NovelToon NovelToon
Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi

Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Bertani / Slice of Life / Komedi
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

Di mata dunia, Banyu hanyalah seorang pemuda desa putus sekolah yang tidak memiliki masa depan. Kehilangan kakeknya dan divonis memiliki penyakit bawaan membuat hidupnya seolah menemui jalan buntu. Namun, roda nasib berputar 180 derajat ketika Banyu secara tak sengaja mewariskan sebuah artefak kuno Kendi Penyuling Jiwa milik sang kakek.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Harga Yang Bikin Jantungan

Mereka berjalan beriringan menuju gerbang dalam diam. Suasana hening, hanya terdengar suara sepatu hak tinggi Siska mengetuk paving block.

Begitu mereka keluar dari gerbang utama dan agak jauh dari pos satpam, Siska langsung menembak.

"Jujur sama saya. Apa motif kamu sebenernya? Bukannya kamu udah janji nggak bakal ganggu Ayah saya lagi?"

Banyu menghela napas panjang. "Mbak, jangan suudzon melulu napa? Kan Ayah Mbak sendiri yang nelpon dan maksa saya datang. Kalau bukan demi menghormati orang tua dan si Melati, saya juga males kali main ke sini. Jauh, macet."

Siska terdiam. Dia memang sudah mengonfirmasi ke Melati dan Ayahnya, dan tahu kalau Banyu tidak bohong. Tapi naluri waspadanya tetap menyala.

"Oke, kalau soal itu saya percaya. Tapi..." Siska menatap Banyu tajam. "Kenapa kamu kasih hadiah semahal itu ke Ayah saya? Kamu mau nyogok?"

Banyu tertawa geli. "Semahal itu? Ginseng kurus kering gitu dibilang mahal? Yang bener aja, Mbak."

"Kamu jangan pura-pura bego," potong Siska dingin. "Saya emang nggak terlalu paham herbal, tapi Ginseng Liar dengan bentuk akar humanoid sempurna kayak gitu harganya pasti puluhan juta. Ayah saya itu pejabat bersih, dia nggak pernah terima gratifikasi. Saya heran kenapa dia mau nerima barang dari kamu."

Langkah Banyu terhenti mendadak.

"Berapa Mbak bilang tadi? Puluhan... juta?"

"Iya. Kenapa? Masih mau akting kaget?" sindir Siska.

Banyu tidak sedang akting. Wajahnya pucat pasi. Matanya kosong menatap aspal. Mulutnya komat-kamit.

Puluhan juta... Ginseng yang gue anggep sampah itu harganya puluhan juta... Dan barusan gue kasih ke orang secara cuma-cuma?!

"ANJIR! RUGI BANDAR!" teriak Banyu refleks, menepuk jidatnya keras-keras. "Tahu gitu mending gue beliin martabak manis spesial! Atau parsel buah! Asem... asem kecut! Duit gue melayang!"

Siska tertegun melihat reaksi Banyu yang 100% natural itu. Pria itu terlihat seperti orang yang baru saja kehilangan dompet berisi gaji setahun.

"Pfft..." Siska tidak bisa menahan tawanya. "Kamu... kamu beneran nggak tahu harganya?"

"Ya kagak lah! Gue kira itu ginseng gagal panen karena kurus!" rutuk Banyu, wajahnya masam sekali. "Aduh... sakit hati gue, Mbak. Dompet gue yang tipis ini menjerit."

Tawa Siska reda, tapi sudut bibirnya masih terangkat membentuk senyum geli yang jarang terlihat. Dia menatap Banyu dengan pandangan baru pria ini aneh, bodoh, tapi... jujur.

"Emangnya kamu beneran nggak tahu siapa Ayah saya?" tanya Siska lagi, memastikan.

"Emang dia siapa sih? Artis sinetron lawas?" tanya Banyu polos.

Siska menatap mata Banyu dalam-dalam. Tidak ada kebohongan di sana. Akhirnya dia menghela napas lega.

"Denger ya, Banyu. Saya cuma mau ngingetin: Jangan pernah coba-coba manfaatin posisi Ayah saya. Kalau kamu berani macem-macem, saya orang pertama yang bakal bikin kamu nyesel."

"Yaelah, Mbak. Siapa juga yang mau manfaatin kakek-kakek 50 tahun?" balas Banyu santai sambil menatap Siska dari atas ke bawah dengan tatapan nakal. "Di rumah segede ini, satu-satunya aset yang layak 'dimanfaatin' dan diincar cuma Mbak Siska doang."

Wajah Siska langsung memerah. "Sinting! Pergi sana!"

Dia berbalik badan dan berjalan cepat kembali ke dalam rumah, menghentakkan kakinya kesal.

Banyu berdiri di pinggir jalan, menikmati pemandangan pinggul Siska yang bergoyang saat berjalan menjauh.

"Galak bener... tapi body-nya, aduhai," gumam Banyu sambil menggelengkan kepala, lalu naik ke motor bututnya.

---

Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang mengawasi dari dalam mobil sedan hitam di seberang jalan.

Itu Kombes Pol Hendra.

Sang Kapolres kebetulan lewat di Jalan Teuku Umar dan kaget bukan main melihat Banyu keluar dari gerbang rumah nomor 98.

Dia tahu betul rumah itu adalah "benteng suci" Pak Wijaya. Beliau sangat menjaga privasi di sana, bahkan Kombes Hendra yang notabene bawahan setianya pun belum pernah diundang masuk.

Tapi Banyu? Dia bukan cuma masuk, tapi diantar keluar oleh Siska putri Pak Wijaya yang terkenal dingin dan susah didekati.

Dari sudut pandang Hendra yang jauh, ekspresi kesal dan wajah merah Siska saat bicara dengan Banyu tidak terlihat seperti pertengkaran. Itu terlihat seperti... ngambek manja antar kekasih.

"Gila..." gumam Kombes Hendra, keringat dingin menetes. "Si Banyu ini bukan orang sembarangan. Dia pasti calon mantu Pak Wagub. Pantesan Siska protektif banget waktu di Polsek."

Otak licik Hendra langsung berputar. Dia merasa beruntung sudah menyimpan nomor HP Banyu.

"Gue harus pepet terus si Banyu ini. Ini tiket emas buat promosi jabatan," putusnya mantap.

---

Sementara itu, Banyu yang tidak sadar dirinya baru saja diangkat jadi "Calon Mantu Wagub" oleh imajinasi liar seorang polisi sedang memacu motornya ngebut ke arah Glodok, Jakarta Barat.

Tujuannya satu: Toko Obat Candra.

Pikirannya cuma tertuju pada ginseng sisa di tasnya. Bener nggak sih omongan Siska? Kalau bener harganya puluhan juta, gue bakal kaya mendadak!

Toko Obat Candra adalah toko herbal Tionghoa (TCM) tertua dan paling bergengsi di kawasan Pecinan Glodok. Reputasinya legendaris: anti barang palsu, harga jujur.

Saat Banyu masuk, aroma jamu yang khas langsung menyergap hidung. Di ujung meja kasir yang tinggi, duduk seorang pria tua berambut putih dengan kacamata tebal, sedang menyeruput teh. Di depannya ada papan kecil bertuliskan: TERIMA JUAL BELI HERBAL LANGKA.

Itu Ko Asun, pemilik toko sekaligus ahli penilai herbal senior.

Banyu mendekat. "Siang, Ko. Saya mau jual barang, bisa tolong dicek?"

Ko Asun menangguk malas, sudah biasa menghadapi orang yang mau jual barang aneh-aneh. "Barang apa? Keluarin aja."

Banyu mengeluarkan satu kotak ginseng, membukanya di depan Ko Asun. Jantungnya berdegup kencang.

Mata sipit Ko Asun yang tadinya sayu, tiba-tiba membelalak lebar begitu melihat isinya. Dia langsung menegakkan punggung, mengambil kaca pembesar, dan meneliti akar ginseng itu dengan sangat serius.

Setelah satu menit yang terasa seperti satu jam, Ko Asun mengangkat wajahnya. Tatapannya pada Banyu berubah hormat.

"Anak muda, ini barang istimewa. Ginseng Liar murni, umur sekitar 20 tahunan. Pengeringannya sempurna, akarnya utuh. Saya nggak mau tipu-tipu. Saya buka harga Delapan Puluh Lima Juta. Gimana?"

DUAR!

Banyu merasa disambar petir di siang bolong.

Delapan... puluh... lima... JUTA?!

Wajah Banyu langsung lemas. Bahunya turun. Dia teringat ginseng yang baru saja dia kasih ke Pak Wijaya secara cuma-cuma.

Ya Allah... gue baru aja buang duit 85 juta... Banyu meratap dalam hati. Sakitnya tuh di sini. Wajahnya berubah jadi ekspresi orang paling menderita sedunia.

Ko Asun, yang melihat wajah Banyu mendadak suram dan sedih, salah paham. Dia mengira Banyu tersinggung dengan harga tawaran itu.

Ko Asun berpikir cepat. Barang sebagus ini jarang ada. Kalau sampai lepas ke toko sebelah, sayang banget. Masih bisa di-mark up tinggi kalau dijual ke kolektor.

"Oke, oke," kata Ko Asun buru-buru, mengangkat satu jarinya. "Jangan cemberut gitu dong. Saya tahu barang bagus emang ada harganya. Gini aja, harga final... Seratus Juta Rupiah! Cash keras! Gimana? Itu udah mentok lho, Toko Ban Seng di sebelah nggak bakal berani nawar segitu."

Banyu melongo.

Mendengar angka "Seratus Juta", wajahnya makin pucat. Dia makin ingin menangis.

Berarti gue tadi sedekah 100 juta... Ya Tuhan...

Ko Asun mulai kesal melihat pemuda ini diam saja dengan muka masam. Dia meletakkan kotak itu kembali di meja. "Anak muda, seratus juta itu udah harga cincai (sahabat). Kalau mau lebih tinggi lagi, saya nyerah."

"Ko..." suara Banyu parau, menahan tangis penyesalan. "Nggak usah dinaikin lagi. Saya jual. Seratus juta, deal."

"Hah?" Ko Asun bingung, tapi langsung sumringah. "Oke! Deal! Mau tunai atau transfer?"

"Bentar, Ko."

"Kenapa? Berubah pikiran?" Ko Asun waspada.

"Bukan..." Banyu merogoh tasnya lagi dengan tangan gemetar, mengeluarkan kotak kedua. Dia meletakkannya di meja dengan lemah.

"Tolong... dinilai juga yang satu ini, Ko. Sekalian bikin saya jantungan."

1
Nugroho Sodiq
harusnya dibalik thor..waktu di dlm kendi yg cepet, tapi dunia asli lmbat..biar cepet panen..😄
DipsJr: iya ya... nanti sy revisi lagi. 🤭
total 1 replies
Yandi Hidayat
sangat bagus
Wega Luna
papi Raka paling keren,,,,🤭🤭🤭🤭GK ada Raka Raka yg lain kalo GK Raka nya Vania Bella🤭🤭🤭
Gege
bener bener apik dan epic bangeed...asal ga kesurupan setan NT yang ngajarin kalimat mbuledd ajaa buat kejar setoran pasti rame terus ini novel...
Jujun Adnin
sampe tamat
Aji L
setengah hektar tu 5.000 m²
DipsJr: wah iya ya... 😅
makasih infonya tandi di revisi. 🙏
total 1 replies
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣untung besar ,buat jajan di luar negeri
Gege
apik dan epic
Gege
sangat apik dan epic setiap episodenya... mungkin bisa dibuatkan cerita nelayan tajir... dengan pola yang sama tapi banyak mainan air..😄🤣
isnaini naini
gas lah pak mo..ayo brngkt...
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣 siapa yg nolak nyu ,gratis lagi
Jujun Adnin
lanjut
Apriyantho Apri
Perbanyak upgrade nya dong,please...
DipsJr: cuman bisa 3 kak. biar awet. 😔
total 1 replies
D'ken Nicko
kurang banyak babnya thor
Jujun Adnin
lagi
isnaini naini
siska mungkin pnya trauma masa lalu kali ya...kok klo liat orang bawaan nya skeptis melulu awas...nanti jth cinta loh...
isnaini naini
gpp nyu 100jt buat hdiah cuma2 tp scra tdk lngsng km sdh pnya koneksi aman lah...walau agak pait jg sih...100jt gt loh...😇
isnaini naini
smngt ya nyu buat author jg...
isnaini naini
benih lope2nih kyknya....
isnaini naini
gimana pak tomat busuk...kapok lu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!