NovelToon NovelToon
Affair In Berlin

Affair In Berlin

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Selingkuh / Cinta Terlarang / Beda Usia / Careerlit
Popularitas:35.3k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Meski sudah menikah, Nabila Rasmini tetap menjadi aktris ternama. Filmnya laku dan dia punya banyak fans. Namun tak ada yang tahu kalau Nabila ternyata memiliki suami toxic. Semuanya tambah rumit saat Nabila syuting film bersama aktor muda naik daun, Nathan Oktaviyan.

Syuting film dilakukan di Berlin selama satu bulan. Maka selama itu cinta terlarang Nabila dan Nathan terjalin. Adegan ciuman panas mereka menjadi alasan tumbuhnya api-api cinta yang menggebu.

"Semua orang bisa merasakan cemistry kita di depan kamera. Aku yakin kau pasti juga merasakannya." Nathan.

"Nath! Kau punya tunangan, dan aku punya suami. Ini salah!" Nabila.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 2 - Bertukar Nomor

Pembacaan naskah dilakukan seperti biasanya. Tidak ada hal yang spesial di sana selain tes pembacaan dialog antar aktor. Tapi saat hendak pulang, Nathan mengajak Nabila bicara.

"Kita kayaknya harus bisa saling mengakrabkan diri biar cemistry kita di film terasa gitu," cetus Nathan sembari tersenyum ceria.

"Tentu saja. Kita bisa mulai dengan minum atau makan bareng?" usul Nabila yang balas tersenyum.

"Boleh. Kalau gitu kita tukar nomor dulu." Nathan memberikan ponselnya pada Nabila. Hal serupa lantas juga dilakukan Nabila.

"Oke, nanti aku hubungi ya, Mbak..." ujar Nathan.

Nabila mengangguk. Selanjutnya dia pulang. Nabila selalu ditemani managernya yang bernama Indy.

"Nathan ternyata ganteng banget ya, Mbak!" celetuk Indy sambil fokus menyetir.

"Kau itu selalu begini. Semua aktor yang kau temui pasti dibilang tampan," sahut Nabila.

"Tapi kali ini beda, Mbak. Nathan itu ganteng banget. Postur tubuhnya juga bagus. Ngomong-ngomong nanti Mbak sama Nathan ada adegan mesra nggak?" balas Indy.

"Ada adegan ciuman dan juga adegan ranjang..."

"What? Yang benar? Waaah... Mbak beruntung banget."

"Apaan sih kamu! Beruntung apanya!"

"Beruntung bisa dicium sama Nathan. Aduh... Kalau aku jadi Mbak, pasti bakalan kebawa suasana. Aku cium dia sampai puas!" Indy cengengesan.

"Dih! Apaan sih kamu? Ada-ada saja." Nabila menggeleng maklum.

"Maaf, Mbak. Hehe... Aku terpesona banget tadi soalnya. Ini Mbak mau langsung pulang?" tanya Indy.

"Iya. Aku lagi malas kemana-mana," kata Nabila.

"Oke!" Indy segera mengarahkan mobil menuju rumah Nabila.

Sesampainya di tempat tujuan, Nabila langsung turun dari mobil. Ia melangkah masuk ke rumah. Membiarkan Indy berlalu dengan mobilnya.

Nabila menghela nafas panjang. Meski punya banyak uang dan popularitas tinggi, dia selalu merasa hampa. Apalagi saat berada di rumah. Rumah mewah itu memang besar baginya, tapi lebih seperti pemakaman karena saking sepinya. Bahkan mungkin pemakaman lebih ramai dibanding rumah mewah Nabila.

Suaminya Nabila selalu sibuk dengan kerjaan. Ia jarang pulang, dan apabila pulang Lukman sering mabuk. Nabila benar-benar merasa kalau dirinya hanyalah istri pajangan.

Meskipun begitu, Nabila tentu selalu meminta izin jika ingin melakukan sesuatu. Termasuk terkait urusan pekerjaannya. Kebetulan minggu depan Nabila harus pergi ke Berlin untuk syuting. Ada banyak hal yang ingin dia katakan pada Lukman terkait proyek barunya ini.

Hari itu Nabila berharap Lukman pulang. Namun setelah ditunggu semalaman, suaminya itu tidak pulang. Nabila mencoba menghubungi Lukman lewat telepon. Akan tetapi panggilannya tak dijawab. Alhasil Nabila memutuskan menelepon sekretaris Lukman.

"Halo?" Olive selaku sekretaris Lukman menjawab dari seberang telepon.

"Olive! Apa Lukman sedang sibuk? Dia masih kerja?" tanya Nabila.

"I-iya, Mbak. Mas, eh... Pak Lukmannya lagi meeting sama kliennya. Kami sedang di luar kota, jadi kemungkinan Pak Lukman tidak pulang hari ini," jawab Olive.

Nabila sempat terdiam. Namun dia segera berkata, "Oh... Ya sudah kalau begitu. Tolong kasih tahu suamiku kalau ada yang ingin aku bicarakan. Ini terkait proyek film terbaruku."

"Iya, Mbak! Tentu. Nanti saya akan kasih tahu Pak Lukman."

Panggilan segera di akhiri Nabila. Ia lagi-lagi mendengus kasar karena dadanya terasa kembali sesak. Entah kenapa dirinya selalu merasa ada yang aneh dengan Lukman dan orang-orang disekitarnya. Bukan hanya sekretaris Lukman, tapi juga karyawan dan juga keluarganya. Nabila merasa mereka menyembunyikan sesuatu.

Nabila menggeleng cepat. Mencoba tak mau berlarut-larut dengan prasangka buruknya. Kata orang prasangka buruk hanya akan membuat seseorang merasa lebih buruk.

Satu malam berlalu, sebenarnya hari itu beberapa kru film sudah ada yang berangkat duluan ke Berlin. Namun Nabila tidak bisa ikut karena ada jadwal yang harus dia selesaikan terlebih dahulu. Dari mulai pemotretan, jadi model iklan dan sebagainya.

Malamnya ketika Nabila baru pulang dari pemotretan, dia melihat mobil Lukman sudah ada di garasi. Nabila pun bergegas menemui Lukman di rumah. Ia melihat lelaki itu berada di ruang kerjanya. Lagi-lagi Lukman bergelut dengan minuman alkohol. Namun untungnya saat itu Lukman tidak terlihat terlalu mabuk.

"Kapan kau pulang, Mas?" tanya Nabila sembari masuk ke ruangan.

"Dua jam lalu mungkin. Bisakah kau pergi? Aku sedang ingin sendirian," kata Lukman dingin.

"Baiklah, tapi izinkan aku bicara tentang--"

"Proyek film barumu kan? Lakukanlah!"

"Benarkah? Tapi ini film dark romance. Ada adegan ciuman dan ranjang. Kau nggak akan marah kan?"

"Memangnya kalian beneran ngent*t di sana, hah?!" Lukman kali ini berucap dengan nada tinggi dan kasar. Pertanda kalau dia sudah sangat terganggu dengan keberadaan istrinya sendiri.

"Enggak, Mas. Tapi aku--"

"Bisakah kau pergi?! AKU BILANG AKU SEDANG MAU SENDIRI!" bentak Lukman sambil memukul keras meja. Matanya menyalang penuh amarah. Seolah-olah Nabila sudah melakukan kesalahan besar.

"Maaf, Mas..." Nabila langsung tertunduk. Dia bergegas pergi dari ruangan itu.

1
Tiara Bella
apakah semua itu kerjaan Lukman....kejam bngt semuanya bs dia setir sesuai kemauan dia
Rommy Wasini Khumaidi
tidak bisa dari cara depan,ganti haluan kita tusuk dari belakang ya Bil,kalau dri belakang gk bisa dri samping,dari bawah,dari atas opsi terakhir kita serahkan padaNya saja
Tiara Bella
bagus Nabila main cantik aja....biar Lukman lengah km bs bergerak....
Cindy
lanjut
🦋⃞⃟𝓬🧸𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 Erti🌻͜͡ᴀs♉
kalau lukman bicara rekam saja bil setelah dapat bukti tembak sampai mati.
billa dipenjara tidak papa menyelamatkan semua korban lukman gak akan lama nanti para saksi akan muncul sendiri.
modelan lukman kalau gak dead gak akan berhenti
Kostum Unik
Jgn goyahhh.. Emg mau hidup selamanya sama orang tengik modelan begitu..
Rommy Wasini Khumaidi
👍👍
Rommy Wasini Khumaidi
ide apa itu Bil,sini reader dibisikin biar gk penasaran
Tiara Bella
apa yg akan dilakukan Nabila ya....semoga berhasil ya....
Cindy
lanjut
Tiara Bella
semoga ada jalan keluarnya untuk Nabila sm Nathan ya....
Rommy Wasini Khumaidi
ayok semangat Nathan,Nabila.percayakan pada Tuhan Maha penentu segalanya,bukan pada manusia.aku percayakan takdir mereka sama Author yang budiman
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
labih baik katakan sekarang daripada tidak sama sekali dan akan timbul rasa penyesalan
Tiara Bella
Nabila sm Nathan cintanya lg diuji....pasangannya sm² bermasalah.....
Rommy Wasini Khumaidi
aku mendukungmu Nath,ikuti saja alurnya Nath
Rommy Wasini Khumaidi
udah lah,sama² tak berdaya seperti Nabika,rejeki bukan cuma jadi artis saja,harta bisa dicari Nath,yang penting kamu bahagia dulu.mulai dari 0 dengan Nabila,pergi yang jauh sampai Herman & Lukman tak menemukanmu
D_wiwied
nah gini nih, cowok yg tegas n punya prinsip ga plin plan 👍👍
Rommy Wasini Khumaidi
aku mendukungmu Nabila,tenang ada Tuhan dan pastinya Author yang baik hati,tidak seombong,suka menolong...wkwkwk
Eka Kaban
maju tak gentar membela yang bayar🤣🤣
Eka Kaban
no komentar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!