NovelToon NovelToon
Istri Kecil Gus Azkar

Istri Kecil Gus Azkar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Perjodohan
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Aroma melati yang merebak di gedung itu terasa mencekik paru-paru Rina. Harusnya, hari ini menjadi hari paling bahagia dalam hidupnya. Namun, di balik riasan bold dan kebaya putih mewah yang melekat di tubuhnya, ada hati yang sedang hancur berkeping-keping.

​Di sampingnya, duduk Gus Azkar. Pria itu tampak tenang, nyaris tanpa cela. Dua bulan lalu, saat Azkar datang melamar ke rumahnya, Rina tak punya kuasa untuk menolak keinginan orang tuanya. Azkar adalah menantu idaman—seorang ustadz muda yang dihormati, santun, dan memiliki garis keturunan pemuka agama yang terpandang.
​Tapi bagi Rina, Azkar adalah orang asing yang memisahkan dunianya dengan Bian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 10

Gus Azkar tertegun lama setelah membaca baris demi baris di buku harian itu. Kebenaran yang selama ini tertutup oleh rasa cemburu dan egonya kini terbuka lebar. Ternyata, Bian bukan lagi "saingan" dalam arti yang ia bayangkan. Pria itu adalah sandaran saat Rina hancur, dan mereka telah mengakhiri hubungan demi sebuah restu—meski perasaan itu masih ada.

Azkar bangkit, melangkah keluar dari ruang rawat Ila menuju koridor tempat Bian masih duduk termenung dengan mata merah.

Jembatan yang Sempat Patah

Azkar berhenti di depan Bian. Ia tidak lagi menatap dengan pandangan dingin atau berkuasa. Ia menyodorkan buku harian itu kepada Bian.

"Bacalah," ucap Azkar rendah. "Saya minta maaf karena selama ini saya hanya melihat apa yang ingin saya lihat. Saya kira kalian masih..." Azkar menggantung kalimatnya, merasa malu dengan pikirannya sendiri.

Bian mengambil buku itu, membacanya dengan cepat, lalu menghela napas panjang. "Kami sudah putus jauh sebelum kamu datang, Gus. Saya tahu batas. Saya hanya ingin dia bahagia, karena bagi saya, Rina itu adik, sahabat, sekaligus separuh nyawa saya. Saya tidak ingin merusak pernikahannya, saya hanya ingin dia tetap 'hidup'."

Azkar mengangguk pelan, rasa sesal semakin menghimpit dadanya. "Rina menulis tentang mimpinya di sini. Dia bermimpi tentang koma ini... dan dia bermimpi tentang kita."

Bersama di Sisi Rina

Azkar kemudian mengajak Bian masuk ke dalam ruang ICU—sebuah keputusan yang sangat langka bagi seorang suami yang sebelumnya begitu posesif. Namun bagi Azkar sekarang, keselamatan Rina adalah segalanya.

Di dalam ruangan yang hanya diisi bunyi pip-pip monitor jantung, mereka berdiri di sisi ranjang yang berbeda. Azkar di sebelah kanan, menggenggam tangan Rina yang dingin, dan Bian di sebelah kiri.

"Rin, ini Kak Bian," ucap Bian lembut, suaranya bergetar. "Ayo bangun. Katanya mau jadi orang hebat? Kakak ada di sini, Gus Azkar juga ada di sini. Kami nggak akan berantem lagi, janji."

Gus Azkar kemudian mendekatkan wajahnya ke telinga Rina, membisikkan kata-kata yang sejak tadi tertahan di kerongkongannya.

"Dek... Mas minta maaf. Mas sudah baca bukumu," bisik Azkar. "Mas janji, kalau kamu bangun, Mas tidak akan melarangmu sekolah. Mas akan mengantarmu sendiri ke gerbang sekolah setiap pagi. Mas tidak akan memaksamu jadi istri yang sempurna dalam sekejap. Tolong, lewati masa koma ini seperti yang ada di mimpimu."

Reaksi yang Dinanti

Tiba-tiba, garis di monitor jantung yang tadinya datar dan lambat menunjukkan lonjakan kecil. Jari manis Rina yang digenggam Azkar bergerak sedikit—sangat halus, namun terasa nyata.

Bian dan Azkar saling berpandangan. Ada secercah harapan di tengah kegelapan.

"Dia dengar, Gus!" seru Bian tertahan.

Azkar tidak melepaskan genggamannya. Ia sadar, untuk mendapatkan cinta Rina, ia tidak bisa menggunakan otoritas atau ancaman. Ia harus memulainya dari awal, sebagai pria yang harus memenangkan kembali hati seorang gadis yang telah ia lukai sedalam ini.

____________________________________________________Suasana di ruang ICU mulai berubah dari keputusasaan menjadi harapan.

___________________________________________________

Kelopak mata Rina yang lentik itu bergerak perlahan, seolah sedang berjuang melawan beban yang sangat berat. Bunyi monitor jantung yang tadinya monoton kini berubah menjadi ritme yang lebih cepat. Perlahan, mata itu terbuka. Pandangannya masih kabur, namun hal pertama yang ia lihat adalah langit-langit putih dan bau obat-obatan yang menyengat.

1
angel
egois sekali azkra ini kenapa pemeran ceweknya gak dikasih sekolah sih😔😔
Rina Casper: nanti ke atas bab di sekolahin kok😇
total 1 replies
angel
cerita nya lumayan bagus untuk halaman pertama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!