Hallo besti 🖤, cerita ku ini tentang cewek bernama Syakila Almeera yang memiliki sifat ceria, aktif, ekspresif, lembut, dan penuh cinta bertemu dengan Agha yang memiliki sifat berbanding terbalik dengan Syakila.
mereka berdua di satukan oleh pernikahan paksa, dan banyak drama didalam pernikahan mereka, apakah Agha akan jatuh cinta dengan Syakila yang terus-menerus memperlakukan Agha dengan penuh cinta atau akankah Agha tetap terjebak di lingkaran bernama masa lalu. Maka saksikan dan baca terus cerita happiness ini yah, jangan lupa komen like dan follow untuk info selengkapnya, bay bay besti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Umai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2 Mencari tahu tentang mu
Waktu demi waktu di lalui oleh Agha dan tiba dimana yang di tunggu-tunggu Agha yaitu biodata milik sang gadis baik hati, tak lama ketukan pintu bunyi dan Agha mempersilahkan masuk, sudah tau kan siapa yup Helmi datang membawa berkas yang di inginkan bos nya.
"Ini pak berkas yang bapak minta ke saya, dan saya sudah berusaha untuk melengkapi semuanya semoga bapak puas dengan hasilnya." Ekspresi Agha senang saat menerima berkas itu dalam bentuk amplop coklat tapi di tahannya sebab masih ada Helmi di ruangannya, sebenarnya Agha bingung sendiri dengan dirinya ini kenapa seperti tidak bisa di kendalikan.
"Baik, terimakasih atas kerja keras mu dan tim mu."
"Baik, kalau begitu saya permisi pak, jika ada yang ingin anda butuhkan silahkan hubungi saya pak."
"Hmm." Agha menjawab hanya deheman karena saat ini dia sudah membuka isi amplopnya sangking tak sabarnya.
'Semoga ini jalannya beliau menemukan jodohnya, aamiin.' Batin Helmi yang selalu mendoakan kebaikan untuk bosnya, sebab baru kali ini bosnya tertarik dengan wanita sampai ingin mengetahui nama dan kehidupannya, boleh di perjelas baru kali ini sebelumnya tidak terjadi bahkan sudah berapa banyak wanita yang mendekatinya ataupun di jodohkan oleh orangtuanya tapi tidak berhasil.
Biografi
Nama: Alicia Anggraini Mahendra, S.M.
Umur: 24 tahun.
Agama: Islam.
Pendidikan: S1 Manajemen bisnis, Universitas Indonesia
Tanggal lahir: 10 September 2001.
Status: Jomblo.
Anak ke: 3 dari 3 bersaudara.
Nomor telepon: 08xx xxxx x562.
Hobi: Baca buku, healing, traveling.
Makanan kesukaan: Coklat, keju, matcha.
Warna kesukaan: Biru, putih, baby pink, hitam.
Sifat dan sikap: Lucu, humoris, ramah, penyayang, baik, sopan, Sholehah, santun (tapi kalau marah galak).
Pekerjaan: Pemilik Cia cafe di jalan cari jodoh.
Alamat rumah: Jalan in aja dulu nomor 3a blok b.
Nama Ibu kandung: Yuni Ayunda.
Nama Ayah kandung: Dimas Hermawan.
Nama saudara kandung: Rivan Hermawan (status sudah menikah dengan Clara Adelin dan memiliki satu anak cowok Rasya Hermawan.)
Sambil membaca ekspresi Agha tidak bisa di tahannya, dari jauh ternyata Helmi masih memantau tingkah bosnya yang sangat jarang bahkan langkah seperti itu, biasanya bos nya hanya bisa memasang ekspresi datar, dingin dan tatapan mata yang tajam setaman tatapan mata elang. Dilihatnya ada pergerakan menuju pintu keluar, Helmi langsung buru-buru duduk di kursi kerjanya.
"Helmi, besok tolong kamu kosongkan jadwal saya di jam 10 pagi sampai jam 2 siang yah."
"Baik pak, tapi apa boleh saya tahu kemana rencana anda pak?."
"Saya akan datang ke Cia cafe yang ada di jalan cari jodoh dan waktu selanjutnya saya akan pulang bentar ada hal penting, dan di jam setelahnya jadwal saya apa?."
"Meeting dengan client pak cik Malik, meeting dengan divisi pemasaran pak." Jelas Helmi sambil melihat iPad yang isinya jadwal harian, mingguan, bulanan dan tahunan milik Agha, bisa di bilang iPad nya di beli Agha hanya khusus jadwal Agha semua.
"Bisa gak jadwal yang ada di jam 10 sampai jam 2 kamu masukkan di jam pulang kerja, minta mereka untuk mengubah janji di jam yang saya sebutkan tadi."
"Baik pak, akan saya ubah dan hubungi pihak mereka."
"Baik, ah iya hampir lupa, untuk meeting jam lima sore dengan pak Harto dan setelahnya dengan pak Yono, saya bisa sendiri kami pulang seperti jam biasanya aja."
"Tapi pak_." Belum sempat Helmi selesai bicara di potong oleh Agha.
"Shuttt, ikutin kata saya jangan protes, saya tau setelah pulang kerja besok adalah acara ulang tahun putra kamu kan?."
"Bapak masih ingat ternyata." Kagum Helmi ternyata bos nya mengingat ulang tahun putranya, padahal beliau baru pertama kali menghadiri acara ulang tahun putranya waktu umur satu tahun, sementara sekarang udah tiga tahun.
"Saya masih ingat dengan jelas, lagi pula kamu kan sekretaris kepercayaan saya, terimakasih dan jangan segan-segan menegur jika saya salah jalan seperti biasa dan kedepannya saya mohon untuk kerjasamanya yah apalagi saat saya lagi business trip, saya minta jaga kepercayaan saya seperti saya percaya sama kamu." Jelas Agha mungkin efek euforia yang di rasakan nya maka Agha mengutarakan rasa terimakasihnya.
"Terimakasih kembali pak, sudah memercayakan saya dengan posisi ini dan saya janji akan terus menjaga kepercayaan yang bapak belikan ke saya."
"Dah lah jangan formal banget, kita kenal dan kerja bareng dah lebih dari 15 tahun kan."
"Bener pak, mulai dari saya tidak ada pengalaman jadi sekretaris tanpa sadar bahkan saya sudah menikah dan punya anak umur tiga tahun besok."
"Hmm, hidup emang cepat banget yah." Ucap Agha sambil melihat ke arah pemandangan luar lewat jendela kaca yang ada di dekat ruangan Helmi, begitu juga dengan Helmi yang ikutan melihat ke arah sana.
"Bener bos, jadi kapan nih bos nyusul saya?." Mendengar itu sontak kepala Agha menoleh ke samping kanan tepat Helmi berada.
"Wah berani juga kamu."
"Gak gitu bos, hanya saja perempuan tuh kalau di deketin harus jelas tujuan kita sebagai laki-laki apa."
"Saya tau itu."
"Saya doakan yang terbaik untuk anda bos." Ucap Helmi sambil mengasih dua jempol tangannya ke atas dan tersenyum.
"Yasudah saya balik dulu, untuk kado anak kamu akan saya berikan seperti biasa." Ucap Agha sambil jalan menuju lift.
"Wah jadi seneng kan saya bos, makasih pak bos."
Agha hanya mengangguk berbarengan dengan pintu lift yang tertutup, terlihat Agha menekan tombol B dimana lantai paling bawa adalah basemen. Sambil jalan mendekat arah mobil putih merk Honda Civic Type-r dan masuk kedalam mobil, sebelum menjalankan mobilnya Agha memanaskan dahulu mesinnya sebab dari pagi tadi datang ke kantor sampai sore ini mobilnya belum hidup, karena kalau urusan meeting di luar jika jarak dekat Agha akan jalan kaki seperti tadi dan jika jarak jauh Agha menggunakan mobil kantor, tak lama Agha melakukan mobilnya dengan kecepatan sedang ke arah rumahnya dan tak lupa juga membeli makanan hal yang biasa Agha lakukan ketika pulang ke rumah.