NovelToon NovelToon
Aturan Main Sang CEO

Aturan Main Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Identitas Tersembunyi / Pernikahan Kilat / CEO / Office Romance / Balas Dendam
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Lyra Graceva hanyalah seorang sekretaris teliti yang hidup dalam bayang-bayang trauma ibunya dan status "anak haram". Namun, dunianya runtuh sekaligus bangkit saat bosnya yang obsesif, Sean Nathaniel Elgar, menjeratnya dalam sebuah pernikahan kontrak yang berubah menjadi kepemilikan mutlak. Di balik gairah panas dan sikap posesif Sean, tersembunyi rahasia kelam masa lalu yang melibatkan kedua orang tua mereka. Lyra yang awalnya rapuh, bertransformasi menjadi "Ratu" yang dingin demi membalaskan dendam ibunya dan mengungkap kebenaran tentang asal-usulnya, sementara Sean bersumpah akan menghancurkan siapa pun—termasuk keluarganya sendiri—demi menjaga Lyra tetap di sisinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Resepsi Berdarah Sang Ratu

Hening yang mematikan menyelimuti apartemen mewah itu. Sean masih memeluk Lyra, seolah dekapannya adalah satu-satunya hal yang bisa mencegah dunia Lyra hancur berkeping-keping. Namun, ia merasakan sesuatu yang berbeda. Tubuh Lyra tidak lagi gemetar hebat. Isakannya berhenti secara tiba-tiba.

Lyra melepaskan diri dari dekapan Sean. Ia mundur selangkah, namun kali ini ia tidak menunduk. Ia mengangkat dagunya, menatap langsung ke dalam mata gelap Sean dengan binar yang belum pernah Sean lihat sebelumnya—sebuah tatapan yang dingin, tajam, dan penuh dengan bara kemarahan yang terkendali.

"Sean," suara Lyra terdengar datar, namun sangat tegas. "Cukup."

"Lyra, aku akan mengurusnya. Aku akan memastikan Martha—"

"Tidak," potong Lyra. Ia melangkah maju, mendekatkan wajahnya ke wajah Sean. "Kau bilang aku adalah Nyonya Elgar, bukan? Kau bilang aku adalah pemilik sah Wijaya Group sekarang?"

Sean terpaku, ia mengangguk perlahan. "Ya. Apapun yang kau miliki adalah milikmu, dan apapun yang aku miliki adalah senjatamu."

"Kalau begitu, biarkan aku yang melakukannya." Lyra mencengkeram kerah kemeja Sean, menarik pria itu hingga mereka sangat dekat. "Selama ini aku menjadi wanita baik-baik yang hanya bisa menangis saat dihina. Aku membiarkan ibumu menginjak harga diriku karena aku merasa berhutang budi padamu. Tapi setelah tahu dia adalah iblis yang merancang pemerkosaan ibuku dan membunuh nenekmu... aku tidak punya alasan lagi untuk menjadi orang baik."

Sean menatap istrinya dengan takjub. Perubahan aura Lyra dari seekor merpati yang rapuh menjadi elang yang siap menerkam membuatnya semakin terobsesi. "Apa yang kau inginkan, Sayang?"

"Aku ingin pernikahan yang paling megah. Aku ingin seluruh dunia melihat peresmianku sebagai pemegang saham terbesar Wijaya Group. Kita akan memancing Martha dan Rianti keluar. Biarkan mereka menyerangku di depan umum, karena saat itulah aku akan menghancurkan mereka sampai ke akarnya."

Satu minggu kemudian, Grand Ballroom Hotel Elgar dipenuhi oleh ribuan tamu undangan kelas atas. Martha Elgar berdiri di tengah ruangan dengan gaun beludru biru tua, mencoba mempertahankan topeng keanggunannya meski hatinya diliputi kecemasan. Di sampingnya, Rianti Wijaya duduk dengan angkuh, mengira posisinya masih aman sebagai sesepuh keluarga Wijaya.

"Lihat wanita jalang itu," bisik Rianti pada Martha saat melihat Lyra berjalan masuk dengan gaun pengantin bertahtakan berlian. "Dia pikir dengan menguasai saham, dia bisa menjadi bagian dari kita?"

"Tenanglah, Rianti," desis Martha dengan senyum palsu. "Aku sudah menyiapkan jurnalis untuk menyebarkan foto-foto Hana di RS Jiwa tepat saat dia berpidato. Kita akan membuatnya malu hingga dia ingin mati."

Namun, Martha tidak tahu bahwa setiap jurnalis yang ia sewa telah diganti oleh orang-orang kepercayaan Sean.

Acara puncak dimulai. Lyra naik ke podium di bawah sorotan lampu follow-spot. Sean berdiri di belakangnya seperti bayangan pelindung yang haus darah.

"Terima kasih atas kehadirannya," ujar Lyra, suaranya jernih memenuhi ruangan. "Malam ini, bukan hanya tentang pernikahan saya. Saya memiliki hadiah spesial untuk dua wanita yang sangat berjasa dalam menciptakan... garis takdir hidup saya."

Layar raksasa di belakang Lyra menyala. Bukannya menampilkan video romantis, layar itu justru memutar rekaman suara Diana di kantor polisi dan rekaman CCTV rumah sakit tiga puluh tahun lalu yang telah dipulihkan secara digital oleh tim Sean.

"Martha menyuntikkan sesuatu ke infus ibu mertuanya... dia memalsukan wasiat..." suara Diana menggema.

Lalu, muncul dokumen medis yang menunjukkan jejak racun dalam sampel jaringan yang baru saja diambil dari makam nenek Sean—ekshumasi diam-diam yang diperintahkan Sean.

Seluruh tamu undangan berbisik histeris. Wajah Martha berubah menjadi putih pucat seperti mayat.

"Itu fitnah! Matikan layarnya!" teriak Martha, namun tak ada yang bergerak.

Lyra menatap Rianti Wijaya yang kini mencoba berdiri dengan tangan gemetar. "Dan untuk Anda, Nenek Rianti... terima kasih telah mengancam ibu kandung saya dan bersekongkol dengan Diana untuk membiarkan pemerkosaan itu terjadi demi aliansi bisnis. Ini adalah surat resmi pengusiran Anda dari seluruh properti Wijaya Group."

Lyra melemparkan tumpukan berkas dari podium. "Tiga puluh tahun lalu, kalian merancang neraka untuk Hana. Malam ini, aku membawa neraka itu ke hadapan kalian."

Edward Elgar melangkah maju dengan pengawal, matanya merah menatap Martha. "Kau membunuh ibuku, Martha? Selama ini aku tidur dengan pembunuh ibuku sendiri?!"

Polisi masuk ke tengah ballroom yang megah itu. Borgol besi bergemerincing, memecah kesunyian yang mencekam. Martha dan Rianti diseret di depan seluruh rekan bisnis mereka. Hinaan yang dulu mereka lontarkan pada Lyra kini berbalik menjadi ludah masyarakat yang menghantam wajah mereka sendiri.

Lyra berdiri tegak, tidak ada air mata. Ia merasakan tangan Sean melingkar di pinggangnya dari belakang, menariknya ke dalam dekapan yang sangat protektif.

"Kau puas, Ratu?" bisik Sean parau di telinga Lyra, matanya berkilat penuh pemujaan gelap.

Lyra menoleh, menatap Sean dengan senyum tipis yang mematikan. "Belum, Sean. Ini baru babak pembukaan."

Sean menyeringai, ia mencium leher Lyra di depan sisa-sisa tamu yang masih terpaku. "Kalau begitu, mari kita selesaikan sisanya di kamar. Karena malam ini, tidak akan ada yang bisa menyelamatkanmu dari rasa lapar suamimu yang sudah membantumu membalas dendam."

Malam itu, di bawah kemegahan yang hancur, Lyra Elgar telah lahir kembali. Bukan sebagai korban, tapi sebagai penguasa baru yang akan memimpin Elgar Group dengan tangan besi, didampingi oleh seorang harimau posesif yang siap mencabik siapa pun demi istrinya.

1
aditya rian
sean punya sodara nih pasti...
umie chaby_ba
😍😍😍😍
Ariska Kamisa
semoga para pembaca menikmatinya ,
aditya rian
😍😍😍😍😍
Uthie
bakal nyesel gak tuhhh 😁
Uthie
coba mampir 👍
umie chaby_ba
ini penjahat bersahabat dengan penjahat..🫣🫣
umie chaby_ba
what? /Sob/
umie chaby_ba
lalu anak siapa??
umie chaby_ba
what??? apa jangan-jangan Lyra.... anak Edward?🫣
umie chaby_ba
waduh...
umie chaby_ba
oh... cinta pada pandang pertama 🤭
umie chaby_ba
🫣
umie chaby_ba
ulasan pertama /Good/
Rame sih ....
shack... shick.... shock..
cepet terungkapnya ... jebreet jebret...
umie chaby_ba
waah waah udah ada yang baru lagi ... tema posesif posesif gitu aku suka.... 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!