NovelToon NovelToon
Menantu Kaisar Agung

Menantu Kaisar Agung

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao Ling'er

Ling Chen, pemuda cacat yang mati dalam kesepian, terbangun di dunia kultivasi sebagai pengawal rendahan di Kekaisaran Api Agung. Namun sebelum memahami takdir barunya, seorang putri kekaisaran tiba-tiba memilihnya sebagai suami di hadapan seluruh istana.

Di balik tubuh barunya tersembunyi Api Hitam kuno, kekuatan terlarang yang mampu mengguncang kekaisaran dan membakar langit. Terjebak dalam intrik politik, perebutan takhta, dan ambisi para pangeran, Ling Chen harus bangkit dari menantu yang diremehkan, menjadi penguasa yang ditakuti seluruh dunia.

Di dunia di mana kekuatan adalah hukum, ia akan membuktikan, yang hina hari ini, bisa menjadi Kaisar Agung esok hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao Ling'er, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 17

Ketiganya baru saja menghela napas lega setelah mengalahkan Mo Hai. Tangga menuju lapisan ketiga terbuka lebar di depan mereka, hembusan qi murni dari bawah terasa seperti undangan. Ling Chen menggenggam Trisula Air Biru Abadi lebih erat, Qing Lin menyeka keringat di dahinya dengan lengan jubah, dan Bai Yue Chan masih tersenyum lebar sambil melompat kecil-kecil.

“Ayo! Lapisan ketiga pasti punya harta lebih gede! Kitab Dewa Laut Abadi sudah dekat!” seru Bai Yue Chan penuh semangat.

Mereka melangkah maju bersama, tapi baru beberapa langkah, seluruh gua tiba-tiba bergetar hebat. Stalaktit kristal di langit-langit berjatuhan seperti hujan es, dan suara raungan dalam yang menggetarkan jiwa bergema dari kedalaman.

“Apa lagi ini?!” Bai Yue Chan langsung membentuk perisai ombak kecil di depan mereka.

Dari kegelapan di ujung tangga, sebuah sosok raksasa muncul perlahan. Tubuhnya lebih besar dari Mo Hai sebelumnya—tinggi hampir tiga puluh zhang, kulitnya hitam legam seperti jurang laut tanpa dasar, matanya enam buah bercahaya merah darah, dan dari punggungnya tumbuh sayap membran transparan yang berisi air hitam bergolak. Auranya… Realm Raja Dewa puncak, bahkan mendekati ambang Realm Kaisar.

Itu adalah **Iblis Kuno Laut Dalam – Tingkat Dewa**, **Hei Yuan**, roh penjaga utama reruntuhan yang terbangun karena kematian Mo Hai dan aktivasi trisula.

“Manusia… kalian berani membunuh bawahan ku?” suara Hei Yuan bergema seperti tsunami yang menghancurkan segalanya. “Trisula itu… adalah kunci pembebasan akhirku. Serahkan sekarang, atau aku hancurkan jiwa kalian menjadi debu abadi!”

Ling Chen langsung maju, trisula di depan dada. “Kami tidak akan menyerah. Jika kau ingin ambil, ambil dengan kekuatanmu!”

Qing Lin dan Bai Yue Chan berdiri di sisi kanan dan kiri Ling Chen, qi mereka menyatu dalam formasi keluarga.

Hei Yuan tertawa dingin, suaranya membuat darah mereka berdesir. Lalu tanpa peringatan, ia mengayunkan satu tangan raksasa. Gelombang **Lautan Kegelapan Abadi** meledak—ombak hitam setinggi gunung yang membawa kutukan jiwa, racun abadi, dan tekanan qi yang bisa menghancurkan dantian.

Ketiganya bereaksi secepat kilat. Ling Chen mengayunkan trisula, menciptakan **Gelombang Api Ombak Teratai** terbesar yang pernah dia buat—ombak jingga kebiruan raksasa yang bertabrakan dengan gelombang hitam. Qing Lin melepaskan **Perisai Es Abadi**, dinding es tebal yang membekukan sebagian ombak. Bai Yue Chan melempar **Badai Ombak Peledak**, ratusan bola air yang meledak di udara untuk mengurangi tekanan.

Tapi… itu tak cukup.

Gelombang hitam Hei Yuan terlalu kuat. Perisai es retak, badai ombak hancur, dan gelombang api Ling Chen terdorong mundur. Tekanan qi menekan mereka hingga lutut gemetar. Bai Yue Chan terlempar paling jauh, tubuhnya menghantam dinding gua dan terpental ke koridor samping yang gelap.

“Yue Chan!” jerit Qing Lin.

Ling Chen berusaha menjangkau, tapi Hei Yuan sudah mengayunkan tangan lagi. Gelombang kedua datang lebih ganas. Ling Chen dan Qing Lin terpaksa melompat ke sisi berlawanan untuk menghindar—Ling Chen menarik Qing Lin ke dalam sebuah celah gua kecil yang tersembunyi di dinding, sementara Bai Yue Chan terjebak di koridor lain yang runtuh sebagian karena getaran.

“Hei Yuan! Lepaskan temanku!” teriak Ling Chen dari dalam celah.

Iblis itu hanya tertawa. “Kalian terpisah sekarang. Satu per satu… aku akan telan kalian. Trisula itu akan jadi milikku!”

Hei Yuan berbalik, auranya menekan seluruh lapisan gua. Bai Yue Chan yang terpisah berusaha bangkit, tapi koridor di depannya runtuh total, memblokir jalan kembali. Dia terjebak sendirian di sisi lain, napasnya tersengal.

Di dalam celah gua misterius yang sempit, Ling Chen dan Qing Lin bersembunyi di kegelapan. Celah itu ternyata lebih dalam dari yang terlihat—sebuah terowongan kecil yang menurun tajam, dindingnya dipenuhi lumut bercahaya samar dan ukiran kuno yang hampir tak terbaca.

“Chen… Yue Chan…” gumam Qing Lin, suaranya bergetar. Air mata mulai mengalir di pipinya. “Kita harus selamatkan dia.”

Ling Chen memeluk bahunya pelan, trisula masih di tangan kanannya. “Kita akan. Tapi sekarang kita harus bertahan dulu. Gua ini… terasa berbeda. Qi-nya lebih murni, lebih kuno. Mungkin ada jalan keluar atau rahasia di sini.”

Mereka berdua melanjutkan menuruni terowongan itu, langkah mereka hati-hati. Dinding mulai berubah—dari kristal biasa menjadi batu giok biru tua yang memancarkan cahaya lembut. Di ujung terowongan, sebuah ruangan kecil terbuka: ruang rahasia yang tak terdeteksi oleh formasi utama reruntuhan.

Di tengah ruangan, terdapat sebuah kolam kecil berair bening sempurna, dan di dasar kolam terlihat samar-samar sebuah gulungan jade kecil yang mengapung. Qi dari gulungan itu… mirip sekali dengan qi trisula, tapi lebih halus, lebih dalam—seolah bagian dari warisan yang sama.

Qing Lin menatap kolam itu, matanya melebar. “Ini… mungkin **Fragmen Kitab Dewa Laut Abadi**. Bagian pendahuluan atau kunci pembuka. Tapi kolam ini dilindungi formasi jiwa—hanya yang hatinya murni dan ikatan elemen selaras yang bisa mengambilnya.”

Ling Chen menatap gulungan itu, lalu ke Qing Lin. “Kita ambil bersama. Api dan air kita sudah menyatu. Mungkin ini cara untuk memperkuat diri sebelum kembali ke Yue Chan.”

Qing Lin mengangguk, tangannya menggenggam tangan Ling Chen erat. “Bersama-sama.”

Mereka berdua melangkah ke kolam. Air dingin menyentuh kaki, tapi bukan dingin yang menyakitkan—lebih seperti pelukan yang membersihkan. Saat tangan mereka menyentuh gulungan jade di dasar, cahaya biru lembut meledak pelan, mengalir ke tubuh mereka berdua.

Pengetahuan kuno mulai mengalir ke pikiran: fragmen teknik **Air yang Memeluk Api Abadi**, cara menyatukan elemen lebih sempurna, dan petunjuk samar bahwa Kitab utama ada di lapisan terakhir—tapi hanya dengan “tiga kunci jiwa” yang bisa dibuka sepenuhnya.

Ling Chen dan Qing Lin keluar dari kolam, qi mereka melonjak. Ling Chen mencapai Realm Inti Emas tingkat 3, Qing Lin tingkat 4. Tapi yang lebih penting, ikatan mereka semakin dalam—seperti saudara, seperti keluarga.

“Kita harus cari Yue Chan sekarang,” kata Ling Chen tegas. “Hei Yuan pasti masih menunggu di luar.”

Qing Lin mengangguk, matanya penuh tekad. “Kita akan selamatkan dia. Keluarga kita tak boleh terpisah.”

Mereka berdua keluar dari gua misterius itu, trisula dan pedang siap, hati penuh api dan air yang tak terpadamkan. Di luar, raungan Hei Yuan masih bergema—pertarungan belum selesai.

Dan di suatu tempat di reruntuhan, Bai Yue Chan sedang berjuang sendirian, tapi semangatnya tak pernah pudar. “Saudara Ling! Kak Qing Lin! Tunggu aku ya… aku pasti balik!”

1
Nanik S
Cukup menarik diawal
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ: hehehe, terimakasih 🙏
total 1 replies
Akagami
mantap
Akagami
Lanjit
Akagami
ok
Akagami
seru
Akagami
mantap
Akagami
Awal yang menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!