Vera merantau ke kota dan bisa di katakan bawa dia jarang pulang ke rumah karena memiliki hubungan yang tidak baik dengan Pak Darto Ayah kandung dia sendiri, namun kali ini Dia terpaksa harus pulang ketika mendengar kabar bahwa Bu Elma telah meninggal dunia.
semula Vera menganggap bahwa kematian Bu Elma adalah kematian yang biasa, namun beberapa malam saja dia tinggal di rumah itu malah menemukan keanehan yang tidak biasa.
benarkah Bu Elma meninggal karena sesuatu yang tak kasat mata?
mampukah Vera untuk mengungkap masalah tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28. kuntilanak edan
"Ran kenapa kita mendekati mobil ini?" Nilam.bertanya pada Maharani.
"Loh tadi apa kau tidak merasakan ada energi yang berbeda di dalam mobil ini, saat kita mendekat penghilang begitu saja." Maharani menatap sekitar dengan seksama.
"Oh aku kira kau hanya kebetulan saja singgah dan penasaran dengan bentuk mobil ini sehingga hingga hinggap di atap sini." Nilam menggaruk kepala yang tidak gatal.
"Dasar kau ini, itu di dalam mobil ada seseorang yang sedang kesakitan dan kita sepertinya menolong pun tidak masalah." Maharani tahu bahwa Arum di dalam mobil itu sedang kesakitan.
"Tidak usah sok baik seperti itu karena kita juga tidak mengenal orang yang di dalam mobil ini." Nilam tidak setuju dengan usul Maharani.
"Menolong itu tidak mesti kenal karena kita perlu menyebar kebaikan seperti yang di katakan oleh Purnama." Maharani menatap Nilam dengan sengit.
"Ah kadang kebaikan yang kau berikan itu sama sekali tidak berguna dan justru menambah masalah untuk kita." Nilam sudah sangat hafal dengan tabiat Maharani.
Maharani kesal sendiri karena Nilam seolah menolak saat di ajak menolong orang yang ada di dalam mobil ini, sedangkan Maharani sendiri tau kalau mereka sedang ketakutan dan begitu butuh bantuan agar bisa selamat, namun dia juga bingung mau menolong bagaimana saat ini.
Kalau mendadak saja muncul maka dapat di pastikan orang yang ada di dalam mobil itu akan sangat ketakutan sekali, sebab yang muncul di hadapan mereka adalah sosok iblis dengan sayap besi menakutkan, jangan kan Dina yang bisa di bilang tidak pernah melihat bentuk atau wujud setan sejenis kuntilanak atau yang lain.
Para iblis yang kadang tidak sengaja bertemu dengan Maharani saja mereka terdiam ketakutan karena energi ratu burung hantu ini sama sekali tidak bisa di sembunyikan, ada sesuatu yang berbeda dan tidak semua manusia akan sanggup untuk menekan rasa takut yang timbul dalam hati mereka saat bertemu dengan ratu burung hantu.
Tapi bila tidak menolong maka Maharani juga bingung karena dia tau bahwa di dalam mobil ini ada seseorang yang sedang kesakitan dan membutuhkan bantuan, baru saja Maharani ingin berbicara dengan Nilam agar mencari bantuan pada orang terdekat di daerah sini, tapi Nilam sudah duduk bersila terlebih dahulu di atas tanah.
Nilam pasti ingin menghubungi Purnama atau Arya agar mereka datang ketempat ini dan membantu Arum yang sedang kesakitan di dalam mobil itu, kalau Purnama dan Arya yang datang maka mereka tidak akan ketakutan karena kedua makhluk itu akan datang dengan wujud manusia sehingga tidak mungkin dihina akan merasa takut.
Tapi tidak tahu juga karena terkadang Purnama datang dengan wujud seperti siluman ular sehingga siapa saja yang melihat pasti akan merasa takut dan tidak sanggup untuk berdiri tegak, sedangkan Arum yang ada di dalam mobil itu secepat mungkin harus mendapat bantuan agar dia jangan sampai celaka akibat gigitan sesuatu yang tidak mereka ketahui secara pasti.
Ini saja Maharani tidak mengetahui dengan jelas siapa yang sudah melukai Arum hingga dia kesakitan seperti itu karena Maharani hanya melihat dari bagian luar saja, tapi yang jelas Maharani bisa merasakan bahwa itu semua bukan dari ulah manusia biasa atau penyakit yang bisa di sembuhkan oleh dokter.
"Mereka berdua sedang dalam perjalanan menuju arah sini." Nilam berkata kepada Maharani.
"Sudah kau katakan agar mereka segera datangkan karena ini keadaan genting." ujar Maharani dengan nada tidak sabar.
"Iya, kau ini kalau sudah ada niat untuk menolong orang maka sangat tidak sabar sekali seperti itu." Nilam kesal sendiri.
"Ya kau lihat saja ini bekas di atap mobil, ini adalah kaki berdarah milik iblis yang sangat menakutkan sekali." Rani menunjuk bekas kaki itu.
"Tadi aku sudah melihat dan menebak bahwa itu adalah sosok arwah yang menyimpan dendam begitu besar terhadap seseorang, kemungkinan bersangkutan juga dengan gadis yang ada di dalam mobil ini." angguk Nilam.
"Nah kan kita memang tidak tahu entah kesalahan apa yang sudah dia lakukan tapi yang jelas dia pasti menyimpan sesuatu." gumam Maharani.
"Sudah, kalau kau sudah kepo seperti ini maka pasti nanti akan berlanjut Dan kita akan bekerja keras untuk mencari tahu." Nilam sudah bisa menebak ujung nya nanti.
Maharani sedikit tersenyum karena benar apa yang di katakan oleh Nilam bahwa mereka pasti akan mengurus tentang masalah ini sampai selesai nanti, ini mereka masih tidak tahu bahwa Vera sudah mengenal tentang Kiara sehingga nanti mereka pasti akan memberikan bantuan juga terhadap Kiara ketika sedang mengurus kasus ini.
Terlebih pagi tadi Nilam sudah menghubungi Purnama dan juga Arya untuk segera datang ke kawasan ini dan melihat keadaan Dina bersama dengan arung yang ada di dalam mobil itu, bila Ratu ular itu sudah tertarik maka pasti mereka akan mengurus kasus ini sampai selesai tanpa ada bantahan.
Purnama dan juga yang lain masih belum mengetahui bahwa Kiara telah mengambil kasus ini untuk mengungkap tentang kematian dari Mayang dan juga Elma, sebab Tiara memang sama sekali tidak ada menceritakan kepada mereka tentang bantuan dia kepada Vera untuk menangkap masalah yang sudah terjadi di dalam rumah gadis itu.
"Kakak aku tidak sanggup lagi." Arum kembali merintih.
"Kakak tau kau pasti bisa, tunggu sebentar dan kita akan sampai." Dina masih terus berusaha untuk menghidupkan mobil.
"Aku sudah tidak sanggup lagi, bahkan untuk membuka mata aku sudah tidak bisa." rintih Arum.
"Ya Allah tolong lah kami, tolong lah kami agar selamat." Dina memohon sambil menangis.
"Kau dengar itu kan, mereka berdua sudah sangat panik dan ingin segera menyelamatkan gadis yang terbaru itu." Maharani berkata kepada Nilam.
"Ya tapi kita juga bisa apa karena kita tidak mungkin masuk ke dalam mobil untuk membantu mereka." jawab Nilam.
"Benar juga, Gun yang bisa menyembuhkan penyakit gadis itu." bisik Maharani.
Memang hanya Gun yang bisa mengobati keadaan Arum saat ini karena keadaan dia yang sudah semakin parah dan kemungkinan memang hanya Gun yang bisa menemukan solusi tepat agar bisa selamat, namun ini mereka masih harus menunggu kedatangan Arya dan juga Purnama agar bisa menolong Arum dan juga Dina.
Kalau mereka berdua yang segera masuk ke dalam mobil itu maka dapat di pastikan Dina akan pingsan di tempat karena mengira mereka adalah Iblis jahat yang akan menyakiti mereka berdua, dari pada itu sampai terjadi maka Maharani dan Nilam memutuskan untuk menahan diri agar jangan sampai masuk ke dalam mobil.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen kalian semua ya.
😍
keangkuhan mu ga seberapa ver di banding rombongan ratu ular👻🥰👍