NovelToon NovelToon
The Spy Cultivator [Haneen And Shadow System]

The Spy Cultivator [Haneen And Shadow System]

Status: sedang berlangsung
Genre:Pembunuhan / Sistem / Pembaca Pikiran / Time Travel / Transmigrasi / Solo Leveling
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sands Ir

Haneen, mantan agen intelijen elit, dikhianati dan tewas di dunia modern. Namun, dia terbangun di tubuh gadis lemah yang namanya sama di dunia kultivasi, murid luar Sekte Pedang Langit dengan merdian rusak yang sering di-bully.

Beruntung, Haneen membawa Sistem Agen Bayangan yang memungkinkannya mengeluarkan senjata modern seperti pistol, drone intai, dan granat di dunia yang mengandalkan pedang dan jurus.

Awalnya hanya ingin bertahan hidup, Haneen justru mengungkap jaringan korupsi besar di dalam sekte. Para tetua yang terlihat suci ternyata saling melindungi sambil mencuri sumber daya. Bersama Yan Ling, murid luar yang juga jadi korban, Haneen mulai membongkar kejahatan satu persatu.

Namun setiap kebenaran yang terungkap, mereka semakin diburu. Dari tambang ilegal hingga ruang bawah tanah rahasia, Haneen dan Yan Ling harus terus berlari sambil mencari cara untuk bertahan.

Mampukah Haneen bertahan di dunia yang mengagungkan kekuatan spiritual sambil membongkar rahasia kelam para tetua?
Akankah teknologi modern dari sistemnya cukup untuk mengalahkan kultivator tingkat tinggi yang terus memburunya? Dan yang terpenting, bisakah dia dan Yan Ling saling percaya di tengah bahaya yang mengintai setiap langkah?

Penuh Aksi, strategi cerdas, dan intrik yang tak terduga.

Ikuti perjalanan Haneen membuktikan bahwa di dunia yang kejam ini, pinter dan siap bisa mengalahkan yang kuat.
Siapkah kamu mengikuti setiap langkah berbahaya mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sands Ir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 : Topeng & Pemburu

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Kota Kabut Perak tidak pernah seramai ini. Berita penangkapan Manajer Liu dan kejatuhan keluarga Zhang menyebar seperti virus. Dari pasar utama hingga gang sempit, semua orang membicarakannya. Beberapa warga bahkan terlihat melempar batu ke arah gerbang estate keluarga Zhang. Asap hitam tebal membubung tinggi di pusat kota.

Haneen dan Yan Ling tidak berada di tengah kerumunan. Mereka bersembunyi di atap gudang tua di Distrik Selatan. Dari sini, mereka bisa melihat kekacauan itu tanpa terlibat.

"Keluarga Zhang akan tamat," kata Yan Ling. Dia menunduk, melihat asap hitam di kejauhan. Wajahnya lelah tapi lega.

"Untuk sekarang," jawab Haneen singkat. Dia tidak duduk santai. Matanya terus memindai setiap gerakan di jalanan bawah. "Mereka akan cari kambing hitam. Kita harus siap pindah kalau perlu."

Haneen menutup mata sejenak. Dia mengakses sistem di dalam pikiran. Layar biru muncul hanya di retinanya.

[Misi Selesai: Guncang Korupsi Lokal. Hadiah: 2000 IP + Topeng Identitas Ganda.]

Haneen membuka mata. Dia tidak menunjukkan apa-apa pada Yan Ling. Dari saku jubahnya, dia mengeluarkan dua lembar topeng tipis berwarna kulit. Benda itu terlihat seperti kain, tapi terasa dingin dan aneh.

"Pakai," perintah Haneen sambil melempar satu pada Yan Ling.

Yan Ling menangkapnya. Dia bingung. "Apa ini?"

"Alat Penyamaran," jawab Haneen padat. Dia sudah menempelkan topeng itu di wajahnya sendiri. Dalam detik, wajah Haneen berubah. Mata hitamnya jadi cokelat. Bentuk rahangnya berbeda. Auranya juga terasa acak.

Yan Ling tidak bertanya lagi. Dia percaya pada Haneen. Dia menempelkan topeng itu di wajah. Sensasi dingin menjalar. Saat dia melihat bayangan dirinya di genangan air, wajahnya sudah berbeda. Ada bintik kecil di pipi. Rambutnya terlihat lebih bergelombang.

"Berapa lama?" tanya Yan Ling.

"Sehari," jawab Haneen. "Jangan lepas sampai aku bilang aman. Nama kita juga ganti. Jangan pakai Ren dan Lin lagi."

"Siap," jawab Yan Ling. Dia berdiri, siap bergerak.

Tiba-tiba, Haneen membeku. Bulu kuduknya berdiri. Instingnya berteriak bahaya. Bukan dari dalam kota, tapi dari arah gerbang utara.

Haneen memerintahkan sistem memindai. [Peringatan: Terdeteksi tiga aura tingkat Tinggi. Pola cocok dengan Sekte Pedang Langit.]

Jantung Haneen berdegup kencang. Mereka sudah ketahuan. Pemburu dari sekte sudah sampai. Tiga orang tingkat Tinggi. Itu jauh di atas kekuatan mereka sekarang. Lari bertarung sama saja bunuh diri.

"Mereka datang," bisik Haneen. Wajahnya tetap datar meski situasi genting. "Tiga orang. Tingkat Tinggi. Dari arah utara."

Yan Ling langsung memegang gagang pedangnya. "Kita lari?"

"Belum," kata Haneen. "Gerbang pasti diawasi. Kita butuh alat penyamaran yang lebih kuat. Sistem punya pil penyamaran aura, tapi poin kita kurang."

Haneen mengecek sistem lagi. [Misi Cepat Tersedia: Selamatkan Pedagang dari Perampokan. Lokasi: Gang Distrik Barat. Hadiah: 500 IP.]

Lima ratus poin. Itu cukup untuk membeli pil penyamaran sementara. Tapi mereka sedang diburu. Mengambil misi sekarang sangat berisiko.

"Kita ambil misi itu," kata Haneen tiba-tiba. Dia menunjuk ke arah Distrik Barat.

Yan Ling melotot. "Kau gila? Pemburu sekte ada di utara. Kita malah mau cari urusan?"

"Kita membutuhkannya sekarang," tegas Haneen. "Kalau tidak punya alat penyamaran yang lebih baik, malam ini kita akan ketahuan. Ini investasi nyawa. Lima menit saja."

Yan Ling menggigit bibir. Dia tahu Haneen jarang salah. Tapi ini terasa seperti judi. "Baik. Lima menit. Lebih dari itu, kita tinggalkan misi."

"Sepakat."

Mereka turun dari atap dan menyatu dengan kerumunan. Topeng itu bekerja sempurna. Tidak ada yang menoleh dua kali. Mereka berjalan cepat menuju Distrik Barat. Jalanan di sini lebih sepi. Bangunan tinggi menghalangi sinar matahari.

Di ujung gang sempit, terdengar teriakan. "Tolong! Ambil uangku saja! Jangan bunuh saya!"

Haneen dan Yan Ling saling pandang. Mereka masuk ke gang tanpa suara. Di sana, lima orang perampok sedang mengeroyok seorang pedagang tua. Pisau mereka sudah berlumuran darah sedikit.

"Lakukan," bisik Haneen.

Haneen tidak buang waktu. Dia menarik pistol silent dari lengan bajunya. ‘Syut’. ‘Syut.’ Dua tembakan cepat. Dua perampok langsung jatuh. Lubang kecil di dahi mereka. Tidak ada suara ledakan.

Perampok lainnya kaget. "Dari mana ini?"

Yan Ling sudah bergerak. Dia melempar tiga jarum beracun, tiga kilatan perak melesat. Hanya terdengar desing tipis yang nyaris tak terdengar pancaindra, diikuti suara tumbukan halus saat jarum menancap di kulit tiga perampok tersisa. Mata mereka melotot, lalu mereka roboh lumpuh. Racun Yan Ling bekerja cepat.

Semua terjadi kurang dari satu menit. Pedagang tua itu gemetar di sudut, tidak percaya apa yang baru terjadi.

Haneen sudah menyimpan pistolnya. Dia mendekati pedagang itu. "Pergi. Jangan lihat kebelakang."

Pedagang itu bangkit cepat, mengambil tasnya, dan lari terbirit-birit tanpa berani berterima kasih.

[Misi Selesai. Hadiah: 500 IP.]

Haneen menghela napas. "Ayo balik. Kita beli pil penyamaran."

Tapi sebelum mereka bergerak, Haneen menahan langkah Yan Ling. "Menunduk."

Mereka berdua jongkok cepat di balik tumpukan kotak kayu. Tepat saat mereka bergerak, bayangan putih melintas di atas gang. Angin kencang membuat debu beterbangan.

Itu pedang terbang.

Salah satu pemburu sekte lewat. Dia tidak turun, tapi dia melayang rendah, memindai area dengan alat deteksi.

Yan Ling menahan napas. Tangannya sudah di gagang pedang. Haneen menggeleng pelan. “Jangan bergerak”

Pemburu itu berhenti sebentar di atas gang. Alat di tangannya berbunyi tipis. Dia menoleh ke arah tempat sembunyi mereka. Haneen memegang pistolnya erat. Jika pemburu itu turun, mereka harus bertarung. Tidak ada pilihan lain.

Detik-detik terasa seperti jam. Keringat dingin mengalir di punggung Yan Ling.

Akhirnya, pemburu itu mendengus. Dia mungkin mengira alatnya rusak. Dia terbang lagi, melanjutkan pencarian ke arah lain.

Haneen menunggu sampai aura pemburu itu benar-benar hilang dari jangkauan sistem. Baru dia berdiri.

"Kita dapat lima ratus poin," kata Haneen pelan. "Tapi mereka sudah terlalu dekat. Kita tidak bisa tinggal di Distrik Barat."

"Kita kemana sekarang?" tanya Yan Ling. Dia mengusap keringat di dahinya.

"Gudang tua di Distrik Timur," jawab Haneen. "Kita beli pil penyamaran dulu, lalu pindah. Kita tidak bisa diam di satu tempat lebih dari tiga jam."

Mereka keluar dari gang dengan cepat. Tidak ada orang di sekitar. Mayat para perampok masih tergeletak di tanah. Haneen tidak peduli. Itu urusan penjaga kota.

Di toko obat gelap, Haneen menukar poinnya dengan pil penyamaran. Butir pil itu berwarna abu-abu, tidak berbau. Haneen menelan satu, memberikan satu pada Yan Ling.

"Telan," perintah Haneen.

Yan Ling menelan pil itu. Rasanya pahit. Tiba-tiba, aura spiritual mereka berubah total. Sekarang, di mata pendeteksi spiritual, mereka terlihat seperti murid kultivasi biasa tingkat rendah. Tidak mencurigakan.

"Ini akan bertahan tiga hari," kata Haneen. "Cukup untuk kita keluar dari kota dengan aman."

Mereka berjalan menuju Distrik Timur. Matahari mulai condong ke barat. Waktu semakin sedikit.

Tapi saat mereka sampai di persimpangan, Haneen berhenti lagi. Ada sesuatu yang salah. Jalanan terlalu sepi. Tidak ada pedagang. Tidak ada anak-anak bermain.

"Ada yang mengawasi kita," bisik Haneen.

"Dimana?" tanya Yan Ling. Dia sudah siap menyerang.

"Atap. Kiri. Dua orang," jawab Haneen. Dia tidak menoleh. "Mereka bukan pemburu sekte. Aura mereka berbeda. Lebih gelap."

"Pembunuh bayaran?" tebak Yan Ling.

"Mungkin keluarga Zhang punya cadangan," kata Haneen. "Mereka tidak mau ambil risiko membiarkan kita hidup."

Haneen tersenyum tipis. Senyuman dingin. "Itu bagus. Aku butuh latihan."

"Kita lari atau lawan?" tanya Yan Ling.

"Lari itu membuang tenaga," jawab Haneen. Dia membuka kunci pengaman pistolnya. "Kita habisi mereka dengan cepat. Sebelum pemburu sekte kembali."

Yan Ling menghela napas. Dia sudah menduga Haneen akan memilih ini. "Aku ambil yang kiri. Kau kanan."

"Hitungan ketiga," kata Haneen.

"Satu."

“Dua.”

“Tiga.”

Mereka bergerak bergerak bersamaan. Haneen melompat ke atap kiri dan Yan Ling melompat ke atap kanan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...Bersambung…...

Jangan lupa like, komen dan share😁

1
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
mampir kak
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor🔥
Mbu'y Fahmi
huh ... thor serasa ikut dalam cerita...👍👍
Mbu'y Fahmi
deg² thor takut ketauan😄
Ahyar Alkautsar Rizky
keren thor😍
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor🔥
Mbu'y Fahmi
lanjut thor... makin seru cerita nya
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor 🔥
Ara putri
semangat kak. jgn lupa mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor🔥
Ahyar Alkautsar Rizky
izin save gambarnya ya thor 🙏
Fajar Fahri
ikut kedalam cerita
Fajar Fahri
visualnya kerenn 👍
Intan21
😍
Intan21
good
Saskia Natasya
alur cerita nya bagus
Ahyar Alkautsar Rizky
seru kali thor 😍
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor please
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!