NovelToon NovelToon
Istri Kecil Gus Azkar

Istri Kecil Gus Azkar

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Perjodohan / Tamat
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Aroma melati yang merebak di gedung itu terasa mencekik paru-paru Rina. Harusnya, hari ini menjadi hari paling bahagia dalam hidupnya. Namun, di balik riasan bold dan kebaya putih mewah yang melekat di tubuhnya, ada hati yang sedang hancur berkeping-keping.

​Di sampingnya, duduk Gus Azkar. Pria itu tampak tenang, nyaris tanpa cela. Dua bulan lalu, saat Azkar datang melamar ke rumahnya, Rina tak punya kuasa untuk menolak keinginan orang tuanya. Azkar adalah menantu idaman—seorang ustadz muda yang dihormati, santun, dan memiliki garis keturunan pemuka agama yang terpandang.
​Tapi bagi Rina, Azkar adalah orang asing yang memisahkan dunianya dengan Bian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 10

Gus Azkar tertegun lama setelah membaca baris demi baris di buku harian itu. Kebenaran yang selama ini tertutup oleh rasa cemburu dan egonya kini terbuka lebar. Ternyata, Bian bukan lagi "saingan" dalam arti yang ia bayangkan. Pria itu adalah sandaran saat Rina hancur, dan mereka telah mengakhiri hubungan demi sebuah restu—meski perasaan itu masih ada.

Azkar bangkit, melangkah keluar dari ruang rawat Ila menuju koridor tempat Bian masih duduk termenung dengan mata merah.

Jembatan yang Sempat Patah

Azkar berhenti di depan Bian. Ia tidak lagi menatap dengan pandangan dingin atau berkuasa. Ia menyodorkan buku harian itu kepada Bian.

"Bacalah," ucap Azkar rendah. "Saya minta maaf karena selama ini saya hanya melihat apa yang ingin saya lihat. Saya kira kalian masih..." Azkar menggantung kalimatnya, merasa malu dengan pikirannya sendiri.

Bian mengambil buku itu, membacanya dengan cepat, lalu menghela napas panjang. "Kami sudah putus jauh sebelum kamu datang, Gus. Saya tahu batas. Saya hanya ingin dia bahagia, karena bagi saya, Rina itu adik, sahabat, sekaligus separuh nyawa saya. Saya tidak ingin merusak pernikahannya, saya hanya ingin dia tetap 'hidup'."

Azkar mengangguk pelan, rasa sesal semakin menghimpit dadanya. "Rina menulis tentang mimpinya di sini. Dia bermimpi tentang koma ini... dan dia bermimpi tentang kita."

Bersama di Sisi Rina

Azkar kemudian mengajak Bian masuk ke dalam ruang ICU—sebuah keputusan yang sangat langka bagi seorang suami yang sebelumnya begitu posesif. Namun bagi Azkar sekarang, keselamatan Rina adalah segalanya.

Di dalam ruangan yang hanya diisi bunyi pip-pip monitor jantung, mereka berdiri di sisi ranjang yang berbeda. Azkar di sebelah kanan, menggenggam tangan Rina yang dingin, dan Bian di sebelah kiri.

"Rin, ini Kak Bian," ucap Bian lembut, suaranya bergetar. "Ayo bangun. Katanya mau jadi orang hebat? Kakak ada di sini, Gus Azkar juga ada di sini. Kami nggak akan berantem lagi, janji."

Gus Azkar kemudian mendekatkan wajahnya ke telinga Rina, membisikkan kata-kata yang sejak tadi tertahan di kerongkongannya.

"Dek... Mas minta maaf. Mas sudah baca bukumu," bisik Azkar. "Mas janji, kalau kamu bangun, Mas tidak akan melarangmu sekolah. Mas akan mengantarmu sendiri ke gerbang sekolah setiap pagi. Mas tidak akan memaksamu jadi istri yang sempurna dalam sekejap. Tolong, lewati masa koma ini seperti yang ada di mimpimu."

Reaksi yang Dinanti

Tiba-tiba, garis di monitor jantung yang tadinya datar dan lambat menunjukkan lonjakan kecil. Jari manis Rina yang digenggam Azkar bergerak sedikit—sangat halus, namun terasa nyata.

Bian dan Azkar saling berpandangan. Ada secercah harapan di tengah kegelapan.

"Dia dengar, Gus!" seru Bian tertahan.

Azkar tidak melepaskan genggamannya. Ia sadar, untuk mendapatkan cinta Rina, ia tidak bisa menggunakan otoritas atau ancaman. Ia harus memulainya dari awal, sebagai pria yang harus memenangkan kembali hati seorang gadis yang telah ia lukai sedalam ini.

____________________________________________________Suasana di ruang ICU mulai berubah dari keputusasaan menjadi harapan.

___________________________________________________

Kelopak mata Rina yang lentik itu bergerak perlahan, seolah sedang berjuang melawan beban yang sangat berat. Bunyi monitor jantung yang tadinya monoton kini berubah menjadi ritme yang lebih cepat. Perlahan, mata itu terbuka. Pandangannya masih kabur, namun hal pertama yang ia lihat adalah langit-langit putih dan bau obat-obatan yang menyengat.

1
Qaisaa Nazarudin
Waahh gak ada basa basinya,To the point banget..Noh Gus langsung punya Rival tuh..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Masih pake seragam SMA bukan kah tadi Azkar sudah nyuruh tukar ya bajunya saat di kamar? Atau Outhornya lupa 🤔🤔
Rina Casper: hhehe iya saya lupa kak maaf ya🙏soalnya saya buat novel gak cuma ini doang😭trimakasih sudah mampi☺️
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
gak pake kerudung Rina?
Qaisaa Nazarudin
Apa bedanya,tetap juga kata talak dengan kesedaran nya,apapun alasannya..seorang yang lebih faham agama pasti nya dia akan tau dengan apa yg diucapkannya..
Qaisaa Nazarudin
Ini anak maunya apa sih? Katanya mau bebas,tapi saat mau dibebasin malah gak mau..Kebanyakan DRAMA..
Qaisaa Nazarudin
Nih baru Nongol mereka,noh liat dari Ulah kalian..
Qaisaa Nazarudin
Baru nongol sekarang heran deh,Pesakit di ICU dibiarin orang membesuk sesuka hati,mana ada kayak gitu..🤦
Qaisaa Nazarudin
Bisa ya ruang ICU dibesuk gitu?? mana nih dokternya? Harusnya kalo masih diruang ICU gak diizinkan besuk kerap gitu,harus satu orang yg masuk dlm satu waktu,itu juga gak boleh lama2 ,kalo mau lama2 sambil cerita itu mah nunggu dipindahkan ke ruang perawatan ya..
Nih anak kecil ngenyel banget..🤦
Qaisaa Nazarudin
Orang mana ya yg panggil BAK bukan MBAK?? 🤔
Qaisaa Nazarudin
Cepat banget sadarnya,Kima seminggu dua minggu kek,biar sampai Ortu kamu dtg menyaksikan penderitaan kamu kayak gini,aku oengen liat,ada gak rasa bersalah dan penyesalan dlm hati dan diri mereka..ckk gak sesuai dengan Ekspektasi aku..🙆🙆
Qaisaa Nazarudin
Bak Rina?? BAK itu apa? 🤔🤔MBAK maksudnya??
Qaisaa Nazarudin
Kenapa hanya Azkar yg Hancur?? Harusnya keluarga Rina sekalian,Kemana mereka?? kenapa tdk dikabarin??
Qaisaa Nazarudin
Harusnya Doktor mengatakan ke Ortunya Rina yg gila itu gimana keadaan anak mereka selama ini dan hingga saat ini..
Qaisaa Nazarudin
Aku suka peran cewek yg TEGAS,BAR-BAR,JUDES,TANGGUH,dan BUKAN CEWEK LEMAH..tapi disini peran utama ceweknya adalah CEWEK LEMAH..yang taunya CUMAN NANGIS mulu 🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Seorang Gus nekad banget menikahi anak dibawah umur? Aku jadi tambah penasaran,Kayaknya Gus Azkar emang udah lama mengenali dan mencintai Rina,Gak mungkin kan saat kuliah dan diluar pasantrennya gak ada wanita dewasa yg dia suka? Kenapa harus Rina yg masih sekolah yg jadi pilihan nya?? 🤔🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Oh Bian udah 23 tahun? Ku pikir Kakel nya Rina gitu??
Qaisaa Nazarudin
Udah tau gitu, Kenapa kalian paksa?? 🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Kasian banget mereka,Tuh pak ustaz apa gak ada ustazah dan santri dipondok yg dia sukain,kenapa harus Risa yg sudah punya KEKASIH juga masih sekolah yg menjadi pilihannya??ckk
muna aprilia
lanjut
angel
egois sekali azkra ini kenapa pemeran ceweknya gak dikasih sekolah sih😔😔
Rina Casper: nanti ke atas bab di sekolahin kok😇
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!