NovelToon NovelToon
Setelah Status, Kita Kehilangan

Setelah Status, Kita Kehilangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Romansa
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mentari_Senja

Zafira Amara, belajar bahwa cinta tidak selalu berakhir dengan indah. Ditinggal Anggara tanpa kabar setelah janji melamar, ia membangun benteng tinggi di hatinya.

Hingga akhirnya datang Aditya Pranata, pengagum rahasia yang mengisi kekosongan itu. Dari teman, menjadi hubungan tanpa status, hingga akhirnya resmi berpacaran.

Namun ironi terjadi, saat status sudah jelas, mereka justru kehilangan esensi. Trauma masa lalu Zafira bertabrakan dengan ketakutan komitmen Aditya.

Di tengah hiruk pikuk Yogyakarta, mereka belajar bahwa tidak semua yang dicintai bisa bertahan. Tidak semua janji bisa ditepati. Dan terkadang, melepaskan adalah bentuk cinta paling tulus meski itu menyakitkan. Sebuah kisah tentang kehilangan, trauma, dan keberanian untuk move on.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Hari di Alun-alun Kidul

Sudah dua bulan lebih Aditya jadi pelanggan tetap di Kafe Senja. Dan hari ini, untuk pertama kalinya, Aditya mengajak Zafira jalan-jalan di luar kafe.

Aditya mengirim pesan pada Zafira.

...💌...

Aditya: Fira, kamu hari ini kerja sampai jam berapa?

Zafira membalas sambil mengelap meja.

^^^Zafira: Sampai jam 8 malam. Kenapa?^^^

Tak lama Aditya pun membalas kembali pesan dari Zafira.

Aditya: Selepas kerja, kamu ada acara nggak? Aku mau ajak kamu jala-jalan.

Jantung Zafira langsung berdetak nggak karuan. Jalan-jalan? Berdua? Itu sama seperti kencan bukan sih?

Nggak, ini cuma jalan-jalan biasa. Temen kan boleh jalan bareng. Iya kan?

Zafira mengetik kembali, lalu menghapusnya, dan mengetik lagi, hapus lagi. Sampai akhirnya ia membalasnya dengan pesan yang singkat.

^^^Zafira: Nggak ada sih. Memangnya, kita mau ke mana?^^^

Aditya: Alun-Alun Kidul saja. Santai, nggak jauh kok. Gimana?

Alun-Alun Kidul. Tempat yang ramai, tempat yang aman, tempat yang nggak terlalu romantis. Oke, kayaknya aman.

^^^Zafira: Oke deh. Jemput aku di kafe jam 8 ya.^^^

^^^Aditya: Siap!^^^

Zafira menaruh ponselnya sambil menghela nafas panjang. Kenapa dadanya deg-degan seperti gini sih? Ini cuma jalan-jalan biasa kok.

Tapi sampai jam tutup kafe, Zafira bolak balik ke kamar mandi, hanya untuk mengecek penampilann. Rambutnya sudah oke belum? Kaosnya ada noda nggak? Wajahnya kusam atau nggak?

"Fir, kamu kenapa sih dari tadi bolak balik ke kamar mandi?" tanya Anna, temennya yang kerja di kafe juga.

"Nggak apa-apa kok. Cuma mau jalan bentar aja."

"Jalan sama siapa, hayoo?" tanya Anna kembali, sambil tersenyum menggoda.

"Hanya teman biasa, Anna," jawab Fira pelan.

"Teman, atau calon pacar nih?"

"Teman Anna, hanya temen!" ucap Fira sambil memukul lengan Anna pelan.

Namun saat ini, wajah Fira terlihat memerah seperti menahan malu.

"Iya iya, ngaku aja deh. Dari kemarin, aku liat ada cowok yang sering datang terus. Yang duduk di meja pojok itu kan?"

Zafira nggak menjawab, ia cuma senyum-senyum sendiri sambil melanjutkan merapihkan kafe.

Jam delapan tepat, Aditya sudah menunggu di depan kafe. Aditya memakai kaos abu-abu simpel, celana jeans hitam, sama jaket bomber yang membuat dia keliatan tampan.

Tunggu, tampan? Sejak kapan Zafira memperhatikan Aditya tampan atau nggak?

"Sudah siap?" tanya Aditya sambil tersenyum manis.

"Sudah, kita naik apa?"

"Naik motor saja, deket kok. Kamu nggak keberatan kan, kalo aku bonceng kamu?"

Boncengan motor sama Aditya. Kenapa rasanya jadi gugup gini sih?

"Boleh, nggak papa kok."

Aditya memberi helm cadangannya, yang ada gambar superhero kecil di sampingnya. Zafira tertawa saat melihat gambar itu.

"Kenapa gambarnya superhero?"

"Itu helm adek aku, aku meminjamnya. Helm aku cuma ada satu," jawab Aditya sambil garuk-garuk kepala yang nggak gatal.

Zafira memakai helm itu sambil masih tersenyum. Lalu ia naik ke motor Aditya, duduk sedikit agak jauh di belakang, tangannya nggak tau harus pegangan ke mana.

"Pegangan dong, nanti jatuh," kata Aditya sambil nengok ke belakang.

"Pegangan ke mana?"

"Ke pinggang aku aja. Atau ke jok belakang juga bisa sih, tapi aku takutnya kamu nggak kuat."

Zafira akhirnya pegang pinggang Aditya pelan, tangannya gemetar dikit. Aditya ngegas motornya perlahan, membawa mereka meluncur di jalan Yogyakarta yang malam itu terlihat agak sepi.

Angin malam mengusap wajah Zafira, rambutnya yang keluar dari helm terbang tertiup angin. Ia menutup mata sebentar, merasakan sensasi ini. Sensasi jalan-jalan sama seseorang yang membuat Zafira merasa hidup lagi.

***

Alun-Alun Kidul malam itu terlihat ramai banget. Pedagang angkringan berjejer di pinggir jalan, lampu warna-warni menyala terang, terlihat anal kecil tengah bermain lari-larian, pasangan muda sedang duduk di tikar sambil mengobrol.

"Gimana, rame ya?" tanya Aditya sambil mencari tempat parkir.

"Iya, udah lama juga aku nggak ke sini."

"Kapan terakhir kali kamu ke sini?"

Zafira diem sebentar, ia ingat terakhir kali kesini itu ketika bersama Anggara. Satu tahun yang lalu. Tapi dia nggak mau bicara tentang hal itu.

"Aku lupa, mungkin karena sudah juga, jadi aku nggak ingat kapan terakhir kali aku kesini."

Mereka jalan masuk ke area alun-alun, Aditya jalan di sebelah Zafira sambil sesekali meliriknya. Zafira memakai kaos putih simpel sama celana jeans, rambut diikat asal, tapi tetep keliatan cantik.

"Kamu pernah main angklik nggak?" tanya Aditya tiba-tiba.

"Angklik? Yang becak mini itu kan?"

"Iya! Kamu harus coba, soalnya itu seru banget. Kalo kamu mau kita bisa menyewanya."

Sebelum Zafira sempet menjawab, Aditya sudah menarik tangannya ke arah tempat penyewaan angklik. Pegangan tangan mereka cuma sebentar, tapi cukup untuk membuat jantung Zafira berdetak kenceng.

"Berapa lama, Mas?" tanya Aditya ke bapak-bapak yang berjaga.

"Setengah jam, cuma lima belas ribu. Mas."

"Oke, satu angklik ya."

Mereka naik ke angklik kecil itu, Aditya yang mengayuh, sedangkan Zafira duduk di sampingnya sambil tertawa saat melihat Aditya yang mengayuhnya, agak susah karena jalanannya nggak rata.

"Dit, kamu bisa nggak sih mengayuh nya? Kayak mau jungkir balik nih," kata Zafira sambil tertawa.

"Ini susah tau! Kamu coba deh!"

"Nggak mau, aku takut jatuh."

"Ya sudah, kamu duduk manis saja. Biar aku yang kerja keras."

Mereka keliling alun-alun memakai angklik itu, sambil ngobrol ngalor ngidul. Aditya cerita soal masa kecilnya dulu, pengen banget punya sepeda balap, tapi orang tuanya nggak pernah membelikannya.

"Kenapa orang tua kamu nggak membelikannya?" tanya Zafira.

"Soalnya waktu itu orang tua aku lagi berantem. Ayah kerja jauh, ibu sakit-sakitan. Jadi ya sudah, aku ngerti posisi mereka."

Ada nada sedih di suara Aditya. Zafira melihat Aditya, dan baru sadar kalau Aditya juga mempunyai luka sendiri. Luka yang dia simpan dengan begitu rapi di balik senyum ramahnya.

"Tapi sekarang sudah punya kan? Sepeda balapnya?"

"Sudah, beli sendiri pas aku sudah kerja. Tapi rasanya beda gitu. Bukan seperti waktu kecil yang pengen dibelikan."

"Kenapa beda?"

"Soalnya waktu kecil, yang penting bukan sepedanya. Yang penting itu perhatian. Rasa diperhatikan sama orang tua. Rasa mereka peduli sama keinginan kita. Dan itu yang nggak pernah aku dapatkan dari mereka. "

Zafira terdiam, ia bisa merasakan kesedihan itu. Kesedihan anak yang nggak pernah merasa diperhatikan.

"Kalau kamu gimana? Mimpi masa kecil kamu apa?" tanya Aditya, yang berusaha mengalihkan topik.

"Aku dulu pengen banget punya seekor anjing. Anjing golden retriever yang besar itu loh. Tapi mamah nggak mengizinkan, katanya ngurusnya ribet."

"Apa sekarang kamu sudah punya anjing itu?"

"Belum sih, kan aku tinggal ngekost dan nggak boleh pelihara hewan."

"Nanti kalau kamu sudah punya rumah sendiri, kamu harus pelihara anjing itu ya. Biar mimpi kecil kamu bisa tercapai."

Zafira tersenyum saat mendengar itu. Nanti kalau sudah punya rumah sendiri. Kedengerannya jauh banget, tapi somehow bicara kayak gitu sama Aditya berasa mungkin saja.

Mereka berhenti di depan pohon beringin yang besar, yang berada di tengah alun-alun. Turun dari angklik, terus mereka duduk di tikar yang disediakan oleh pedagang angkringan.

"Kamu mau minum apa?" tanya Aditya.

"Wedang ronde aja, dingin soalnya."

"Oke, tunggu sebentar ya."

Aditya pergi ke angkringan, pesan dua wedang ronde. Zafira duduk sendirian sambil melihat sekeliling. Banyak pasangan yang terlihat begitu mesra, ada yang pegangan tangan, ada yang pelukan, bahkan ada yang foto-foto sambil tertawa bahagia.

Dulu dia juga seperti itu ketika bersama Anggara. Tapi sekarang Zafira di sini dengan orang lain, dengan Aditya. Dan anehnya, ia nggak merasa bersalah. Nggak merasa sedih. Tapi malah merasa senang.

Aditya kembali dengan membawa dua gelas wedang ronde, lalu duduk di sebelah Zafira sambil memberikan satu gelas sedang ronde.

"Nih, mumpung masih anget."

"Makasih ya, Dit."

Mereka minum sambil diam, tambah ada obrolan apapun. Suasana malam yang begitu adem, musik dari angkringan sebelah yang menyetel lagu Didi Kempot, suara orang yang sedang mengobrol, semuanya terasa nyaman.

"Fira," panggil Aditya pelan.

"Hm?"

"Hari ini, kamu merasa bahagia nggak?"

Pertanyaan itu membuat Zafira melirik ke Aditya. Tatapan matanya serius, dan nggak main-main.

"Iya, aku bahagia kok. Kenapa nanya seperti itu?"

"Soalnya aku ingin kamu bahagia. Aku liat belakangan ini, kamu sering sedih, meskipun kamu mencoba untuk menutupinya. Jadi aku ingin membuat kamu tersenyum lagi."

Dada Zafira terasa sesak. Ada sesuatu yang hangat menyebar di dadanya. Kapan terakhir kali ada orang yang peduli sama kebahagiaannya seperti ini?

"Makasih, Dit," bisik Zafira pelan. "Makasih sudah perhatian sama aku."

"Sama-sama, Fira. Aku senang bisa membuat kamu tersenyum."

Seketika, suasana menjadi hening kembali. Tapi kali ini bukan keheningan yang menyakitkan. Ini keheningan yang nyaman, dan terasa begitu hangat.

"Dit," panggil Zafira lirih

"Iya?"

"Kenapa sih kamu baik banget sama aku? Maksudnya, kita kan baru kenal beberapa bulan. Kenapa kamu mau menghabiskan waktu buat aku?"

Aditya tersenyum tipis, lalu melihat gelas yang berada di tangannya.

"Soalnya, aku liat ada sesuatu dalam diri kamu. Yang membuat aku ingin ada di sisi kamu. Entah kenapa, aku juga nggak ngerti. Tapi rasanya, setiap kali ketemu sama kamu, aku jadi lebih hidup dan terasa nyaman."

Zafira merasakan hal yang sama, setiap kali bertemu Aditya, ia juga merasa lebih hidup dan merasa nyaman. Dan merasa, bahwa dunia nggak sekelam yang ia kira.

"Aku juga merasakan hal yang sama, Dit," ucap Zafira pelan, yang sedikit malu.

Aditya melihat Zafira, mata mereka bertemu sebentar. Ada sesuatu dari atapan itu. Sesuatu yang belum bisa mereka beri nama, tapi keduanya sama-sama merasakan.

"Eh, ayo kita foto!" ajak Aditya tiba-tiba, lalu mengeluarkan ponselnya.

"Foto?"

"Iya, biar ada kenangan. Ayo cepat sini."

Mereka berfoto bareng, dan itu menjadi pertama kalinya mereka berfoto bareng. Aditya mengangkat ponselnya tinggi, Zafira sedikit miring ke Aditya biar bisa masuk frame. Jarak wajah mereka kinu deket banget, Zafira bisa mencium wangi dari parfum Aditya yang soft.

"Satu, dua, tiga, cekrek!"

Mereka berdua tersenyum lebar di balik foto itu, dengan latar pohon beringin dan lampu yang berwarna di belakangnya.

"Bagus nih, mau aku kirim gak?" tanya Aditya.

"Boleh."

Beberapa detik kemudian, ponsel Zafira berbunyi, dan foto mereka masuk kedalam chat.

Malam itu mereka menghabiskan waktu sampai jam sebelas. Ngobrol tentang banyak hal, tentang mimpi, tentang ketakutan, tentang hal-hal kecil yang nggak penting, tapi it bisa menjadi penting kalau di bicarakan bareng.

Dan saat Aditya mengantarkan Zafira kembali ke kostnya, Zafira turun dari motor sambil tersenyum lebar.

"Makasih ya, Dit. Hari ini aku seneng banget."

"Sama-sama, Fira. Kapan-kapan kita jalan lagi ya?"

"Boleh."

Sebelum masuk kedalam kost, Zafira menengok ke belakang. Aditya masih di sana, masih tersenyum sambil melambaikan tangan.

Dan Zafira merasakan sesuatu yang sudah lama nggak ia rasakan. Harapan kalau mungkin, hanya mungkin, dia bisa kembali bahagia lagi.

Di kamar, Zafira membuka ponselnya, lalu melihat foto mereka berdua. Zafira senyum-senyum sendiri sambil menyimpan foto itu ke galeri. Lalu ia mengetik pesan untuk Aditya.

...💌...

Zafira: Terima kasih sudah membuat aku tertawa lagi, Dit.

Tak butuh waktu lama, Aditya langsung membalas pesan dari Zafira.

^^^Aditya: Sama-sama, Fira. Aku bakal berusaha supaya bisa membuat kamu tertawa dan bahagia terus.^^^

Zafira tidur malem itu dengan senyum di bibirnya.

Tapi dia nggak tau, di tempat lain, Aditya lagi duduk sendirian di kamar apartemennya, sambil melihat ponselnya. Di layarnya terbuka foto-foto lama dia saat bersama Jessica yang berada di galeri hidden.

Aditya melihat foto itu lama, hatinya kini telah bercabang. Di satu sisi, hari ini ia merasa senang karena sudah menghabiskan waktu bersama Zafira. Tapi di sisi lain, ada bagian dari dirinya yang masih merindukan Jessica.

Dan Aditya nggak tau, perasaan bercabang ini akan menjadi masalah besar nantinya. Akan menjadi awal dari kehancuran yang lebih parah lagi.

Tapi untuk malam ini, Aditya cuma ingin mengingat senyum Zafira. Senyum yang tulus, indah, yang bisa membuat Aditya merasa, bahwa ia orang yang berharga.

Meski deep inside. Aditya tau, ia belum sepenuhnya bisa membuka hatinya untuk Zafira.

1
Lee Mba Young
eleh entar Jessica putus ma pacarnya pasti oleng lagi. kl Aku jd fira ogah banget ma laki model gini. tp fira bucin banget 😂😂 smp segitunya nangisin laki pdhl masih pacar.
jadilah wanita teges jng terlalu bucin ma laki. fira Cinta sendirian 🤣
Leoruna: blum jdi pacar loh kak, mereka msih HTS/Shy/
total 1 replies
Rieya Yanie
aditya nya maruk
Leoruna: begitulah kak, sana sini mau/Facepalm/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
si author kayak nya bakal jahil deh,, sesudah dedemit sama fira baikan trus mantannya datang....🤣🤣🤣🤣🤣 oleng lagi si dedemit....🤣🤣🤣🤣🤣
Leoruna: sok tau kmu kak/Facepalm/
total 3 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
ibarat kata cinta bikin tolol,,,, yg harusnya bisa ke S3 eh balik ke pelajaran TK A....🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Leoruna: astagfirullah/Facepalm/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
benerrrrrrrrrrrrr 100000000% bener dim,,,, si dedemit emang bego tolol... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 aku punya sekutu dan sekufu...🤣🤣🤣🤣🤣
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
itu yg namanya LANANGAN GARONG,, semua pengen di embat...😅😅😅 ih aku jadi sebel sama si dedemitya ini....
Leoruna: sabar kak, jangan esmosi/Facepalm/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
eke gek senggep jeke keme leme leme dengen seperte ene.... nye nye nye nye .....😤😤😤😤😒😒😒😒
Leoruna: /Joyful/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
balas aja fir, balas pesannya dengan kata "TAEEEEEKKKKKKKKK"... 🤣🤣🤣🤣🤣
Leoruna: astaga/Facepalm/
total 1 replies
Nur Haswina
HTS itu artinya apa ya 🙏
Leoruna: Hubungan Tanpa Status, Kak.☺
total 1 replies
Nur Haswina
sebaiknya jangan pacaran kamu ditinggalkan jessica karna belum siap ke jenjang yg lebih serius, dan Fira pasti akan minta apa yg Jessica perna minta kejelasan hubungan yg serius pernikahan
Leoruna: karena wanita hanya butuh kepastian, bukan hanya janji dan omong kosong belaka.🤭🙏🙏
total 1 replies
Lee Mba Young
move on bangun diri lbih baik, jng mikirin Cinta Cinta dulu. buktikan ke mantan mantan mu kl km sukses dan bhgia. dan satu jng gampang bucin.
kalea rizuky
heleh ywda lah jauhin. laki gitu blok semua sosmed hindarin dia kayak g kenal. abaikan bodoh amat sakit kok di cari sendiri bego
kalea rizuky
cwek lebay kn bisa bilang jauhin q.. q bukan pelarian mu uda gampang kok nanges menye hadeh
kalea rizuky
laki apaan kayak gini jahat amat
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
bener sih,,, dibuat pelarian itu nyesek banget... kita memiliki raganya tapi tidak dengan hati nya...ea ea ea....🤣🤣🤣🤣
Leoruna: bandel banget kmu ya, kak/Shy/
total 5 replies
Lee Mba Young
ya mnding jujur ngapain pura pura🤣. devinisi sakit di buat sendiri. mkne banyak wanita sakit sakit an ya krn sakit tp gk jujur trus pura pura.ini akn bhaya kl mnikah.wanita itu akn pura pura bhgia walau sakit gk berani cerai atau lepas krn kebhagiaan nya tergantung ke lelaki bukan tergantung ke diri sendiri.
Leoruna: lebih baik jujur ya kak, meskipun kejujuran itu memang selalu menyakitkan😫
total 1 replies
checangel_
Nah, fokus dulu sama dirimu baru perlahan fokus sama orang yang ada di sampingmu/ di hadapanmu/Hey/
checangel_
Lepaskan, ikhlaskan, abaikan, Fira ... masih banyak kok kesempatan itu dari lelaki yang beneran tulus sama kamu di luar sana, tapi tetap hati² juga ya karena yang terlihat tulus belum sepenuhnya lulus dalam ujian hidup /Facepalm/
checangel_: 💯benar Kak🤗
total 2 replies
checangel_
Yes, kepastian dan pasti itu harus 'No debate' 🤝🤧
checangel_
/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!