NovelToon NovelToon
KKN DESA MATI

KKN DESA MATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Author Melda

6 mahasiswa KKN datang ke desa terpencil untuk pengabdian. Di gapura desa, mereka disambut warga yang ramah. Tapi aneh, semua rumahnya lapuk, tidak ada listrik, dan kuburan ada di setiap halaman rumah. Maya, yang indigo, berbisik, "Sel, kaki mereka nggak napak tanah..." Malam pertama, Riko iseng memotret gapura desa. Saat foto dilihat, yang berdiri di foto bukanlah 6 mahasiswa... tapi 6 pocong dengan wajah mereka sendiri! Ternyata desa itu sudah mati 20 tahun lalu karena wabah. Dan setiap 20 tahun, mereka butuh 6 tumbal baru untuk menggantikan mereka. Dan tahun ini... giliran kami. Jangan pernah KKN di desa ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Author Melda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2 - BALAI DESA TANPA BAYANGAN

Gapura kayu itu masih berderit terbuka sendiri. Tidak ada angin, tidak ada yang mendorong. Kayu lapuk itu bergerak pelan seperti ada tangan tak terlihat yang membukakannya untuk kami.

Nenek tua di depan masih melambai. Senyumnya lebar, tapi matanya kosong tidak berkedip.

"Ayok masuk, anak-anak. Sudah kami tunggu dari tadi," ucapnya lagi. Suaranya pelan tapi jelas terdengar padahal jarak kami masih seratus meter.

Kami berenam saling pandang. Tas di punggung terasa semakin berat. Kaki gue seperti dilem ke tanah, tidak mau melangkah.

Farhan yang tadi banyak bercanda sekarang diam pucat. Riko yang biasanya paling berani, tangannya gemetar memegang kamera sampai hampir jatuh. Sinta sudah mau nangis, memeluk lengan Maya erat-erat.

"Gimana Sel? Kita masuk nggak?" bisik Bima pelan ke gue. Sebagai ketua, semua mata tertuju ke gue.

Gue menarik nafas panjang. Kalau kita balik sekarang, kita tidak punya kendaraan, Pak Jono sudah pergi dengan mobil bak nya, dan KKN kami akan gagal. Pak Dosen pasti marah. Gue coba beranikan diri.

"Assalamualaikum, Nek. Kami dari KKN Universitas," sapa gue dengan suara yang gue paksa ramah, sambil melangkah pelan mendekati gapura.

Semakin dekat, semakin jelas keanehan mereka. Enam warga itu pakai baju yang sangat lusuh, seperti baju lama tahun 80-an. Kulit mereka pucat abu-abu. Dan yang paling jelas, mereka tidak punya bayangan. Matahari jam 12 siang tepat di atas kepala, tapi tanah di bawah kaki mereka kosong, tidak ada bayangan hitam sama sekali, padahal bayangan kami panjang dan jelas.

Nenek itu mengangguk, "Waalaikumsalam. Saya Nek Jum. Ini warga Desa Kalijati. Balai desa sudah kami siapkan untuk kalian tinggal."

Nenek itu berbalik, jalan duluan. Lima orang di belakangnya mengikuti tanpa suara, langkah kaki mereka tidak menimbulkan bunyi di tanah becek.

Kami terpaksa mengikuti.

Melewati gapura, hawa langsung berubah. Di luar gapura tadi panas terik, tapi begitu masuk desa, udara langsung dingin menusuk, seperti masuk ke dalam kulkas. Kabut tipis turun menutupi jalan desa.

Desa Kalijati sepi. Rumah-rumah kayu berjejer di kiri kanan jalan, tapi semua pintunya tertutup rapat, jendelanya gelap. Tidak ada suara ayam, tidak ada anak kecil bermain, tidak ada suara orang masak. Hanya sunyi.

"Kok sepi banget ya Nek? Warga lain kemana?" tanya Maya mencoba ramah.

Nek Jum tidak menoleh, tetap jalan, "Warga lain sudah di dalam rumah. Mereka malu ada pendatang. Nanti malam mereka keluar."

Jawaban yang aneh. Siang-siang malu, malam baru keluar?

Setelah jalan lima menit, kami sampai di sebuah bangunan paling besar di tengah desa. Bangunan kayu panggung yang agak besar, dengan tulisan BALAI DESA KALIJATI yang sudah miring.

"Pintu tidak dikunci, masuk saja. Barang kalian sudah ada di dalam," kata Nek Jum.

Kami kaget. "Barang? Barang apa Nek?"

Nek Jum tersenyum lebar lagi, "Tas kalian yang di kampus tadi."

Gue merinding seketika. Tas yang tadi pagi ada di kampus? Bagaimana bisa ada di dalam balai desa ini padahal kami bawa sendiri?

Nek Jum dan lima warga itu pergi begitu saja, menghilang di balik kabut tanpa pamit.

Kami dorong pintu balai desa. Pintu kayu itu terbuka dengan bunyi berderit panjang.

Di dalam balai desa yang gelap dan berdebu, ada enam ranjang kayu berjejer. Dan di atas setiap ranjang, sudah ada ransel dan koper kami, tersusun rapi. Persis seperti yang kami bawa.

Tapi di ransel gue, ada yang aneh. Ritsletingnya terbuka, dan di dalamnya ada tanah basah dan bunga kamboja yang masih segar.

Dan di dinding balai desa, ada foto hitam putih besar. Foto enam orang. Wajahnya persis seperti kami berenam. Tapi foto itu terlihat sangat tua, sobek-sobek, dan di pojok bawahnya ada tulisan tahun: 1978.

Tahun 1978? Foto itu diambil 48 tahun lalu, sebelum kami lahir. Tapi kenapa wajahnya adalah wajah kami?

Maya tiba-tiba menjerit pelan sambil menunjuk ke pojok ruangan. Di pojok balai desa yang gelap, ada sesajen. Nasi kuning, ayam panggang, dan enam gelas teh yang masih mengepul panas.

Seolah-olah seseorang baru saja menyiapkan makan siang untuk kami, dan tahu persis kami akan sampai jam ini.

Riko mengangkat kameranya, mencoba memfoto sesajen itu. Tapi di layar kameranya, sesajen itu tidak terlihat. Yang terlihat di layar kamera hanya meja kosong berdebu.

"Sel..." bisik Sinta dengan air mata sudah mengalir, "Gue mau pulang. Gue nggak mau KKN di sini."

Gue ingin bilang iya, gue juga mau pulang. Tapi pintu balai desa di belakang kami tiba-tiba tertutup sendiri dengan keras. Banting. Terkunci dari luar.

Dan dari luar jendela, kami mendengar suara banyak orang berjalan mengelilingi balai desa. Banyak langkah kaki. Padahal tadi desa sepi.

Mereka sudah mengepung kami.

1
Nandan Waluya
Mantap ceritanya kak 💪
Author Melda: heheh terimakasih kak sdh mampir👍
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Sebelum baca BAB 6, aku coba jawab pertanyaan Kak Melda di akhir BAB ini...

Jawabannya adalah...

Salah satu dari seluruh anggota KKN, "sukma jiwa"nya sudah dibawa...
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Di akhir BAB, aku bayangin begini:

Aku yang sedari tadi hanya berdiri di depan pintu belakang, hanya tersenyum saat melihat semua obor-obor itu. Namun, senyumanku terlihat datar oleh seluruh teman-teman KKN ku.
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Saya membayangkan skenario spesial:

Aku (saya maksudnya, hehehe...) akhirnya berjalan santai menuju ke pintu balai desa yang terkunci. Lalu, kupejamkan kedua mataku. Dan mulai bicara dengan mereka semua yang ada di luar...

🤭🤭🤭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Saya pasti cuma berdiri aja sambil senderan tembok, menatap satu-satu semua temen KKN. Terus tersenyum aja lihat mereka begitu... hihihi...
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Saya bangun dari rebahan, jalan deketin Selvi, dan bilang sama dia, "Gimana? Mau tukeran posisi ketua sama gue, gak?"
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Kalo ada saya di dalam ceritanya, pasti saya udah rebahan santai... sambil bilang, "Nikmati aja dulu... hehehe..."
Author Melda: Nah kan 😈 Cocok jadi ketua penunggu sumur ini mah
"Nikmati aja dulu hehehe" - kata penunggu sumur ke mahasiswa KKN
Fix kakak aku jadiin bos terakhir ya 😂
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Wah, kok saya malah ngerasa semakin seru ya kalo ada di tim mereka??? 🤭🤭🤭
Author Melda: Wkwk sama kak aku nulisnya aja keringetan 😭
Yaudah sini gabung tim KKN Desa Kalijatiny
Posisinya: divisi nganter makanan ke sumur jam 12 malam 🤝
Gaji: 1 nyawa wkwk
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Sudah diduga... Pasti warganya keluar malam-malam...
Author Melda: Wkwk pinter banget nebaknya kak 😈
Tapi... yang keluar malam-malam itu bukan warganya doang...
Ada yang "nemenin" mereka juga 👀
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Eh, bentar-bentar... Si nenek itu bisa menjawab salam???
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Ini pihak kampusnya gak cari tahu dulu kah soal Desa Kalijatinya???
Author Melda: Bener kak 😭 itu juga yang jadi pertanyaan mahasiswa nya di cerita
Katanya sih "Desa tertinggal, butuh mahasiswa"
Padahal... ada udang di balik batu wkwk
Tunggu plot twist nya di bab selanjutnya yaa
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Sumpah, baru BAB pertama aja, udah ngeri banget begini suasana Desa Kalijatinya. Terbayang jelas di imaninasi. Tapi seru juga sih bisa KKN di desa macam gitu... hehehe... 😍😍😍
Author Melda: Hehe makasih udah ngerasain seremnya kak 😈
Tapi... kalau kakak yang KKN di Desa Kalijatiny,
berani gak jaga sumur jam 12 malam sendirian? 👀
Bab 7 udah tayang yaa... siap-siap merinding lagi
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Mending pulang aja gak, sih???
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Berasa kayak mau uji nyali dari pada mau KKN...
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Wah, kalau saya ikut di tim mereka, terus dapat ucapan kayak begini sih, langsung merinding sumpah...
na-an
aku gak ngerti deh kak
jadi selvi itu bukan tokoh utama? si selpi siapa? kenapa tiba-tiba muncul?
terus, bukannya sinta sama bima udah meninggal di sumur ya?
terus selvi itu KKN 98??😐
na-an
seru banget kak! sekarang juga udah lebih teratur alurnya. semangat ya!😁
Author Melda: makasih banyak kak na-an! 🥹❤️ seneng banget kalau sampai BAB 14 udah lebih teratur alurnya! BAB 15 nya lagi direview nih kak bentar lagi tayang, KAIN KAFAN SELVI bakal lebih ngeri lagi! ditungguin ya kak!
total 1 replies
#@.Ar.world(。・ω・。)
merinding sih kak ame seram juga pasti terinspirasi sama film kkn ya kak
Author Melda: Hai kak @Ar.world makasih udah mampir di Bab 12! 🥺 Iya kak ada inspirasi dari film KKN, tapi ini kisah nyata dari desaku sendiri kak yang aku kembangin jadi cerita... Tungguin ya kak, Bab 13 Hutan Larangan lebih serem lagi, Maya bakal dicoret! 👻
total 1 replies
Author Melda
Guys menurut kalian BIMA masih bisa diselamatin gak? 😭 Atau dia udah jadi bagian warga tanpa bayangan selamanya? Komen #SaveBima kalau mau Selvi selamatkan Bima, komen #BimaUdahMati kalau udah ikhlasin! Aku baca semua komen kalian!
#@.Ar.world(。・ω・。): waduh kalo menurut ku bima kayaknya gak Selamat
total 1 replies
na-an
maaf kak selpi, boleh dikasih tahu gak nama-nama tokohnya? aku cukup bingung siapa aja karakternya karena muncul tanpa diperkenalkan di bab 1😅
Author Melda: Halo kak na-an makasih banyak udah baca dan udah kasih tau kak! 😭🙏 Maaf banget ya bikin bingung, kemarin di BAB 8-10 memang ada typo nama dari aku, udah aku benerin semua kok kak!

Ini 6 tokoh utamanya ya biar gak bingung lagi:

Tim KKN 6 orang:
1. SELVI - aku sendiri, ketua KKN
2. MAYA - sahabat aku, yang peka sama hal gaib
3. SINTA - yang paling cantik
4. RIKO - yang bawa kamera terus
5. BIMA - yang badan besar (yang hilang di sumur)
6. FARHAN - yang kocak

Maaf ya kak kalau sempet muncul nama lain selain 6 itu, itu salah ketik aku. Sekarang udah fix semua! Makasih ya udah ingetin, komen kakak membantu banget! Ditunggu lanjutannya di BAB 11 yaa ❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!