NovelToon NovelToon
Dewa Alkemis Sembilan Benua

Dewa Alkemis Sembilan Benua

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Dulu ia Kaisar Pil Jiwa Bintang. Penguasa Sembilan Benua.

Tetapi, satu tusukan dari murid kesayangannya, membuat ia mati. Sekarang, Murid itu naik tahta menjadi Dewa Alkemis yang disembah seluruh benua.

500 tahun kemudian, Lin Xuan terbangun.

Bukan di singgasana. Tapi di tubuh seorang sampah. Tubuh dari Tuan Muda Keluarga Lin yang meridiannya hancur, menjadi bahan tertawaan se-Kota Awan Merah. Tunangannya menghina, pamannya meracuni dan semua orang menunggu ia mati.

Mereka salah besar.

Karena di dalam jiwanya, Kuali Naga Hitam yang berkarat ikut bangkit. Di kepalanya, ingatan 500 tahun teknik alkimia bertarung yang bisa membakar langit tidak hilang.

Lin Xuan tidak mau sekadar bangkit. Ia mau berburu 18 Api Surgawi. Mengubah tubuh cacatnya menjadi kuali hidup.

Mengubah bahan sampah menjadi pil dewa. Dan naik lagi ke Benua Ke-9 untuk satu hal:

Menagih darah dengan darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27: Fenomena Langit Berdarah

Udara di dalam paviliun berubah kacau. Di satu sisi dinding membeku. Di sisi lain perabotan mulai hangus. Qi Lin Xuan yang bergejolak mengacaukan seluruh elemen di sekitarnya.

Su Yue'er segera mengenakan jubahnya dan mundur. Wajahnya masih merah karena malu. Namun matanya tetap tertuju pada Lin Xuan.

“Nona Su, mundur! Formasi akan segera aktif!” seru Xiao Ya.

Ia menempatkan Batu Roh di sudut ruangan. Formasi Cahaya Keemasan segera menyala dan menyelimuti seluruh paviliun.

Formasi itu bukan untuk menahan musuh dari luar. Ia digunakan agar aura Lin Xuan tidak menghancurkan penginapan.

Di tengah ruangan, Lin Xuan duduk bersila. Darah hitam merembes dari pori-porinya. Sisa energi Yin Kutub yang ia serap dari Su Yue'er sedang bertabrakan dengan Qi Yang dari Api Teratai Bumi Terdalam.

Bagi kultivator biasa, benturan dua energi ekstrem seperti itu cukup untuk menghancurkan Dantian.

Tubuh ini sudah mencapai batas.

Lin Xuan memejamkan matanya.

Jika aku memadatkan Qi sekarang, fondasi Pembentukan Fondasi-ku tak akan berbeda dari kultivator biasa.

Fondasi seperti itu tidak layak untuk seorang Kaisar Suci.

Matanya terbuka. Cahaya biru dan emas berkilat di dalamnya.

Kayu Tulang Naga Kuno melayang di atas telapak tangannya.

“Api Surgawi. Bakar!”

Wussh!

Api Teratai Bumi Terdalam menyala dan langsung membungkus kayu kuno itu.

Kayu yang tampak lapuk mulai bergetar.

Qi naga purba perlahan terbangun dari dalamnya.

Api Teratai Bumi Terdalam membungkus kayu itu. Kayu yang bahkan tak mampu dibakar Api Bumi mulai retak di bawah tekanan Api Surgawi dan Kekuatan Jiwa Lin Xuan.

“Naga Kedua, berikan aku napas purbamu!”

Di Lautan Jiwa, Kuali Naga Hitam bergetar. Naga kedua membuka rahangnya dan menyemburkan Qi purba merah darah ke arah Kayu Tulang Naga Kuno.

Dalam sepuluh tarikan napas, kayu itu hancur. Yang tersisa hanya setetes cairan putih seukuran mutiara. Tekanannya begitu berat hingga udara di sekitarnya ikut bergetar.

Lin Xuan langsung menelannya.

BOOM!

Ledakan tanpa suara mengguncang jiwa dalam radius belasan mil.

Su Yue'er dan Xiao Ya langsung berlutut. Keduanya merasakan tekanan mengerikan seolah seekor naga purba baru saja terbangun di hadapan mereka.

Di dalam Dantian Lin Xuan, Qi yang semula berbentuk kabut tidak berubah menjadi lautan Qi seperti kultivator Pembentukan Fondasi biasa.

Cairan Tulang Naga Kuno jatuh ke pusat Dantian seperti jangkar emas.

Qi Yin dari Su Yue'er. Qi Yang dari Api Teratai. Qi Bumi dari Putaran Ketiga.

Ketiganya tersedot menuju jangkar tersebut.

Namun, Qi itu tidak mencair.

Ia memadat dan mengkristal.

Dalam sekejap, sebuah fondasi berbentuk singgasana naga muncul di dalam Dantian Lin Xuan. Sembilan warna cahaya berputar di sekelilingnya.

Fondasi Singgasana Kaisar!

Warisan kultivasi dari zaman purba yang telah lama hilang dari Sembilan Benua.

Fondasi ini mampu menampung Qi yang seratus kali lebih padat daripada lautan Qi milik kultivator Pembentukan Fondasi Puncak.

Dan inilah fondasi yang layak bagi seorang Kaisar Suci.

Namun, fondasi yang menentang hukum alam membutuhkan energi yang sangat besar. Dantian baru Lin Xuan seolah tak berdasar dan terus melahap Qi.

“Masih kurang...”

Wajah Lin Xuan memucat.

Jika Qi habis sebelum fondasi selesai terbentuk, fondasinya akan cacat selamanya.

Ia mendongak menembus atap paviliun.

“Jika bumi tak mampu memberiku cukup Qi...”

Tatapan Lin Xuan berubah tajam.

“...maka aku akan mengambilnya dari langit!”

Kedua tangannya terentang.

Domain Penekan Naga Sejati berbalik arah. Bukannya menekan segala sesuatu, domain itu berubah menjadi pusaran raksasa yang menarik Qi dari segala penjuru.

Di luar paviliun, langit mendadak bergolak.

Awan di atas Ibukota Langit Angin berputar liar dan membentuk pusaran besar. Qi dalam radius puluhan li tercabut dari pepohonan, pegunungan, hingga urat bumi di bawah kota.

Langit malam perlahan berubah merah darah.

Di Menara Kuali Raksasa, Pemimpin Utama Yun bergegas ke balkon. Wajahnya berubah pucat melihat pusaran mengerikan itu.

“Fenomena Langit Berdarah!”

Suaranya bergetar.

“Ada seseorang yang sedang menembus batas! Jika pusaran ini terus menyerap Qi, urat bumi Ibukota akan terkuras!”

Pemimpin Utama Yun menatap pusat pusaran.

Arah itu tepat menuju paviliun Lin Xuan.

“Tuan Muda Lin... sebenarnya monster macam apa yang sedang kau lahirkan?”

Di berbagai penjuru kota, para kultivator Inti Emas yang sedang bertapa ikut terbangun. Qi di sekitar mereka tersedot paksa hingga beberapa di antaranya memuntahkan darah.

Malam itu, seluruh Ibukota Langit Angin gempar.

Ribuan mil di atas Ibukota Langit Angin, sebuah kapal terbang raksasa melayang di balik awan.

Kapal itu terbuat dari kayu spiritual merah dan dihiasi lambang Phoenix yang diselimuti api suci. Berbeda dengan kapal Benua Bawah, kapal ini bergerak tanpa hewan penarik. Formasi kristal di dalam lambungnya menjadi sumber tenaga.

Kapal itu milik Sekte Api Suci. Salah satu dari tiga sekte penguasa Benua Menengah.

Di haluan berdiri seorang pemuda tampan berambut merah panjang. Jubah peraknya berkibar tertiup angin. Tatapannya penuh kesombongan.

Namanya Yan Tianze.

Seorang tetua berjubah hitam berdiri di belakangnya.

“Tuan Muda Yan, kita hampir meninggalkan wilayah udara Benua Bawah dan memasuki Lautan Pasir.”

Yan Tianze mendengus.

“Tempat tandus ini benar-benar menjijikkan. Qi-nya begitu tipis. Kalau bukan karena kabar tentang Api Pembakar Surga di Reruntuhan Lautan Pasir, aku tak akan datang kemari.”

Ia hendak kembali ke kabin.

Namun, tiba-tiba cahaya merah menyala dari kejauhan.

Sebuah pusaran besar menembus awan dan menarik Qi dari segala penjuru.

Yan Tianze berhenti.

Tatapannya berubah serius.

“Fenomena sebesar ini... Bahkan di Benua Menengah hanya muncul saat harta besar lahir atau seorang jenius berdarah Kaisar menerobos.”

Ia menoleh pada tetua di belakangnya.

“Tetua Gui, apa itu?”

Tetua Gui segera menyebarkan Kekuatan Jiwanya.

Sesaat kemudian, wajahnya berubah pucat.

“Tuan Muda...itu bukan harta karun.”

Ia menatap pusaran merah di kejauhan dengan tak percaya.

“Seseorang di Ibukota sedang menerobos ke Pembentukan Fondasi.”

"Hanya Pembentukan Fondasi?" Yan Tianze tertawa meremehkan. "Terobosan macam apa yang bisa menyedot Qi satu kota sampai langit berubah merah? Bahkan saat aku membentuk fondasi, tidak pernah ada fenomena sebesar ini!"

"Itulah yang mengkhawatirkan, Tuan Muda." Suara Tetua Gui bergetar. "Fondasi orang ini terlalu mengerikan. Jika dibiarkan tumbuh, dalam lima tahun ia bisa mengancam kedudukan Sekte Api Suci. Selain itu... hamba merasakan aura Yin murni dari sumber pusaran. Tubuh seperti itu sangat cocok untuk kultivasi ganda Anda."

Mata Yan Tianze langsung berkilat penuh keserakahan. Ia tidak terima ada seseorang dari Benua Bawah yang mampu menciptakan fenomena melampaui dirinya.

"Putar kapal!" perintahnya sambil menjilat bibir. "Aku ingin melihat siapa yang berani membuat langit berdarah. Hancurkan Dantiannya dan rampas rahasia kultivasinya. Sedangkan wanita itu... bawa kepadaku."

"Baik, Tuan Muda!"

Kapal raksasa Sekte Api Suci berbelok tajam. Ia menukik menembus lautan awan seperti meteor merah yang membawa malapetaka menuju Ibukota Langit Angin.

***

Kembali ke paviliun.

Pusaran Qi perlahan mereda. Langit yang semula merah darah kembali gelap. Seluruh energi alam yang terkumpul telah diserap ke dalam tubuh Lin Xuan.

Debu perlahan jatuh.

Lin Xuan membuka matanya.

Sinar emas memancar dari pupilnya dan menembus dinding kayu. Napasnya panjang dan tenang. Tubuhnya kini seputih giok. Namun, di balik kulit itu tersembunyi kekuatan sekeras berlian.

Ia mengepalkan tangannya.

Krak!

Udara di telapak tangannya pecah akibat tekanan yang begitu kuat.

"Tahap Pembentukan Fondasi Awal."

Lin Xuan tersenyum tipis.

"Fondasi Singgasana Kaisar berhasil terbentuk. Dengan Qi sepadat ini, kultivator Inti Emas pun bisa kuhancurkan dengan satu tangan."

Su Yue'er dan Xiao Ya menatapnya dengan kagum. Di mata mereka, Lin Xuan sudah tidak seperti manusia biasa. Ia lebih menyerupai dewa purba yang baru turun ke dunia.

Namun, sebelum sempat menikmati hasil terobosannya, Kekuatan Jiwa Lin Xuan menangkap dua aura kuat dari langit.

Sebuah kapal raksasa sedang melayang di atas Ibukota.

Satu aura berada di Tahap Inti Emas Awal.

Satu lagi berada di Tahap Jiwa Baru Lahir.

Keduanya telah mengunci paviliun Lin Xuan. Niat membunuh yang angkuh terasa jelas.

Senyum Lin Xuan perlahan melebar.

"Tampaknya aku belum boleh beristirahat malam ini."

Ia berdiri dan menatap langit.

"Sekte Api Suci dari Benua Menengah? Berani menyentuh orang-orangku?"

Tatapannya berubah dingin.

"Kebetulan sekali. Pedangku baru saja ditempa. Kini aku membutuhkan darah yang cukup kuat untuk menguji ketajamannya."

1
Arinto Ario Triharyanto
mantap Thor
Aman Wijaya
gaaas pooolll njeduk Thor lanjut terus 💪💪💪💪
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos pooolll Thor 💪💪💪
Aman Wijaya
ini baru mantab Lin Xuan lanjutkan aksimu terus bikin dunia berguncang
Aman Wijaya
top top markotop lanjut terus Thor
Aman Wijaya
jooooz pooolll Lin Xuan lanjutkan aksimu
Arinto Ario Triharyanto
mantap nih👍
Rinaldi Sigar
lnjut
Aman Wijaya
mantab pooolll Lin Xuan lanjutkan aksimu
Aman Wijaya
babat semuanya Lin Xuan biar keluarga Zhao lenyap semua
Aman Wijaya
mantab Lin Xuan habisi aja tuh Lin Hao biar ayahnya stres
Aman Wijaya
api teratai bumi udah ada di tangan Lin Xuan
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos lanjut terus Thor
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor 💪💪💪 terus
Aman Wijaya
lanjut terus
Aman Wijaya
mantull Thor lanjut terus semangat semangat semangat
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
Saifuloh Oting
Thor,,yg membuat cerita ini begitu epic,.... mantap Thor...
Celestial Quill: Terimakasih, gas terus💪💪
total 1 replies
Aman Wijaya
semangat Lin Xuan
Green Boy
Jos ceritanya
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai keluarga ouyang sampai ke akar akarnya panjang tubuh mereka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!