NovelToon NovelToon
Sistem Kurir Super: Dari Penghinaan Ke Puncak Kekuasaan

Sistem Kurir Super: Dari Penghinaan Ke Puncak Kekuasaan

Status: tamat
Genre:Kebangkitan pecundang / Sistem / Kaya Raya / Tamat
Popularitas:650.6k
Nilai: 5
Nama Author: Kenjiro Dominic

Kevin sanjaya adalah seorang pemuda pekerja keras yang berasal dari keluarga miskin. Demi menyambung hidup, ia bekerja sebagai kurir pengantar makanan untuk sebuah perusahaan Ojol Indonesia.

Suatu hari, dalam salah satu pengantaran malamnya, ia mengalami kejutan pahit. Kamar hotel yang menjadi tujuan pesanannya ternyata adalah kamar yang dipesan oleh pacarnya sendiri—bersama pria lain—untuk menghabiskan malam.

Tertangkap basah, sang pacar justru memutuskan hubungan mereka di tempat itu juga. Dengan dingin, ia mengatakan bahwa Kevin sanjaya terlalu miskin dan tidak mampu memberinya kehidupan yang diinginkan.

Saat amarah dan penghinaan hampir meluap, sebuah notifikasi tiba-tiba terdengar dari ponselnya:

“Pengantaran selesai. Hadiah sistem telah diperoleh!”

Berkat kebiasaannya membaca novel, Kevin sanjaya langsung menyadari satu hal,
ia telah mendapatkan sebuah sistem cheat.

Sistem ini memberinya hadiah luar biasa setiap kali ia menyelesaikan misi pengantaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 – Kamu Tidak Berhak

Begitu kata-kata kevin sanjaya terucap, bahwa dialah bos baru Imperial Entertainment. ruangan itu seolah membeku selama satu detik.

Lalu…

Tawa meledak bersamaan.

“HAHAHA—!”

“Kevin, kamu serius?”

Christian karamoy menepuk meja sambil tertawa sampai matanya berair.

“Sejak kapan kamu jago bercanda? Kita bahkan belum mulai minum!”

“Lelucon Kevin memang beda,” ejek seorang mantan teman sekamar.

“Dulu bikin surat cinta, sekarang bikin dongeng!”

Regina tidak tertawa.

Ia menatap Kevin sanjaya dari ujung kaki sampai kepala, sorot matanya dingin dan penuh penghinaan. seperti sedang menilai sesuatu yang tidak layak dibicarakan.

“Cukup,” katanya pendek.

Ia berdiri, mengenakan kembali kacamata hitamnya.

“Aku tidak punya waktu untuk badut.”

“Aku pergi. Tidak perlu mengantarku.”

Suasana mendadak canggung. Beberapa orang masih tersenyum, tapi tawa sudah berhenti.

Saat Regina berbalik menuju pintu, suara kursi bergeser terdengar.

“Regina....”

Kevin sanjaya berdiri.

Suaranya tidak keras, tapi cukup jelas untuk menghentikan langkahnya.

“Ada satu hal lagi.”

Regina berhenti, sedikit menoleh dengan alis terangkat.

“Apa lagi?”

“Aku ingin mengundangmu,” ucap Kevin sanjaya tenang,

“untuk menyanyi di pesta ulang tahun adikku.”

Ruangan kembali hening.

Beberapa orang saling berpandangan, mengira mereka salah dengar.

“Menyanyi?”

“Di pesta ulang tahun?”

Regina tertawa kecil, kali ini lebih tajam dari sebelumnya.

“Kamu bercanda lagi?”

Ia berbalik sepenuhnya, mendekat dua langkah.

“Kamu tahu tarifku?”

“Dua ratus juta sebagai pembuka,” katanya dingin.

“Setengah miliar untuk setiap lagu.”

Ia mencondongkan tubuh sedikit, suaranya merendah namun menusuk.

“Kevin sanjaya, jangan salah paham.”

“Aku dulu memang pernah menyukaimu.”

“Itu kebodohan masa muda.”

“Tapi itu tidak berarti kamu bisa memintaku melakukan apa pun.”

Beberapa siswa menelan ludah.

Tak satu pun berani menyela.

“Aku sekarang superstar,” lanjut Regina.

“Setiap menit waktuku bernilai uang.”

“Kamu… seorang Ojol pengantar makanan.”

Ia tersenyum miring.

“Kamu dan adikmu bahkan tidak punya hak untuk membicarakan tarifku.”

Kata adikmu membuat ekspresi Kevin sanjaya berubah.

Senyumnya lenyap.

Ia bisa menerima ejekan.

Ia terbiasa diremehkan.

Namun merendahkan keluarganya, itu garis yang tidak boleh dilewati.

“Regina,” katanya perlahan, suaranya datar tapi berat,

“ingat baik-baik kata-kataku.”

“Kamu akan datang.”

“Dan kamu akan menyanyi di pesta ulang tahun adikku.”

Beberapa orang refleks tertawa, mengira itu masih lelucon.

Namun nada suara Kevin sanjaya tidak mengandung sedikit pun candaan.

Regina menyipitkan mata.

“Oh ya?”

“Aku ingin tahu,” katanya dingin,

“dengan cara apa?”

Ia menatap Kevin lama, seolah mencoba mencari celah keraguan di wajah pria itu, namun yang ia temukan hanyalah ketenangan.

“Hmph.”

“Berhentilah bermimpi.”

Ia berbalik dan melangkah pergi dengan anggun, sepatunya berbunyi tegas di lantai marmer.

Baginya, Kevin sanjaya hanyalah pria yang gagal move on dari masa lalu.

Datang ke reuni ini saja sudah bentuk toleransi.

Di luar ruangan, dua bodyguard segera mengikutinya.

Sementara itu, Kevin sanjaya duduk kembali.

Ia mengeluarkan ponselnya tanpa tergesa-gesa, mengetik sebuah pesan singkat.

“Besok pagi. Suruh Regina datang ke kantor.”

Pesan itu dikirim ke asistennya di Imperial Entertainment.

Tanpa emosi tambahan.

Seolah ia baru saja mengatur jadwal rapat biasa.

"Kevin…”

Beberapa teman mendekat, kali ini tanpa nada bercanda.

Christian menepuk bahunya.

“Jangan dipikirkan. Regina memang sudah berubah.”

“Iya,” sambung Megan lebih pelan,

“dia selalu merasa satu level di atas kita.”

“Kamu jangan sakit hati.”

Kevin tersenyum ringan.

“Kenapa harus sakit hati?”

Ia mengangkat gelasnya.

“Malam ini kumpul, kan? Minum saja.”

Ucapan itu membuat suasana mencair kembali.

Tawa perlahan kembali terdengar.

Cerita-cerita lama bermunculan, tentang masa kuliah, tentang kemiskinan Kevin sanjaya dulu, tentang bagaimana mereka patungan demi makan bersama.

Setiap kali nama Kevin sanjaya disebut, ruangan selalu dipenuhi gelak tawa.

Namun tidak satu pun dari mereka tahu...

Pria yang mereka tertawakan sudah berdiri di puncak yang sama sekali berbeda.

Di luar jendela, mobil mewah Regina melaju menjauh.

Kevin sanjaya melirik sekilas, lalu meneguk minumannya.

Dalam hatinya, sebuah senyum dingin terukir.

“Besok… kamu akan tahu.”

Tiba-tiba...

DING!

Suara mekanis bergema di dalam benaknya.

“Tugas acak telah dihasilkan.”

“Hadiah: Vila mewah Gunung Tianlu + 10 poin sistem.”

“Jenis misi: Berbatas waktu.”

“Syarat wajib: Host harus mengenakan seragam pengantar makanan.”

Nada sistem menjadi lebih dingin.

“Jika misi gagal, hadiah dibatalkan.”

“Tambahan penalti: satu bagian vital host akan menyusut satu sentimeter.”

“Host, apakah Anda menerima misi ini?”

Kevin sanjaya tertawa kecil di dalam hati.

“Seragam pengantar makanan?”

“Menarik.”

Ia mengangkat gelasnya sekali lagi.

“Terima.”

1
cito
bagus
Kenjiro Dominic: makasih🙏
total 1 replies
dhani satria
waaahhhhhh penyanyi ndungdat ni....,adie ahmad rabla
dhani satria
enak tu chiki....,rasa keju ama coklatnya....,inget wktu kecil deh
Giantini
percuma kamu Kya Kelvin klo tetap disembunyikan... sampai lebaran monyet pun tetap ditindas dasar bodoh
Kenjiro Dominic: baru chapter awal MC langsung di Atack Pembaca... belum tauh dia Kevin siapa🤭
total 1 replies
Kenjiro Dominic
kelanjutan ceritanya cari di daftar buku Author.... 💪🙏 maaf yaa beberapa hari ini lelet updatenya 🙏
Nenk putry
ahhh lama² bosan juga baca nya capek di tungguin up,,pas up cuma 1 bad doang,,semangat lah tros trus berkaria nenk pamit dulu dah males bacanya🤒💪💪
Kenjiro Dominic: 😄 di season 2 aja ka bacanya.... di sini lama updatenya....🤭💪🙏
total 1 replies
Nova Bustomi
update nya udah ga seperti lg Thor udah mulai bosan yam
Kenjiro Dominic: siap siap
total 2 replies
Naga Hitam
lanjuttt
Nenk putry
lanjut Thor lagi seru²nya itu
Hanan Shabira
good
Roynaldi Ananda
katanya teny hasan batasan dananya cuma 15 milyar kok bisa nawar lelang sampai 2 triliun? thor kalo bisa waktu menulis kondisikan tubuh sehat serta istirahat yang cukup sehingga waktu menulis tidak ngawur tentang urusan angka2
Kenjiro Dominic: makasih ka nasehatnya, saya akan cukupkan istirahat... 🙏 dan saya akan revisi lagi beberapa bab kebelakang 🙏
total 1 replies
Roynaldi Ananda
thor apakah anda mengerti sama matematika? kenapa awalnya triliunan berubah menjadi milyar?
Kenjiro Dominic: makasih ka koreksinya, saya perbaiki 🙏
total 1 replies
muhammad rizqi
ko di pindah Thor?
Kenjiro Dominic: ada problem dengan Editor Noveltoon, jadi di pindah kembali...🙏
total 1 replies
Harman Loke
mantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaappppp
Harman Loke
makanya kalian semua jangan suka merendahkan orang lain
Harman Loke
rasakan akibatnya sekarang
Harman Loke
hajaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrr jangan beri ampun
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt
Harman Loke
seeeeemaaaaaaaaaangaaaaaaaaattt
Harman Loke
krrreeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!