NovelToon NovelToon
SUARA 2 [RUKMINI]

SUARA 2 [RUKMINI]

Status: sedang berlangsung
Genre:Horror Thriller-Horror / Iblis / Hantu
Popularitas:28.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jumillah

"Manut yo, nek gak manut koe mau jadi anak durhaka!?"

"Perempuan iku musti ayu! musti lues! musti biso sekabehane! Koe ndak perlu berpendidikan tinggi, cukup jadi perempuan yang cantik, semua materi datang padamu, nduk."

Lahir dari keluarga miskin, tinggal di rumah gubuk, tapi memiliki orang tua yang berambisi tinggi untuk menjadi kaya. Rukmini, di tempa menjadi anak yang serba bisa. Dia anak satu - satunya tapi tercekik oleh ke egoisan orang tuanya, sehingga tumbuh dendam dan kebencian pada orang tua nya.

Dia melawan aturan, melawan takdir bahkan melawan Tuhan nya, dengan membuat ikatan perjanjian darah dengan yang gelap hanya agar dia bebas dari orang tua nya, tidak peduli apa konsekunsinya..

"WANI TEKO WANI MATI!"

[Novel RUKMINI ini adalah kisah lengkap tentang Rukmini, Sosok ibu yang ada di novel SUARA]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS. 28. Sedikit demi sedikit saya ingin membangun hidup saya. [RUKMINI]

Siang harinya, ibunya Rukmini yang semalaman di bantai habis - habisan oleh tamu - tamu pria kini hanya bisa duduk dengan tatapan kosong, dia masih memikirkan kejadian semalam dimana suaminya sendiri malah menyerahkan dirinya menjadi pengganti Rukmini.

"Wes toh bu, ndak usah menjadi lemah begitu. Baru satu kali saja sudah merasa menjadi orang yang paling tersakiti." Ucap Rukmini, dia membawa baki berisi dua cangkir teh.

Ibunya melirik Rukmini, kini ibunya kurang lebih tau apa yang Rukmini rasakan dulu. Sakit, sakit hati, kecewa dan merasa di khianati.. Itu semua sudah Rukmini telan pahit - pahit sejak umur nya masih 13 tahun.

"Koe.."

"Aku mau pergi, mulai sekarang aku ndak melayani tamu kalau aku ndak mau. Aku ada urusan.." Ucap Rukmini, memotong ucapan ibunya.

"Tapi tamumu?!" Ucap ibunya, Rukmini tersenyum sambil menyesap teh nya.

"Kan ada ibu." Ucap Rukmini, Ibunya tertegun.

"Ndak! Ibu ndak mau! Badan ibu sakit semua, lagi pula itu tamu mu, bukan tamu ibu!" Ucap ibunya, mimik muka Rukmini berubah menjadi dingin dan datar.

"Jangan lupa, yang maksa aku menjadi perempuan seperti ini, itu ibu. Uang nya pun ibu yang menikmati, Tamu itu, adalah tamu ibu." Ucap Rukmini, ibunya hendak bangun tapi dia meringis kesakitan.

"Mini! Jangan kurang ajar koe sama ibu!" Bentak nya, air matanya sudah berderaian tapi Rukmini hanya terkekeh.

"Aku kasih tau ibu rahasia, mau?" Ucap Rukmini, ibunya diam saja dengan tatapan nanar menatap Rukmini.

"Alasan kenapa bapak serahkan ibu ke orang - orang itu adalah.. karena uang nya sudah di pakai judi sama bapak. Tentu bapak ndak ada uang untuk di kembalikan, jadi yo ibu yang harus.. melayani mereka." Ucap Rukmini, ibunya sudah melotot terkejut.

Tak heran dia selalu merasa uang yang dia kumpulkan itu sedikit demi sedikit menipis, suaminya itu juga sangat sering meminta uang. Dan bodoh nya dia tidak pernah bertanya untuk apa uang nya, dia hanya memberi dan terus memberi.

Ibunya Rukmini pikir suaminya meminta uang adalah untuk membeli sawah karena selama ini sawah mereka makin banyak.

"Tamak! Serakah! Ndak tahu malu! Ndak berperi kemanusiaan, Itulah kalian berdua." Ucap Rukmini, lalu dia bangun dan pergi meninggalkan ibunya.

"Mini!!" Teriak ibunya, dia hendak mengejar tapi tidak bisa.

Rukmini pergi dari rumah nya, dia dan dia menghampiri Jono, si tukang becak. Jono sangat terpukau dengan Rukmini yang semakin hari terlihat semakin cantik.

"Mas, tolong anter saya ke pasar, yo." Ucap Rukmini, Jono mengangguk antusias.

"Iyo den ayu, monggo - monggo." Ucap nya, Rukmini lalu naik ke atas becak dan pergi.

Penampilan Rukmini, semakin hari semakin mempesona, Rukmini sudah tau bagaimana cara berdandan atau berpenampilan rapi dan menarik. Rambut nya di sisir rapih dan di gelung, hari ini dia memakai kebaya warna merah muda yang membalut tubuh berisi nya.

"Den ayu, jadi mau ngontrak kios, toh?" Tanya Jono, Rukmini tersenyum.

"Iyo, aku mau buka tempat hiburan sendiri. Mas Jono jangan lupa datang, yo." Ucap Rukmini melirik ke atas dimana Jono membungkuk sambil mengayuh becak.

"Hehe, saya ndak berani den ayu. Berarti nanti rumah nya den ayu sepi tamu?" Ucap Jono, Rukmini terdiam sebentar..

"Iyo, kalo ada yang cari saya.. saya di kios iku." Jawab Rukmini, Jono manggut - manggut.

"Den ayu, sudah dengar berita belum?" Tanya Jono, tampak nya dia ingin membuka obrolan.

"Berita opo, mas?" Tanya Rukmini, dia menghargai Jono meski sejujur nya dia tidak ingin banyak mengobrol.

"Iku lho, Yu Risma bojone lek Parto gendeng katanya, dari kemarin katanya teriak - teriak ae, koyo di kejar setan." Ucap Jono, Rukmini agak tertegun tapi kemidian senyum nya terbit.

"Kena tulah, toh?" Ucap Rukmini, Jono sedikit mengernyit.

"Tulah opo, den ayu?" Tanya Jono.

"Tulah karena sudah ngirimi saya santet, santet nya ndak sampai ke saya jadi sekarang dia yang gila." Ucap Rukmini, Jono agak terkejut mendengar nya.

"Santet?!" Gumam Jono, di desa itu memang banyak dukun atau orang yang di anggap pintar dengan urusan ghoib dan astral.

Banyak orang yang memang meninggal tidak wajar di desa itu, seperti terkena santet, teluh, atau.. Di jadikan tumbal. Padahal desa itu belum padat penduduk, bahkan rumah pun masih jarang.

"Opo iyo, yo.. Yu Risma main dukun? Soale kok yo sedikit ndak wajar memang, kemarin malam bisa ruame ne puol rumah nya. Bos - bos besar pada dateng, den ayu." Ucap Jono, Rukmini tersenyum.

Kini Rukmini tau, Jono.. Bukan orang seperti yang dia pikir. Awal nya Rukmini pikir Jono sama seperti laki - laki lain yang tergoda oleh kecantikan dan kemolekan tubuh perempuan, ternyata Jono membuktikan bahwa dia tidak terpengaruh sama sekali oleh pelet yang di pakai istrinya Parto.

Bahkan dengan Rukmini yang sudah memakai banyak ritual pun Jono tidak menatapnya dengan tatapan tidak senonoh, dia mungkin..

"Mas Jono keturunan murni pendakwah, yo?" Tanya Rukmini, Jono sedikit tertegun.

"Alhamdulillah, kakek saya kyai, den ayu." Jawab Jono, Rukmini manggut - manggut.

"Pantes.." Gumam Rukmini.

'Memang keturunan murni kyai, tapi.. Opo bener ndak bisa nafsu?' Batin Rukmini, kini dia malah tertantang.

Tak lama mereka sampai di pasar, calo yang sebelumnya juga ada di sana. Calo itu menatap Rukmini dengan tatapan seolah menelanjangi Rukmini.

"Den ayu, sudah lama ndak berjumpa." Ucap nya pada Rukmini, Rukmini tersenyum tipis.

"Saya mau beli kios nya." Ucap Rukmini, calo nya terkejut.

"Beli, den ayu? Ndak salah ngomong, toh?" Tanya si calo, Rukmini mengeluarkan buntelan kain yang dia sembunyikan di balik dada nya.

"Saya rasa uang itu cukup untuk membeli ruko iki, toh?" Ucap Rukmini, dia memberikan buntelan itu pada calo itu.

Si calo membuka buntelan itu dan terkejut melihat uang yang sangat banyak nominal nya. Uang itu lebih dari cukup untuk membeli satu rumah mewah, tapi Rukmini hanya mau membeli kios itu.

"Den ayu, iki.. Kebanyakan." Ucap si calo, kini dia tidak berani menatap Rukmini dengan tidak senonoh lagi.

"Ndak apa - apa, yang penting kios iki dan yang sebelah nya jual ke saya." Ucap Rukmini, calo itu tersenyum senang.

"Nggih - nggih, tak bujuk bos saya dulu den ayu." Ucap calo itu, Dan Rukmini tersenyum.

"Secepat nya saya tunggu kabar baik sampean, datang saja ke rumah saya kalau sudah dapat kabar baik. Nek sampean iso dan berhasil membujuk bos sampean, tak kasih.. Upah" Ucap Rukmini, dia lalu tersenyum.

"Pasti - pasti den ayu, pasti." Ucap calo itu, dan Rukmini kemudian menepuk pundak pria itu dan pergi.

Setelah Rukmini pergi pria itu menggelengkan kepalanya seolah tidak menyangka mendapat rejeki nomplok, dia lalu mencium buntelan kain yang Rukmini berikan..

"Ah, wangi.."

BERSAMBUNG!

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Yg namanya iblis, pasti aja terus²an nyari cara buat menyesatkan😣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ya Allah... Semoga kita semua terhindar dari orang² seperti Rukmini ini
SENJA
ih mini tega banget 😤
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
bener bener sangat sesat
≛⃝⃕|ℙ$ °🫧•𖨆٭ Ŋบ𝑟ļịãŊã꙳○𖨆°
😅🤣 Emang bener2 ibliss itu menyesatkan
≛⃝⃕|ℙ$ °🫧•𖨆٭ Ŋบ𝑟ļịãŊã꙳○𖨆°
Iya bener untuk orang awam yg ga paham agama mendalam 🤧
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
ya ampun minta tumbal🥺🥺
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
tawar lah warga, minta aja ganti tumbalnya sepuluh curut gitu 😒 sing mboten mboten minta anak bujang 😏
Ai Emy Ningrum: lumayan buat cemilan nya den Ayu Rukmini 😋😋
total 3 replies
Hary Nengsih
makin jauh aja cari tumbal terang2an
Nureliya Yajid
menarik lanjut thor
Nureliya Yajid
semangat thor lanjut
Desyi Alawiyah
𝘔𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘵𝘶𝘮𝘣𝘢𝘭 𝘪𝘵𝘶.. ☹️
Desyi Alawiyah
𝘐𝘺𝘢, 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘦𝘺𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘋𝘦𝘯 𝘈𝘺𝘶... 😫
Desyi Alawiyah
𝘠𝘢 𝘢𝘭𝘭𝘢𝘩, 𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘥𝘪𝘫𝘢𝘶𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘩𝘢𝘭-𝘩𝘢𝘭 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘵𝘶... 𝘚𝘦𝘴𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘣𝘭𝘪𝘴 𝘪𝘵𝘶 𝘱𝘦𝘯𝘶𝘩 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘱𝘶 𝘮𝘶𝘴𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵... 😌😌
Ai Emy Ningrum: amin ya rabbal alamien 🙏🏻🤲🏻😌
total 2 replies
Desyi Alawiyah
𝘑𝘰𝘯𝘰 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘫𝘢𝘨𝘢 𝘫𝘢𝘳𝘢𝘬 𝘺𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘪 𝘸𝘦𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘱𝘢𝘬 𝘒𝘩𝘢𝘭𝘪𝘥...
Desyi Alawiyah
😯😯😯
Ai Emy Ningrum: 🙀🙀🙀🙀🙀
total 1 replies
E
semangat kaka nulis nya 🤣🙏
zoeyy
🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍
≛⃝⃕|ℙ$ °🫧•𖨆٭ Ŋบ𝑟ļịãŊã꙳○𖨆°
Siti 🤔 Ooh ini siti hantu yg disumur itu kah, temen lea waktu kecil
Nureliya Yajid
semangat thor lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!