NovelToon NovelToon
Super Sistem Pekerjaan Impian

Super Sistem Pekerjaan Impian

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Setelah dipecat dari pekerjaannya dan diputuskan oleh sang pacar di hari yang sama, Bima Aditama mengira hidupnya telah hancur, hingga sebuah "Sistem Pekerjaan Impian" mendadak muncul dan memutarbalikkan nasibnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Di dalam mobil, Nadhira akhirnya tidak bisa menahan tawa kecilnya.

"Kamu benar-benar tahu cara mempermalukan orang sombong, Bima."

Bima melirik dari kaca spion tengah sambil memutar kemudi dengan santai.

"Saya cuma mengatakan fakta, Bu."

"Kalau dia memang pintar, dia tidak akan pamer di depan orang yang salah."

Nadhira menyandarkan punggungnya di jok kulit yang empuk dan menatap profil samping wajah Bima.

"Tadi kamu memanggilku Bu?"

"Sekarang kita sedang di luar kantor, dan kamu juga bukan bawahanku lagi."

"Panggil saja aku Nadhira."

Bima menaikkan satu alisnya sedikit terkejut mendengar permintaan itu.

Seorang bos besar memintanya memanggil dengan nama depan? Ini kemajuan yang cukup pesat.

"Baiklah, Nadhira."

"Jadi, kita mau mengebut atau jalan santai ke bursa efek pagi ini?" goda Bima dengan nada santai.

"Aku ada rapat tiga puluh menit lagi, dan jalan protokol sedang macet parah."

"Coba buktikan padaku kalau kemampuan menyetirmu memang lebih hebat dari Kevin tadi."

Nadhira menantang Bima dengan senyum tipis di bibirnya.

Bima tersenyum lebar mendengar tantangan itu.

Sistem tidak hanya memberinya mobil, tapi juga insting mengemudi sekelas pembalap profesional.

"Pasang sabuk pengamanmu erat-erat, Nadhira."

Bima menekan sebuah tombol di konsol tengah yang mengubah mode berkendara mobil menjadi mode sport.

Suara knalpot seketika berubah menjadi lebih garang dan berat.

Mobil SUV raksasa itu mulai berakselerasi dengan kecepatan yang membuat punggung Nadhira menempel keras ke kursi.

Bima membelah kemacetan pagi dengan gerakan yang sangat lincah bagaikan menari di atas aspal.

Dia mengambil celah tersempit di antara dua truk besar tanpa ragu sedikit pun.

Nadhira memejamkan matanya sejenak saat mengira mobil mereka akan menabrak trotoar.

Srrrtt.

Namun Bima memutar setir dengan sangat halus, membuat mobil meluncur aman tanpa goresan sama sekali.

Nadhira kembali membuka matanya dan melihat betapa tenangnya wajah Bima saat melakukan manuver berbahaya itu.

Satu tangannya memegang kemudi sementara tangan lainnya bertumpu santai di sandaran lengan.

Tidak ada kepanikan, tidak ada keringat, hanya fokus murni seorang ahli.

Ting.

[Sistem Pekerjaan Impian: Penilaian Ekstra Terdeteksi]

[Keterampilan mengemudi Host telah memberikan kesan mendalam pada penumpang VIP]

[Kemajuan Tugas: 3/10]

Bima mengabaikan suara notifikasi itu dan tetap fokus pada jalanan di depannya.

Hanya butuh waktu lima belas menit untuk menembus rute yang biasanya memakan waktu empat puluh lima menit.

Cittt.

Mobil berhenti dengan sangat mulus tepat di lobi Gedung Bursa Efek.

Nadhira menghela napas panjang, mencoba menetralkan detak jantungnya yang berpacu kencang.

Bukan karena takut, tapi karena sensasi adrenalin yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.

"Bagaimana layanan pengemudi amatiran ini?" tanya Bima memecah keheningan.

Nadhira menoleh dan menatap Bima dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Kamu benar-benar gila, Bima."

"Tapi harus kuakui, kamu pengemudi terbaik yang pernah aku tumpangi."

Nadhira merapikan blazernya yang sedikit berantakan lalu bersiap membuka pintu.

"Tunggu aku di kedai kopi seberang jalan, rapatku mungkin butuh waktu sekitar dua jam."

"Siap, Bos," jawab Bima dengan nada bercanda.

Nadhira tersenyum kecil lalu melangkah keluar dari mobil dengan anggun.

Bima memperhatikan Nadhira memasuki gedung bursa saham itu sebelum akhirnya memajukan mobilnya mencari parkir.

Dia memarkirkan mobilnya di area teduh dekat kedai kopi yang ditunjuk Nadhira.

Pekerjaan sebagai pengemudi pribadi ternyata punya keuntungan tersendiri.

Dia bisa bersantai minum kopi sambil tetap dibayar argo penuh oleh bos besar.

Bima turun dari mobil dan menyeberang jalan menuju kedai kopi tersebut.

Baru saja Bima melangkah masuk ke dalam kedai, langkahnya terhenti.

Di salah satu meja sudut dekat jendela, duduk seorang wanita yang sangat familiar di matanya.

Wanita itu sedang asyik meminum es kopi sambil tertawa manja bersama seorang pria berkemeja rapi.

Itu adalah Bella, mantan pacarnya yang baru saja memutuskan hubungan dengannya kemarin siang.

Bima mendecakkan lidahnya pelan.

"Dunia ini sepertinya sengaja mempertemukanku dengan orang-orang dari masa lalu," batin Bima santai.

Dia tidak berniat menyapa atau membuat keributan.

Bima melangkah menuju meja kasir untuk memesan minuman favoritnya tanpa mempedulikan keberadaan Bella.

Namun, suara tawa dari meja sudut itu mendadak terhenti.

Bella menyipitkan matanya menatap punggung pria yang sedang berdiri di depan kasir.

Kemeja flanel pudar itu sangat dia kenali.

"Bima?" panggil Bella dengan suara cukup keras.

Bima menghela napas pelan sebelum membalikkan badannya menghadap meja sudut tersebut.

"Hai, Bella."

Bima membalas sapaan itu dengan wajah datar seolah menyapa orang asing di jalan.

Bella bangkit dari duduknya dan menatap Bima dengan pandangan meremehkan dari atas sampai bawah.

"Kamu mengikuti aku sampai ke sini ya?" tuduh Bella tanpa basa-basi.

Bima mengangkat sebelah alisnya tak percaya dengan tingkat kepercayaan diri wanita di depannya ini.

"Mengikuti kamu?"

Bima tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya.

"Jangan terlalu percaya diri, Bella. Aku kemari cuma mau beli kopi."

Pria yang duduk bersama Bella ikut berdiri dan merangkul pinggang wanita itu dengan protektif.

"Ini mantan pacarmu yang gembel itu, Bel?" tanya pria itu dengan nada mengejek.

Bella mengangguk sambil bersandar manja di bahu pria barunya.

"Iya Sayang, ini Bima."

"Sepertinya dia jadi pengangguran putus asa yang membuntutiku karena tidak rela aku putusin."

Bima bersandar santai di meja kasir sambil melipat kedua lengannya di dada.

Dia ingin melihat sejauh mana drama konyol ini akan berjalan.

1
Naga Hitam
wahh tidak ada truk tronton
YUI: tidak perlu ketabrak truk dulu🤣🤣
total 1 replies
Yuliana Tunru
bodoh dan arogan x kau vina ..tak sabar mau tau gmn reaksi x saat tau siapa bima 🤣🤣 makin seruuu dan yg pasti up x benar2 bikin puasss 👍👍
Oarashi
gas
Yuliana Tunru
cuma bisa bilang wooow bima ..cslon pacar udaman tuh siska 🤭🤭
Kasma Wati
.🤣🤣🤣🤣🤣
Heri Susanto8246
bodoh
Yuliana Tunru
up x ndk kaleng3 ..ma kasih thorr 💪💪 trs ya 👍👍
aldo
lanjut author semangat terus 🙏🙏🙏🙏
Yuliana Tunru
cerita yg bagus thorr wuka gaya bima yg tenang tp cerdik..bonus vote buat kisah mu
YUI: terimakasih kak☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!