NovelToon NovelToon
Maaf , Aku Pergi

Maaf , Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aliya sofya Putri

"Kak, hari ini jadikan pulang bareng?"
"Nggak bisa, Viona lagi sakit Gue harus segera bawah dia pulang."
"Kak, boleh nggak kerumah, Aku takut Kak."
"Imlie bisa nggak, nggak usah manja Gue lagi jagain Viona di rumah sakit. Lo sendiri dulu aja ya. Kan ada pembantu Sayang. Ingat! Jangan begadang ya."
"Hiks.. Aku juga sakit Kak. Tapi mengapa dia yang selalu menjadi prioritasmu."
Anak pembawa sial, Saya nyesal udah lahirin Kamu. Kenapa bukan Kamu saja yang mati hah?"
"Ck, anak sialan. Saya muak lihat Kamu."
"Mati aja sana Li, nggak guna juga. Papa sama Mama aja udah nggak anggap Lo anak."
"Mimpi apa Gue. Punya Adik berhati busuk kayak Lo."
"Aku memang gadis pembawa sial. Aku tidak pantas hidup. Tapi, tidak pantaskah Aku mendapatkan pelukan kasih sayang itu? Hahaha siapa juga yang akan memeluk gadis pembawa sial seperti Aku."
kisah ini tentang seorang gadis yang dengan ikhlas menerima segalah kebencian yang di berikan kepadanya. ingin tahu kelanjutannya yang penasaran bisa langsung baca🤭

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1

Assalamualaikum wr. wb...

hai guys!!! Sebelum baca Stornya Author. Kita sholawat bareng dulu ya, yuk!! Allahumma salli 'Ala sayyidina muhammad, Wa'Ala Ali Sayyidina Muhammad.

Bismillahirrahmanirrahim.....

Happy reading guys!!

"Astaga. Sayang!! Makan- nya yang pelan pelan dong nanti anak Mama yang cantik ini kenapa kenapa lagi." ujar Mama Melani Ibunya Imlie.

"Hehehe maaf Ma, abisnya masakan Mama Enak sih. Kan Adek jadi ketagihan gini." ujar Lolita Kakaknya Imlie.

"Yaudah! Lain kali jangan kaya gitu lagi ya sayang." ujar Mahendra Papa mereka.

"Yaudah, Dek.. Nanti berangkat sama Kakak ya." ujar Alvian Kakak mereka.

"Siap Kakak." jawab Lolita.

Sedangkan seorang gadis cantik yang kini sudah nampak cantik dengan seragamnya hanya menatap nanar kehangatan keluarganya di ruang makan.

Padahal dia adalah anak bungsu di keluarga ini tapi malah Kakaknya Lolita yang di manjakan. Ah, bahkan mereka menganggap Lolita itu anak bungsu dan menganggap Imlie bukan anak maupun keluarga mereka.

"Melihat kalian bahagia saja sudah buat Aku bahagia. Tetap seperti ini terus ya." batin Imlie gadis berhati mulia. dia pun masuk ke ruang makan seketika canda tawa dari keluarganya langsung menghilang.

"Ma, Pa, Kak." ujar Imlie pelan.

"Ck, nafsu makan Saya langsung hilang." ujar Mamanya.

"Kenapa baru selesai jam segini. Nih, lihat Kakak Kakamu yang sangat menghargai waktu." ujar Papanya dingin.

"Imlie, makanya jangan begadang terus ya." ujar Lolita yang memang sering carmuk atau cari muka pada keluarganya.

"Nak, nggak usah baikin baikin anaknya. Nanti malah ngelunjak." ujar Mamanya.

"Ma, tapi kan dia juga Adik Aku, Adik Kak Alvin dan anaknya Papa sama Mama." ujar Lolita.

"Nggak sayang! Dia itu gadis pembawa sial. Jangan buat malu dengan menganggapnya Adik kalian. Atau anak Papa sama Mama." ujar Mamanya dan menatap Imlie sinis. Sedangkan Lolita menyembunyikan senyum sinisnya.

"Maaf." lirih Imlie, dia susah terbiasa dengan semua ini. Anggap saja sebagai makanan sehari harinya.

Setelah duduk di sebuah kursi. Imlie berniat mengisi piringnya dengan nasi goreng spesial buatan Mamanya. Tetapi sebuah suara langsung menginstrupsinya untuk menghentikan gerakannya.

"Jangan sentuh makanan itu. Itu buatan Saya, Saya tidak sudi Kamu mencobanya. Ini makanan Saya buat untuk kedua anak dan suami Saya saja." ujar Melani. Seakan akan gadis di depannya ini adalah orang asing.

"Seperti biasa. Sabar Imlie." batin Imlie menyemangati dirinya.

"Bik, nasi gorengnya udah mateng kan? Sini bawain buat anak ini." teriak Mamanya pada Bik pipit.

"Baik nyonya." jawab Bik Pipit dan membawakan nasi goreng buatan nya.

"Silahkan Non." ujar Bik Pipit sopan. Mentapa Imlie dengan wajah senduhnya.

"Yang sabar Non." batin Bik Pipit.

"Makasih ya Bik." jawab Imlie tersenyum tipis pada sang Bibi.

"Sama sama Non." jawabnya dan pamit untuk ke dapur.

"Bersyukur Kamu masih di beri makan." ujar Mamanya.

"Iya Ma, makasih udah repot repot suruh Bibi untuk masakin Aku nasi goreng."

"Jangan senang dulu. Saya hanya tidak mau Kamu sakit dan menyusahkan keluarga ini." sarkas Mamanya. Dan Imlie hanya tersenyum getir.

"Nggak Pa- pa. Perhatian Mama yang sedikit ini pun. Sangat berarti bagi Aku." batin Imlie senang.

Sedangkan Alvian sejak tadi hanya diam dan menatap penuh benci pada Adiknya begitupun Papanya dan Lolita.

...

Setelah menyelesaikan sarapan. Kini mereka sudah berada di depan pintu, Lolita dan Alvian menyalimi Papa dan Mama mereka. Dan di balas kecupan sayang di kening mereka.

Sedangkan Imlie hanya menunduk, tidak berharap menunggu gilirannya. Karena memang mustahil jika itu terjadi.

"Ck, anak tidak sopan santun." sinis Mamanya menatap Imlie.

"Ma, Pa." ujar Imlie menjulurkan tangannya berniat menyalimi orang tuanya.

Plak

"Nggak sudi Saya sentuh tangan seorang pembunuh." ujar Mamanya. Sedangkan Mahen hanya diam dan kemudian tangannya di ambil paksa oleh Imlie untuk di cium.

"Maaf, Pa. Udah lancang nyium tangannya Papa." lirih Imlie.

"Assalamualaikum." lanjutnya.

"Waalaikumsalam." jawab kedua pasutri itu pelan.

Imlie berjalan dengan wajah yang di paksa untuk tersenyum.

"Dek, yuk! Naik." ujar Alvian dan dengan segera Imlie berbalik dengan wajah cerianya.

"Makasih Kak." jawab Lolita dengan senyum bahagianya.

Lenturlah senyumnya Imlie. Dia pikir Kakaknya yang menawarinya untuk ke sekolah bareng.

"Jangan mimpi Gue mau semobil sama Lo." ujar Alvian dingin. Kemudian langsung masuk ke dalam mobil.

"Kak, Imlienya di suruh masuk aja. Biar bareng Kak." ujar Lolita. Padahal dalam hati tersenyum bahagia melihat Imlie.

"Nggak usah Dek." ujar Alvian.

"Kak, kenapa harus berpura pura baik seperti itu." batin Imlie. Karena sudah menjadi hal biasa Lolita akan bersikap sok baik padanya di rumah. Sedangkan di luar. Akan menampakkan kebencian untuk Imlie.

"Kak Alvin, kapan Kakak sayang lagi sama Aku kaya dulu." batin Imlie yang sudah tersiksa selama 7 tahun ini. Ya, Imlie sekarang berumur 16 tahun dan sudah menginjak kelas XI. dulu saat berumur 9 tahun semua kasih sayang yang di curahkan kepadanya juga langsung hilang dengan sekejap karena sebuah kejadian tragis yang membuat keluarganya membencinya dan menganggapnya seorang pembunuh.

"Aku harus semangat!! Aku harus ceria lagi. Masalah di rumah biarlah di rumah. Kalau di sekolah harus ceria lagi dong." ujar Imlie yang menutupi kesedihannya dengan topeng kebahagiaan.

...

Setelah membayar ongkos angkot, Imlie pun masuk melewati gerbang dia sempat bertemu dengan Kakaknya Alvian, yang sedang memantau anak anak yang akan terlambat.

"Dek, untung aja masih ada waktu 5 menit. Kalau tidak bakal langsung hormat pada sang benderanya merah putih." ujar teman Alvian.

"Iya Kak." jawab Imlie menunduk karena mendapatkan tatapan tajam dari Kakaknya.

"Lain kali jangan lelet." ujar Alvian dingin.

"Yaelah, Bro.. Santai aja napa sama Imlie. Lo punya masalah ap sih sama gadis itu..padahal cantik loh." ujar temannya Alvian.

"Jangan macam macam." jawab Alvian.

"Yaelah, santai bro. Becanda doang, tapi ingat benci bisa jadi cinta loh." ujarnya temannya dan membuat Alvian menatapnya tajam.

Ya, memang di sekolah tidak ada yang tau kalau Imlie adalah Adik dari Alvian dan Lolita selaku anak pengusaha sukses yang cukup terkenal setelah perusahaan Alveric. Yaitu perusahaan milik pacarnya Imlie.

"Cocok banget ya mereka, yang satu cantik yang satunya lagi tampan. Memang ya, dunia kagak adil. Minimal Aryan sama Gue aja. Biar memperbaiki keturunan."

"Kak Aryan, Adek meleleh."

"Astaga, Xavier tatapan mu itu.. Rasanya pengen di halalin."

"Ravel, diam aja udah tampan banget.. Apagi jiwa playboynya keluar."

"Aaa... Itu Kak Andre kedipin mata buat Gue."

"Ya Allah, Gue siap di cekik lehernya asalkan yang melakukannya Kak Aryan."

"Ya Allah, tampan banget."

"Kak, bobop.. Imu banget."

"Kak Mio juga nggak kalah imut."

"Aryan, Gue tungguin nanti di pelaminan."

"Tapi sayang kita bakal kalah saing sama Viona."

"Loh kok Viona sih. Kan yang pacarnya Aryan itu Imlie."

"Ah iya ya. Abisnya mereka kurang cocok sih. Lebih cocokan sama Viona."

"Tapi, menuru Aku sih cocokan sama Imlie sih. Imlie itu cantik, tapi ketutup aja sama penampilannya yang kurang modis."

"Tapi, ya. Dia kan juga miskwin. Jadi, gitu deh."

"Aaaa. Apa nggak salting ya. Kak Viona dia bukain helmnya sama Kak Aryan."

Seperti inilah kehebohan di sekolah merdeka bangsa, semua siswi akan di buat cuci mata dengan ketampanan para anggota intin geng blackxabir. Dan juga kedekatan Aryan dan Viona. Imlie sudah berusaha mati matian mengendalikan dirinya.

Dia Aryansyah Xabiru Alveric cowok tampan berwajah dingin dengan tinggi tubuh 185 cm, berhidung mancung, kulit putih, bibir yang sedikit tebal, rahang tegas, dan tak lupa tatapan dari mata birunya yang mampu mengintimidasi siapapun yang menatapnya karena sorot matanya yang sangat dingin nan tajam. dia pacar dari seorang Imlie Krafina candrawinata dan ketua dari geng blackxabir dengan keempat sahabatnya sekaligus inti dari geng blackxabir.

tak lupa sahabat kecilnya yang bernama Viona manjalika Marvel yang katanya sudah di anggap sebagai Adiknya. Sehingga itulah yang membuat Imlie berasa di nomor duakan.

"Nggak papa lah. Yang penting cintanya Kak Ryan hanya untuk Aku. Aku cemburu sih tapi tahan dulu lah." batin Imlie kemudian berjalan menuju kelasnya.

"Kasihan deh, pacarnya malah mendua." bisik Lolita saat berjalan di dekat Adiknya.. Imlie tidak menggubrisnya dan malah berjalan saja.

"Sialan, dia malah mengabaikan Gue. Lihat aja ya nanti di rumah. Gue buat Papa dan Mama nyiksa lo. Dasar anak sialan." geram Lolita.

Setelah Imlie sampai ke kalas ketiga temannya sudah heboh.

"Astagfirullah Li. Kamu udah buat tugas dari Pak boyon nggak?" tanya Yoyo yang biasa di panggil Enjelina. Karena sifatnya yang sangat feminim. Atau kata kasarnya banci.

"Udah dong." jawab Imlie.

"Yaelah sayang... kita cuman nanya. Mukanya jangan sok sokan songong gitu dong.. Sini pinjam bukunya." ujar Yoyo.

Plak

"Yeey, Gue udah tau maksud lo." ujar Emina menabok pundak temannya ini.

"Makasih Sayang Gue se spesial itu ya buat Lo. Sampai kebiasaan Gue yang ini aja di ingat sama Lo." ujar Yoyo dengan gaya lebaynya.

"Dih, najis." ujar Emina, dan teman sekelas mereka pun ikut tertawa.

"Eh, Lili. Lo fine kan?" tanya Wardah yang mendekat ke arah temannya itu.

"Hah? Fine kok. Emang ada apa War?" tanya Imlie.

"Tadi di parkiran...."

"Udah biasa kok.." ujar Imlie.

"Yang sabar ya. Bestie Gue ini memang the best. Heheheh. Tapi, lain kali kalau udah nggak sabar. Dan pengen berubah jadi sumala ajak ajak ya." ujar Wardah dan mereka tertawa bersama.

Ya, Imlie memiliki tiga sahabat. Yaitu Wardah, Emina, dan Yoyo si cowok banci yang biasa di panggil anjelina.

Kini ketiga sahabatnya yang tengil itu malah menyalin jawaban dari buku tugasnya Imlie. Karena mereka tidak mengerjakannya. Imlie sudah memaklumi mereka. Karena jawaban mereka pasti. "Teman kita kan jenius." Walaupun akan berakhir dengan Imlie yang ceramahin mereka lagi. Tapi, tetap saja akan di ulangi lagi lagi dan lagi.

"Astaga, tampan banget Ya Allah." bisik para siswi yang melihat Aryan masuk ke kelas mereka. Mereka sudah tau tujuannya kemana.

"Sayang!! Kenapa hmm? Ngantuk?" tanya Aryan yang mengangkat wajah ceweknya. Membuat Imlie mengerjapkan matanya berulang kali.

"Kak." lirih Imlie. Ya, Imlie memang memanggil Aryan Kakak. Walaupun mereka seangkatan.

"Hmm." jawab Aryan yang masih menatap Imlie. Di tatap seperti itu membuat Pipinya Imlie memerah karena malu.

"Ciee, di tatap ayang nggak tuh. Kiw kiw." ujar Yoyo membuat Imlie semakin malu.

"Masih ngantuk, hmm?" tanya Aryan dengan suara beratnya yang nampak seksi di pendengaran para siswi.

"Nggak." jawab Imlie cepat dan membuat Aryan tersenyum tipis.

"Yuk ke kantin." ajak Aryan tiba tiba.

"Tapi, Aku udah sarapan Kak, apalagi dikit lagi Pak Boyon masuk Kak." ujar Imlie.

"Temani Gue ya. Tadi, kata Pak Boyon datangnya bakal dikit telat sayang." ujar Aryan.

"Ya Allah, beruntung banget Imlie. Di panggil sayang. Apa nggak meleleh tuh." bisik para siswi.

"Ya-udah deh." jawab Imlie.

"Guys, Aku ke kantin dulu ya. Kalau Pak Boyonnya udah sampai. Nanti kabari Aku aja ya." ujar Imlie.

"Oke, Lili.. Beres... Tapi bucinnya ingat waktu ya." ujar Emina dan mendapat sorakan dari seluruh siswi.

...

"Gue pesan yang kaya biasanya ya." ujar Aryan.

"Iya deh Kak. Apalagi Aku udah laper lagi nih." ujar Imlie.

"Tadi katanya nggak laper." ujar Aryan.

"Heheh karena udah sampai di kantin. Jadi, laper lagi kali Kak, heheheh." ujar Imlie. Membuat Aryan gemes sampai mencubit Pipi kekasihnya ini.

"Baik, di tunggu ya pesanannya." ujar sang penjaga kantin. Dan langsung membuat pesanannya Imlie dan Aryan.

Setelah pesanan mereka yang berupa bakso tiba. Kini dengan cepat Imlie mengambil botol saus pedas dan berniat meenaruh banyak di kuah baksonya. Tapi....

"Masih pagi nggak usah banyak banyak. Nanti perutnya sakit." ujar Aryan perhatian.

"Tapi, Kak. Dikit aja loh Kak. Nggak enak tau makan bakso tanpa sambal." bujuk Imlie.

"Nggak Sayang, Gue nggak mau perut Lo sakit." ujar Aryan.

"Oke deh Pak Tua." ujar Imlie pasrah dan membuat Aryan tertawa.

"Hehe gitu dong. Tapi, mukanya jangan cemberut dong Sayang.. Minta di gigit tau nggak muka Lo itu." ujar Aryan yang memang sering gemes sama cewek imutnya ini.

"Iih, Kak. Jangan mulai deh, ini di kantin." ujar Imlie dan mendapatkan kekehan pelan dari cowoknya.

"Yaudah, sini. Gue suapin ya Sayang.....

Dreet dreet

"Halo! Iya Vi ada apa, hmm?"

Degh

Suara lembut itu bukannya hanya untuk Imlie tapi juga untuk Viona.

"Yaudah, Aku ke sana ya."

Lagi dan lagi, panggilan Aku-Kamu yang di pakai Aryan dan Viona saat berbicara. Mereka nampak sangat seperti orang pacaran yang memakai kata Aku-Kamu. Tapi, sama Imlie Aryan nggak pernah pakai kata Aku-Kamu. Bisa di simpulkan Viona istimewa nggak sih.

"Yang tenang ya Vi. Tunggu sampai Aku datang." ujar Aryan lagi. Dan berniat pergi tanpa berpamitan sama Imlie.

Hap

"Kak, terus ini bagaimana?" tanya Imlie menahan yangannya Aryan.

"Yaudah, taruh aja di situ. Lili Lo ke kelas sendiri aja ya. Soalnya Gue ada urusan." ujar Aryan.

"Sepenting apa sih Kak. Sampai waktu kita berdua pun nggak kalah penting dari urusab Kamu itu Kak?" tanya Imlie.

"Yang jelas ini lebih penting dari semua ini Li. Viona, perutnya lagi sakit."

"Sepenting itukah dia... Apakah tidak bisa teman temannya Kakak yang bantuin?" tanya Imlie.

"IMLIE. jangan sembarangan mana bisa Gue biarin Viona di gendong Pria sembarangan." ujar Aryan.

Degh

"Sahabat tapi seposessif itu ya. Tapi, sama Aku nggak tuh." batin Imlie.

"Tapi

"STOP, STOP IMLIE. GUE KAN UDAH BILANG NGGAK USAH NYANYA KAYA GITU. JELAS JELAS VIONA LEBIH PENTING DARI SEGALA GALANYA." ujar Aryan.

"Terus Aku? Viona juga lebih penting dari Aku?" batin Imlie lagi.

"Sudah ya Sayang. Gue mau ke kelas dulu.. Dan maaf ya tadi udah bentak Lo. Tapi saosnya jangan di masukin lagi ya Sayang Gue nggak mau perut Lo sakit." Setelah mengatakan itu Aryan mulai berlari dengan cepat.

"Udah biasa Kak, gini aja terus, setiap mau makan pasti ada aja alasannya Kak Viona biar cowok Gue pergi." batin Imlie.

1
Indah Puspia Sari
peran cewek terlalu bodoh kak,
Sari Nilam
mmg ada ya ibu kandung sejahat itu? kk2 dan ayahnya juga ?lha mendingan imlie ade kandungnya abian aja. sedihlah duanggap pemawa sial
Padang Lua
kapan ubdatenya
Aliya sofya Putri: sabar ya kak aku masih nyelesain novel aku yang berjudul Antara cinta atau balas dendam
total 1 replies
Aliya sofya Putri
maaf ya kak kalau novelnya kurang memuaskan
falea sezi
novel pret
falea sezi
novel jelek
falea sezi
novel apaanmenye menye gini
falea sezi
kabur jauhh anjing
falea sezi
pergi jauh oon
falea sezi
cwek lemah menye menye
falea sezi
pergi jauh imli trs cari krja gpp susah asal bahagia bebas dr manusia toxic
Thuty Natasya
seperti gk asing ceritanya🤭
Adek Denu
upp dong thor😍
Aliya sofya Putri: oke tapi jangan lupa like ya🙏🙏
total 1 replies
Nadia Ulfani
karakter ceweknya terlalu menye menye, gasuka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!