NovelToon NovelToon
Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: ches$¥

melda, seorang wanita muda yang di hantui kematian tragis kakak nya bernama wulan. dan bertekad membalas dendam kepada agung perdana Kusuma putra konglomerat dan pewaris Kusuma grup yang telah menghamili dan menolak bertanggung jawab hingga membuat wulan depresi dan mengakhiri hidupnya. namun ditengah rencana balas dendam yang matang. melda justru terjebak dalam pusaran perasaan yang menguji batas antara cinta dan dendam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ches$¥, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

malam yang mengubah banyak hal

Mobil yang dikendarai Raka berhenti perlahan di depan sebuah hotel mewah di pusat kota.

Lampu kristal di depan lobi memantulkan cahaya ke jalanan basah setelah hujan sore tadi. Bangunan itu tampak megah dan elegan, seperti dunia yang jauh dari kehidupan sederhana yang dulu pernah dijalani Melda.

Sekarang, Melda tidak lagi ada.

Yang ada hanyalah Alya.

Raka turun lebih dulu lalu berjalan memutar membuka pintu untuknya.

Ketika Alya keluar dari mobil, gaun hitam yang ia kenakan jatuh mengikuti lekuk tubuhnya dengan sempurna. Bahannya lembut dan sederhana, tetapi potongannya begitu pas hingga menonjolkan bentuk tubuhnya.

Pinggangnya terlihat ramping.

Bahunya terbuka anggun.

Dan langkahnya terlihat jauh lebih percaya diri dari sebelumnya.

Raka yang berdiri di dekatnya sempat terdiam beberapa detik.

Matanya bergerak cepat, lalu kembali ke wajah Alya.

Ia berdeham pelan.

“Aku hampir tidak mengenalimu,” katanya.

Alya tersenyum tipis.

“Bukankah itu tujuan dari semua ini?”

Raka tidak langsung menjawab.

Ia hanya menghela napas kecil.

“Ya… mungkin terlalu berhasil.”

Untuk sesaat Raka menelan ludahnya sebelum akhirnya berjalan mendahuluinya menuju pintu hotel.

Ballroom tempat acara berlangsung berada di lantai tiga.

Ketika pintu lift terbuka, suara musik lembut langsung terdengar.

Lampu-lampu gantung besar menyinari ruangan luas yang dipenuhi meja bundar dan para tamu berpakaian formal.

Para pelayan berjalan membawa minuman dan makanan kecil.

Suasana elegan bercampur dengan percakapan bisnis yang terdengar di berbagai sudut ruangan.

Daniel sudah berdiri di dekat salah satu meja ketika melihat Alya datang bersama Raka.

Tatapannya berhenti sejenak.

Ia sedikit terkejut.

“Sepertinya aku tidak salah memilih,” katanya sambil tersenyum.

Alya menunduk sopan.

“Terima kasih.”

Daniel memperhatikan gaun hitam yang dikenakan Alya.

“Elegan. Tapi tetap sederhana.”

Ia lalu menoleh ke Raka.

“Kamu mengantar?”

Raka mengangguk.

“Ya.”

Daniel menepuk bahu Alya ringan.

“Investor suka orang yang percaya diri. Jangan terlalu tegang.”

Alya mengangguk.

Namun sebenarnya ia tidak terlalu tegang.

Justru ada rasa lain yang muncul di dalam dirinya.

Rasa penasaran.

Karena satu orang yang ia tunggu belum muncul.

Beberapa menit kemudian suasana ruangan sedikit berubah.

Percakapan mulai mereda.

Beberapa orang berdiri.

Alya langsung tahu alasannya.

Pintu ballroom terbuka.

Agung Kusuma masuk.

Ia mengenakan jas abu-abu gelap yang membuatnya terlihat lebih dewasa dan berwibawa.

Langkahnya tenang.

Namun aura yang ia bawa membuat orang-orang secara alami memberi ruang.

Alya berdiri di samping Daniel sambil memegang gelas minuman.

Matanya mengikuti langkah Agung tanpa berkedip.

Sudah lama sekali sejak terakhir kali ia melihat pria itu dari dekat.

Namun sekarang semuanya terasa berbeda.

Agung terlihat lebih dingin.

Lebih serius.

Lebih… berbahaya.

Ketika Agung semakin mendekat, matanya bergerak menyapu ruangan seperti biasa.

Namun langkahnya tiba-tiba melambat.

Tatapannya berhenti.

Pada Alya.

Hanya sepersekian detik.

Namun cukup lama untuk membuat jantung Alya berdetak sedikit lebih keras.

Agung memandangnya dari ujung kepala sampai ke bawah.

Bukan dengan tatapan kasar.

Lebih seperti seseorang yang sedang mencoba memahami sesuatu yang menarik perhatiannya.

Gaun hitam Alya mengikuti lekuk tubuhnya ketika ia sedikit bergerak.

Lehernya jenjang.

Bahunya halus.

Dan senyum kecil di bibirnya terlihat tenang namun misterius.

Agung tanpa sadar menelan ludahnya sebelum akhirnya memalingkan pandangan.

Ia berjalan ke arah Daniel.

“Daniel.”

Daniel tersenyum.

“Agung.”

Mereka berjabat tangan.

Kemudian Daniel berkata,

“Aku ingin memperkenalkan seseorang.”

Ia menoleh ke arah Alya.

“Alya, analis baru di timku.”

Alya melangkah satu langkah ke depan.

Agung menatapnya lagi.

Kali ini lebih dekat.

Matanya terlihat mencoba membaca sesuatu dari wajah wanita itu.

Namun tentu saja ia tidak menemukan apa pun.

Karena wajah Melda sudah lama hilang.

“Senang bertemu denganmu,” kata Agung.

Suaranya dalam dan tenang.

Alya tersenyum sopan.

“Senang bertemu dengan Anda juga.”

Ketika mereka berjabat tangan, Alya bisa merasakan genggaman Agung yang hangat dan kuat.

Namun yang lebih menarik adalah reaksi kecil yang terjadi setelahnya.

Agung tidak langsung melepaskan tangannya.

Sepersekian detik lebih lama dari yang seharusnya.

Lalu ia menarik tangannya kembali.

Matanya masih menatap Alya.

“Apa kamu baru bergabung dengan Aurora Capital?”

“Baru beberapa hari,” jawab Alya tenang.

Agung mengangguk pelan.

“Menarik.”

Ia tidak menjelaskan lebih lanjut.

Namun tatapannya seolah mengatakan bahwa wanita ini… menarik perhatiannya.

Di belakang Alya, Raka yang berdiri tidak jauh dari sana memperhatikan semuanya.

Dan untuk pertama kalinya malam itu, ia merasa sedikit tidak nyaman.

Ketika Alya berjalan kembali ke meja, gaunnya bergerak mengikuti langkahnya dengan lembut.

Raka tanpa sadar memperhatikan punggungnya.

Lalu ia mengalihkan pandangan cepat.

Namun satu hal yang tidak bisa ia abaikan adalah reaksi Agung tadi.

Dan itu membuat sesuatu di dalam pikirannya mulai bekerja.

Acara makan malam dimulai beberapa menit kemudian.

Para tamu duduk di meja masing-masing.

Secara kebetulan atau mungkin rencana Daniel. yang buat Alya duduk di meja yang sama dengan Agung.

Percakapan bisnis mulai berlangsung.

Investor berbicara tentang proyek, angka, dan peluang.

Alya ikut berbicara beberapa kali.

Dan setiap kali ia menyampaikan pendapatnya, Agung memperhatikannya dengan serius.

Ia tidak menyangka analis baru ini cukup cerdas.

Jawabannya tepat.

Logikanya tajam.

Dan cara ia berbicara… sangat tenang.

Di sela percakapan itu, Agung sesekali menatapnya.

Bukan hanya karena kecerdasannya.

Namun juga karena sesuatu yang sulit ia jelaskan.

Ada sesuatu tentang wanita ini yang terasa… familiar.

Padahal ia yakin belum pernah bertemu dengannya.

Ketika Alya sedikit membungkuk mengambil gelas air, garis bahunya terlihat semakin jelas di bawah cahaya lampu.

Agung langsung mengalihkan pandangan.

Ia menarik napas pelan.

Di sisi lain meja, Raka memperhatikan semuanya dengan diam.

Ia melihat bagaimana Agung beberapa kali melirik Alya.

Dan bagaimana Alya tetap tenang seolah tidak menyadarinya.

Namun Raka tahu Alya terlalu cerdas untuk tidak menyadari hal seperti itu.

Malam semakin larut.

Percakapan bisnis berubah menjadi obrolan ringan.

Beberapa tamu mulai tertawa.

Suasana menjadi lebih santai.

Agung berdiri dari kursinya.

“Aku butuh udara sebentar.”

Ia berjalan menuju balkon ballroom.

Tanpa disangka, beberapa menit kemudian Alya juga keluar ke arah yang sama.

Udara malam terasa lebih sejuk.

Lampu kota terlihat dari kejauhan.

Agung yang berdiri di pagar balkon menoleh ketika mendengar langkah kaki.

Alya berhenti beberapa langkah darinya.

“Maaf kalau mengganggu,” katanya.

Agung tersenyum tipis.

“Tidak sama sekali.”

Mereka berdiri berdampingan memandang kota.

Beberapa detik berlalu dalam diam.

Lalu Agung berkata pelan,

“Aneh.”

Alya menoleh sedikit.

“Apa?”

Agung menatapnya.

“Aku merasa seperti pernah melihatmu sebelumnya.”

Jantung Alya berdetak sekali lagi.

Namun wajahnya tetap tenang.

“Banyak orang bilang wajah seseorang sering mengingatkan pada orang lain.”

Agung tersenyum kecil.

“Mungkin.”

Namun jauh di dalam pikirannya, perasaan itu tidak hilang.

Sesuatu tentang wanita ini terasa terlalu… familiar.

Dan itu membuatnya semakin penasaran.

Tanpa disadari siapa pun malam itu, sebuah pertemuan sederhana telah membuka pintu cerita yang jauh lebih besar.

Karena sejak malam itu…

Alya tidak lagi hanya menjadi analis baru di Aurora Capital.

Ia menjadi seseorang yang mulai menarik perhatian pria paling berpengaruh di keluarga Kusuma.

Dan bagi Alya sendiri, permainan yang ia mulai perlahan-lahan menjadi jauh lebih rumit dari yang pernah ia bayangkan.

1
Hunk
Permintaannya sederhana. Namun tak mudah.
Paavey 2001: terkadang yg sederhana itu disepelekan/Frown/
total 1 replies
Hunk
Muda banget 24 tahun, udah di kasih beban hidup/Cry/
Paavey 2001: iya kak kasian yaa/Frown//Frown/
total 1 replies
«☆ ⃟⃟Ms•° Achaa♡
soalnya yg satu penub ambisi yg satunya cuma lembut dan menawan juga jadi admin di perusahaan kecil.
«☆ ⃟⃟Ms•° Achaa♡: selau ditunggu
total 2 replies
«☆ ⃟⃟Ms•° Achaa♡
Melda sama Wulan ini nanti kira kira kayaknya sifatnya berlaeanan dehh.
«☆ ⃟⃟Ms•° Achaa♡
bisa dijadiin puisi tentang senjaa ini.
Suka aku sama kaliamat nya kk kaya puisi apalagi kalo bacanya pake Nada.
Paavey 2001: hehe mencoba jadi puitis aja sih kak
total 1 replies
Paavey 2001
bukan lagi kakak udh ngalahin percintaan jendral tianfeng😁😁
Paavey 2001
tapi gk gt kak, baca seksama agar tidak galfok🤭
MARDONI
Aku suka banget hubungan kakak adik antara Wulan dan Melda di sini, hangat tapi juga bikin haru 😭 Wulan yang terus berusaha percaya sama Agung sementara Melda diam-diam khawatir itu kerasa banget emosinya. Apalagi di akhir pas Wulan bilang berharap cintanya cukup kuat… aduh rasanya hati ikut takut juga.
Paavey 2001: siapin tissue nya kak agar tidak terlihat orang lain😁
total 1 replies
izmie kim
tanggung jawab yang harus di ambil alih karena keadaan itu terkadang sebuah pengorbanan yang gak mudah banyak yang harus kita korbankan
Paavey 2001: betul banget kakak
total 1 replies
cimownim
semoga terwujud ya Wulan🤗
Paavey 2001: amiin kakak
total 1 replies
SarSari_
semua perempuan kayaknya harapannya gini deh ya🫣
Paavey 2001: semoga harapan kakak disegerakan ya
total 1 replies
putrijawa
cinta mereka cukup berat cobaannya
Indira Mr
Ujian Wulan dan Agung dengan status yg berbeda..semoga mereka kuat 💙💙💙
Indira Mr
Wulan mulia kakak yg bertanggung jawab 😂😂😂💙
Paavey 2001: heheh iya kak, sama seperti kakak juga ya🤭
total 1 replies
Paavey 2001
hehe gk bisa kak udah alur cerita nya begitu 😁 melda juga bagus kok kak gk kalah jauh dengan wulan nantikan aja bab selanjutnya dijamin lebih bagus
Emi Sudiarni
seru bngat. jgn di matikan wula👍n nya ya thor
Paavey 2001
Terima kasih kakak cantik
chiechie kim
aku suka cerita nya
Emi Sudiarni
bgus bngat meng hari biru.. tpi sayang bngat si wulan hrus di matikan, pd hal sdah terbiasa dgn sosok wulan, klw di gantikan melda sy kira udah kurang menarik lgi utk di baca
Paavey 2001: tunggu kelanjutan nya aja ya kak dijamin bagus
total 1 replies
Paavey 2001
jelek ya kak cerita nya/Frown/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!