NovelToon NovelToon
Silk&Steel: Cinta Dalam Kontrak Berbahaya

Silk&Steel: Cinta Dalam Kontrak Berbahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Psikopat / CEO / Romantis / Mafia / Romansa / Nikah Kontrak
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Cerrys_Aram

Elara Vance mengira hidupnya di London akan tenang setelah lulus kuliah seni. Namun, satu kesepakatan rahasia ayahnya menyeret Elara ke dunia Julian Moretti—pengusaha muda dengan pengaruh luar biasa yang gerak-geriknya selalu dipenuhi misteri. Demi melindungi keluarganya, Elara setuju untuk masuk ke dalam sebuah pernikahan kontrak.

​Julian itu dingin dan penuh kendali, namun ia memiliki satu aturan: tidak boleh ada yang menyentuh Elara selain dirinya. Di balik kemewahan mansion Moretti, Elara harus mencari tahu siapa pria itu sebenarnya, sambil menyembunyikan cincin rahasia di jarinya yang menjadi tanda bahwa ia adalah milik sang penguasa bayangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerrys_Aram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30: KANVAS KOSONG

Elara Vance menatap pantulan dirinya di cermin kamar hotel yang mewah. Matanya yang jernih tidak lagi menunjukkan kode-kode digital yang membingungkan. Ia merasa... ringan. Namun, di balik rasa ringan itu, ada lubang besar yang terasa hampa, seolah-olah ia adalah sebuah buku yang bab-bab tengahnya telah disobek paksa.

"Nona Elena? Mobil sudah siap."

Suara pria itu. Elara menoleh dan melihat pria yang mengaku sebagai pengawalnya berdiri di ambang pintu. Pria itu selalu menjaga jarak tepat tiga meter. Wajahnya selalu terlihat seperti sedang menahan luka yang tak terlihat.

"Terima kasih... maaf, aku lupa namamu lagi," ucap Elara sopan.

Pria itu terdiam sejenak, sorot matanya meredup sebelum ia memaksakan sebuah senyum tipis. "Panggil saja saya J. Itu lebih mudah."

"Baiklah, J. Ayo kita temui teman lama yang kau sebutkan tadi."

Mereka bertemu di sebuah kafe tersembunyi di sudut London. Julian—atau J—berdiri di luar, mengawasi dengan waspada, sementara Elara masuk untuk menemui pria yang mengirimkan pesan bahwa dia memiliki jawaban atas "kekosongan" di kepala Elara.

Kael duduk di sana, menyesap kopi hitamnya. Ia terlihat sangat ramah, sangat berbeda dari monster yang meretas saraf Elara beberapa jam lalu.

"Elara. Senang melihatmu sehat kembali," ucap Kael lembut.

"Kau bilang kau mengenalku? Mengenal Ayahku?" tanya Elara langsung.

"Lebih dari itu," Kael mencondongkan tubuhnya. "Aku adalah orang yang mencoba menyelamatkanmu dari Moretti. Pria yang berdiri di luar itu? Dia bukan sekadar pengawal. Dia adalah bagian dari keluarga yang menghancurkan hidupmu. Dia mengurungmu selama bertahun-tahun agar kau tidak pernah tahu kebenaran tentang kematian ibumu."

Elara mengerutkan kening. "Dia bilang dia melindungiku."

"Tentu saja dia bilang begitu. Itu cara terbaik untuk membuat korbannya tetap patuh," Kael menyeringai. "Tanyakan padanya tentang Proyek Silk. Tanyakan kenapa dia menghapus memorimu. Dia takut kau akan membencinya jika kau tahu siapa dia sebenarnya."

Tiba-tiba, sebuah kilatan cahaya muncul di mata Elara.

Deg.

Sebuah bayangan samar muncul: Julian yang sedang memegang tangannya di bawah hujan. Suara Julian yang berbisik, "Aku tidak akan membiarkanmu gelap." Rasa hangat yang begitu nyata hingga Elara hampir bisa merasakannya di kulitnya.

Elara tersentak, memegangi kepalanya. "Agh..."

"Ada apa, Elara?" Kael bertanya, pura-pura cemas.

"Hanya... pusing," Elara menarik napas panjang. Bayangan itu hilang secepat ia datang, meninggalkan rasa sedih yang menyesakkan dada. "Kenapa aku merasa... aku mengenalnya dengan cara yang berbeda?"

"Itu hanya efek samping dari trauma yang dia berikan padamu," dusta Kael dengan lancar.

"Percayalah padaku, Elara. Aku punya data yang dia sembunyikan. Ikutlah denganku, dan kita akan membalas dendam pada Moretti bersama-sama."

Saat Elara keluar dari kafe, ia menatap Julian dengan tatapan yang berbeda. Ada kecurigaan, ada ketakutan, namun ada juga kerinduan yang ia sendiri tidak pahami.

"J," panggil Elara.

"Ya, Nona?"

"Apakah kau pernah... menyakitiku?"

Julian membeku di tempatnya. Ia bisa melihat Kael yang sedang memperhatikan mereka dari balik kaca kafe dengan senyum kemenangan. Julian tahu Kael telah menanamkan racun di pikiran Elara yang masih rapuh.

"Aku melakukan banyak kesalahan, Nona," jawab Julian, suaranya bergetar karena emosi yang ia tekan sekuat tenaga. "Tapi satu hal yang pasti... aku lebih memilih mati daripada melihatmu menderita."

"Kau berbohong," bisik Elara. "Aku bisa merasakannya. Ada sesuatu yang kau sembunyikan di balik wajah itu."

Elara berjalan melewati Julian tanpa menoleh lagi. Julian berdiri di sana, di bawah langit London yang mulai mendung, menyadari bahwa misinya kini jauh lebih sulit. Ia tidak hanya harus melindungi Elara dari musuh fisik, tapi ia harus bertarung melawan versi dirinya sendiri yang telah diputarbalikkan oleh musuh di dalam kepala Elara.

Kael benar. Elara adalah kanvas kosong sekarang. Dan Kael baru saja mulai melukiskan kegelapan di sana, menggunakan nama Julian sebagai kuasnya.

1
YuWie
wis pasraho wae elara..
YuWie
hmm latar cerita luar negri ya
Cerrys_Aram: Iya, tadinya konsepnya Indo. Tapi setelah dipikir lagi, konflik dan karakternya lebih cocok kalau latarnya luar negeri.
total 1 replies
YuWie
mulai baca
Arifinnur12
Keren sih iniiiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!