NovelToon NovelToon
SISTEM IQ TAK TERBATAS

SISTEM IQ TAK TERBATAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Tommy Nugroho adalah siswa kelas 2 SMA yang harus tinggal kelas dan selalu menjadi bahan tertawaan karena nilai-nilainya yang hancur berantakan.

Kehidupannya yang menyedihkan dan penuh ejekan berubah drastis pada suatu malam ketika sebuah layar biru misterius muncul di kamarnya dan memberinya Sistem IQ Tak Terbatas.

Alih-alih memamerkan kejeniusan barunya yang kini mampu memecahkan masalah tersulit dalam hitungan detik, Tommy memilih untuk tetap berpura-pura menjadi murid bodoh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Mobil van abu-abu milik sekolah melaju membelah jalan raya kota yang cukup padat pagi itu.

Di dalam mobil, suasana terasa sangat tegang dan sunyi.

Pak Darmawan duduk di kursi depan menemani sopir sekolah, sementara Nadin dan Tommy duduk di kursi belakang.

Nadin terus menggigit kuku ibu jarinya sambil menatap buku rangkuman olimpiade di pangkuannya.

Sesekali gadis itu melirik ke arah Tommy yang sedang menyandarkan kepalanya di kaca jendela dengan mulut sedikit terbuka.

"Tom, lo bisa gak sih mukanya jangan kayak orang baru bangun tidur gitu?" tegur Nadin dengan nada kesal.

"Ini olimpiade tingkat kota, bukan acara kemah sekolah!"

Tommy mengerjapkan matanya dan mengusap ujung bibirnya yang berpura-pura ngiler.

"Maaf, Din, jalannya mulus banget jadi aku ngantuk," jawab Tommy sambil nyengir lebar.

Nadin membuang muka dengan rasa frustrasi yang luar biasa.

Gadis pintar itu merasa seperti sedang membawa sebuah bom waktu bersamanya.

Jika Tommy mengacau di panggung nanti, nama baik SMA Garuda dan reputasinya sebagai juara kelas akan hancur lebur di hadapan sekolah-sekolah elite lainnya.

"Bapak harap kalian berdua sudah siap," ucap Pak Darmawan dari kursi depan tanpa menoleh ke belakang.

"Fokus pada babak penyisihan pertama, kita harus bisa masuk ke jajaran sepuluh besar untuk lolos ke babak utama besok."

"Baik, Pak," jawab Nadin mantap.

"Iya, Pak, saya bakal dukung Nadin dari belakang," sahut Tommy dengan suara bersemangat yang terdengar sangat bodoh.

Tiga puluh menit kemudian, mobil van itu memasuki area parkir sebuah gedung konvensi besar di pusat kota.

Ratusan murid berseragam dari berbagai sekolah menengah atas bergengsi sudah memenuhi area pendaftaran.

Spanduk besar bertuliskan "Olimpiade Akademik Kota 2026" membentang di atas pintu masuk utama.

Saat Tommy, Nadin, dan Pak Darmawan berjalan memasuki lobi gedung, puluhan pasang mata langsung menatap ke arah mereka.

"Lihat itu, perwakilan dari SMA Garuda," bisik seorang siswi dari sekolah lain.

"Kudengar SMA Garuda tahun ini nyaris tidak lolos kualifikasi karena rata-rata nilai sekolah mereka menurun."

Bisik-bisik meremehkan itu terdengar jelas di telinga Nadin, membuat langkah kakinya semakin kaku.

Namun bagi Tommy yang memiliki IQ seratus sembilan belas, semua suara itu tidak lebih dari sekadar dengungan nyamuk yang tidak penting.

"Selamat pagi, Pak Darmawan," sapa sebuah suara angkuh dari arah belakang.

Mereka bertiga menoleh dan melihat seorang pria berjas rapi berjalan menghampiri mereka.

Di belakang pria itu, berdiri dua orang murid laki-laki dan perempuan dengan seragam merah marun yang sangat mewah.

Mereka adalah perwakilan dari SMA Nusantara, sekolah elite yang selalu memenangkan olimpiade ini selama tiga tahun berturut-turut.

"Selamat pagi, Pak Lukas," balas Pak Darmawan dengan senyum yang sedikit dipaksakan.

"Tumben sekali SMA Garuda mengirimkan murid baru tahun ini, biasanya selalu Reyhan yang menjadi andalan," ucap Pak Lukas melirik sinis ke arah Tommy.

Murid laki-laki berseragam merah marun di belakang Pak Lukas maju selangkah dengan senyum meremehkan.

"Saya Leo, kapten tim SMA Nusantara," sapa anak itu sambil mengulurkan tangan ke arah Nadin.

Nadin menyambut jabatan tangan itu dengan sopan. "Nadin."

Mata tajam Leo lalu beralih menatap Tommy dari atas sampai bawah.

Postur Tommy yang membungkuk dan wajahnya yang terlihat linglung membuat Leo tertawa kecil.

"Dan kamu pasti yang menang seleksi sekolah karena gambar jaring laba-laba itu ya?" ejek Leo terang-terangan.

Kabar tentang kemalangan Reyhan yang dikalahkan oleh 'si bodoh yang beruntung' ternyata sudah menyebar luas di kalangan guru pembimbing lintas sekolah.

Wajah Nadin seketika memerah menahan malu mendengar ejekan dari juara bertahan tersebut.

Tommy hanya menggaruk kepalanya dengan raut wajah kebingungan.

"Iya, namaku Tommy, salam kenal Kak Leo," jawab Tommy menyambut jabatan tangan Leo dengan genggaman yang sengaja ia buat sangat lemah.

Leo menarik tangannya dengan cepat seolah baru saja memegang sesuatu yang menjijikkan.

"Jangan menangis kalau sekolah kalian tereliminasi di babak pertama, ya," bisik Leo dengan nada congkak sebelum berlalu pergi mengikuti gurunya.

Nadin mengepalkan tangannya kuat-kuat menahan emosi.

"Sombong banget anak itu," gerutu Nadin pelan.

"Biarkan saja, Din, buktikan di atas panggung nanti," ucap Pak Darmawan menenangkan muridnya.

Setelah proses pendaftaran selesai, seluruh peserta diarahkan memasuki aula utama yang sangat luas.

Terdapat lima puluh meja dengan tombol bel di atasnya, masing-masing meja ditempati oleh dua orang perwakilan dari setiap sekolah.

Tommy dan Nadin mendapat meja nomor tujuh belas di barisan tengah.

Di atas meja mereka terdapat layar monitor kecil yang akan menampilkan skor sementara.

"Perhatian seluruh peserta, babak penyisihan cepat akan segera dimulai," umumkan dewan juri dari atas panggung utama.

"Babak ini terdiri dari seratus soal campuran. Tim yang menekan bel paling cepat berhak menjawab."

"Jawaban benar mendapat sepuluh poin, jawaban salah akan dikurangi lima poin."

Suasana aula seketika menjadi sangat sunyi dan tegang.

Nadin meletakkan tangan kanannya tepat di atas tombol bel, siap untuk menekannya kapan saja.

Sementara Tommy sengaja memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana, terlihat sangat santai dan tidak peduli.

"Soal pertama, bidang biologi molekuler," suara dewan juri menggema dari pengeras suara.

"Sebutkan nama enzim spesifik yang bertanggung jawab untuk membuka untai ganda DNA selama proses replikasi!"

Teng!

Suara bel pertama langsung berbunyi kurang dari satu detik setelah soal selesai dibacakan.

Layar monitor di depan meja tim SMA Nusantara menyala hijau terang.

Leo berdiri dengan senyum angkuh yang melekat di wajahnya.

"Enzim Helikase," jawab Leo dengan suara lantang dan penuh percaya diri.

"Benar! Sepuluh poin untuk SMA Nusantara."

Sorakan tepuk tangan langsung menggema dari barisan penonton yang berada di tribun atas.

Nadin menggigit bibir bawahnya, merasa sedikit tertinggal karena ia baru saja akan menekan tombol bel tersebut.

"Soal kedua, bidang sejarah dunia."

"Pada tanggal berapa perjanjian Versailles ditandatangani untuk mengakhiri Perang Dunia Pertama secara resmi?"

1
Adelina Lin
thor, buat Clarissa dan keluarganya juga prof. handoko dipermalukan diacara Olimpiade, dan titel juara Clarissa di cabut, karena dia memenangkan oliampide yang dulu pun tidak jujur.
Wega Luna
kadang lelucon konyol selain untuk menghibur bisa jadi pisau bermata dua,aku sering memakai lelucon konyol untuk membungkam orang tua wali murid yang gengsinya gede ,teman yang sok pamer atau sok pintar, atau orang yg ngerasa dirinya itu spesial,,,🤣🤣🤣🤣
Nissa Safira: WKWKWK KAKAK INI SENIORNYA TOMMY SIH😂🤣
Bener banget kak, saya setuju banget sih!
Lelucon konyol itu senjata paling ampuh buat ngadepin orang yang gengsinya selangit. Kalau kita ladenin serius, kita capek. Kalau kita bales pakai joke receh tapi logikanya nusuk, yang gengsi gede itu yang malah keliatan bodoh sendiri.
Tommy itu emang saya inspirasikan dari orang-orang kayak kakak ini kak, yang di luar keliatan cengengesan, tapi otaknya muter cepet buat ngebalikin analogi lawan😎🔥
total 1 replies
Wega Luna
secangkir kopi untuk Tommy👍👍👍
Wega Luna: gas ,,,,aku jadi penasaran🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣100 tom ,,,,👍
Night Watcher
ini outhor yg baik dan berfikiran maju, mau menerima kritik sekalipun pedas dgn lapang hati.
lanjut thor, tak sukreb deh outhor yg begini.
Nissa Safira: Waaaah makasih banyak kak 😭🙏
Seneng banget. Soalnya buat saya, pembaca yang mau komen pedes jujur itu berharga banget kak.
Kritik pedesnya kakak yang bikin novel ini bisa maju. Jadi jangan kapok komen pedes lagi ya kak!🥰🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
di bab² olympiade ini jujur sangat gak masuk akal, jd bikin bosen.
ini ajang olympiade, kenapa sempat terjadi perdebatan antara 2 peserta yg satu regu mewakili satu sekolah, tentang cara menjawab pertanyaan. ditambah setiap ahir jawapan ada kata "pak" dr tomi.
ini lebih cocok kalo di ajang diskusi di kelas.
Nissa Safira: Wah makasih banget kak udah jujur, ini masukan paling berharga buat saya 🙏
Bener kak, saya akui bab olimpiade ini memang agak maksa. Harusnya kan cerdas-cepat, Teng! Jawab! Teng! Jawab selesai, bukan malah debat satu regu di atas panggung 😅
Jujur niat saya pengen nunjukin kocaknya Tommy, tapi saya kebablasan naruh dramanya di tengah lomba, jadinya kesannya kayak diskusi kelas, bukan olimpiade kota. Maaf ya kak bikin bosen🙏🙏🙏
Makasih udah diingetin kak🤝🙏
total 1 replies
Night Watcher
mana ada diacara beginian peserta sempet bercakap² soal kecepatan ngitung...
Nissa Safira: HAHAHA bener banget kak 😅🙏
Iya kak kalau di olimpiade beneran mah, jangankan ngobrol, napas aja harus dihemat ya kak, waktunya mepet banget.
Itu aku sengaja lebay-in dikit kak biar dramanya dapet. Soalnya kalau aku tulis realnya:
Teng! Jawaban 8,55 jam. Benar.
Udah gitu doang, kan kempes kak gak ada greget keselnya si Leo 😂
Anggep aja itu adegan slow-motion ala film kak, di dunia nyata cuma 2 detik, tapi di novel aku lambatin biar pembaca bisa ngerasain Nadin yang otaknya udah mau meledak denger alesan ngawur Tommy.
Makasih koreksinya kak🤝🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
45 kyknya bukan ukuran kecil utk standar kaki org indo deh...
logis dikit kelesss..😇😇
Night Watcher
awas, ntar kepalanya melayang sendiri..🤭🤭🤭
Night Watcher
kok kakak kelas? kan sama² kls 12?
Night Watcher
tadi pas bell masuk, listrik padam. jd utk belnya mukul velg mobil yg digantung..🤭🤭🤭
Nissa Safira: WKWKWK IDE BAGUS KAK🤣🤣🤣
Kringgg! = bel listrik normal
Teng! Teng! Teng! = pas listrik padam, Pak Satpam mukul velg mobil yang digantung di pos satpam pake kunci inggris 😂
Makasih kak idenya! Mulai bab besok kalau ada tulisan Teng Teng Teng berarti di sekolah lagi mati lampu ya kak! Detailnya dapet banget!🤣🤣🤣
total 1 replies
Night Watcher
kadang "kringgg" kadang "teng tenggg"..🤭🤭
Nissa Safira: HAHAHA ketahuan deh 🤣 kamu udah jeli banget sih kak🤣🤣
Iya kak, itu aku yang typo pas nulis kebut-kebutan, kadang bel listrik tulisnya Kringgg! kadang bel manual tulisnya Teng Teng Teng! niatnya mau bedain bel kelas sama bel upacara, tapi malah jadi bikin bingung ya kak.
Makasih udah diingetin kak😅😅
total 1 replies
Night Watcher
duh... sayang banget, sistemnya masih manual.. gak matic ehh gak otomatis terpasang..🤭🤭
Nissa Safira: HAHAHA Iya kak, sengaja aku bikin sistemnya manual, gak matic🤣🤣
Kalau otomatis kepasang terus, Tommy jadi OP gak ada obat kak, 1 detik langsung dewa hacker. Gak seru dong, musuhnya belum sempet napas udah kalah😅
Jadi di novel ini sistemnya kayak alat tukang kak, dipasang kalau dibutuhin aja. Contohnya pas di warnet Berkah Net itu, dia aktifin Kriptografi Dasar dulu baru otaknya ngebut. Kalau dia lagi di kelas pura-pura bodoh, skillnya dia matiin biar akting begonya natural 100%.
Makanya Tommy harus mikir dulu "aku butuh skill apa nih buat lawan musuh ini?" bukan sistem yang mikirin buat dia. Biar kesannya dia yang ngendaliin sistem, bukan sistem yang ngendaliin dia💪🙏🙏
total 1 replies
Wega Luna
jujur otak aku emang GK ber-IQ 140 tapi pura pura bodoh itu keahlian ku🤣🤣🤣🤣🤣,jadi tahu mana yg bener bener baik atau gk🤣🤣🤣🤣lebih suka praktek langsung daripada teori, lanjutkan tom ,,,aku mendukungmu👍🤣🤣
Nissa Safira: HAHAHA kak ini komen paling jujur se-Indonesia! 🤣🤣🤣
Setuju banget kak, pura-pura bodoh itu skill dewa tau! Soalnya pas kita pura-pura bego, baru keliatan mana temen yang beneran baik kayak Nadin, mana yang toxic kayak Clarissa.
Tommy juga gitu kak, dia IQ 140 tapi sengaja jadi peringkat 31 biar bisa ngamatin semua. Orang pinter teori banyak, tapi yang jago praktek langsung di lapangan kayak kakak & Tommy itu yang paling bahaya 😎🙏🤣🤣
total 1 replies
Rifqy Channel
saya memohon kakak untuk bisa di publik Tommy itu supaya gak pura-pura bodoh lagi. biarkan untuk segera diungkapkan dan ikut serta Olimpiade dan juga ubah pura-pura nya. aku udah bosen kalo pura-pura terus. saya mau Tommy segera di ungkap aslinya😭🙏😭
Nissa Safira: Halo kak, terima kasih banyak udah baca sampai sejauh ini dan kasih masukan jujur! 🙏
Aku paham banget rasa bosennya kalau Tommy pura-pura terus. Justru itu yang mau aku bangun kak.
Kalau dia diungkap sekarang pas IQ 117, efeknya cuma "oh pinter". Tapi kalau dia diungkap nanti pas IQ 150+ di depan ribuan orang di Olimpiade kota, efeknya bakal "GILA MERINDING".
Aku lagi nabung rasa sakit hatinya biar nanti pas payback rasanya 10x lebih puas. Sabar sedikit lagi ya kak, panggung kota sudah dekat. Topengnya akan retak di sana🤣🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!