah aku cari kosan lain" pinta Tiara.
"Oke Tuan Putri " balas Ridho.
Alhamdulillah akhirnya aku dapat tempat tinggal baru. Batin Tiara.
.
.
BERSAMBUNG
🤣🤣
top bgt si roy
tunjukan siapa dirimu.