NovelToon NovelToon
Rahim Yang Terbelenggu DENDAM

Rahim Yang Terbelenggu DENDAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Bad Boy
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nufierose

"Capek tidak sayang? aku masih mau sekali lagi.."
"Kamu kuat sekali Mas.."

Si tampan itu tertawa menciumi pipi sang Istri, entah sejak kapan dia sangat mencintai istrinya ini.

"Sudah di minum Pilnya Sayang?"
"Harus Mas? Aku lelah minum Pil KB terus.."
"Menurutlah sayang semua demi kebaikan.."

Tidakkah Tama tau jika larangannya itu justru menyakiti hati Istrinya?

"Aku takut sayang, Aku takut kamu akan meninggalkan aku saat mengetaui kebenaran atas Suamimu ini."

Tama selalu di hantui rasa bersalah, ketakutan dia akan masa lalunya.

Sebenarnya apa Yang terjadi di masa lalu ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nufierose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SENYUMAN SELIN

BAB 12

Dan benar saja sepanjang malam Argo dan Gani terus berjaga di depan kamar Tama, mengamati sekitar barang kali ada yang mencurigakan, dan walaupun situasi terlihat kondusif Kedua Bodyguard itu tak pernah langah walau sedetikpun.

Apa lagi saat tau Kevin berada di Italia, semakin rawan saja keselamatan Tama dan Alisya, mengingat pria itu adalah Pria yang nekat, wajah dan ucapannya sangat ramah namun tak seramah segala tindakannya.

“Kenapa tengah malam ini kamu kesini Bay?”

Tidur Selin terganggu, Bayu datang ke kamarnya tepat di jam dua malam, mengganggu memang tapi Selin tak keberatan sama sekali, mereka berdua adalah Partner kerja dan apapun yang menyangkut Tama, Selin akan selalu sigap.

“Aku tidak bisa tidur Sel, Entahlah..”

“Kenapa? Apa tugasmu menjaga Bu Alisya sangat berat?” Bayu dengan cepat menggelengkan kepalanya.

“Bukan Bu Alisya yang membuat beban Sel, justru Pak Tama, entahlah apa yang saya lakukan selalu saja salah di mata dia.”

Mendengar itu Selin tertawa, jelas dia sangat tau bagaimana tertekannya Bayu jika sudah di bawa naungan Tama.

“Ya kamu itu sedang menjaga berlian yang berharga, jadi harus hati – hati bahkan jangan sampai kamu membuat kesalahan..”

“No! Aku masih menyayangi kepalaku jika di tebas.”

“Nah itu tau!” Selin kembali tertawa, walaupun Bayu selalu terlihat cuek dan dingin tapi jika sudah berdiskusi Bayu akan selalu terbuka.

“Aku lebih baik di suruh jagain singa atau macan sekalipun, dari pada menjaga nona besar..”

“Kenapa begitu?”

“Ya ketauan, sangar di awal tapi bisa waspada perlahan.. nah ini, salah benar tetap saja di omel..”

Bayu mengeluarkan semua uneg – unegnya, Selin berusaha menenangkan dia pun sangat tau bagaimana khawatirnnya Tama jika sesuatu terjadi pada Istrinya.

“Bu Alisya itu sangat baik, jadi jangan khawatir, dia tidak akan merumitkan tugasmu..”

“Ya aku tau itu!”

Bayu menghabiskan satu botol Wine, kepalanya benar – benar sakit dan dia butuh penenang sebelum besok harus kembali bekerja.

“Sel?”

“Hmm?”

Wanita berambut ikal itu menoleh dia menatap Bayu yang begitu lekat melihatnya.

“Lamanya kamu bekerja dengan Pak Tama apa tak sekalipun dia marah – marah padamu?”

Selin menggelengkan kepala, dia mendekati Bayu dan duduk di sebelahnya.

“Seperti yang kita tau Bay, Pak Tama itu selalu Full dengan amarah,, ketika dia menabrak pintu saja mungkin Pintu yang akan di maki – maki sama dia, tapi ya begitulah Bos kita, apapun kehendaknya harus kita jalani tapi sekiranya apa yang menurut kita tidak begitu baik, bicaralah aku yakin Pak Tama akan mengerti..”

Bayu menganggguk, dia masih terbilang baru bekerja dengan Tama, maka dari itu dia meminta pendalaman dari sosok Selin yang sudah lebih lama bekerja dengan sang Bos.

Tepat jam tiga pagi, Bayu keluar dari kamar dan Selin menemani, saat menoleh mereka masih mendapati dua Sosok yang berdiri di depan kamar Tama masih dalam mode waspada. Selin menghampiri.

“Aman Gan?”

“Aman Bu.. Tidak ada gerak – gerik yang mencurigakan..”

“Bagus!” Jawab Selin dengan senyum dan senyum itu perlahan menular ke Gani.

“Kenapa senyum kau?” Bayu yang melihatnya langsung memprotes.

“Saya sangat bangga dengan Bu Selin, padahal wanita tapi dia sangat kuat..”

Bayu menatap Selin membuat pria itu terdiam.

“Masuk Sel, tidak baik angin malam buatmu..”

Selin kembali tertawa, apa baru saja dia di perhatikan dengan Bayu? Bagaimana dia cemas dengannya sedangkan Angin malam sudah menjadi temannya.

“Saya masuk ya! Jika mengantuk berjagalah bergantian, jangan sampai tertidur keduanya.”

“Baik Bu.” Baik Argo maupun Gani keduanya menjawab secara bersamaan, Selin menggelengkan kepala dan langsung memasuki kamarnya.

“Jaga matamu Gani!”

Bayu yang mengomel pun langsung masuk ke dalam kamarnya, Gani hanya tertawa.

“Kamu sudah membuat Pak Bayu cemburu Gan!” tegur Argo dengan pelan.

“Saya tidak melakukan apapun Go, Tapi Bu Selin cantik ya memakai baju tidur,,”

Bugh!

“Aduh!”

“Jangan sembarangan, bisa tamat karirmu!”

Gani hanya tertawa, Argo yang melihat kegilaan temennya pun hanya menggelengkan kepalanya.

Sedangkan di dalam sana sejak tadi Tama tak bisa memejamkan matanya, si tampan itu masih terjaga seraya tangannya memeluk tubuh sang Istri.

Tama membatin sampai kapankah dia bisa menjaga istrinya ini? Saat di luar sana sudah mulai tidak baik – baik saja, Yang di inginkan Tama hanya keselamatan sang Istri.

“Sayang..”

“Entahlah aku tidak tau kapan aku mulai mencintaimu, kapan rasa ini telah tumbuh, tapi yang aku tau kini aku sudah sangat menyayangimu.. Aku begitu mencintaimu Alisya..”

Tama berucap dengan tangan mengelus pipi sang Istri, hatinya begitu berdebar – debar.

“Apa yang nanti akan terjadi saat kamu mengetaui tentang kebenaran semua ini? Aku takut kamu membenciku Sayang, dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah siap di tinggalkan olehmu..”

Rasa takut yang menjadi – jadi, Tama hanya bisa membatin, seraya berdoa semoga ketakutannya tidak menjadi kenyataan.

Lima hari berada di negri yang terkenal dengan menara Pisa nya, Tama masih aktif dengan beberapa Job pekerjaanya, begitu pula dengan Bayu, Pria itu masih saja setia mengawal sang Nona muda, selangkah demi langkah selalu Bayu perhatikan, semua dia lakukan agar Istri sang Bos selalu dalam keadaan aman.

Berada di dalamm resto Bayu langsung bergegas memesan makanan yang di ingankan Nona mudanya, Alisya tersenyum menatap kepergian Bayu, Pria inis angat sabar dan baik hati, Alisya berdoa semoga kelak Bayu bisa mendapatkan jodoh yang terbaik.

“sudah pesannya Bay?”

“Sudah Bu, sebentar lagi datang..”

Bayu berdiri tepat di samping Alisya dan itu membuat Wanita cantik merasa tidak nyaman.

“Duduklah, jangan berdiri seperti itu, aku tidak nyaman melihatmu Bay..” Bayu tersenyum Ternyata Nona mudanya memiliki hati yang sangat mulia.

“Sudah tugas saya Bu, makanlah dengan nyaman..”

Setelah pesanan datang Alisya dengan semangat menyantap makanan tersebut, sesekali Bayu melirik gerak tangan Alisya yang menghabiskan makanannya, namun seketika ponsel Bayu berbunyi.

“Ibu Maaf, saya tinggal sebentar ada telepon dari Pak Tama.”

Alisya mengangguk dengan senyum namun baru beberapa langkah Bayu pergi seseorang sudah menghampiri Alisya.

“Nona maaf, Ponselmu terjatuh..”

Alisya mendelikkan mata, saat menoleh dan ternyata benar, ponselnya jatuh dan Alisya tidak menyadarinya.

“Ah terimakasih Tuan,, astaga kamu orang Indonesia?” Pria bertopi itu tersenyum dengan kepala mengangguk.

“Iya Nona.. saya dari Jakarta..”

Seperti merasa bertemu dengan seseorang yang berasa dari kota yang sama Alisya langsung merasa bahagia.

“Wah tidak sangka kita satu daerah, aku juga dari Jakarta Kak..”

Pria itu tersenyum dan mengulurkan tangannya.

“Saya AL,”

Alisya menatap uluran tangan tersebut lalu membalasnya dengan mengatupkan kedua tangan.

“Aku Alisya, senang berkenalan kak..”

Pria itu seketika terkesima dengan Gadis yang tak mau menjabat tangannya, gadis yang benar – benar bisa menjaga diri.

“Kamu dengan siapa disini?”

“Temanku, tapi lagi kedepan sebentar..”

Pria bernama Al itu tersenyum dan kedua matanya menatap Alisya dengan lekat.

“Kamu cantik sekali..”

Kedua mata Alisya menyipit saat pria itu membuka topinya.

“Kamu? Bukankah kamu yang ada di pesta waktu itu?”

Pria itu tersenyum dan menganggukan kepala.

“Daya ingat kamu sangat bagus, ya benar sekali, waktu itu kita belum sempat berkenalan, kamu sudah pergi lebih dulu..”

Alisya mengulumkan senyumnya, bagaimana bisa dia bertemu dengan rekan kerja Suaminya di sini.

“Lanjutkan makanmu, lain waktu semoga kita bertemu lagi..”

Pria itu tersenyum dengan sangat ramah, tak ada kecurigaan di benak Alisya karena menurutnya pria bernama Al itu adalah Pria yang sangat ramah.

“Sampai jumpa..” Ucap Alisya dengan ramah..

“Sampai jumpa..” Pria itu beranjak namun kedua matanya masih menatap lekat.

“Sampai jumpa kakak Ipar..” Al membatin lalu kemudian beranjak dari sana.

1
Rekana
ceritanya keren. banyak rahasia yang belum terungkap bikin penasaran..
suka sama karakter Tama walaupun kejam dan cuek tapi sama istri selalu lembut

love banget pokonya 😗 😗
Rekana
jangan lama² up nya kak.. ceritanya bagus banget.. seru
Ipus
terimakasih Thor ceritanya bagus,menarik. lanjut,,,,
Nufie: sama-sama kak.. jangan lupa Follow author dan kasih ulasan yaa
total 1 replies
Amelia Kesya
masih ngikutin alur
R⁸
banyak bgt al nya, bayu ngobrol dgn selin, panggil al, gani dgn selin al lagi.. tokoh baru nongol al lagi😓
Nufie: maaf kak.. nanti di revisi
total 1 replies
Rekana
aduh siapa lagi itu..
antagonis mulai keluar nih kayanya
Rekana
tempramental banget si tama yaa... keras di luar lembut di dalam 😍
Rekana
duh tam.. meleleh akyuuuu😍
Rekana
takut banget tiba² si selin jahat.
Rekana
jahat banget njirr🤣
Rekana
lanjut kak
Vina Tamaela
Alhamdulillah ternyata sein asisten yang setia dan tidak jahat syukurlah aku sempat kuatir takut tama ada hubungan sama asisten mengingat mereka beda gender 😭 alhamdulillah asisten tama wanita baik2 semoga berjodoh sama bayu dan ada apa sampai tama tidak mau istri hamil dulu tp klo sudah terjadi anak adalah anugerah jika tama benar-benar cinta istri dia akan berusaha menerima kehadiran darah dagingnya apapun terjadi tanpa bnyk pertimbangan dan alasan
Amelia Kesya: Alur ceritanya menarik,masih menyimak alur dan membaca semangat thor💪.
total 2 replies
Vina Tamaela
Aneh kenapa tama gak memperkerjakan asisten laki-laki gak masuk akal seharusnya bayu yg dampingi tama dan selin damping istrinya mana saat dihubungi susah angkat tlp pada lagi kmn dan ngapain sih secinta apapun sama istri tp masih ada rahasia bukan cinta tp selingkuh dengan dusta
Nufie: Soalnya tama ngga bisa jauh dari Selin Kak.. hihihi
total 1 replies
Helen Klawa
lanjut
Nufie: siap kakak.. jangan lupa Follow yaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!