NovelToon NovelToon
Bukan Suami Biasa

Bukan Suami Biasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / CEO / Pernikahan Kilat / Identitas Tersembunyi
Popularitas:16.4k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Follow IG @Lala_Syalala13

Adrian Arkadia, seorang CEO jenius dan penguasa bisnis yang dingin, menyamar sebagai pria miskin demi memenuhi wasiat kakeknya untuk mencari cinta sejati.

Ia kemudian menikahi Arumi, gadis sederhana berhati emas yang dijadikan "pelayan" dan pemuas ambisi oleh ibu serta adiknya yang materialistis.

Di tengah hinaan keluarga mertua dan ancaman rentenir, Adrian menjalani kehidupan ganda yaitu menjadi kuli panggul yang direndahkan di malam hari, namun tetap menjadi raja bisnis yang menghancurkan musuh-musuhnya secara rahasia di siang hari.

Perlahan tapi pasti, Adrian menggunakan kekuasaannya untuk membalas setiap tetes air mata Arumi dan mengangkat derajat istrinya hingga para penindasnya berlutut memohon ampun.

Bagaimana kelanjutannya???
Jangan lupa mampir baca yaaaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BSB BAB 8_Dua Wajah Sang Penguasa

Air mata Arumi jatuh tepat di atas nasi hangat itu, bukan karena sedih, tapi karena merasa sangat dihargai.

Ia tidak tahu dari mana "Ian" mendapatkan uang untuk memesan makanan seenak ini, mungkin suaminya itu benar-benar menguras tenaganya di gudang demi membelikannya makan siang.

'Mas Ian... kau hanya seorang kuli, tapi kau memperlakukanku seperti seorang ratu,' batin Arumi.

Di kejauhan, dari dalam mobil sedan yang terparkir cukup jauh, Adrian mengamati melalui teropong.

Ia melihat Arumi mulai makan dengan lahap sambil menyeka air matanya.

Adrian menghela napas lega, ketegangan di wajahnya sedikit mengendur.

"Hendra," panggil Adrian tanpa mengalihkan pandangan dari Arumi.

"Iya, Tuan Muda?"

"Pastikan Ibu dan adiknya tidak mendapatkan makanan apa pun hari ini, blokir semua akses pinjaman mereka dan pastikan Pak Broto tidak memberi mereka uang sepeser pun sampai aku memberi perintah selanjutnya."

"Baik, Tuan."

"Dan satu lagi," Adrian melipat teropongnya.

"Siapkan pertemuan dengan manajer Emerald Estate, aku ingin membeli taman tempat Arumi bekerja. Aku tidak ingin dia bekerja di bawah terik matahari lagi, ubah taman itu menjadi area konservasi bunga yang memiliki peneduh otomatis, tapi pastikan dia tetap merasa bekerja di sana agar dia tidak curiga." ucap Adrian.

Hendra hanya bisa mengangguk patuh. 'Tuan Muda benar-benar sudah jatuh terlalu dalam.' pikirnya.

Sore itu, Adrian kembali ke penyamarannya, ia mengotori bajunya dengan debu dan arang, lalu berjalan kaki pulang menuju rumah Arumi.

Ia harus bersiap menghadapi drama baru dari mertua dan adik iparnya yang pasti akan mengadu tentang kejadian "petugas dinas" tadi pagi.

Namun Adrian tidak takut, baginya melihat Arumi tersenyum setelah makan siang tadi sudah cukup menjadi bahan bakar untuk menghadapi ribuan singa sekalipun, apalagi hanya dua orang wanita rakus di rumah itu.

Perang saraf ini baru dimulai, dan Adrian Arkadia telah memastikan bahwa ia memegang semua kartu as di tangannya.

Kehidupan Adrian Arkadia kini ibarat sebuah koin dengan dua sisi yang sangat kontras.

Di sisi pertama ia adalah "Ian", seorang pria sederhana dengan kemeja pudar yang harus menahan makian ibu mertuanya setiap pagi.

Di sisi lain, ia tetaplah sang "Elang Arkadia", pria yang getaran suaranya sanggup mengguncang bursa saham dalam sekejap.

Pukul enam pagi, Adrian sudah berdiri di depan cermin kecil yang retak di gudang belakang.

Ia memperhatikan wajahnya, ada sedikit noda hitam di pipinya sengaja ia biarkan agar terlihat seperti debu gudang.

Arumi masuk dengan membawakan segelas teh hangat dan sepotong singkong rebus.

"Mas ini sarapan untukmu, maaf ya Ibu masih marah soal kemarin, jadi aku tidak berani memasak banyak di dapur utama," bisik Arumi dengan nada bersalah.

Adrian tersenyum lembut, menyesap teh itu seolah-olah itu adalah anggur termahal di dunia.

"Ini sudah lebih dari cukup, Arumi. Apapun yang kau berikan, rasanya selalu luar biasa. Aku berangkat dulu, hari ini mandor bilang akan ada banyak kiriman barang, jadi mungkin aku akan pulang lewat maghrib."

Arumi mengantar suaminya sampai ke pagar, ia menatap punggung Adrian yang berjalan menjauh, merasa dadanya sesak oleh rasa sayang.

Ia tidak tahu bahwa begitu Adrian berbelok di ujung gang, sebuah mobil Mercedes-Benz S-Class berwarna hitam legam sudah menunggunya di balik rimbunnya pohon besar.

Begitu pintu mobil tertutup suasana berubah drastis, Hendra sudah menyiapkan segala kebutuhan tuannya.

"Sepuluh menit menuju Hotel Ritz-Carlton, Tuan Muda. Rapat dengan dewan komisaris dan perwakilan investor dari Qatar akan dimulai pukul delapan tepat," lapor Hendra sambil menyodorkan setelan jas navy blue yang telah diproses uap.

Adrian tidak membuang waktu, di dalam mobil yang luas itu, ia menanggalkan kemeja gudangnya.

Ia mengenakan kemeja putih sutra, memasang kancing manset emasnya, dan memakai jas yang membalut tubuh atletisnya dengan sempurna.

Hendra menyemprotkan parfum Oud yang elegan, sementara Adrian merapikan rambutnya dengan gel kelas atas.

Hanya dalam hitungan menit, sosok "Ian" yang malang telah lenyap digantikan oleh Adrian Arkadia, sang CEO yang dingin dan tak tersentuh.

"Bagaimana situasi di rumah setelah kejadian 'Dinas Sosial' kemarin?" tanya Adrian sambil memasang jam tangan Patek Philippe senilai miliaran rupiah.

"Ibu mertua Anda mencoba meminjam uang lagi ke Pak Broto, Tuan. Namun sesuai perintah Anda, kami sudah 'mengingatkan' Pak Broto bahwa jika dia meminjamkan uang lagi kepada keluarga itu, izin operasional koperasinya akan kami cabut secara permanen melalui jalur belakang. Pak Broto sekarang ketakutan," jawab Hendra tenang.

Adrian mengangguk puas. "Bagus. Biarkan mereka merasakan hidup tanpa uang sepeser pun. Aku ingin mereka tahu bagaimana rasanya menjadi Arumi selama bertahun-tahun."

Di ballroom mewah Hotel Ritz-Carlton, para petinggi perusahaan dan investor asing sudah menunggu dengan cemas.

Mereka sempat mendengar rumor bahwa sang CEO sedang menghilang.

Namun, ketika pintu aula terbuka dan Adrian melangkah masuk dengan aura yang begitu mendominasi, semua bisik-bisik itu hilang seketika.

"Selamat pagi, semuanya. Maaf saya sedikit terlambat, ada urusan 'lapangan' yang harus saya selesaikan secara pribadi," ucap Adrian dengan suara berat yang memenuhi ruangan.

Rapat itu berlangsung sangat intens, Adrian membedah rencana ekspansi Arkadia Group ke sektor energi terbarukan.

Ia berbicara dengan data yang akurat, mengambil keputusan berisiko tinggi dengan ketenangan yang menakutkan, dan membungkam kritik dari para komisaris tua yang kolot.

Namun di tengah-tengah pemaparan investor dari Qatar, ponsel jadul milik "Ian" di saku jas Adrian bergetar.

Adrian mengangkat tangan, memberi tanda agar presentasi dihentikan.

Semua orang di ruangan itu menahan napas, mereka mengira ada panggilan darurat dari kepala negara atau rekan bisnis internasional lainnya.

Adrian mengeluarkan ponsel bututnya, di layarnya tertera pesan dari Arumi.

"Mas Ian, jangan lupa minum air putih ya, hari ini panas sekali. Semangat kerjanya!"

Sebuah senyuman tipis yang sangat jarang terlihat oleh bawahannya itu muncul di bibir Adrian, ia mengetik balasan singkat dengan satu tangan

"Iya, Sayang. Kamu juga."

Ia kembali menyimpan ponsel itu dan menatap para investor dengan tatapan tajamnya yang biasa.

"Lanjutkan. Di mana kita tadi? Oh, soal pembagian dividen..."

Hendra yang berdiri di pojok ruangan hanya bisa menggelengkan kepala.

Seorang pria yang baru saja mengirim pesan mesra pada istrinya, kini kembali menjadi monster bisnis yang siap mencabik-cabik lawan bicaranya demi keuntungan perusahaan.

Pukul satu siang, Adrian harus segera kembali ke perannya.

Setelah rapat selesai, ia berganti pakaian lagi di dalam mobil, jas mahal itu dilipat rapi, digantikan oleh kaos yang sudah ia lumuri sedikit oli dan keringat buatan.

Ia meminta Hendra menurunkannya di area gudang logistik milik salah satu anak perusahaan Arkadia Group.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

...FOLLOW IG @LALA_SYALALA13...

...ULASAN DAN BINTANG LIMA NYA🌟...

...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...

...VOTE 💌...

...LIKE 👍🏻...

...KOMENTAR 🗣️...

...HADIAHNYA 🎁🌹☕...

1
🏡s⃝ᴿ . Incha
lagi donk kak klu bisa double
erviana erastus
baru jadi resepsionis udah sombong 🤣 begitu lihat kartu nama langsung ciut 😏
erviana erastus
aku suka gaya mu kek 😍😍😍
Rahma Inayah
td songong tu resepsionits pas kasih liat kartu nm nyali nya ciut .semoga ni awal kesuksesan arumi
Asyatun 1
lanjut
Supryatin 123
keren si kakek haris❤️❤️❤️ Lnjut thor 💪💪
erviana erastus
siska, romi sekarang tambah dion hadeh kalian bkn lawanx
Wulan Sari
Yaaa memang dasar oenjahat Romi,Siska dan Dion banyak akalnya tapi semoga semuanya kena getahnya, gimana nt kalau kakek nya datang ya🤦🏼‍♀️ wah bakal jd terdakwa lg tu si mbak Rumi heeee 🤦🏼‍♀️🤭
Rahma Inayah
horang kaya maa bebasan klu mau kmn2 pakai hely pribadi ..tu kan kakek aja TDK percaya dgn kirim suara tu Krn apa kakek haris SDH melihat dan tau sifat Arumi walau br pertma bertemu JD GK mkn Langs percaya pada kirimn suara tu
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪
Rini
puas Lo rum nyiksa suami 😡😡
kpn kau sadar, heran seneng amat lihat suami tersiksa, jd sebel Ama Rumi jdnya sok yes 😡😡
Rini: kasihan teh 🤭
total 4 replies
erviana erastus
bnyk kali musuhx ian
Rahma Inayah
insting Adrian TDK pernh slah semoga dia BS mengatasi masalh yg di sabotase dan BS membuat kepercayaan KPD pak haji
Rahma Inayah
untung pak haji TDK termin omongan Dion bnr klu pke orang Dion akn pakai material baru semua
Asyatun 1
lanjut
juwita
yg membuat rumit diri km sendiri arumi. coba klo g nyuruh Adrian ngelepas smuanya g akn ky gini
Sri Siyamsih
untung pk haji orgnya bijak. semangat Arumi, Ian
🏡s⃝ᴿ . Incha
hadeh arumi coba dirimu menerima adrian yg ceo tdk jd susah dirimu
Rahma Inayah
siska km jgn terlalu terobsesi dgn urusan Adrian dana Arumi PD akhirnya km sndri yg akn masuk lubang buaya yg kamu galih sendri .tnp km tau Arumi SDH tau klu Adrian org kaya dan kakek nya juga tau klu slm 3 bulan syarat yg di beri Arumi utk Adrian buat buktikan cntnya PD Arumi mmg tulus
Lala_Syalala
jangan lupa terus dukung cerita aku yaaa🙏😊😊😍
Sri Siyamsih: tentu k, semangat y 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!