NovelToon NovelToon
Dua Kesayangan CEO Dingin

Dua Kesayangan CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ra za

Zivara Amaira adalah gadis yatim piatu yang tinggal bersama paman dan bibinya. Tempat yang seharusnya menjadi perlindungan justru berubah menjadi luka. Sebuah fitnah yang direncanakan oleh sepupunya membuat Zivara harus pergi. Tanpa diberi kesempatan membela diri, Zivara diusir dan dipaksa menelan hinaan atas kesalahan yang tak pernah ia lakukan.

Di sisi lain, Arga Aksara Wisesa adalah pria dingin dan misterius, yang tak memikirkan cinta. Ia hanya fokus pada pekerjaan dan keponakan kecilnya yang harus kehilangan kedua orang tuanya akibat kecelakaan setahun yang lalu.
Dua jiwa yang berbeda dipertemukan oleh takdir. Namun masa lalu, ambisi orang-orang di sekitar mereka, dan rahasia yang perlahan terkuak mengancam kebahagiaan yang baru saja tumbuh.
Akankah cinta mampu menyembuhkan luka yang terlalu dalam, atau justru membuka pintu bagi pengkhianatan yang lebih menyakitkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra za, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 Bermuka Dua

Dikediaman Arga Aksara Wisesa ia telah bersiap untuk berangkat ke perusahaan. Sejak setahun lalu, ia tinggal hanya berdua dengan keponakannya, Aluna Kirana Wisesa, gadis kecil berusia lima tahun yang kini menjadi seluruh dunianya.

Sejak kedua orang tua Luna meninggal dunia akibat kecelakaan, Arga lah yang menggantikan peran mereka. Pernah ada keinginan dari kakek dan nenek Luna yang tinggal di luar negeri untuk membawa gadis kecil itu tinggal bersama mereka. Namun Luna menolak. Ia memilih tetap tinggal bersama Arga, satu-satunya keluarga yang membuatnya merasa aman.

Segala keperluan Luna diurus oleh seorang pelayan kepercayaan Arga. Meski begitu, Arga tak pernah menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya. Ia selalu memastikan keponakannya tumbuh dengan kasih sayang dan perhatian yang cukup.

Arga sangat menyayangi Luna. Hampir semua keinginan gadis kecil itu ia penuhi. Namun meski demikian tak membuat Luna menjadi anak manja. Justru sebaliknya, Luna tumbuh menjadi anak yang mandiri dan berhati lembut.

“Nona Luna, ayo bangun. Sebentar lagi kita berangkat sekolah,” ujar Bi Rina, pelayan yang mengurus Luna.

Luna menggeliat pelan, lalu duduk di ranjangnya. “Iya, Bi. Luna mandi dulu,” ucapnya sambil turun dari tempat tidur.

Sambil menunggu Luna mandi, Bi Rina menyiapkan segala keperluan sekolahnya. Tak lama kemudian, Luna keluar dari kamar mandi dengan rambut masih sedikit basah. Meski usianya baru lima tahun, Luna sudah terbiasa mengenakan pakaiannya sendiri. Ia tak lagi mau dibantu mengenakan baju.

Bi Rina hanya merapikan kerah seragamnya dan mengepang rambut panjang gadis kecil itu dengan rapi.

Tak lama kemudian, Arga dan Luna duduk bersama di ruang makan.

Pagi ini, sarapan sederhana telah tersaji, roti panggang hangat, telur dadar, sosis, buah potong, serta segelas susu untuk Luna dan secangkir kopi hitam untuk Arga.

Mereka sarapan bersama dalam ketenangan.

“Luna suka sarapannya?” tanya Arga lembut.

“Suka, Om,” jawab Luna sambil tersenyum ceria.

Selesai sarapan, Arga dan Luna beranjak menuju mobil masing-masing. Arga akan ke perusahaan, sementara Luna akan berangkat ke sekolah diantar oleh sopir.

Sebelum berpisah, Arga berjongkok di hadapan Luna dan menatap mata keponakannya itu.

“Om berangkat dulu, ya. Baik-baik di sekolah,” ucap Arga pelan. “Ingat pesan Om, kalau ada yang berani mengganggumu, lawan. Jangan diam saja. Kalau terjadi apa-apa, biar Om yang menghadapi.”

Luna mengangguk kecil, mendengarkan dengan serius.

“Tapi ingat,” lanjut Arga, “jangan sekali-kali kamu mengganggu orang lain.”

“Iya, Om. Om tenang saja. Luna akan ingat pesan Om,” jawab Luna yakin.

Arga tersenyum kecil. Ia mengusap kepala Luna dengan penuh kasih, lalu masuk ke dalam mobilnya dan melajukan kendaraan menuju perusahaan.

Tak lama kemudian, mobil yang membawa Luna pun melaju meninggalkan halaman rumah menuju sekolah.

---

Tepat pukul dua siang, Luna keluar dari gerbang sekolah. Di luar, Bi Rina dan sopir telah menunggunya tak jauh dari pintu gerbang.

“Bi!” sapa Luna ceria begitu melihat pelayannya.

“Nona, bagaimana hari ini? Menyenangkan?” tanya Bi Rina sambil tersenyum dan mendekati Luna.

“Tentu, Bi. Teman-teman Luna baik dan pelajaran hari ini juga menyenangkan,” jawab Luna, lalu wajahnya sedikit mengerut. “Ya… meski ada yang agak menyebalkan.”

Bi Rina terkekeh pelan. “Tidak apa-apa. Itu biasa. Selama mereka tidak mengganggu Nona berlebihan, biarkan saja. Tapi kalau sudah kelewat batas, tentu nona ingat kan, dengan pesan yang Om Nona katakan.”

“Tentu, Bi. Luna pasti ingat,” sahut Luna kembali tersenyum.

Mereka pun masuk ke dalam mobil dan melaju menuju kediaman Arga.

Sesampainya di halaman rumah, Luna melihat sebuah mobil yang sangat ia kenal. Hampir setiap hari, mobil itu terparkir di sana.

“Hm… seperti tidak ada kerjaan saja Tante Julia. Setiap hari datang untuk menemui Om,” celetuk Luna polos.

Bi Rina hanya tersenyum tipis mendengar komentar itu.

Luna masuk ke dalam rumah sambil bersenandung kecil, menirukan lagu yang tadi ia nyanyikan di sekolah.

Julia yang sedang duduk di ruang keluarga segera menoleh. “Eh, cantiknya Tante sudah pulang,” sapa Julia dengan suara lembut dan senyum manis.

“Iya, Tante,” jawab Luna singkat, nyaris tanpa ekspresi.

Luna sangat tahu tabiat Julia. Wanita itu hanya bersikap baik ketika ada orang lain. Jika mereka hanya berdua, Julia akan menunjukkan wajah aslinya.

Namun Luna tak pernah berani mengadu pada Om Arga. Ia tahu, Julia adalah teman masa kecil Om nya. Di depan Arga, Julia selalu bersikap lembut dan perhatian terutama pada Luna. Tentu saja jika Luna mengadu Om Arga tidak akan percaya begitu saja.

Tak lama kemudian, Luna berada di kamarnya. Ia mengganti seragam sekolah dengan baju rumah, lalu keluar menuju ruang keluarga.

“Bi Rina,” panggil Julia dengan suara lembut nya,“tolong ke supermarket sebentar. Belikan cemilan. Aku ingin makan bersama Luna.”

“Baik, Nona,” jawab Bi Rina tanpa curiga.

Begitu Bi Rina pergi, senyum Julia perlahan menghilang.

Ia mendekati Luna yang sedang duduk bermain di ruang keluarga. “Luna, ambilkan Tante air,” perintahnya datar.

“Tante kan bisa ambil sendiri, atau minta pelayan,” jawab Luna polos.

Mata Julia menyipit. “Kamu berani menolak perintah Tante?”

Nada suaranya berubah dingin.

Dengan terpaksa, Luna berjalan ke dapur dan mengambil segelas air dingin.

“Ini, Tante,” ucap Luna begitu kembali ke ruang keluarga.

Belum sempat Julia menjawab, Bi Wina kepala pelayan rumah Arga kebetulan lewat dan melihat pemandangan itu.

“Mengapa Nona Luna yang mengambilkan air?” tanya Bi Wina heran. “Nona Julia bisa meminta pelayan untuk mengambilkan apa yang nona Julia mau.”

“Oh, itu…” Julia segera memasang wajah cemas. “Tadi sebenarnya aku mau mengambil sendiri, Bi. Tapi Luna yang bersikeras ingin mengambilkan.”

"Ia kan Luna, lain kali biar Tante ambil sendiri. Kamu tidak perlu repot-repot." Ucap Julia sambil memandangi Luna.

“Iya, Bi, tadi Luna yang mau mengambilkan air Tante Julia” sahut Luna pelan, lalu menunduk.

Bi Wina menatap mereka sejenak. “Lain kali, jika Nona Julia membutuhkan sesuatu, sebaiknya meminta dengan pelayan saja.”

“Iya, Bi. Lain kali saya tidak akan membiarkan Luna mengambilkan apa pun untuk saya,” ucap Mona cepat, masih dengan senyum lembut.

Bi Wina pun pergi meninggalkan mereka.

Begitu langkah pelayan itu menjauh, Julia segera mendekat ke arah Luna. Senyumnya menghilang, berganti tatapan tajam.

“Ingat baik-baik, Luna,” bisiknya mengancam. “Jangan sekali-kali kamu mengadukan apa pun pada Om mu.”

Luna menatapnya dengan mata berkaca-kaca.

“Kalau itu sampai terjadi,” lanjut Mona dingin, “aku pastikan Om mu akan menyuruhmu keluar dari rumah ini. Aku sudah dekat dengan Om mu sejak kecil. Om mu akan lebih percaya padaku… bukan padamu.”

Ancaman itu membuat tubuh Luna membeku.

Dan di balik wajah lembutnya, Julia tersenyum puas.

1
merry
ia pgl om ikutan pglnn Luna 😄😄😄 biasa knn bgtuu ibu iktinn ank ya pgl om kcuali dblkng ank br pgl nama 😄😄😄
Ranasela
seruu banget kakm😍
erviana erastus
pasti si julia
erviana erastus
batas cinta ya om 🤭
erviana erastus
maksud bertopeng kan persahabatan 🤣 satu keluarga matre
Rian Moontero
lanjoooott👍👍😍
erviana erastus
habis kau jalang
erviana erastus
giliran ada yg tulus sama luna dicurigai lah yg kek julia dipercaya ... kekx kecelakaan kakax arga ulah bapakx julia 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!