NovelToon NovelToon
Dibalik Lampu Sorot

Dibalik Lampu Sorot

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Duniahiburan / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Andreas St. Clair adalah definisi dari kesempurnaan yang arogan. Sebagai aktor papan atas sekaligus pewaris dinasti elit New York, ia tidak memiliki toleransi untuk kegagalan atau amatirisme. Baginya, film terbarunya hanyalah bisnis biasa, hingga ia dipasangkan dengan Seraphina Vanderbilt, Terkenal Gadis Manis Manhattan yang reputasinya sebersih salju.
Ketegangan memuncak di lokasi syuting saat adegan ciuman mereka gagal hingga enam kali.
Andreas, yang muak dengan kekakuan Seraphina, menghina bakat dan profesionalitasnya di depan semua orang. Namun, Andreas tidak tahu bahwa di balik sikap dingin Seraphina, tersimpan sebuah rahasia, itu adalah ciuman pertamanya, baik di depan kamera maupun dalam hidupnya.
Terluka dan dipicu amarah, Seraphina melepaskan topeng "gadis baik-baik" miliknya. Dia menantang ego Andreas dengan keberanian yang belum pernah dilihat dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Beberapa Bulan Kemudian...

Malam di apartemen Tribeca itu terasa lebih dingin dari biasanya, meski perapian elektrik menyala redup di sudut ruangan. Aroma wiski yang dibawa Andreas menguar di udara, bercampur dengan keheningan yang menyesakkan.

Kabar tentang pernikahan Veris yang akan dilangsungkan di Paris telah menghancurkan sisa-sisa ketenangan Andreas.

Mereka duduk di karpet bulu, gelas-gelas kristal berdenting pelan. Mereka minum, namun tidak sampai kehilangan kesadaran. Hanya cukup untuk melunakkan dinding pertahanan yang selama ini mereka bangun.

Dalam keremangan itu, Andreas menatap Sera dengan tatapan yang sulit diartikan, campuran antara rasa terima kasih, keputusasaan, dan gairah yang terpendam.

Malam itu, Sera membuat sebuah keputusan besar. Dia melihat luka di mata Andreas dan merasa bahwa dialah satu-satunya yang bisa menyembuhkannya. Saat jemari Andreas menyentuh rahangnya, Sera tidak menghindar.

Dia menyerahkan dirinya sepenuhnya, membiarkan gairah mengambil alih akal sehatnya. Di bawah temaram lampu Manhattan, terjadi penyatuan yang seharusnya menjadi puncak kebahagiaan mereka.

Namun, tepat saat gairah itu mencapai puncaknya, saat napas Andreas memburu di ceruk leher Sera, sebuah kata meluncur dari bibir pria itu. Sebuah nama yang menghancurkan segalanya.

"Veris..."

Suara itu lirih, namun bagi Sera, itu terdengar seperti ledakan yang meruntuhkan dunianya.

Rasa nyeri fisik akibat penyatuan pertama mereka seketika lenyap, digantikan oleh rasa sakit yang jauh lebih tajam di ulu hatinya. Air mata yang sempat menetes karena rasa sakit fisik kini berubah menjadi air mata pengkhianatan.

Sera menyadari satu kenyataan pahit, di saat dia menyerahkan segalanya karena cinta yang diam-diam dia pendam sejak selesai syuting, Andreas justru menggunakan tubuhnya untuk memanggil bayangan wanita lain.

Hening kembali menguasai ruangan. Andreas tersentak, kesadarannya kembali sepenuhnya. Dia melihat raut wajah Sera yang membeku, mata yang biasanya berapi-api kini tampak kosong dan basah.

"Sera..." Andreas berbisik, suaranya gemetar. Dia menarik napas pendek, menyadari kesalahan fatalnya. "Maafkan aku. Aku... aku tidak bermaksud... Sera, tolong."

Andreas mencoba menyentuh bahu Sera, namun gadis itu bergerak menjauh dengan tenang, menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Tidak ada teriakan. Tidak ada barang yang dilempar. Dan bagi Andreas, ketenangan Sera jauh lebih menakutkan daripada kemarahannya.

"Tidak apa-apa, Andreas," ucap Sera pelan. Suaranya terdengar sangat datar, seolah-olah dia baru saja membahas naskah film yang membosankan.

"Sera, aku benar-benar minta maaf. Aku sangat kacau karena berita itu, kepalaku..."

"Aku bilang tidak apa-apa," potong Sera sambil berdiri, berjalan menuju kamar mandi tanpa menoleh. Dia berhenti sejenak di ambang pintu, punggungnya tampak begitu rapuh namun tegak. "Itu hanya pelepasan, kan? Kita berdua butuh itu. Jangan terlalu dipikirkan. Anggap saja kita sedang melakukan improvisasi untuk adegan film yang belum selesai."

Sera menutup pintu kamar mandi dan menguncinya. Di bawah kucuran air shower, dia akhirnya membiarkan dirinya terisak tanpa suara. Dia mencintai pria itu, pria yang baru saja membuktikan bahwa di tempat terdalam di hatinya, masih ada nama wanita lain.

Sementara itu, Andreas duduk di pinggir ranjang, membenamkan wajah di kedua tangannya. Dia baru saja melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya. Dia baru saja melukai satu-satunya orang yang tulus berdiri di sampingnya saat semua orang memuja citranya.

Di luar, New York tetap bersinar terang, namun di dalam apartemen itu, sesuatu yang sangat berharga baru saja hancur berkeping-keping, dan kali ini, tidak ada naskah yang bisa memperbaikinya.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Triana Oktafiani
Terloveh semua ceritamu ❤️❤️
ros 🍂: ma'aciww kak 😍
total 1 replies
isnaini_jk 28
Luar biasa
ros 🍂: Ma'aciww kak😍
total 1 replies
Siti Maryati
bagus .... bagus ..... ceritanya
ros 🍂: Ma'aciww kak 😍
total 1 replies
Siti Maryati
enak bacanya...bahasa tertata, alur cerita nya bagus
ros 🍂: Ma'aciww 😍
total 1 replies
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
ini tuch bgus banget asli cuma baru nemu aja.... karna gak kepikiran judulnya Inggris gak nyambung di pencarian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!