NovelToon NovelToon
My Kaisar

My Kaisar

Status: tamat
Genre:Romantis / Percintaan Konglomerat / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira Ramadhani

Bagi Freya Aurelia, mahasiswi seni yang hidupnya penuh warna dan kebebasan, Istana Welas adalah labirin kuno yang membosankan. Namun, sebuah insiden "salah masuk kamar" menyeretnya ke dalam pusaran protokol kerajaan yang kaku.
Di sana ada Kaisar Welas, sang putra mahkota yang perfeksionis, dingin, dan kaku layaknya robot. Dua dunia yang bertolak belakang ini dipaksa bersatu saat titah Buyut menjodohkan mereka demi sebuah stabilitas tradisi.
Satu bulan. Itulah waktu yang mereka miliki untuk membuktikan bahwa perjodohan ini adalah sebuah kesalahan besar. Namun, di antara perang urat syaraf, noda saus sambal di kemeja mewah, dan pelarian ke warung mie ayam, garis-garis benci itu mulai memudar.
Dapatkah Freya mewarnai hidup Kaisar yang hitam-putih? Atau justru Freya yang akan terbelenggu dalam kaku-nya adab istana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17

Suasana di Ruang Takhta Istana Welas pagi ini terasa begitu mencekam. Aroma kayu cendana yang biasanya menenangkan kini terasa berat, seolah udara di sana ditekan oleh gravitasi yang luar biasa. Raja Welas duduk di kursinya dengan wajah kaku, Permaisuri Ratna tampak gelisah, sementara Kholid berdiri di pojok dengan wajah yang berusaha keras disetel menjadi "prihatin", meski matanya berkilat puas.

Di tengah ruangan, Kaisar berdiri tegak, tangannya masih menggenggam jemari Freya yang dingin. Freya, yang pagi ini hanya mengenakan blazer kasual untuk menutupi kaos oblongnya, merasa seperti terdakwa di pengadilan abad pertengahan.

Buyut duduk di kursi kebesarannya, menatap tablet yang masih menampilkan berita skandal "Malam di Penginapan Melati" dengan ribuan komentar negatif dari netizen.

"Kerusakan reputasi ini sudah meluas," suara Buyut memecah keheningan. "Publik menuduh Freya tidak memiliki adab, dan mereka menuduh Kaisar telah lalai dari tugasnya demi kesenangan pribadi."

"Buyut, saya bisa jelaskan—" Kaisar mencoba menyela, namun Buyut mengangkat tangan kanannya.

"Tidak perlu penjelasan, Kaisar. Di dunia ini, persepsi jauh lebih kuat daripada kebenaran. Dan satu-satunya cara untuk membungkam persepsi buruk adalah dengan menciptakan sebuah kebenaran baru yang lebih besar."

Buyut menatap Freya dengan tajam namun ada binar misterius di matanya. "Hari ini juga, kita akan mengadakan konferensi pers. Kita akan mengumumkan bahwa malam itu adalah malam perayaan pertunangan pribadi kalian. Kita akan meresmikan pertunangan kalian malam ini juga, sepuluh hari lebih awal dari jadwal."

Hening.

Freya merasa jantungnya seolah berhenti berdetak sesaat. Ia melepaskan genggaman tangan Kaisar dan melangkah maju satu tindak.

"Hah?! Bu-buyut bercanda, kan?" suara Freya bergetar antara kaget dan tidak percaya. "Pertunangan resmi? Malam ini? Buyut, sepuluh hari lagi kan kesepakatan kita selesai! Saya harusnya balik jadi rakyat biasa, bukan malah jadi calon permaisuri resmi!"

Buyut tidak marah. Beliau justru tersenyum tenang. "Freya, jika kita membatalkan perjodohan ini sekarang, namamu akan selamanya dicap sebagai wanita yang 'dibuang' setelah skandal. Apakah itu yang kamu inginkan? Apakah itu yang diinginkan ibumu?"

Freya terdiam. Nama baik ibunya adalah titik lemahnya. Ia menoleh ke arah Kaisar, mencari pembelaan, namun pria itu justru menatap Buyut dengan ekspresi yang sulit dibaca.

"Kaisar? Lo nggak setuju, kan? Bilang sesuatu dong, Kai! Bilang kalau ini berlebihan!" desak Freya.

Kaisar menarik napas panjang. Ia menatap Freya, lalu beralih ke Kholid yang kini wajahnya mulai berubah tegang. Rencana Kholid untuk menghancurkan Freya justru menjadi bumerang yang mempercepat segalanya.

"Jika ini satu-satunya cara untuk melindungi Freya dari serangan publik," ujar Kaisar dengan suara berat yang mantap, "saya setuju. Resmikan pertunangan kami malam ini."

Freya melongo. "Kai! Lo gila ya?! Ini bukan cuma soal ngelindungin gue, ini soal hidup lo juga! Lo bakal terjebak sama gue, si pelukis rebel yang nggak tahu aturan ini, selamanya!"

Kaisar melangkah mendekati Freya, merendahkan suaranya agar hanya gadis itu yang mendengar. "Sepuluh hari atau selamanya, apa bedanya jika setiap hari aku harus khawatir seseorang akan menyakitimu karena posisimu di sampingku? Diam dan ikuti saja, Freya. Aku yang akan menanggung sisanya."

Setelah keputusan itu diambil, Istana Welas berubah menjadi medan perang persiapan. Pelayan berlarian ke sana kemari. Desainer terbaik kerajaan dipanggil paksa untuk menjahit gaun dalam waktu hitungan jam.

Freya diseret ke ruang rias. Ia merasa seperti boneka yang diputar-putar. Permaisuri Ratna masuk ke ruangan, membawakan sebuah kotak beludru merah berisi kalung berlian kuno.

"Freya, sayang," ujar Permaisuri lembut. "Ibu tahu ini mendadak. Tapi lihatlah sisi baiknya. Kaisar tidak pernah membela siapa pun sekuat dia membelamu hari ini. Bahkan dia berani menentang protokol demi mempercepat ini."

"Tapi Bu... saya belum siap jadi tunangan beneran," bisik Freya, menatap pantulan dirinya di cermin yang kini tampak begitu asing dengan riasan mewah.

"Cinta itu kadang datang setelah komitmen, bukan sebelumnya," balas Permaisuri sambil memasangkan kalung itu di leher Freya.

Di sisi lain, Kholid sedang mengamuk di kamarnya. "Sial! Harusnya mereka putus! Harusnya Buyut marah! Kenapa malah jadi pertunangan resmi?!"

Tiba-tiba pintu kamarnya dibuka kasar. Kaisar berdiri di sana, tanpa ekspresi, namun auranya sangat mengancam. "Hukumanmu sebagai Aspri Freya belum berakhir, Kholid. Dan malam ini, kau akan berdiri di barisan paling depan untuk menyambut tunangan resmiku. Jika kau berbuat ulah lagi, aku sendiri yang akan memastikan kau tidak akan pernah melihat matahari dari balik jendela istana ini lagi."

Malam itu, aula utama istana berkilau luar biasa. Ratusan wartawan telah berkumpul. Saat pintu besar dibuka, Kaisar Welas keluar mengenakan seragam militer upacara yang gagah, dan di lengannya, Freya Aurelia berjalan dengan anggun.

Freya mengenakan kebaya modern berwarna ungu pastel—warna kesukaannya—yang dipenuhi payet halus. Rambutnya disanggul modern dengan hiasan bunga melati putih yang segar. Meski hatinya bergejolak, ia tetap memasang wajah tegak. Ia teringat kata-kata Kaisar: Mata gue tajem.

Saat mereka berdiri di depan podium, ribuan lampu kilat kamera menyambar.

"Kami di sini untuk meluruskan pemberitaan yang beredar," ujar Kaisar dengan suara baritonnya yang menggema. "Keberadaan kami di penginapan tersebut adalah bagian dari perjalanan pribadi untuk merayakan pertunangan kami yang sebenarnya sudah direncanakan sejak lama. Malam ini, di depan kalian semua, saya meresmikan Freya Aurelia sebagai calon pendamping hidup saya."

Kaisar mengambil sebuah cincin dengan permata safir biru, lalu meraih tangan Freya. Di bawah sorot lampu, ia menyematkan cincin itu di jari manis Freya.

Freya menatap mata Kaisar. Di balik tatapan kaku itu, ia melihat sesuatu yang tulus. Sesuatu yang membuatnya merasa... aman. Untuk sesaat, ia lupa pada kamera, lupa pada Kholid, dan lupa pada rasa benci terhadap aturan istana.

"Kai..." bisik Freya sangat pelan.

"Jangan kabur lagi," balas Kaisar hampir tak terdengar, dibarengi dengan senyum tipis yang kali ini benar-benar sampai ke matanya.

Riuh tepuk tangan membahana. Di sudut ruangan, Buyut mengangguk puas sambil menyesap tehnya. Beliau tahu, skandal itu hanyalah bumbu, tapi ikatan yang terbentuk di antara dua insan yang berbeda kutub itu adalah hidangan utamanya.

Perjodohan gila itu baru saja naik kelas. Dan Freya sadar, mulai malam ini, dunianya tidak akan pernah sama lagi. Ia bukan lagi hanya pelukis rebel; ia adalah bagian dari sejarah Welas.

1
Nita Aprika Nita
🤣🤣
Nita Aprika Nita
Ya Allah.. karya mu bagus banget kak.. tapi kok sepi yang baca dan like y..
Nadhira Ramadhani: bantu kasih bintang 5 dong kak🤣
total 1 replies
Thata Ayu Lestary
bagusss bgttt karya nya kak , besttttt
Nadhira Ramadhani: baca ceritaku juga yang lain kak 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!