NovelToon NovelToon
Pesona Lukas Seorang Perwira

Pesona Lukas Seorang Perwira

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Mengisahkan seorang Perwira Angkatan Darat bernama Lucas Abner yang sangat mencintai pekerjaannya. Pengabdiannya sebagai seorang tentara tidak bisa di ragukan. Dia bisa berada di korps pasukan khusus karena kelincahannya. Jatuh cinta kepada seorang perempuan yang dia temui dirumah sakit waktu menjengguk sahabatnya. Apakah Lucas bisa memikat hati perempuan itu ???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi Menegangkan

Semua larangan Kapten Lucas Abner Gosal tidak diindahkan oleh dokter Joy Debora. Seperti hari ini, dia memaksa Daniel mengantarnya ke pasar terdekat. Dia harus membeli sendal jepit, karena ketika dia mau melakukan keguatan di kamar mandi terhambat dan harus menunggu punya tenaga medis lainnya. Pukul sembilan dengan di bonceng oleh Daniel mereka kepasar Tradisional. Disana harga barangnya bisa tiga sampai lima kali lipat dari Jakarta. Namun karena dia butuh akhirnya dia beli. Selain itu dia juga membeli beberapa buah - buahan hasil bumi mama - mama yang berjualan. Sekarang Joy selalu berusaha menghindar dari Lucas. Dan dia merasakan itu.

Sementara masyarakat setempat mulai tahu, bahwa puskesmas sudah beroperasi lagi, jadi dari pagi sudah mulai berdatangan orang - orang yang mau berobat.

Siang harinya di puskesmas kedatang pasien pekerja tambang, yang sudah berumur, dan memiliki penyakit Jantung yang tidak perna di obati.Ketika dia mengalamai kecelakaan di perusahaan langsung dibawakan ke puskesmas dan kondisinya sangat kritis. Dokter Joy yang perada di ruangan IGD langsung memberi tindakan.

"Semua alat vital tubuhnya menurun dokter."

Tiba - tiba terjadi serangan jantung. Joy langsung memberi pertolongan pertama.Pasien tertolong. Diketahui bapak ini bernama Ayub, dan dia adalah kepala suku yang di percayakan perusahaan pertambangan dan memperkerjakannya karena kemauannya sendiri.

Akhirnya dokter Joy dibantu beberapa dokter berkeputusan untuk melakukan operasi. Karena sudah ada pendarahan. Sebenarnya ini juga beresiko, namun jika pasien dibiarkan juga akan meninggal. Sementara di luar puskesmas sudah banyak warga dengan alat perang tradisional di lereng- lereng bukit. Karena memang puskesmas dan markas tentara berada di ketinggian. Lucas langsung memerintahkan anggotanya dengan perlengkapan lengkap untuk siaga melindungi para medis. Lucas langsung menemui Joy dan teman - teman dokter lainnya.

"Bagaimana kondisinya?" diruangan itu sudah ada istri dari bapak Ayub, penanggung jawab perusahaan dan Lucas beserta tim elitenya.

" Ada pendarahan di sekitar jantungnya. Harus di operasi. Jika harus dirujuk ke kota, sangat tidak bisa."Atas ijin istrinya operasi akan dilakukan oleh dokter Joy bersama rekan - rekannya.

"Pengamanan di luar itu tugas kami." Lucas mempertegas, bahwa dia akan melindungi mereka seperti janjinya.

Masyarakat adat setempat meminta untuk dibawa rumah sakit besar, namun kondisi pasien tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh, karena dari kampung ini kekota tiga jam lewat darat.  Ada helikopter perusahaan, namun ini juga tidak bisa membantu.

Operasi sudah berjalan selama satu jam. Bekerja dibawa tekanan itu rasanya seperti mau mati saja.  Itu yang dirasakan oleh dokter Joy dan kawan - kawan. Dua jam sudah, operasi dapat dilakukan dengan baik. Semua alat vital didalam tubuh bapak Ayub sudah berfungsi normal. Selesai operasi pasien sudah ditempatkan diruangan khusus.

"Busyet kenapa banyak sekali orang - orangnya?"

"Sepertinya orang - orang luar kampung ini ada yang sudah bergabung."

"Tim waspada tetap siaga ada penyusup di antara warga. Bagaimana operasinya apa sudah ada kabar?? tolong satu anggota tanyakan?"

"Informasi sudah selesai dan pasien sudah berada di ruangan khusus sedang dipantau oleh dokter Joy."

"Minta dokter Hanna dan penanggung jawab perusahan menjelaskan kepada warga kalau ada keluarganya juga lebih bagus, mungkin istrinya."

"Siap komandan."

"Gila komandan ini, aku juga takut." Lucas mendapat informasi jika Joy ketakutan dia meminta anggotanya menyerahkan alat komunikasi kepada Hanna.

"Dokter Joy dengar baik - baik, kamu harus berani. Disini juga ada saya dan anggota saya siaga menjaga kamu."

"Janji."

"Iya. Keluar Joy jelaskan buat warga."

Dia pun memberanikan dirinya untuk keluar menemui warga bersama pihak perusahaan, dan istri dari bapak Ayub dan menjelaskan kepada warga yang berada di luar lingkungan puskesmas tentang kondisi beliau.

Dengan bahasa Indonesia di jelaskan oleh Hanna ada yang mengerti namun ada yang tidak. Istri bapak Ayub pasien yang sementara sedang dipantau perkembangannya menjelaskan dengan bahasa daerah. Ternyata ada kesalah pahaman dari warga, mereka mengira di sini tidak bisa melakukan tindakan dengan alat canggih medis.

"Yang bertugas disini adalah dokter - dokter terbaik yang ditempatkan oleh organisasi dunia yang memperhatikan kesehatan bapak,ibu dan saudara - saudari serta anak - anak. Jadi jika warga yang memerlukan bantuan kesehatan disini bisa. Tempat ini terbuka buat kalian semua." Lucas membantu memperjelaskan sehingga warga mengerti. Mereka pun bubar hanya keluarga saja yang masih ada.

Lucas masih berpikir kenapa banyak sekali orang, apalagi anak - anak muda. Sedangkan di kampung ini banyak juga pendatang. Ketika di amati ternyata mereka tinggal di hutan - hutan.

Kondisi bapak Ayub sudah mulai stabil, beliau sudah sadar malam ini. Joy bersama istri dan anaknya ada disamping bapak.

"Selamat malam bapak, apakah bapak bisa mendengarkan suara saya."

"Bisa dokter." Sangat lemah namun bisa didengarkan oleh semua di ruangan ini. Joy pun memeriksa kondisinya, dia tersenyum.

"Mama, bapak dalam kondisi baik. Puji Tuhan organ vitalnya semua dalam keadaan baik."

"Puji Tuhan, terima kasih anak dokter."

"Bapak perlu istirahat, nanti besok baru bapak bisa makan dan saya yakin bapak pasti pulih." Joy melihat kearah bapak Musa dan dia tersenyum. " Terima kasih bapak, sudah bisa bekerja sama dengan baik."

Tangan Joy dipegang erat oleh beliau. Cengkraman yang kuat, dia tersenyum ke arahnya. Dan Joy yakin bahwa itu ungkapan terima kasihnya.

Joy merasa lega pasien pertama yang dia tangani bersama timnya boleh dilewati dengan baik. Joy tersenyum kearah mereka semua.

"Terima kasih kerja samanya."

"Sama - sama dokter."

"Saya bisa beristirahat. Tolong dokter Stev sampaikan kepada komandan tentang kondisi bapak Ayub."

"Siap dokter ." Joy kembali tersenyum kepada rekan - rekannya. Dalam perjalanan menuju kamarnya, Lucas memperhatikan sikap Joy, dia mendengarkan pembicaraannya dengan rekan - rekan dokter. Hati kecil berkata kurang ajar juga ini dokter, bisa - bisanya dia memerintahkan rekan lainnya melapor kepada saya.

Karena hari minggu, Joy sudah bagun pagi - pagi selesai olah raga dia sudah mandi, mengambil tas alkitabnya dan berjalan menuju ke gereja yang berada di tengah - tengah kampung. Joy sungguh tidak takut, padahal kemarin hampir saja terjadi ketegangan.

Hanya lima belas menit, Joy berjalan dan sudah tiba di gereja, masih sepi. Ketika dia masuk, beberapa orang yang di gereja melihat ke arahnya Hanna tersenyum dan langsung duduk di kursi depan. Dia menyiapkan hatinya untuk beribadah kepada Tuhan.

Karena situasi kemarin, Lucas memerintahkan, anggotanya yang beragama kristen juga tenaga medis berdoa di Aula yang dijadikan ruangan serba guna.

"Komandan dokter Joy sudah ke gereja lima belas menit yang lalu."

"Ngak takut dia." Akhirnya dia berganti baju dan menggunakan motor ke gereja. Lucas sampai lima menit sebelum ibadah dimulai, dia langsung duduk disebelah Joy. Betapa kagetnya dia, namun dia tetap berfokus untuk beribadah begitu juga dengan Lucas. Ibadah selesai Lucas langsung mengandeng tangan Joy, mereka bersalaman denga pendeta dan warga jemaat lain lalu menuju ke motornya. Semua jemaat melihat.

"Komandan jangan begini, entar baper nyesal loh?"

"Kamu baper? Kalau aku sih ngak ya."

" hi percaya diri amat." Lucas tersenyum langsung membantu Joy naik ke motor.

"Untung saja pakai celana panjang, kalau ngak mana bisa naik motor gede ini, baru di paksa lagi." Lucas tidak merespon, dia hanya konsentrasi membawa motor dan membalas sapaan orang - orang dari yang dewasa sampai anak - anak yang menyapa mereka. Terus terang, Lucas merasa gugup, ada seperti kupu - kupu di hatinya bisa berduaan sama Joy Debora perempuan yang sudah membuat dia jatuh hati waktu melihat senyuman manisnya pertama kali. Namun sekali lagi dia berusaha untuk profesional.

"Lain kali kalau mau beribadah lihat situasi jangan asal pergi."

"Masa mau beribadah di larang."

"Hai dokter yang cantik katanya dan pintar, gunakan akal sehat kamu kalau mau melakukan sesuatu disini. Ini bukan Jakarta bu dokter terhormat."

"Kamu tadi bilang saya cantik kan? Baru tahu ya, emang saya cantik." Joy langsung meninggalkan Lucas yang hanya menatap kepergiannya.

"Bukan saya yang bilang, tadi orang - orang di jalan yang bilang." Lucas berbicara kecil sekali suaranya. Sampai dikagetkan oleh Daniel rekan satu tim elitenya yang sudah seperti saudara baginya.

"Bagaimana beribadah dengan idola."

"Galak amat, jutek juga." Daniel hanya tersenyum melihat komandan dan sahabatnya itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!