*merried for revenge
bukan ajang perlombaan ini hanya sekedar balas dendam , balas dendam antar saudara yang tak kunjung padam.
liyan menatap nanar HP yang baru saja di banting hingga berserakan di lantai. emosi nya memuncak dan tak terkendali karena sang kekasih meninggalkan liyan demi memilih bertunangan dengan musuh bebuyutannya.
"5 tahun kita pacaran kau malah memilih laki laki sialan itu karena dia di pewaris. " umpat nya tertahan di antara rahang yang sudah mengeras
"brengsek!! "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2
...
..
Leon tertawa sumbang ketika melihat notifikasi HP yang tergeletak di meja. Dia berharap Zheya mengabarinya seperti biasa tapi itu notifikasi dari sang Tunangan.
apa pun alasan nya sudah jelas Zheya tidak menerima penjelasan apapun,
Maafkan aku'
Hanya itu pesan terakhir yang tertera di aplikasi chat yang hanya centang satu
"Dia memblokir ku.."
Pria itu melempar hp nya seakan tidak peduli dengan perempuan itu lagi.
Tuk tuk tuk suara langkah kaki Heels yang menggema diruang membuat sang CEO menoleh
"Ada apa mama kesini.?" Alih alih menyuruh ibu nya duduk Leon lebih memilih bertanya
"Leon.! Tidak bisa kah kamu libur hari ini??"
"Kamu akan menikah,. Harusnya kamu menemani calon istri mu sekarang.!" Sang ibu menatap lekat pada anaknya
"Aku sibuk ma.!"
"Sesibuk.. apa?? Bukan kah kamu yang meminta menikahi Adeline..?"
"Mama yang memaksa Leon menikah bukan?"
" Tapi kamu yang memilih Adeline sebagai calon istrimu,." Sang ibu kesal dengan sifat anaknya yg acuh tak acuh
"..."
Memang Leon lah yang ingin menikahi Adeline Margaret, model cantik beusia 28 tahun.
Kenapa dia tidak menikah saja dengan kekasihnya ketika sang mama menyuruh leon menikah. yang jelas alasannya dari kecil Leon selalu di wanti wanti sang mama agar memilih orang yang setara dengannya dari segi pertemanan maupun Percintaan.
Leon benar benar tidak ingin terlalu menyakiti Narumi Zheya terlalu dalam, dia juga tidak mau menentang orang tua.
Jadi selain Adeline tidak ada kandidat yang cocok untuk menjadi istrinya, dia sengaja menargetkan Adeline dengan perjodohan ini. Tidak ada yang akan menolaknya bukan? Buktinya saja Adeline menerima lamarannya.
Jelas sekali tujuan utama dari pernikahannya menghancurkan seseorang Yang dia benci.
Kebenciaannya itu terlalu dalam tidak sebanding dengan rasa cinta untuk sang kekasih.
Sebenarnya bisa saja Leon kekeh menikahi Zheya orang tua nya mungkin akan Luluh dengan sedikit perjuangan mendapat restu.
__
Zheya bekerja seperti biasa menghabis kan waktu mengurus proyek yang dia tangani sampai selesai Dan setelah itu perempuan itu berencan resign.
"Zhe,.!"
"Makan yukk di tempat biasa,yang lain nungguin noh disana."
"Dea lu kenapa ngos ngos-ngosan gitu?,. Perkara ngajak makan doang." Mau heran tapi teman nya yang satu ini agak lain emang
"Udah di pesan menu biasa.." Renata mengacungkan jempol cengengesan memamerkan gigi nya kearah Zheya dan Dea yang menghampirinya.
"Yuhhu,. ayoo makan selagi anget.." ucap Cherry yang mendekatkan makanan di depan nya.
Hening sesaat mereka menikmati makanan mereka dengan hikmat.
" Oh yaa,. Pak boss mau menikah 2 Minggu lagi, kalian udah pada tau.." celetuk Cherry Tampa dosa
"Jan Ngada Ngada dari mana lu tau.." geplakan dari Clara untuk Cherry yang asal bicara.
"Idihh, gw gak bawa berita hoax kali..!" Cerry memonyongkan bibirnya kesal setelah menerima geplakan dari sahabat nya
"Beneran Cher!?"
"Iya De, serius gw mah. Kemarin bokap dapat undangan.gw liat sendiri undangannya."
"Siapa calon istrinya Cher!?"
"Ntuhh, model terkenal itu..clar!"
"Siapa namanya tuhh, Adeline Margaret!! Iya sih Adeline Adeline itu.." Cherry menjawab pertanyaan mereka ala ala Mak Mak tukang gosip..
Hening sesaat ketika mereka mendengar deheman kecil dari Renata. Harus nya mereka tidak heboh bergosip kan, seakan lupa dengar perasaan sahabat nya.
"Maap,." Cherry merasa bersalah
"Buat.." setelah sekian lama diam akhirnya Zheya membuka suara
"Karena gw ga mikirin perasaan lu Zhe..! Maapin yaa."
"Iya gpp, santai lagian gw juga ga peduli..."
The best banget ga tuh Zheya memang pandai mengontrol emosi, kebohongan nya sedikitpun tidak terlihat dimatanya, ekspresi dingin yang lebih mendominasi di wajahnya.
" lagian gw mau resign seminggu lagi.." Ucapnya dengan sumbringah seakan dia merasa bebas dari sang boss yang selalu menyita waktunya
"Lu beneran mau resign??" Renata menatap penuh kekawatiran
Renata teman nya yang paling kalem, tidak neko neko dan berpikiran dewasa. Renata sepupunya Cherry anak dari kakak ibunya.
"Gw serius..!" Ucapnya santai
"Lu kalau mau cerita cerita deh Zhe jangan di pendam.." Dea menatap khawatir
"Iya gw gpp.. serius De, lu kan tau restoran gw lagi rame rame nya sekaran.."
"Mau fokus aja ngurusin resto.." katanya tidak terlihat sedikit cela pata hati yang dia rasakan, sangat santai benar benar seperti orang yang tidak peduli
"Bukan itu yang gw tanya.."
"Lu mau nangis nangis aja,. Lu harus cerita biar beban berat lu ringan, kita semua ada buat lu.." lagi lagi Dea tidak percaya jika sahabatnya baik baik saja
" Serius De.. gw gpp, dari awal gw tau alurnya kayak gini"
"Dari awal gw udah antisipasi kejadian yang kaya gini"
"Bohong banget kalo gw ga sakit hati ya,!" Kekehan kecil keluar begitu saja
"Zhe, gw benar² minta maap ya.." Cherry tiba tiba saja memeluk dan menangis
Maklum lah Cherry paling manja di antara mereka dia terlahir di keluarga kalangan atas. Keluarganya kaya raya hanya saja dia memilih bekerja dengan Huang C, agar lebih mandiri dan lebih dekat dengan teman temannya.
"Gw bakalan resign juga.." celetuk Renata membuat semua orang menoleh padanya.
"Kenapa ta.?"
"Gw mau jadi manager nya si Zheya.. di resto" renata cengengesan memamerkan giginya
"Hellah ga gitu juga ya..." Clara. Kesal mendengar celetukan dari Renata
"Lah kenapa saham gw ada lohh di Resto nya si Zhe... Ye kan zhee."
"Boleh juga ide lu tong.." sahut Zheya
"Gua juga mau resign ahhh, capek kerja juga.."
"Lu serius Cher.. terus kita tinggal ber 2 lagi." Dea menatap tak percaya pada teman-teman nya.
"Lah apa salah nya.."
"Ga gitu juga Cher lu mau jadi pengangguran.." Clara mencebik heran kearah cherry
"Iyaa. Pengangguran sukses ." Tukas Cherry Tampa dosa
"Oh ya gw lupa lo kan Holang kaya.." ucap Dea mengibaskan tangannya
*
"Boss"
Khen menghampiri liyan dan memberikan berkas berkas yang dikirim Kaii.
"Hmpp.." smirk tercetak di wajah dingin Liyan
"Awasih perempuan itu, suruh Kaii cari tau"
Liyan beranjak dari ruangannya memutuskan untuk pergi menemui kekasih nya, maksudnya menemui Sang mantan.
"Apa lagi liyan??"
Adeline mendesis tidak percaya ketika laki laki ini meminta menemuinya padahal sebelumnya dia menatap jijik ke arahnya
"Margaret,!!" Penekanan intonasi yang sangat kentara dari bibir liyan
"Apakah kamu bahagia??"
"Segitu tidak senangnya melihat ku!?" Liyan sangat benci melihat ekspresi Adeline seperti itu
"Bukan kah kita tidak ada urusan lagi? Kita sudah berakhir liyan."
"Kamu yakin dengan pria sialan itu??" Tidak ada basa basi lagi, dari mulut nya keluar intonasi mengejek
"Dia lebih baik dari mu.!"
"Ohh benarkah,!?"
"Karena dia pewaris!?" Kekehan kecil terdengar di bibir liyan
"Kenapa kamu menyalahkan Leon liyan ??"
"Harusnya kamu sadar diri bukan..!?" Nada tak kalah mengejek keluar dari bibir mungil wanita itu
"Kamu terlalu menyanjung laki laki itu Margaret.."
liyan sungguh muak mendengar ocehan wanita didepannya