seorang anak kecil yang baru berusia 5tahun, ia ingin melakukan dendam akibat tantenya meninggal karna menyelamat kan nya. setelah ia beranjak remaja ia memulai melakukan dendam tersebut, dan rencananya ia akan bikin anak dari sang pembunuh jatuh cinta padanya dan meninggalkan nya. tetapi ia malah jatuh cinta pada gadis itu, dan siapa sangka ia tidak bisa melanjutkan balas dendam tersebut. tetapi karna permintaan sang mamah dan tidak akan membuat mamahnya kecewa ia akan melakukan balas dendam itu, walaupun harus merelakan orang yang ia cintai. namun ia tidak bisa untuk menyakiti hati orang yang ia cintai tapi apalah dayanya mamahnya selalu memaksa ia untuk melakukan balas dendam. dan ia semakin di buat bingung oleh keadaan, ia harus memilih salah satu ANTARA CINTA ATAU BALAS DENDAM.
penasaran sama ceritanya? sini dibacaa
jangan lupa follow dan vote di setiap bab nya ya gayss
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25 | Day 1 KULIAH
happy readingg
devi, si gadis bar-bar nan random. ia
memilih kampus acadia higt school,
kampus terkenal di kota Jakarta.
hari ini, hari pertama ia pergi kuliah.
ia sangat sangat menantikan hari ini,
tetapi devi tidak satu kampus dengan
kedua temannya. karna mereka berbeda
tujuan, Devi masuk jurusan kedokteran,
Mala masuk ke jurusan psikologi, dan
vio ia memilih jurusan desain. mengapa
tidak satu kampus? karna mereka bertiga
memiliki kampus impian masing masing.
jadi tidak satu kampus.
devi hari ini pergi ke kampus di antar
oleh ayahnya, karna masih hari pertama.
mobil Fathir berhenti di depan gerbang
kampus acadia higt school, Devi menatap
kampus itu dengan tatapan tak percaya
dan juga kagum.
"yahh besar banget yahh" ucap Devi
Dengan mata berbinar
fathir tersenyum lembut ke arah
putrinya, dan mengelus puncak kepala
Devi dengan sayang.
"hari ini hari pertama kamu masuk
kuliah, rajin rajin yah anak ayah" ucap
Fathir
"pasti dong yahh, aku bukan anak kecil
lagii gausah di ingetin" jawab devi
Fathir hanya terkekeh
"yaudah kalo gitu aku turun dulu yah,
dadaa" Devi pamit turun dan juga
menyalimi tangan Fathir
Fathir hanya tersenyum, menatap
kepergian putinya yang telah masuk
kedalam pintu gerbang tersebut.
Devi melihat lihat sekeliling, mahasiswa
mahasiswa disini seperti dari orang kaya
semua.
wajar saja, karna kampus ini begitu
besar.
tiba tiba ada yang memegang pelan
pundak Devi, membuat Devi tersentak
dan menoleh kebelakang.
"haii, gue ngagetin Lo ya? sorry sorry"
sapa seorang perempuan cantik nan agak
tinggi dari devi, Devi saja hanya sebatas
telinganya.
Devi tersenyum, "gapapa kok" balasnya
"eh kenalin nama gue Cantika"
perempuan itu memperkenalkan diri
"kenalin juga gue Devi" jawab devi
memperkenalkan namanya juga
"Lo baru ya? yaudah sama"
"iya gue baru"
"moga kita bisa jadi temen yahh" ucap
Cantika
Devi tersenyum, "eh yuk kita ke lapangan
udah mau mulai itu kek nya" ajak Devi
dan menggandeng tangan Cantika
Cantika berseru "ayooo"
Devi dan Cantika sudah sampai
di lapangan kampus, dan mereka
kini tengah mendengarkan senior
menjelaskan sesuatu.
"kakak seniornya cantik banget gak sih
cann?" bisik Devi
"mana iya lagiii" jawab Cantika semangat
"oke, mahasiswa baru selama ospek,
kalian akan kenalan sama dosen,dan
teman teman kalian. siap?" ujar si senior
dari depan dengan mic di tangan nya.
setelah perkenalan antar
dosen,senior,dan mahasiswa yang lain.
sekarang waktunya games.
salah satu senior lelaki berbicara dan
menyampaikan salah satu tentang games,
"games kali ini sesuai jurusan masing
masing"
"jurusan kedokteran ikut sini, jurusan
hukum ikut kesini..." dan lain lain, senior
itu mengucap satu persatu jurusan yang
ada.
"eh can Lo ikut jurusan apa?" tanya Devi
"kedokteran kok Dev tenang aja"
"yess untungnya ada temen"
"lu pengen jadi dokter yaa?" tanya cantika
"pengen pengen aja"
"samaa"
"games hari ini adalah games tebak
tebakan sesuai jurusan masing masing"
para senior berpencar ke tempat
mahasiswa dengan jurusan yang berbeda
beda.
yang ke jurusan Cantika dan Devi adalah
seorang senior perempuan cantik dan
nampak lembut.
"halo semuanya apa kabar?" tanya senior
tersebut
"BAIK" jawab mereka serempak
senior itu tersenyum, "sebelumnya,
perkenalkan nama saya ella. kalian bisa
panggil aku kak Ella yaa"
"oke kakk Ella" jawab mereka serempak
lagi
"hari ini kita akan bermain games, siapa
yang udah gak sabarr??" tanya ellaa
semangat
"AKUU" jawab beberapa mahasiswa
jurusan kedokteran heboh dan semangat
"oke Kaka akan bentuk kalian menjadi
kelompok terlebih dahulu" ucap senior itu
"kelompok pertama terdiri dari,
Devi,Cantika,viona,lara, Marcel,vino,dan
bryan. kelompok dua terdiri dari..." ella
menyemburkan beberapa kelompok yang
lain juga.
"oke semuanya sudah mendapat
kelompok masing masing? kita mulai
gamesnya sekarang!"
"yeyyy" teriak Devi heboh
"yess akhirnya" teriak Cantika juga tak
kalah hebohnya
kelompok Devi sudah bergabung menjadi
satu, dan juga kelompok yang lain.
"games kali ini, kalian tunjuk bagian
anggota tubuh yang Kaka sebut yahh.i
ngat harus cepat cepat, jika kalian
telat jawaban kalian akan di ambil
oleh kelompok yang lain. dan sebelum
menunjuk kalian angkat tangan terlebih
dahulu. paham semua?"
"pahamm!" teriak mereka serempak
"oke kita mulaiii"
"siap? tunjuk.....HATI!"
kelompok lain tengah rebutan angkat
tangan dan menunjuk bagian hati, terapi
berbeda dengan Cantika dan Devi.
"dev hati itu disini bukan disitu, itu mah
jantung" ucap Cantika
"ini tuh bener disiniii cann, lu nya aja
ayang salah" jawab devi tak mau di
salahkan
Cantika menghela nafas sabar
Marcel yang melihat kegaduhan mereka
berdua hanya berdehem, dan mengangkat
tangan nya. lalu menunjuk bagian dada
tepat dimana hati berada.
elly mengangguk, "yeahh, semuanya
BENAR!"
"nah kan apa gua bilang devv, lu sihh"
ucap Cantika sambil menyilangkan
tangan di dada
"nyenyenye" jawab devi malas
"oke kita mulai lagii, sekarang kita tunjuk
bagian.....lambung!"
kelompok lain langsung pada gercep
menjawab sementara kelompok Devi dan
Cantika? jangan tanya lagi.
"ihh disini CANN yang bener bukan
disitu"
"disiniii yaa devvv, lu yang salah!"
"paan sih org bener guaa"
"salah devvv"
viona melerai pertengkaran mereka,
"udah deh stop, kita ini lagi main games
bukan berantem!"
lara menimpali, "bener, kita harus
kompak"
vino dan bryan yang sejak tadi diam
ikut menyahut, "kalo gatau jawaban
nya gausah jawab, biar kita" ucap Bryan
dengan nada yang ketus dan cuek.
sementara vino, ia menyahut dengan
nada yang lembut dan soft spoken.
"gausah berantem, kalo gatau serahin ke
yang cowok aja yahh?"
Devi menepuk nepuk pundak Cantika,
dan berbisik. "gilak sop spoken bangett"
"soft spoken devv" balas Cantika
"nah iya ituu"
kegiatan kembali berlangsung, dengan
seru dan gembira.
disebuah tempat, lebih tepatnya di
gudang yang sudah lusuh dan tidak
pernah terpakai lagi. ada lima pria
berbadan besar dan rambutnya panjang
panjang, nampak seperti preman.
kelima preman itu tengah mendengarkan
perintah bosnya, untuk melakukan
sesuatu.
"kalian semua, sekap cewek ini, disini.
dan siksa dia. ingat jangan sampai
buat dia mati dengan begitu mudahnya
tanpa ngerasain penderitaan." perintah
perempuan itu.
kelima preman itu lalu mengangguk, dan
mengambil sebuah foto seorang gadis
perempuan.
lalu perempuan yang menyuruh mereka
berlima itu, melempar segepok uang
merah ke lantai yang dingin.
salah satu preman berambut gondrong itu
berjongkok, dan mengambil segepok uang
itu.
"segini doang bos?" tanya preman itu
yang lain hanya mengangguk, menyetujui
ucapan pria berambut gondrong itu.
"gua tambah lima juta lagi kalo kalian
berhasil!"
"siap bos" jawab mereka serentak
kelima pria itu langsung tersenyum puas,
dan menjabat tangan Clarissa.
"senang bisa bertemu dengan anda bos"
"ya" Clarissa hanya membalas singkat
"kita akan kabarin anda bos jika berhasil"
"gua tunggu"
lalu Clarissa keluar dari gudang itu
Dengan senyum kemenangannya, dan
licik.
"Lo bakal kalah Devi! ingat gak akan ada
yang bisa milikin Afan selain gue!" batin Clarissa