NovelToon NovelToon
Ketika Keberuntungan Memilihku

Ketika Keberuntungan Memilihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Not men

Seorang pemuda bernama Devan dia adalah seorang kurir paket yang hidup sederhana, tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah menemukan sebuah gelang giok misterius.

Sejak saat itu, keberuntungan mulai menghampirinya dan satu per satu wanita cantik memasuki kehidupannya.

Namun, siapa sebenarnya mereka dan mengapa semuanya terhubung dengan Devan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Not men, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 : Saat Takdir Memilihku

Terlihat Pakde leman badan nya mematung, mulut nya tak bisa bergerak dan badan nya seakan terpaku di atas tanah, begitupun para centeng nya, Mereka mengalami hal aneh, itu tentu akibat ulah dari Malea serta yang lain nya, Malea menjahili Pakde leman serta anak buah nya itu, Warga yang melihat keanehan itu tentu merasa Heran kenapa dengan Pakde Leman, dan anak buah nya, Tubuh Pakde Leman bergerak dengan sendiri nya, melangkah pergi dari halaman toko milik Devan.

"Sudah kalian mending pergi saja! Dari pada mencari masalah dengan tuan ku!" ucap Malea, namun tentu suara Malea tak terdengar oleh yang lain nya, hanya Devan saja yang dapat mendengar serta melihat Malea dan lain nya.

"B-badan ku! B-badan ku kenapa!" ucap Pakde Leman, Pakde Leman menjauh setelah berusaha mencari keributan di toko milik Devan

Devan hanya tertawa kecil melihat kejahilan dari Malea serta yang lain nya itu, Devan memberikan isyarat, kepada Malea agar menyudahi kejahilan nya itu, Malea yang mengerti segera kembali ke dalam rumah bersama yang lain nya.

"Nak Devan, kalo di gangguin lagi pakde Leman, mending panggil kita aja, nanti kita bantu hadang mereka" ucap seorang warga.

"Ahh itu tenang saja paman hal ini tidak akan terjadi lagi" jelas Devan

Devan membawa ibu nya masuk untuk membuat nya tenang, setelah dia berbincang dengan beberapa warga, dan menjelaskan apa yang terjadi, Devan membawa ibu nya kembali ke dalam Toko, Disana juga terdapat Vivi yang menemani Mariana, dan ikut menenangkan nya.

"Kenapa mereka terus menuduh kita yang tidak benar nak" ucap Lirih Mariana.

"Sudah biarkan saja bu mereka, selagi mereka tak berulah dan membuat kekacauan biarkan saja" jawab Devan

Setelah ibu nya tenang Devan pergi ke sebuah tempat bersama Yusa, sementara Vivi bersama ibu nya di toko dan di temani beberapa orang pekerja, Di perjalanan Devan dan Yusa berbincang banyak hal, Yusa menanyakan keanehan yang terjadi dan sering dia lihat di kediaman Devan

"Tempat kamu aneh van! Serius dah aku aja pernah lagi nyantai ngopi, baru sekali seruput, di tinggal noleh bentar udah abis kan aneh" ucap Yusa seraya menyetir.

Devan yang berada di samping nya lantas tertawa, saat mendengar celotehan sahabat nya itu "Yaelahh yus! Palingan gak sadar kamu, sekali teguk langsung habis hahaha" timpal Devan di iringi tawa.

"Tapi aku serius Van!" sambung Yusa.

Devan terdiam saat mendengar hal itu, sementara Malea yang ngintil di belakang Kemudian tertawa melihat expresi Yusa sahabat Devan itu Kini Devan tau bahwa itu adalah ulah dari Malea yang selalu jahil. Kini Devan sampai di tujuan nya, sebuah tempat yang asing bagi Yusa.

Disana adalah sebuah kantor tempat dimana dulu Devan meminta bantuan teman arsitek nya, untuk membangun toko nya itu "Lah kantor apaan ini van?" tanya Yusa.

"Tempat kerja si Gilang, masih inget kan dia yang bantu aku buat toko itu" jelas Devan

"Terus mau ngapain kesini?",

"Niatnya si mau memperbesar usaha lagi, biar orang-orang di desa pada punya kerjaan" jelas Devan

Yusa pun mengangguk, dia salut kepada Devan dia bisa sukses dalam waktu sesingkat ini, meskipun Yusa penasaran darimana uang Devan berasal, dia tak mau menanyakan hal itu, karena itu bukan lah ranah nya Singkat waktu Devan selesai dengan urusan nya, dia berencana membuat sebuah pabrik kecil, pabrik yang akan mengelola bahan makanan. Agar warga desa memiliki pekerjaan, dan sedikit mengurangi pengangguran di desa nya.

Sementara Yusa yang menunggu di lobi kantor segera berdiri saat melihat kedatangan Devan dengan Gilang "Wihh yus! Apa kabar?" ucap Gilang seraya mengulurkan tangan nya untuk menjabat tangan Yusa.

Yusa menyambut hangat uluran tangan dari kawan lama nya itu. Kawan semasa SMA dulu. "Baik lang! Kamu apa kabar? Keren yaa udah sukses sekarang", tanya balik Yusa.

Gilang pun tersenyum hangat saat mendengar ucapan kawan lama nya itu. Mereka berbincang sesaat lalu kemudian pamit untuk kembali ke toko. "Baiklah Van! empat hari lagi tim kami akan survei tempatmu" ucap Gilang setelah Devan berpamitan.

Devan pun bergegas pergi setelah menjawab kawan lama nya itu. Devan Dan Yusa bergegas pergi dari kantor itu. Saat sampai di halaman toko Devan, turun namun sekilas dia melihat sosok, berjubah menatap ke arah nya namun sosok itu kembali menghilang, saat tau bahwa Devan memiliki pendamping.

"Mereka bahkan sudah disini tuan!" ucap Malea. nya. Devan tak menjawab nya karena masih terdapat Yusa bersama

Yusa kembali membantu pekerjaan toko, sementara Devan menuju ke kamar nya. Setelah berada di kamar, Devan lantas menanyakan siapa sosok yang dia lihat tadi kepada Malea.

"Siapa itu tadi?" tanya Devan

"Itu adalah sukma eyang suro! Dia mengincar gelang yang tuan miliki itu" jelas Malea.

"Sukma!?, maksud mu apa" tanya Devan

"Itu adalah salah satu ajian atau ilmu yang digunakan oleh seseorang untuk membuat diri nya berada di dua tempat sekaligus, namun sukma tersebut tidak terlalu bahaya, jika tuan berhadapan dengan eyang suro, mungkin saja tuan kalah karena kekuatan Tuan masih berada di bawah nya" jelas Malea.

Devan mengangguk mengerti, dan lantas dia bertanya kembali kepada Malea. "Lalu apakah aku bisa melakukan itu?" tanya Devan

"Tentu saja tuan, setelah ilmu mu sudah berada di tahap selanjutnya, maka tuan akan bisa melakukan ajian tersebut" jelas Malea.

Devan mengangguk mengerti. Lalu dia bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, tentu saja di temani selir2 nya yang memiliki tubuh menggoda, bagi seorang pria yang melihat nya. Devan sangat menikmati permainan para selir nya itu, Devan tak melewati setiap jengkal tubuh para selir nya itu, di raba di di elus dan bahkan meremas nya. Hingga mereka larut dan terbuai dalam kehangatan itu.

Setelah selesai melakukan aktivitas nya Devan segera bergegas keluar kamar, dia mencari makanan karena perut nya merasa keroncongan. Devan menikmati makanan yang di masak oleh Mariana ibu nya, masakan yang tak pernah absen dari menu Makan Devan sehari-hari sebuah masakan gulai ayam buatan ibunya, yang selalu menjadi menu Favorite Devan

Saat Devan sedang fokus dengan makanan nya itu, lewat lah Vivi menuju kamar kecil di area dapur. "Kau sudah makan Vi?" tanya Devan

Vivi lantas menoleh saat mendengar suara Devan di arah meja makan. "Ehh sudah tadi van!, kirain gak ada kamu" jawab Vivi "Bentar ya aku kebelet nih" sambung nya lagi.

Devan hanya tertawa kecil melihat tingkah Vivi itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!