Lahir dari keluarga islami, dituntut untuk selalu taat, memiliki saudara perempuan dan ternyata menjadi bahan perbandingan. Aluna gadis 20 tahun yang baru saja lulus kuliah dan memiliki banyak cita-cita harus menerima takdirnya saat dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pria yang tidak dia kenal.
Aluna tetap pada keputusannya untuk mengejar karirnya, membuat Aluna harus meninggalkan pernikahannya untuk memenuhi janji kepada seseorang yang telah menunggunya.
Tetapi siapa sangka ternyata Aluna justru mendapatkan penghianatan dengan penuh kebohongan. Aluna harus menerima takdirnya atas kesalahan besar yang telah ia lakukan.
Setelah beberapa tahun meninggalkan pernikahannya. Aluna kembali terjerat dengan pria yang harus dia nikahi beberapa tahun yang lalu.
Bagaimana kelanjutan hubungan Aluna? apakah pria yang harusnya menikah dengannya membencinya dan ingin membalasnya?"
Jangan lupa untuk terus mengikut novel ini.
follow Ig ainunharahap12.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 2 Meninggalkan Pernikahan
1 Minggu kemudian.
Kediaman Aluna dipenuhi dengan keramaian, bagaimana tidak jika besok adalah hari pernikahan Aluna dengan pengusaha muda Ravindra. Tetapi Aluna berada di dalam kamar yang menggunakan dress di atas lututnya tampak begitu cemas.
Aluna sejak tadi mondar-mandir seperti setrikaan, tidak terlihat kebahagiaan di wajahnya dalam persiapan pernikahannya.
Dratt-drattt-drattt.
"Aluna!" tegur Jiya tanpa dia sadari sudah berdiri di depan pintu.
"Kak Jiya," Aluna menghampiri Jiya dengan memegang kedua tangan Jiya.
"Ada apa dengan kamu? Kenapa tangan kamu dingin dan bergetar seperti ini? Kamu begitu deg-degan untuk menikah besok?" tanya Jiya.
"Kak apa yang harus Aluna lakukan. Aluna tidak ingin menikah dengan laki-laki yang tidak Aluna kenal. Aluna tidak ingin menjalani hubungan rumah tangga bersama seseorang yang sama sekali Aluna tidak mengetahui bagaimana sifat buruk baik dan segalanya," ucapnya dengan suaranya bergetar yang benar-benar takut.
"Bukankah kamu sudah menyampaikan protes kamu kepada Umi dan Abi. Mereka tetap akan menikahkan kamu dengan pilihan mereka. Mereka tidak menyetujui hubungan kamu dengan Firman!" ucap Jiya.
"Kenapa Umi dan Abi harus menikahkan Aluna terlebih dahulu. Kenapa bukan Kakak?" tanya Aluna.
"Aluna, Abi menikahkan kamu terlebih dahulu, itu karena Abi tidak ingin kamu terjerat dalam pergaulan bebas, dengan menikahkan kamu dan maka tanggung jawab kedua orang tua akan diserahkan kepada suami kamu," jawab Jiya.
"Apa menurut Abi dan Umi. Aluna sehina itu. Aluna jahat. Karena Aluna tidak memakai hijab seperti Kakak dan berarti Aluna tidak pernah shalat, tidak menjalankan perintah Allah. Aluna juga tidak berpacaran dan hanya memiliki hubungan dekat dengan Mas Firman. Kami saling menyukai dan selama ini tidak macam-macam. Aluna juga tahu apa itu dosa. Lalu apa Umi dan Abi pantas menjudge Aluna seburuk itu," ucapnya dengan penuh rasa kekecewaan atas tindakan kedua orang tuanya.
Aluna dan Jiya dari cover memang dua orang yang berpenampilan berbeda, keduanya sama-sama cantik, berbicara sama-sama lembut dan penuh dengan ketenangan. Hanya saja Aluna gadis pemimpi dan dipenuhi dengan banyak cita-cita.
Tidak sembarangan memilih jalan untuk kehidupannya dan tidak berhijab bukan berarti tidak taat pada agamanya.
Aluna merasa tentang ibadahnya kepada Tuhan yang merupakan privasinya. Mungkin Jiya bagi kedua orang tuanya sudah sangat sempurna, menutup aurat dan selalu menebarkan kebaikan, terlebih lagi Jiya putri pertama mereka sangat taat kepada kedua orang tuanya.
Jiya mungkin mengikuti jejak kedua orang tuanya, sedikit kolot dan sementara Aluna memiliki pemikiran yang moderen.
"Kamu jangan mengeluhkan semua ini kepada Kakak. Kakak juga tidak meminta semua ini. Sekarang keputusan ada pada kamu," sahut Jiya mengusap bahu Aluna dan kemudian langsung berlalu dari hadapan Aluna keluar dari kamar tersebut.
"Aku tidak akan menikah dengannya. Aku tidak mengenalnya dan aku memiliki hak untuk menentukan hidupku," batin Aluna berjalan menuju nakas dan mengambil ponselnya.
"Assalamualaikum Aluna!" suara pria terdengar dalam panggilan telepon tersebut.
"Kak Firman. Aluna tidak ingin menikah dengan laki-laki itu," ucap Aluna.
"Lalu apa yang bisa aku lakukan Aluna. Bukankah aku sudah berusaha meyakinkan kedua orang tua kamu jika aku mampu untuk membimbing kamu, mampu untuk menjadi suami kamu dan tetap saja kedua orang tua kamu tidak memberikan restu kepadaku," ucap Firman.
"Kalau begitu ayo lari kawin!" ucap Aluna secara tiba-tiba dengan semua pikiran konyolnya.
"Maksud kamu?" tanya Firman.
"Jika kita lari kawin. Abi tidak punya pilihan lain untuk menerima Kakak," jawabnya.
"Aluna tetapi ini tidak masuk akal," sahut Firman.
"Lalu Aluna harus bagaimana dan apa akan mengikuti semua ini. Aluna tidak mencintai laki-laki itu dan yang bisa menyelamatkan Aluna saat ini hanya Kakak," ucapnya.
"Aluna kamu tenang dulu, jangan berpikiran aneh-aneh. Aku akan menelpon kamu nanti. Pernikahan ini tidak akan pernah terjadi," ucap Firman mencoba untuk meyakinkan Aluna membuat Aluna berusaha untuk percaya.
Kemudian mereka mengakhiri panggilan telepon tersebut.
****
Pagi ini Aluna tampil begitu sangat cantik menggunakan gaun pengantin simple dengan lurus memanjang kebawah. Karena merupakan putri dari tokoh agama yang sangat dikenal. Aluna yang memang tidak berhijab tetapi menggunakan gaun pengantin yang sopan.
Meski begitu cantik dengan riasan rambut yang sesuai dengan gaunnya. Wajahnya terus saja terlihat murung, rumahnya hari ini dipenuhi dengan tamu undangan yang akan menghadiri acara pernikahannya.
Alasan kedua orang tuanya menikahkannya terlebih dahulu karena Aluna yang dianggap takut bergaul terlalu bebas.
Ting.
Aluna dengan cepat mengambil ponselnya ketika pesan tersebut masuk.
..."Aku juga tidak menginginkan pernikahan ini terjadi. Kita bertemu di bandara, tetapi kamu harus siap dengan resikonya jika kamu mengakhiri pernikahan ini dan artinya orang tua kamu akan membenci kamu. Tetapi kamu jangan khawatiran. Aku akan terus berada di samping kamu dan akan memberi kamu kebahagiaan," tulis Firman....
Jantung Aluna berdebar begitu kencang ketika mendapatkan pesan dari pria yang dia cintai. Kegelisahan semakin besar terlihat pada wajahnya dengan nafas naik turun.
Aluna tampak melihat di sekitarnya dan tiba-tiba saja berdiri dari tempat duduknya dan keluar dari kamar itu dengan cepat yang hanya membawa ponselnya.
Jiya menaiki anak tangga untuk memanggil adiknya. Langkah Jiya terhenti ketika melihat jelas Aluna keluar dari kamar tersebut dan berjalan begitu cepat melewati arah yang berbeda.
Jiya tidak menghentikannya dan tetap berdiri pada tempatnya.
"Jiya!" Jiya kaget ketika bahunya ditepuk.
"Umi," ucapnya.
"Kenapa kamu masih berdiri di sini? Ayo kita panggil adik kamu. Acara pernikahannya akan dimulai," ucap Umi.
Jiya tidak menjawab membuat Wulan menaiki anak tangga, tetapi Jiya tiba-tiba saja menghentikannya.
"Mungkin saja. Aluna belum selesai berhias," ucapnya.
"Bagaimana mungkin belum selesai, Umi sudah melihat perias keluar dari kamarnya sejak 10 menit yang lalu," jawab Wulan.
"Benarkah! Jiya soalnya tidak melihatnya," sahut Jiya.
"Jangan terlalu banyak mengobrol. Ayo!" ajak Wulan membuat Jiya menganggukkan kepala.
Umi dan Jiya menuju kamar Aluna dan ketika berdiri di depan pintu kamar itu tangan Umi memegang kanopi pintu kamar dan langsung membukanya.
"Aluna!" ucap Umi ketika melihat kamar tersebut kosong.
Umi sudah merasa ada yang tidak beres, langsung memasuki kamar dengan memeriksa kamar mandi dan ternyata sesuai dugaannya benar.
Aluna tidak ada di kamarnya dan hanya meninggalkan selembar surat berada di atas tempat tidur.
"Astagfirullah Aluna....." lirih Umi benar-benar shock dan bahkan sampai terduduk.
"Umi!" Jiya dengan cepat menghampiri sang ibu.
"Aluna pergi....." ucapnya tidak percaya dengan keputusan putri keduanya.
*****
"Sangat memalukan!" umpat seorang wanita sekitar berusia 60 tahunan.
Wanita itu tak lain nenek dari Ravindra tampak begitu kecewa ketika mendengar pengakuan keluarga tersebut bahwa calon pengantin wanitanya lari di hari pernikahannya.
Ravindra bersama kedua orang tuanya dan juga keluarga Aluna sudah berada di ruang tamu tersebut.
"Apa keluarga ini sengaja mempermalukan kami? Jika putri kalian tidak berniat untuk menikah dan seharusnya tidak membuat kekacauan seperti ini dan merusak nama baik kami!" tegas Wanita bernama Rami itu dipenuhi dengan rasa kecewa dan bahkan suaranya sejak tadi tampak menekan.
"Bagaimana kami menghadapi tamu undangan dan juga keluarga besar kami atas semua masalah yang ditimbulkan Aluna?" tanya Risma.
"Ini benar-benar di luar dugaan kami. Kami tidak menyangka jika Aluna akan pergi meninggalkan pernikahannya," sahut Wulan.
Bersambung......
...Hay para pembaca setia, terima kasih hari ini sudah mampir. Saya Author kembali membuat Novel baru, selalu besar harapan saya untuk novel ini agar di cintai para pembaca....
...Jangan lupa selalu tinggalkan jejak, like, koment, vote, subscribe dan pasti harus baca dari bab 1 sampai akhir....
...Jangan lupa ya untuk terus mengikutinya sedikit banyaknya yang kalian berikan merupakan semangat untuk saya.......
...Terimakasih.......