NovelToon NovelToon
Dragon Emperor: Rebirth Of The Alchemist

Dragon Emperor: Rebirth Of The Alchemist

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Action / Fantasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Lin Xiao, seorang Supreme Alchemist dan petarung tingkat Dewa di "Alam Kayangan", dikhianati oleh kekasih dan sahabatnya demi merebut "Kitab Keabadian". Ia meledakkan jiwanya sendiri, tetapi bukannya musnah, ia bereinkarnasi 500 tahun kemudian ke tubuh seorang tuan muda yang dianggap sampah di sebuah kota kecil di Benua Bawah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sidang Aula Keluarga

Jarak dari paviliun kumuh tempat tinggal Lin Xiao menuju Aula Utama Keluarga Lin sebenarnya tidak terlalu jauh, hanya sekitar lima ratus langkah. Namun, bagi Lin Xiao yang tubuhnya babak belur, setiap langkah terasa seperti mendaki gunung pisau.

Keringat dingin membasahi punggungnya. Napasnya tersengal-sengal. Xiao Yun, pelayan setia itu, menopang hampir seluruh berat badan tuannya dengan tubuh kecilnya.

"Tuan Muda, kita kembali saja... Anda gemetar hebat," bisik Xiao Yun, air matanya kembali menggenang. Dia takut tuannya akan ambruk dan mati di tengah jalan.

Lin Xiao menggeleng pelan. "Lanjut jalan, Xiao Yun. Rasa sakit ini mengingatkanku bahwa aku masih hidup."

Di dalam benaknya, Lin Xiao sedang menganalisis struktur tubuh barunya. Meridian Yang hancur, Dantian (pusat energi) kering kerontang. Namun, berkat penyatuan jiwanya dengan "Kitab Keabadian", ia bisa merasakan sisa-sisa energi spiritual tipis di udara.

Saat mereka mendekati pintu gerbang Aula Utama yang megah, suara perdebatan keras terdengar hingga ke luar.

"Patriark! Anda tidak bisa terus-menerus egois! Keluarga Lin sedang di ujung tanduk!" Itu adalah suara serak namun bertenaga milik Tetua Agung, Lin Zhen.

"Benar! Bisnis obat-obatan kita ditekan oleh Keluarga Wang. Kita butuh aliansi dengan Keluarga Su, dan mereka hanya mau menikahkan putri mereka dengan pewaris yang kuat. Lin Xiao... maafkan kata-kataku, dia hanyalah beban!" timpal suara lain.

Lin Xiao memberi isyarat pada Xiao Yun untuk berhenti sejenak di depan pintu besar yang tertutup rapat. Dia ingin mendengar pembelaan ayahnya.

"Cukup!" Suara berat dan penuh wibawa terdengar, diiringi suara gebrak meja yang keras. Itu Lin Hai, ayahnya. "Putraku baru saja dipukuli hingga hampir mati oleh Wang Lei! Dan kalian... darah dagingnya sendiri, bukannya menuntut balas pada Keluarga Wang, kalian malah sibuk merencanakan pemakzulan saat dia sedang berjuang antara hidup dan mati?!"

"Ini demi kelangsungan klan, Patriark!" bantah Lin Zhen. "Cucu saya, Lin Hong, sudah mencapai tingkat ke-4 Ranah Pengumpulan Qi di usia 16 tahun. Dia adalah masa depan kita. Sedangkan Lin Xiao? Dia sampah yang bahkan tidak bisa menyalakan api dantian!"

"Jaga mulutmu, Tetua Agung!" Lin Hai meraung. Aura Ranah Pengumpulan Qi tingkat ke-9 meledak dari dalam ruangan, membuat pintu aula bergetar.

Lin Xiao di luar pintu tersenyum tipis. Ayah yang baik. Di kehidupan lalu aku yatim piatu, tapi di sini aku punya seseorang yang rela melawan dunia demi aku.

"Buka pintunya, Xiao Yun," perintah Lin Xiao.

Gadis itu ragu sejenak, lalu mendorong pintu kayu jati yang berat itu.

Krieeet.

Suara engsel pintu yang berkarat memecah ketegangan di dalam ruangan. Semua mata—termasuk Patriark Lin Hai, tiga orang Tetua, dan beberapa sepupu muda yang hadir—langsung tertuju ke arah pintu masuk.

Mata mereka membelalak tak percaya.

Di sana berdiri Lin Xiao. Wajahnya pucat seperti mayat, perban berdarah melilit kepalanya, dan tubuhnya harus dipapah. Namun, sorot matanya... sorot matanya tenang, dalam, dan setajam pedang kuno. Tidak ada lagi keraguan atau ketakutan yang biasa terlihat pada "Lin Xiao si Sampah".

"Xiao'er!" Lin Hai langsung melompat dari kursi kebesarannya, bergegas menghampiri putranya. Dia menyalurkan energi hangat ke punggung Lin Xiao untuk menopangnya. "Kau... kenapa kau bangun? Tabib bilang kau butuh istirahat total!"

Lin Xiao menatap wajah ayahnya. Pria paruh baya itu tampak gagah, namun kerutan kekhawatiran terlihat jelas di wajahnya.

"Aku mendengar keributan, Ayah. Rasanya tidak sopan jika pewaris keluarga tidak hadir saat nasibnya sedang didiskusikan," jawab Lin Xiao dengan suara tenang.

Dia kemudian menoleh perlahan ke arah deretan kursi para Tetua. Matanya berhenti pada sosok tua berjanggut putih—Tetua Agung Lin Zhen, dan pemuda sombong yang duduk di sebelahnya, Lin Hong.

"Kau masih hidup?" Lin Hong keceplosan, nada kecewa terdengar jelas dalam suaranya.

Lin Xiao tersenyum miring. "Maaf mengecewakanmu, Sepupu. Raja Neraka bilang aku terlalu merepotkan, jadi dia mengirimku kembali."

Wajah Tetua Agung Lin Zhen menjadi gelap. Dia mendengus dingin. "Hmph! Kau punya nyali besar untuk datang ke sini dengan tubuh cacat itu. Karena kau sudah di sini, baguslah. Kau bisa mendengar keputusan kami secara langsung."

"Lin Zhen!" bentak Lin Hai.

"Ayah, biarkan dia bicara," potong Lin Xiao halus, menahan tangan ayahnya yang hendak memukul tetua itu.

Lin Zhen berdiri, menatap Lin Xiao dengan pandangan merendahkan. "Lin Xiao, demi kebaikan Keluarga Lin, serahkan posisi Pewaris Muda kepada Lin Hong. Keluarga Wang semakin agresif. Jika kita tidak memiliki penerus yang kuat, Kota Batu Hijau akan menelan kita hidup-hidup. Kau yang cacat meridian tidak akan pernah bisa memimpin klan."

Suasana hening mencekam. Semua orang menunggu reaksi Lin Xiao. Biasanya, Lin Xiao yang lama akan menunduk malu dan menangis, atau mengamuk tak berdaya.

Namun, Lin Xiao yang sekarang justru tertawa pelan. Tawa itu kering, tanpa humor, namun entah kenapa membuat bulu kuduk orang-orang yang mendengarnya meremang.

"Kalian takut pada Keluarga Wang?" tanya Lin Xiao, suaranya pelan namun bergema di seluruh aula. "Kalian takut pada Wang Lei yang hanya berada di tingkat ke-5 Ranah Pengumpulan Qi?"

"Hanya?" Lin Hong berdiri, wajahnya merah padam. "Kau sampah yang tidak punya kultivasi berani meremehkan tingkat ke-5? Kau sendiri dipukuli seperti anjing olehnya!"

"Itu kemarin," potong Lin Xiao datar. Tatapannya menusuk langsung ke mata Lin Hong, membuat sepupunya itu tanpa sadar mundur selangkah. Itu adalah tatapan seorang Supreme Alchemist yang pernah membantai ribuan iblis. Meskipun tanpa energi spiritual, tekanan mental (Soul Pressure) dari jiwa Lin Xiao masih tersisa sedikit.

"Tetua Agung," Lin Xiao mengalihkan pandangan kembali ke orang tua itu. "Kalian ingin mencopot posisiku karena menganggapku tidak berguna, bukan?"

"Itu fakta, bukan anggapan!" cibir Lin Zhen.

"Baiklah. Kalau begitu, mari kita buat taruhan," ucap Lin Xiao lantang.

Lin Hai menatap putranya dengan cemas. "Xiao'er, jangan bicara sembarangan..."

"Ayah, percayalah padaku," Lin Xiao menepuk tangan ayahnya, lalu kembali menatap para tetua. "Satu bulan lagi adalah Turnamen Berburu Tahunan Kota Batu Hijau. Semua generasi muda dari tiga keluarga besar akan berpartisipasi."

"Jika aku, Lin Xiao, tidak bisa masuk ke peringkat tiga besar dalam turnamen itu... aku akan sukarela menyerahkan posisi Pewaris Muda dan pergi dari Keluarga Lin selamanya."

1
jamanku
ga sabar nunggu
Op L
lanjutkan tor
Yuu Li
gas
Yuu Li
oke
Yuu Li
makinnnn seruuuu👍
Lucy Sandy
makin seru👍👍👍
Lucy Sandy
lanjutkan sampai tamat
Roy Kkk
ceritanya menarik
Roy Kkk
bagus👍👍👍👍👍
Roy Kkk
matap bangat karyamu
King Salman
bagus
Jinan 2
cepat update
Raikuu 1
bagus
Rayhan Purwanto
lanjutkan
Lamia Dante
semangat namatin
Lamia Dante
bagus ceritanya👍👍👍
Jake King
luar biasa ceritanya
Jake King
makin sery👍
Op L
ceritannya seru
Op L
makin seru lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!