NovelToon NovelToon
I Love You Om Dosen

I Love You Om Dosen

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Duda / Beda Usia / One Night Stand / CEO
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Malam kelam merenggut masa kecil Carmenita yang baru berusia delapan tahun. Sebuah tragedi misterius merobek kebahagiaannya. Kedua orang tuanya tewas di tangan sosok tak dikenal. Samudera mengambil alih. Ia mengasuh Carmenita dengan segenap jiwa, memberinya rumah dan cinta sebagai seorang ayah angkat.

Waktu berlalu, bayangan gadis kecil itu kini menjelma menjadi perempuan dewasa yang menawan. Di usia delapan belas tahun, Carmenita tumbuh dalam sunyi pengaguman.

Ia tak hanya mengagumi Samudera yang kini menjelma menjadi Dosen berkharisma, idola para mahasiswa di kampus tempatnya mengajar. Carmenita telah jatuh cinta.

Cinta yang lama dipendam itu meledak dalam pengakuan tulus. Namun. Baginya, perasaan Carmenita hanyalah "cinta monyet"; gejolak sesaat dari seorang putri yang ia jaga. Ia melihatnya sebagai anak, bukan sebagai seorang wanita.
Mampukah ketulusan dan keteguhan cinta Carmenita, yang dianggapnya ilusi kekanak-kanakan, menembus dinding pertahanan hati Samudera?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dijebak

Di sudut kafe yang remang, Tiara memberikan kode kepada seorang pelayan yang telah ia suap. Dengan gerakan cepat, pelayan itu memasukkan serbuk bening ke dalam gelas jus jeruk milik Carmenita saat suasana sedang bising.

"Minum yang banyak, Carmen," bisik Tiara dengan senyum penuh kemenangan dari kejauhan. "Hadiah ulang tahunmu akan sangat berkesan malam ini."

Carmenita yang merasa haus setelah tertawa lepas bersama teman-temannya, langsung meneguk minuman itu hingga tandas. Ia bersorak, matanya berbinar menatap jam tangan. "Sebentar lagi aku delapan belas tahun, Guys! Akhirnya aku dewasa!"

Namun, hanya dalam hitungan menit, dunia di mata Carmen mulai berputar.

Wajah Carmenita yang semula ceria berubah pucat, lalu merona merah padam. Ia mulai tertawa sendiri, bicaranya melantur, dan tubuhnya hampir terjatuh dari kursi.

"Loh, si Carmen mabok ya? Perasaan kita tidak minum minuman beralkohol deh! Kita cuma pesan jus dan kopi!"

 "Aduh gawat ini! Dia meracau parah. Kalau sampai Ibu Asrama tahu, Carmen bisa dikeluarkan. Bulan depan kita sudah Ujian Nasional, bisa hancur masa depannya!"

Adit mencoba berpikir keras sambil memegangi pundak Carmen yang limbung. "Aha! Sebaiknya kita bawa Carmen menginap di hotel dekat sini saja. Dan kamu, Dara, cari alasan ke Ibu Asrama kalau Carmenita ternyata dijemput paksa untuk menemui Om Samudera yang baru pulang. Bagaimana?"

 "Ide yang bagus! Cepat, bantu aku membopongnya lewat pintu samping sebelum ada orang sekolah lain yang lihat!"ucap Dara.

Di sisi lain kafe, Tiara dan Reva tertawa puas melihat kegaduhan itu. "Rencananya berhasil. Besok pagi, tinggal kita sebarkan foto dia masuk hotel. Habis kamu, Carmen!" ucap Tiara sebelum bergegas kembali ke asrama agar tidak terkena absen malam.

Tanpa mereka sadari, hotel tempat mereka membawa Carmen adalah hotel yang sama di mana Samudera sedang mengadakan jamuan bisnis.

Samudera, yang tampak gagah dalam setelan tuxedo hitamnya, sedang berbincang dengan para petinggi perusahaan. Meski baru saja mendarat dari perjalanan belasan jam, matanya tetap tajam dan penuh wibawa. Baginya, kelelahan adalah kemewahan yang belum bisa ia rasakan sebelum masa depan Carmen aman.

Sementara itu, di lantai yang berbeda, Tino dan Adit baru saja meletakkan Carmenita di atas tempat tidur empuk kamar hotel nomor 808.

"Dit, elo yakin kalau Carmen aman di hotel ini? Kepalaku rasanya mau pecah karena takut."

 "Aman lah, Ra! Ini hotel bintang lima. Keamanannya sangat terjaga, tidak sembarang orang bisa masuk lantai ini. Sudah, pokoknya kita balik lagi besok pagi-pagi sekali sebelum jam subuh asrama. Oke?"

Dengan perasaan was-was, Dara menyelimuti Carmen yang masih meracau memanggil nama "Mamah" dan "Om Sam". Mereka bertiga kemudian keluar dan mengunci pintu kamar, meninggalkan Carmenita seorang diri dalam kondisi tak berdaya.

Di lobi hotel, Samudera baru saja menyelesaikan jamuannya. Ia melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 23:45.

"Bayu, siapkan kunci kamar Presidential Suite-ku. Aku ingin istirahat sebentar sebelum besok pagi memberikan kejutan ulang tahun untuk Carmenita."

 "Baik, Tuan. Kamar Anda ada di lantai delapan."

Samudera melangkah menuju lift, tidak menyadari bahwa di salah satu pintu di lantai yang sama, gadis yang ingin ia lindungi sedang berjuang melawan pengaruh obat di tengah kesendiriannya.

.

.

Pintu lift berdenting terbuka di lantai delapan. Samudera melangkah keluar dengan napas yang mulai memburu. Jas hitamnya sudah ia tanggalkan, tersampir asal di bahunya. Keringat dingin mulai membasahi pelipisnya, namun di dalam pembuluh darahnya, ia merasa seperti ada api yang menjalar.

"Dasar brengsek... mereka benar-benar melakukannya," geram Samudera dengan suara parau.

Ia teringat tegukan terakhir wine yang diberikan rekan bisnisnya tadi. Rasa manis yang janggal itu kini berubah menjadi gelombang gairah yang menyiksa. Fokusnya mulai berantakan. Lorong hotel yang mewah itu tampak bergoyang dan samar di matanya.

"Aku harus... air dingin... air dingin bisa menetralisir obat sialan ini," gumamnya sambil meraba-raba dinding untuk tetap berdiri tegak. Ia tidak menyadari bahwa Bayu, asisten setianya, sudah tidak lagi berada di belakangnya karena jatuh pingsan di dekat area parkir akibat minuman yang juga telah dibumbui.

Samudera merogoh saku celananya, mencari kartu akses. Pandangannya mengabur hebat. Di matanya, angka 808 terlihat seperti angka 800 (Presidential Suite miliknya). Tangannya yang gemetar mengarahkan kartu itu ke sensor, namun sebelum kartu itu menempel, pintu di hadapannya tiba-tiba terbuka sedikit, rupanya pintu itu tidak tertutup rapat saat Adit dan Dara keluar terburu-buru tadi.

Samudera tidak berpikir panjang. Ia mendorong pintu itu dan masuk ke dalam keremangan kamar.

Baru dua langkah ia masuk, sebuah sepasang lengan tiba-tiba melingkar erat di pinggangnya dari arah belakang. Suara gumaman tidak jelas terdengar di punggungnya. Samudera tersentak, sisa kesadarannya mencoba memberontak.

"Siapa kau?! Keluar!" bentak Samudera, suaranya serak dan berat.

Namun, wanita di belakangnya, Carmenita yang masih dalam pengaruh obat dari Tiara, hanya merasakan panas yang sama. Baginya, sosok pria di depannya adalah sandaran yang ia butuhkan untuk meredakan gejolak aneh di tubuhnya.

"Panas... tolong... mamah... Om Sam..." rintih Carmenita pelan, suaranya nyaris seperti bisikan yang memicu ledakan di kepala Samudera.

Mendengar nama "Sam" disebut, pertahanan Samudera runtuh. Obat yang bekerja di tubuhnya telah mematikan logika. Ia tidak lagi mampu membedakan siapa wanita di belakangnya. Yang ia rasakan hanyalah kebutuhan mendesak untuk memadamkan api yang membakar jiwanya.

Samudera membalikkan badannya dengan cepat. Dalam kegelapan yang hanya diterangi lampu kota dari balik jendela, ia melihat siluet seorang wanita. Tanpa sepatah kata lagi, insting memburunya mengambil alih.

Ia menyambar tubuh mungil itu, mengangkatnya dalam gendongan bridal style. Carmenita yang kehilangan kesadaran penuh hanya bisa mengalungkan lengan di leher Samudera, mencari perlindungan pada sosok yang selama ini menjadi pelindungnya, tanpa tahu bahwa malam ini pelindungnya akan menjadi penghancurnya.

Brakk!

Tubuh Carmenita terhempas lembut di atas kasur king size. Samudera segera menyusul, menindihnya dengan gair*h yang sudah meledak-ledak. Malam itu, di dalam kamar 808, terjadi pergolakan yang tidak seharusnya.

Samudera melepaskan segala beban dan rasa panasnya berkali-kali, seolah ingin menghabiskan seluruh energi yang tersisa. Di sisi lain, Carmenita, dalam kondisi antara sadar dan tidak, menerima setiap sentuhan itu sebagai pelarian dari rasa sakit yang dideritanya akibat serbuk bening pemberian Tiara.

Malam itu menjadi saksi bisu pengkhianatan takdir. Dua orang yang saling menyayangi sebagai keluarga, kini terikat dalam dosa yang tak mereka sadari.

Jam menunjukkan pukul 03:00 dini hari. Suasana kamar menjadi sangat sunyi, hanya menyisakan deru napas yang mulai teratur. Samudera terkapar lemas di sisi kasur, peluh membasahi seluruh tubuhnya. Ia jatuh tertidur dalam kelelahan yang luar biasa, masih dalam pengaruh obat yang membuatnya tak berdaya.

Di sampingnya, Carmenita juga telah terlelap dengan sisa air mata di sudut matanya. Ia tidak tahu bahwa kado ulang tahun ke-18 yang ia nantikan justru menjadi awal dari badai yang akan menghancurkan hidup mereka berdua.

Sementara itu, di kamar lain, seorang wanita penyusup yang seharusnya menunggu Samudera justru kebingungan karena targetnya tak kunjung datang. Dan di luar sana, matahari perlahan akan terbit, membawa kebenaran pahit yang siap meledak.

Bersambung...

1
Cindy
lanjut kak
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Good//Good//Good/
total 1 replies
Inooy
yaaah...lg enak2 nya menikmati keromantisan, datang s pengganggu hhuuuu...
hati2 Saaam!! singa betina d samping mu siap menerkam klo kamu melenceng sedikit..🤭
Inooy
aaahh,,manis skali sih kaliaaaann..bikin iri smua orang iiih ☺️
awas lho Sam klo kamu sampe nyakitin Carmen,,dia udh menyerahkan seluruh hidup nya bwt kamu..jangan sampe kamu berpaling dr Carmen,,awas aj klo itu sampe terjadi!!!! 👊
Nar Sih
carmen hti,,jga terus suami mu jgn sampai ada ulet bulu nempel,,yaa😂
Nar Sih
dari nonton film yg romatis trus di lanjut bnran nih adegan nya ☺️☺️
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Rais Raisya
datang lah pelakor lanjut ka
Teh Euis Tea
nah loh bibit pelakor kynya nih
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Chuckle//Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Teh Euis Tea
yeahhhh akhirnya gaspol juga om sam🤭
Inooy
cieee ada yg gugup niiih,,berasa anak remaja yg lg fallin in love 😂
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Grin//Grin//Grin/
total 1 replies
Inooy
aq koq y senyum2 sendiri ngebayangin Samudera yg udh lama menduda, tau2 jd suami 'putri kecil' nya...tiba2 mo hangout k mall d lanjutin nonton d bioskop,,hihihi outfit nya yg kaya gimana yaaa!? 🤔🤭
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/😅😅
total 1 replies
Inooy
hihihi,,yg satu remaja yg benar2 masih fresh..yg satu nya lg remako, remaja kolot alias tua 😂✌️

maka nya Sam jangan bergelut dgn kerjaan aj atuuh,,peka dikit..kan skarang kamu udh punya istri, masih belia bgt lg 🤭..skali kali cari tau pergaulan anak remaja kaya gimana, biar kamu jg ikutan muda lg..biarpun yaaaa kamu jg masih keliatan muda sih dr usia kamu, tp kan klo kamu selalu update tentang kehidupan remaja jd nilai plus bwt kamu...secara istri kamu tuh 'putri kecil' mu yg naik tingkat 😁
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: iya kak gpp, mungkin dari jaringan, jadi error kak😅
total 5 replies
Cindy
lanjutt kak
Cindy
lanjut kak
Teh Euis Tea
cieeeeee sam udah berani muji, bentar lg es kutub cair nih🤭
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: pasti dong 😁😁
total 1 replies
neny
yeaayyy,,akhir nya terucap jg kata cinta dr samudra,,siap2 bucin nih,,semangat pagi akak💪🥰
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: semangat pagi juga kak 💪😉
total 1 replies
Sry C'cipit Tea
siap2 bucin nya muncul
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Good//Good//Good//Applaud//Applaud//Applaud/
total 1 replies
Inooy
Carmeeen, segila gila nya om Sam..dia benar2 ngekhawatirin kamu lho d balik rasa yg kini membelenggu om Sam terhadap kamu...berpikirlah dewasa, om Sam melakukan smua ini demi melindungi mu dr musuh2 orangtua mu yg belum ketauan siapa mereka, d samping jg rasa cemburu nya karena kamu pergi dgn Farel....
wajar klo kamu ingin bebas kaya temen2 kamu yg lain, masalah nya d sini kamu jd incaran musuh2 orangtua mu,,kamu udh lupa ato pura2 lupa tentang kejadian 10 thn yg lalu..d mana orangtua mu d bunuh dgn keji? hanya om Sam yg melindungi mu dr kamu kecil, jd hargailah perjuangan nya melindungi mu..minimal kamu nurut selain om Sam jg suami kamu yg hrs kamu patuhi dn hormati....
Inooy: /Chuckle//Chuckle//Chuckle/
total 4 replies
Inooy
waduuh 🫢 s om makin protektif dn posesiv ckckck

eeh om,,klo perlakuan mu makin protektiv dn posesiv..yakinkan dulu hati muu, dn jujurlah ama Carmen..jangan perlakuan mu yg selalu ambigu, bikin Carmen bingung tau oom!?
klo kamu jujur om, mungkin Carmen akan membatasi diri karena dia tau siapa pemilik hati nya..jangan hanya memerintah aaaaja, lama2 memberontak tuh Carmen...

jd gemes sendiri nih aq ama om Sam 😬
Rais Raisya
bagus bgt ka crita nya
Inooy
Caar, sadar Caaar..d depan mu burung elang siap menyambaaar 🤭,,kamu jangan bikin masalah dgn mengabaikan nya..apalagi kamu malah asik chatingan ama cowo lain..hadeuuuuhh!!!
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Curse//Curse//Curse/🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!