NovelToon NovelToon
Getting Married On The Rebound

Getting Married On The Rebound

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Balas Dendam
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Jee Jee

*merried for revenge

bukan ajang perlombaan ini hanya sekedar balas dendam , balas dendam antar saudara yang tak kunjung padam.

liyan menatap nanar HP yang baru saja di banting hingga berserakan di lantai. emosi nya memuncak dan tak terkendali karena sang kekasih meninggalkan liyan demi memilih bertunangan dengan musuh bebuyutannya.

"5 tahun kita pacaran kau malah memilih laki laki sialan itu karena dia di pewaris. " umpat nya tertahan di antara rahang yang sudah mengeras

"brengsek!! "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2

...

..

Leon tertawa sumbang saat menatap notifikasi ponsel yang tergeletak di atas meja. Sedetik ia sempat berharap itu adalah kabar dari Zheya seperti biasanya, namun nyatanya, pesan itu datang dari sang tunangan.

Apapun alasannya, sudah jelas Zheya tidak akan menerima penjelasan apa pun darinya.

‘Maafkan aku.’

Hanya itu pesan terakhir yang Leon kirimkan. Pesan yang kini hanya menyisakan tanda centang satu di aplikasi chat-nya.

"Dia memblokirku..." gumamnya getir.

Leon melempar ponselnya kasar, mencoba bersikap seolah ia tidak lagi memedulikan perempuan itu. Tak lama, suara ketukan high heels yang menggema di ruangan membuat sang CEO menoleh.

"Ada apa Mama ke sini?" Alih-alih mempersilakan duduk, Leon justru bertanya dengan nada dingin.

"Leon! Tidak bisakah kamu libur hari ini?" sang ibu menatap putranya lekat-lekat. "Kamu akan menikah. Harusnya kamu menemani calon istrimu sekarang!"

"Aku sibuk, Ma."

"Sesibuk apa? Bukankah kamu sendiri yang meminta untuk menikahi Adeline?"

"Mama yang memaksa Leon menikah, kan?"

"Tapi kamu yang memilih Adeline sebagai calon istrimu!" bentak sang ibu, habis kesal menghadapi sikap putranya yang acuh tak acuh.

Leon terdiam.

Memang benar, Leon-lah yang memutuskan untuk menikahi Adeline Margaret, model cantik berusia 28 tahun itu. Banyak yang bertanya, kenapa ia tidak memperjuangkan kekasihnya saja saat sang ibu mendesak? Alasannya klasik; sejak kecil, Leon selalu didoktrin ibunya agar memilih pasangan yang setara dalam segala hal.

Sebenarnya, Leon tidak ingin menyakiti Narumi Zheya terlalu dalam. Ia juga tidak ingin menentang orang tuanya. Baginya, jika bukan Zheya, maka hanya Adeline kandidat yang cocok menjadi istrinya. Ia sengaja menargetkan Adeline dalam perjodohan ini. Tidak ada yang akan menolaknya, bukan? Buktinya, Adeline langsung menerima lamarannya.

Namun di balik itu semua, tujuan utama pernikahan ini adalah untuk menghancurkan seseorang yang sangat ia benci. Kebencian itu telah mengakar terlalu dalam, hingga sanggup menelan rasa cintanya pada Zheya.

Padahal, jika saja Leon mau sedikit keras kepala, orang tuanya mungkin akan luluh dan memberikan restu untuknya dan Zheya.

Tapi dendam telah memilihkan jalan lain baginya.

Zheya tetap bekerja seperti biasa. Ia menenggelamkan diri dalam proyek yang sedang ia tangani. Rencananya sudah bulat: selesaikan tugas ini, lalu segera mengajukan pengunduran diri.

"Zhe!"

"Makan yuk di tempat biasa. Yang lain sudah nunggu di sana, nih!"

Zheya menatap temannya heran. "De, lu kenapa sampai ngos-ngosan begitu? Padahal cuma ngajak makan doang." Temannya yang satu ini memang selalu unik.

"Udah gue pesen menu biasa, ya!" Renata mengacungkan jempol sambil memamerkan cengiran khasnya ke arah Zheya dan Dea yang baru saja bergabung.

"Yuhuuu! Ayo makan selagi anget," seru Cherry penuh semangat.

Suasana sempat hening sejenak saat mereka menikmati hidangan dengan khidmat.

"Oh ya, Pak Bos mau menikah dua minggu lagi. Lu pada udah tahu belum?" celetuk Cherry tanpa dosa.

"Jangan ngada-ngada lu! Dari mana lu tahu?" Clara refleks menggeplak lengan Cherry yang asal bicara.

"Idih, gue nggak bawa berita hoax ya!" Cherry mengerucutkan bibirnya kesal karena

dianggap berbohong.

"Beneran, Cher?" tanya Dea meyakinkan.

"Iya, De, serius gue mah. Kemarin bokap dapet undangannya. Gue liat sendiri."

"Siapa calon istrinya?" tanya Clara penasaran.

"Itu lho, model terkenal... siapa namanya... Adeline Margaret! Iya, si Adeline itu," jawab Cherry dengan gaya ala tukang gosip.

Hening mendadak menyergap ketika terdengar deheman kecil dari Renata.

Mereka baru tersadar kalau sudah bergosip terlalu jauh di depan sahabat mereka sendiri yang perasaannya sedang hancur.

"Maaf..." cicit Cherry merasa bersalah.

"Buat apa?" Setelah sekian lama terdiam, akhirnya Zheya membuka suara.

"Karena gue nggak mikirin perasaan lu, Zhe.

Maafin gue ya."

"Iya nggak apa-apa. Santai aja, lagian gue juga nggak peduli," jawab Zheya tenang.

Zheya memang juara dalam urusan mengontrol emosi. Kebohongannya sama sekali tidak terbaca; ekspresi dingin tetap mendominasi wajahnya yang cantik.

"Lagipula, gue mau resign seminggu lagi," ucapnya dengan nada semringah, seolah baru saja terlepas dari beban berat.

"Lu beneran mau resign?" Renata menatap penuh kekhawatiran. Di antara mereka, Renata adalah yang paling kalem dan dewasa.

"Gue serius!"

"Zhe, kalau lu mau cerita, cerita aja deh, jangan lu pendam sendiri," Dea ikut menimpali dengan tatapan cemas.

"Iya, gue nggak apa-apa, De. Lu tahu sendiri kan restoran gue lagi rame-ramenya sekarang? Gue mau fokus ngurus resto aja," sahut Zheya. Tak ada sedikit pun celah patah hati yang ia perlihatkan.

"Bukan itu yang gue tanya," sela Dea. "Kalau lu mau nangis, nangis aja. Cerita ke kita biar beban lu ringan. Kita semua ada buat lu."

"Serius, De... gue nggak apa-apa. Dari awal gue udah tahu alurnya bakal kayak gini. Gue udah antisipasi. Bohong banget kalau gue bilang nggak sakit hati, ya kan?" Zheya terkekeh kecil, mencoba mencairkan suasana.

Tiba-tiba, Cherry memeluk Zheya sambil menangis. "Zhe, gue bener-bener minta maaf ya..."

Maklum, Cherry adalah yang paling manja. Meski dari keluarga kaya raya, ia memilih bekerja di Huang Corp agar bisa mandiri dan dekat dengan teman-temannya.

"Gue juga bakal resign," celetuk Renata tiba-tiba, membuat semua orang menoleh.

.

"Kenapa, Ta?"

"Gue mau jadi manajernya si Zheya di resto," sahut Renata sambil menyengir lebar.

"Halah, nggak gitu juga kali!" Clara merasa kesal dengan keputusan impulsif Renata.

"Lho, kenapa? Saham gue ada ya di resto si Zheya. Iya kan, Zhe?"

"Boleh juga ide lu," sahut Zheya tertawa.

"Gue juga mau resign ah, capek kerja juga!" timpal Cherry.

"Lu serius, Cher? Terus kita tinggal berdua dong di sini?" Dea menatap tak percaya.

"Lah, apa salahnya?"

"Jangan jadi pengangguran juga lu, Cher!" Clara mencebik heran.

"Iya, pengangguran sukses!" tukas Cherry tanpa beban.

"Oh ya, gue lupa kalau lu kan orang kaya,"

gumam Dea sambil mengibaskan tangan.

...----------------...

"Bos."

Khen menghampiri Liyan dan menyerahkan berkas-berkas yang baru saja dikirim oleh Kai.

"Hmp..." Sebuah smirk muncul di wajah dingin Liyan. "Awasi perempuan itu. Suruh Kai cari tahu lebih dalam."

Liyan kemudian beranjak dari ruangannya. Ia memutuskan untuk menemui mantan kekasihnya.

"Apa lagi, Liyan?"

Adeline mendesis tidak percaya saat melihat pria itu memintanya bertemu. Padahal sebelumnya, Liyan selalu menatapnya dengan pandangan jijik.

"Margaret!" Liyan menyebut nama itu dengan penekanan yang sangat tajam

"Apakah kamu bahagia? Segitu tidak senangnya melihatku?"

"Bukankah kita tidak ada urusan lagi? Kita sudah berakhir, Liyan."

"Kamu yakin dengan pria sialan itu?" Liyan langsung menyerang tanpa basa-basi, nadanya penuh ejekan.

"Dia lebih baik darimu!" balas Adeline sengit.

"Oh, benarkah? Karena dia seorang pewaris?" Liyan terkekeh sinis.

"Kenapa kamu menyalahkan Leon, Liyan? Harusnya kamu sadar diri!" Nada mengejek balik meluncur dari bibir mungil wanita itu.

Liyan tersenyum getir.

"Kamu terlalu menyanjung laki-laki itu, Margaret."

Liyan sungguh muak. Ocehan wanita di depannya ini membuktikan betapa butanya orang-orang terhadap sosok Leon yang sebenarnya.

1
memei
leon jgn main tebak tebak ,langsung ngomong jujur saja ..kalo PD gak percaya ya sudahlah yg pntg udah ngomong
memei
liyan gengsi di pelihara ,nanti zheya terluka kamu sendiri yg merana krna zheya sedang di incar cewek gila fans beratmu liyan
memei
harusnya chelin yg di basmi kok malah liyan yg di salahin ... itulah akibat terlalu memanjakan nona muda apa2 di turuti jadi obses kan si chelin ini yg perlu di basmi . putri hama wereng chelin
memei
penyakit chelin ngeri juga ya ,tapi pasti ada sebabnya kenapa punya penyakit seperti itu
memei
penyakit chelin ngeri juga ya ,tapi pasti ada sebabnya kenapa punya penyakit seperti itu
memei
semangat kak author💪
memei
ini kapan ketahuan liyan tau kebusukan chelin , samawa ya buat dhea dan semangat buat authornya💪
jhiee: nanti kak.. semua ada di draft.. 😄 paling lama lagi bab seratus lebih..


oh ya sesuai janji. karena kakak udah komen nanti up lagi yaa paling ntar malam kak👍
total 1 replies
memei
Leon aneh yg penjahat chelin yg dibenci liyan ...demi penjahat memusuhi saudara sendiri
memei
leon kau membela orang yang salah ,x ini pasti sasaran celin adalah zheya ... leon harus kasih tau liyan kalo zheya dalam bahaya
memei
chelin menghilang karna kabur dia pembunuh
memei
nah loo Leon peluang selingkuh mu terbuka lebaaarrr...kalo liyan cinta pertamanya emang udah benar2 mati dibunuh si biang kerok Celin
memei
wooy Leon playing victim sama kakeknya dan curiga gak sih yg bunuh gebi si chelin
memei
belum up lagi kak
memei
siapakah calon Dea ,apa teman liyan leon
memei
liyan ayo minta jatah zheya
memei
crazy up
memei
hati hati Zee siang di kasih nafkah lahir tar malamnya di kasih nafkah batin ..persiapkan dirimu zeee
memei
di ulang ulang kalimatnya😂
jhiee: maaf kak, kadang keyboard nya eror😭
total 2 replies
memei
keren tapi kok sepi
memei
sudah kayak suami takut istri beneran nih liyan🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!