NovelToon NovelToon
Taubatnya Si Kupu-Kupu Malam

Taubatnya Si Kupu-Kupu Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Cinta Seiring Waktu / Romansa / PSK / Konflik etika / Mengubah Takdir
Popularitas:39.3k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Kayla dikenal sebagai Queen, seorang kupu-kupu malam yang terkenal akan kecantikan wajahnya dan bermata indah.

Suatu hari Kayla menghindar motor yang tiba-tiba muncul dari arah samping, sehingga mengalami kecelakaan dan koma. Dalam alam bawah sadarnya, Kayla melihat mendiang kedua orang tuanya sedang disiksa di dalam neraka, begitu juga dengan ketiga adik kesayangannya. Begitu sadar dari koma, Kayla berjanji akan bertaubat.

Ashabi, orang yang menyebabkan Kayla kecelakaan, mendukung perubahannya. Dia menebus pembebasan Kayla dari Mami Rose, sebanyak 100 juta.

Ketika Kayla diajak ke rumah Ashabi, dia melihat Dalfa, pria yang merudapaksa dirinya saat masih remaja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Kayla tidak ingat bagaimana ia menyelesaikan sisa pekerjaannya hari itu. Setelah insiden pecahan teko kaca dan jari yang tergores, tubuhnya bekerja otomatis, mencuci piring, mengelap meja, menyapu lantai, merapikan dapur. Namun, pikirannya berputar tanpa henti pada satu adegan tangan Ashabi yang menggenggam jarinya, bibirnya yang refleks mengemut luka kecil itu, dan tatapan cemasnya yang begitu nyata.

Di kamar kecil tempat ia biasa beristirahat sejenak sebelum pulang, Kayla duduk di tepi kasur lipat dengan kedua tangan di pangkuannya. Kotak P3K masih terbuka di sampingnya; plester kecil sudah terpasang rapi di ujung jarinya, dipasang sendiri oleh Ashabi beberapa menit lalu, nyaris tanpa kata.

Ruangannya sunyi. Hanya terdengar detak jam dinding di luar dan suara kendaraan yang sesekali melintas. Kayla menatap jari yang sudah diplester itu lama-lama.

“Kenapa aku jadi seperti ini?” gumamnya pelan.

Dadanya terasa penuh, bukan sesak, tetapi hangat dan bergejolak. Ia mengingat bagaimana jantungnya berdegup kencang saat tubuhnya hampir terjatuh ke pelukan Ashabi, bagaimana wajahnya memanas saat mereka saling menatap, dan bagaimana perutnya seperti dipenuhi kupu-kupu saat ia berlari kembali ke dapur.

Kayla menutup wajahnya dengan kedua tangan.

“Astaghfirullah. Ya Allah, apa yang terjadi denganku?”

Kayla menarik napas panjang, berusaha menenangkan diri. Namun, bayangan Ashabi terus muncul, senyumnya yang lembut, suaranya yang tenang, caranya berbicara yang selalu sopan, dan cara ia memperlakukannya bukan sebagai pembantu, bukan sebagai orang rendah, tetapi sebagai manusia yang berharga.

Kayla teringat bagaimana Ashabi sering datang ke kontrakannya, mengajari Fattah dan Fattan mengaji, mengusap kepala Nayla dengan penuh sayang, dan selalu membawa makanan lebih dari cukup. Air mata perlahan menggenang di pelupuk matanya.

“Aku tidak pantas,” bisik Kayla lirih. “Aku tidak pantas merasa seperti ini.”

Ingatan masa lalunya kembali menghantui. Wajah Dalfa di gang gelap itu. Tangannya yang kasar. Suara beratnya yang memerintah. Hinaan yang pernah ia rasakan terhadap dirinya sendiri. Dunia gelap yang pernah ia jalani. Nama “Queen” yang masih membayangi dirinya seperti bayangan kelam.

Kayla mengepalkan tangannya di dada. “Aku ini siapa dibanding dia?” gumamnya lagi. “Dia baik, terhormat, religius, sementara aku ....”

Kalimat itu terputus oleh isak yang tertahan. Kayla bangkit perlahan, berjalan ke arah jendela kecil, menatap langit sore yang mulai berwarna jingga. Dalam hatinya, ada pergulatan batin yang tak pernah ia rasakan sebelumnya, antara rasa syukur karena dipertemukan dengan orang sebaik Ashabi, dan rasa takut karena mulai menyimpan perasaan yang mungkin tidak boleh ia miliki.

Sebelum pulang, Kayla sempat bertemu Ashabi di teras belakang. Pria itu berdiri bersandar pada pagar, memandang halaman dengan tangan di saku celana. Ketika melihat Kayla mendekat, ia langsung menoleh.

“Kamu sudah beres?” tanyanya lembut.

Kayla mengangguk, menunduk sedikit. “Sudah.”

Ashabi menatap wajahnya lebih lama dari biasanya. “Kamu kelihatan lelah. Atau … ada yang mengganggu pikiranmu?”

Kayla terdiam. Ia ingin berkata jujur, tetapi lidahnya kelu.

“Tidak, aku baik-baik saja,” jawabnya akhirnya, meski suaranya bergetar tipis.

Ashabi tidak memaksa. Namun, tatapannya menyiratkan bahwa ia tahu Kayla sedang menyembunyikan sesuatu.

“Kalau kamu butuh apa-apa, bilang ke aku, ya,” kata Ashabi pelan.

Kayla mengangguk lagi. Hatinya bergetar. Saat ia melangkah pergi, ia tidak melihat bagaimana Ashabi masih berdiri di tempat yang sama, memandang punggungnya sampai menghilang di ujung gerbang.

Malam telah turun ketika Dalfa duduk di sebuah lounge modern bersama beberapa temannya. Lampu temaram menggantung di langit-langit, musik jazz mengalun pelan, dan gelas-gelas berisi minuman berkilau di atas meja marmer hitam.

Dalfa duduk sedikit terpisah, punggungnya bersandar di sofa, wajahnya tetap dingin seperti biasa. Ia tidak banyak bicara, lebih sering mendengarkan.

Salah satu temannya, Arkan, tertawa keras sambil mengangkat ponsel.

“Bro, lihat ini,” katanya, menyodorkan layar ponselnya ke arah teman-teman lain. “Temanku baru upload foto semalam. Gila, ceweknya cantik banget.”

Beberapa pria langsung mencondongkan tubuh untuk melihat. Mereka scroll ke bawah, banyak sekali wanita cantik yang di-upload orang itu.

Dalfa sebenarnya tidak tertarik. Namun, tanpa sadar, matanya tertarik pada layar ponsel yang ada di hadapannya. Dan detik itu juga tubuhnya membeku.

Di layar, terlihat seorang wanita cantik bergaun merah elegan, duduk di sebuah lounge mewah. Wajahnya halus, senyumnya memikat, rambutnya tergerai indah. Namun, yang membuat napas Dalfa tertahan adalah bola matanya amber. Hangat seperti madu, dalam, dan tajam. Sangat mirip dengan mata Kayla.

Dalfa meraih ponsel Arkan tanpa permisi, membuat temannya terkejut.

“Eh—Dalfa, santai,” kata Arkan.

Dalfa menatap foto itu lekat-lekat. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Sebuah perasaan ganjil merayap di dadanya.

“Ini siapa?” tanyanya datar, tetapi ada ketegangan dalam suaranya.

Arkan tersenyum lebar. “Oh, dia? Itu Queen.”

Dalfa mengerutkan kening. “Queen?”

“Iya. Wanita malam terkenal. Banyak yang tergila-gila sama dia. Katanya baik, pintar ngobrol, dan … yah, kamu tahulah,” ujar Arkan sambil terkekeh.

Dalfa mengepalkan rahangnya tanpa sadar. “Queen ...,” gumamnya pelan.

Dalfa mengembalikan ponsel itu, tetapi pikirannya tak lagi di tempat. Bayangan mata amber itu terus berputar di kepalanya. Mata yang sama dengan Kayla, tetapi dengan aura yang berbeda.

Saat teman-temannya kembali bercanda dan tertawa, Dalfa justru tenggelam dalam pikirannya sendiri.

Kenapa matanya mirip Kayla?

Kenapa bayangan matanya yang basah air mata terus terlintas di kepalanya?

Siapa sebenarnya Queen itu?

Malam itu, Dalfa pulang dengan pikiran yang tidak tenang. Di dalam mobilnya, ia menatap lurus ke jalan, tetapi yang terbayang di kepalanya bukan proyek, bukan kontrak, bukan rapat, melainkan dua pasang mata amber yang saling bertumpang tindih, Kayla dan Queen.

Dalfa menggenggam kemudi lebih kuat. “Aku harus mencari tahu siapa sebenarnya kamu,” gumamnya pelan.

1
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
tak apa lah kay itu wajar tp fomuslah dgn kerja saja
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
tp apakah betul itu dalfa atau siapa ya

dan ahh masih bikin bgg
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
ayok lah kay ceritalah jgn kau pe dam biar tahu
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
hahhhh jadi ada alasan nya knp kayla bisa terjerumus ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
ehh asabi orang kaya juga ya

trus duit dr mna dia apa g di lertanyakan sm org tuanya ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
sabar lah kay

nnti ada wktunya itu klo sudah autornya berkehendak 🙈🙈🙈
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
ohh jd dulu kay org kaya juga ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
llha lah

kemasa saja ini orang knp baru muncul aja
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
aduh itulah klo org punya harta

trus se enak nya ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
yo harus kuat too kay
ini baru permulaan ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
wow kumkira akan lebih dr 100 jt aq dag deg2an klo menyebut nominal dgn depan nya pake M
Naufal Affiq
kenapa di gantung ceritanya,
nuraeinieni
orang itu pintar koreksi kesalahan orang,tapi tdk sadar utk inropeksi mulutnya utk berbicara yg sopan.
nuraeinieni
semoga saja sdh ada calon baby,,,biar aby dan kayla,merasakan juga jadi orang tua.
martiana. tya
bikin penasaran ihhhh.... 😄
Nar Sih
semoga usaha dan ihtiar mu kali ini sgra membuah kan hasil ya kayla sgra hadir buah cinta kalian
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
ken darsihk
Dengan kesabaran dan tawakal pasti semua nya akan indah pada waktu nya
Sugiharti Rusli
bahkan karena itu bu Aisyah tidak ragu tuk membela sang menantu yang sudah dipilih oleh Ashabi karena hatinya yang memilih dan bukan nafsunya,,,
Sugiharti Rusli
ternyata ucapan Ashabi saat dulu mau meniatkan Kayla sebagai calon istri kepada kedua ortunya yang pada akhirnya meluluh kan pak Ramlan dan bu Aisyah tentang niat sang putra yah,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!