NovelToon NovelToon
Jerat Sumpah Sang Mantan

Jerat Sumpah Sang Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Ibu susu / Mantan
Popularitas:70.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hasna_Ramarta

Bayinya baru saja lahir ke dunia. Namun, dalam perjalanan pulang dari rumah sakit, mobil yang membawa sang istri duluan pulang, ternyata mengalami kecelakaan maut, sehingga menelan korban. Nyawa istrinya melayang.

Kini Kapten Daviko sedih sekaligus kalang kabut mencari ibu susu untuk sang putra yang masih bayi merah.

Saliha perempuan 26 tahun, baru saja patah hati dan ditinggal pergi kekasihnya, stress berat sehingga mengalami galaktorea, yaitu kondisi di mana ASI melimpah.

Selain stres Saliha mendapat tekanan dari tempat kerjanya, karena kondisinya tidak memungkinkan untuk bekerja. Perusahaan memberhentikannya bekerja. Ia tertekan sana sini, belum lagi tagihan uang kos yang sudah nunggak.

Saliha butuh pekerjaan secepatnya. Tapi, siapa yang mau menerimanya bekerja, sementara perusahaan jasa tempat ia bekerja saja memilih mengeluarkannya tanpa pesangon?

"Lowongan pekerjaan, sebagai ibu susu". Mata Saliha terbelalak seketika, setelah ia membaca berita online.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Penyesalan Daviko Yang Dalam Di Balik Sikap Dingin Saliha

     ​Sesuai dengan ucapannya kemarin, Daviko benar-benar mewujudkan rencananya untuk membawa Saliha ke acara santai rekan-rekan sekantornya. Acara itu diadakan di sebuah ballroom hotel semi-terbuka dengan konsep pesta kebun yang elegan. Daviko tahu, jika ia membiarkan Saliha bersiap sendiri, wanita itu pasti hanya akan mengenakan pakaian paling sederhana yang ia miliki.

     ​Maka, tanpa sepengetahuan Saliha, Daviko memesankan sebuah gaun berwarna nude dengan aksen brokat halus yang simpel namun sangat mewah. Ia juga mengirimkan seorang penata rias ke kamar Saliha sore itu.

     ​"Ini berlebihan, Pak. Saya hanya pengasuh Kaffara," protes Saliha saat melihat gaun dan penata rias itu sudah berdiri di depan pintu kamarnya.

     ​Daviko yang sudah rapi dengan kemeja batik tulis modern yang pas di tubuh tegapnya, hanya menatap Saliha datar. "Kamu membawa nama baik rumah ini, Saliha. Rekan-rekanku bukan orang sembarangan. Aku tidak mau mereka berpikir aku tidak memperlakukan pengasuh anakku dengan layak. Pakailah, ini perintah."

     ​Saliha tidak punya pilihan. Dengan hati yang bergemuruh, ia membiarkan wajahnya dipoles riasan tipis yang natural. Rambut sepinggangnya ditata simpel namun sangat rapi. Saat ia keluar dari kamar, Bi Tita yang sedang menggendong Kaffara sampai melongo. Saliha tampak begitu anggun, kecantikan alaminya yang selama ini tersembunyi di balik wajah pucat dan pakaian sederhana, kini terpancar sempurna.

     ​Daviko yang sedang menunggu di ruang tengah pun sempat menahan napasnya. Ia terpesona. Saliha tampak seperti bidadari yang baru turun dari langit. Ada rasa bangga, tapi juga rasa takut yang mendalam di hati Daviko, takut jika pria lain juga menyadari betapa indahnya wanita ini.

     ​Sesampainya di acara, kehadiran Daviko yang menggandeng Kaffara, dengan Saliha yang berjalan tenang di sampingnya, langsung menjadi pusat perhatian.

     Rekan-rekan Daviko, para perwira dan pengusaha muda, segera mengerumuni mereka.

​"Wah, Kapten! Akhirnya keluar juga dari 'pertapaan'. Ini siapa? Cantik sekali," tanya Mayor Hendra, rekan akrab Daviko, sambil matanya menatap Saliha dengan penuh kekaguman.

     ​Daviko berdehem, tangannya tanpa sadar sedikit lebih dekat dengan posisi berdiri Saliha. "Ini Saliha, dia yang menjaga Kaffara."

     ​"Penjaga Kaffara?" Hendra tertawa kecil, tidak percaya.

     "Jangan bercanda, Dav. Penampilan dan pembawaannya tenang begini, lebih cocok jadi nyonya rumah. Kalian terlihat sangat serasi, beneran!"

     ​Pujian itu mengalir deras dari satu teman ke teman yang lain. Saliha hanya menunduk sopan, memberikan senyum tipis yang sangat formal. Namun, setiap kali seseorang mengatakan mereka "cocok" atau "serasi", Saliha merasa seperti sedang berdiri di atas bara api. Ia merasa tidak nyaman berada di posisi yang seolah-olah mengaburkan statusnya yang sebenarnya.

     ​"Maaf, Pak. Kaffara sepertinya haus, saya izin ke pojok ruangan dulu," bisik Saliha pada Daviko, mencari alasan untuk menghindar dari kerumunan itu.

     ​"Aku antar," jawab Daviko sigap.

     ​"Tidak usah, Pak. Bapak di sini saja bersama teman-teman Bapak," tolak Saliha tegas, lalu segera melangkah pergi membawa Kaffara.

     ​Saliha duduk di area pojok yang lebih sepi, ia menghela napas panjang. Ia menatap pantulan dirinya di kaca besar. Gaun indah ini, riasan ini, semua ini terasa seperti mimpi buruk baginya. Ia merasa Daviko sedang menjebaknya dalam sebuah sandiwara yang indah namun menyakitkan.

     ​"Kenapa melamun?"

​Saliha tersentak. Daviko sudah berdiri di sana, membawa segelas minuman untuknya.

     ​"Terima kasih, Pak," ujar Saliha sambil menerima gelas itu.

     ​"Saliha, kamu dengar apa yang mereka katakan tadi?" Daviko duduk di kursi sebelah Saliha, jarak mereka cukup dekat hingga Saliha bisa mencium aroma parfum Daviko yang maskulin. "Mereka bilang kita cocok. Dan jujur, malam ini kamu benar-benar cantik."

     ​Saliha meletakkan gelasnya kembali. Ia menatap Daviko dengan sorot mata yang dingin namun bergetar. "Bapak sengaja melakukan ini, kan? Memberi saya baju mahal, membawa saya ke depan teman-teman Bapak agar mereka memuji saya. Untuk apa, Pak? Untuk memuaskan ego Bapak?"

     ​"Bukan begitu, Saliha...."

     ​"Dengar, saya, Pak," potong Saliha. "Pujian mereka itu hanya karena mereka tidak tahu siapa saya sebenarnya. Kalau mereka tahu saya adalah wanita yang dulu Bapak usir dan Bapak sumpahi, mereka tidak akan bicara seperti itu. Jangan buat saya merasa terbang ke langit hanya untuk Bapak jatuhkan kembali ke tanah."

     ​Daviko terdiam. Kalimat Saliha selalu saja kembali pada luka lama itu. "Aku melakukan ini karena aku ingin kamu merasa berharga, Saliha. Aku ingin dunia tahu bahwa kamu istimewa."

     ​"Saya sudah merasa berharga dengan menjadi ibu susu Kaffara, Pak. Saya tidak butuh pengakuan dari teman-teman Bapak," sahut Saliha. Ia bangkit dan berdiri. "Sepertinya kita harus pulang, Pak. Kaffara sudah mulai gelisah."

     Daviko tidak menolak, apalagi Kaffara memang terlihat kurang nyaman berada di tempat itu.

     ​Dalam perjalanan pulang, suasana di dalam mobil jauh lebih mencekam daripada keberangkatan tadi. Daviko menyetir dengan rahang yang mengeras, sementara Saliha membuang muka ke arah jendela, memandangi lampu-lampu kota yang buram karena air mata yang ia tahan.

     ​"Kamu benar-benar keras kepala, Saliha," ucap Daviko memecah kesunyian.

     ​"Maaf, saya hanya mencoba realistis, Pak. Kontrak saya dua tahun. Saya tidak ingin kontrak dua tahun ini menjadi beban bagi saya karena Bapak terus-menerus mencoba melewati batas," jawab Saliha tanpa menoleh.

     ​"Batas? Batas apa? Aku hanya ingin memperbaiki hubungan kita!"

     ​"Tidak ada yang perlu diperbaiki dari hubungan kita, Pak. Biarkan saya menyelesaikan tugas saya dengan tenang. Setelah itu, biarkan saya pergi mencari kehidupan saya sendiri, seperti yang saya katakan pada Bi Tita."

     ​Mendengar kata-kata itu lagi, Daviko mendadak menginjak rem dengan cukup keras hingga mobil berhenti di pinggir jalan yang sepi.

     Saliha tersentak, untungnya ia mendekap Kaffara dengan erat.

     ​Daviko memutar tubuhnya menghadap Saliha. Matanya berkilat marah namun juga penuh kerapuhan. "Mencari kehidupan sendiri? Maksudmu mencari pria lain? Setelah semua yang aku lakukan, kamu masih tetap ingin pergi dan mencari orang asing untuk menggantikanku?"

     ​Saliha menatap Daviko dengan berani. "Bapak tidak pernah ada untuk digantikan, karena Bapak memang sudah tidak ada di hati saya sejak lama. Jadi, siapapun yang saya pilih nanti, itu bukan urusan Bapak."

     ​"Saliha!" bentak Daviko tertahan.

​Tangisan Kaffara tiba-tiba pecah karena kaget mendengar suara ayahnya. Saliha segera menimang bayi itu dengan penuh kasih sayang, mengabaikan Daviko yang sedang didera amarah dan cemburu yang membakar jiwa.

     ​"Lihat? Bapak hanya membuat anak ini takut," bisik Saliha dingin. "Tolong, kita harus segera pulang. Kaffar ingin segera sampai rumah."

     ​Daviko memukul setir mobil dengan kesal, lalu kembali menjalankan kendaraannya. Di dalam hatinya, Daviko merasa sangat kalah. Penampilan cantik Saliha malam ini justru menjadi bumerang baginya. Semakin cantik Saliha, semakin ia merasa tidak pantas memilikinya. Dan semakin Saliha menunjukkan kedinginannya, semakin besar keinginan Daviko untuk mengurung wanita itu dalam hidupnya selamanya.

     ​"Dua tahun... kamu pikir aku akan membiarkanmu mencari pria lain dalam dua tahun ini? Kamu salah besar, Saliha," batin Daviko penuh obsesi dan penyesalan yang mendalam.

1
Ariany Sudjana
saliha harus tegas dong, jangan diam saja, membiarkan duo nenek lampir ga tau diri itu membuat ulah
Tamirah Spd
Sekarang tahu rasa, perasaan bingung selalu muncul karena Saleha selalu jaga dan membentengi diri agar tidak diremeh kan.
Tamirah Spd
Nah sumpah yg kamu ucapkan pada Saleha berbalik padamu tuan kapten.Kapte dan anakmu gak akan tenang dan bahagia sebelum kapten memohon maaf pada Saleha.Tiba saatnya memohon dan menghiba pada sang mantan pacar.
Tamirah Spd
Huru hara dan drama di rumah itu segera dimulai setelah Saleha keluar rumah neraka itu lanjut Thor.
Tamirah Spd
Sumpah dari mantan pacar yg terwujud hanya ada di dunia halu. Hanya sumpah seorang ibu yg sangat tersakiti oleh anak durhaka yg dikabulkan doanya oleh Allah SWT.
Lebih baik tinggalkan rumah itu cari kerja yg lain dari pada hidup merana di rumah itu . Toh kalau bayinya butuh asi dan kasih sayang sang kapten tentu akan mencari mu dan memohon padamu untuk kembali' ke rumah itu.
Nasir: Hehhe... iya bnr Kak.... 🤭🤭
total 1 replies
cecla9
sukaaa
Nasir: Mksh banyak Kak.... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Ai Oncom
❤️❤️❤️
Nasir: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Ai Oncom
Berbahagialah Saliha..❤️
Ai Oncom
koq blm up kak..?
Nasir: Nanti agak siang ya Kak. Kmrn bentrok sama kesibukan di rumah. Maaf ya... 🙏🙏🙏
total 1 replies
Anonymous
greget dengan alur yang mendayu-dayu..... bagus bgttttt.....lain dari yang lain.semangat thorrrr..... sekuelnya sampai Kafarra married ya
Nasir: Iya Insya Allah ya Kak... doakan idenya lancar..... 😄😄🙏🙏
total 1 replies
Eva Tigan
Habis ini Kapten Daviko pasti candu sama tubuh istrinya..ternyata Pak Kapten yg bekas..kal9 Saliha masih perawan..menang banyak kan Pak Kapten😄
Nasir: Banyak bgt dia Kak. Belum lagi pernah berpikir hasutan Huda. Dia memang kayak dpt durian runtuh dpt Saliha.
total 1 replies
Ai Oncom
jangan tamat dulu ya kak.. ceritanya lanjut sampe Saliha punya anak..🙏🤭
Nasir: Wkwkwkw.... takut bosan. Doakan sy idenya byk ya... 🙏🙏
total 3 replies
Eva Tigan
Eeehhh...malah tidur..aku kira ada malam pertama yg indah dan berbunga bunga🥰
kalo mau bulan madu ke Bali dan Lombok.. sekalian bawa bi tita dan kaffra ..biar sekalian jalan2 keluarga 😊
Eva Tigan: okey👍🙏
total 2 replies
Arin
Akhirnya sah......
Ayo..... kondangan. Jangan lupa amplopnya🤭🤭🤭🤭
cecla9: mantan mertua Dan mantan ipar Di undang Kan ...wajib biar pingsan wkwkwkwkw
total 3 replies
Ai Oncom
Alhamdulillah..❤️
Siti Maimunah
yaa sakit hati lah,di sumpahin emg lw.siapa viko???!!! TUHAN??!!!
Ai Oncom
❤️❤️❤️
Arin
Sebelum sampai hari H.... perlu diamankan dulu tuh mantan mertua sama mantan adik ipar biar tak mengacaukan pernikahan
Ariany Sudjana
memang seperti itu peraturan menikah dengan anggota TNI, saya tahu, karena saya juga anak anggota TNI
Nasir: Iya Kak.... 🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Farid Atallah
doubel up dong Thor 😥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!