NovelToon NovelToon
Mustika Terkutuk

Mustika Terkutuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Abdul Rizqi

Menceritakan kisah seorang pemuda desa yang tidak bisa berbicara atau bisu... kehidupannya yang miskin secara perlahan berubah setelah menemukan sebuah batu mustika indah berwarna jingga. bisu yang di alami pemuda itu seketika sembuh tidak hanya itu batu itu juga memiliki kekuatan yang di idam idamkan kebanyakan laki-laki yaitu membuat tubuh penggunanya tak dapat terlihat atau kasat mata.. namun di balik semua keistimewan batu jingga itu menyimpan sebuah misteri dan kutukan yang secara perlahan mendorong pemuda tersebut memasuki dunia gelap yang sesungguhnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sekar dan Isna

Mulut Linda di sumpal dalaman pakaian Linda sendiri.

Rasa sakit di sekujur badan Linda alami, perlakuan orang itu benar benar kasar, dia tak segan menampar apabila Linda bersuara keras bahkan sesekali orang itu meludahi wajah Linda. Adegan demi adegan di lakukan oleh orang itu, tak hanya di ranjang namun juga di meja rias, kepala Linda sempat terkena ujung meja namun Orang itu sama sekali tak berhenti.

Linda menangis pilu, ia teringat semua adegan yang di lakukan oleh orang ini sama persis seperti naskah novel yang ia tulis kemarin. Brutal dan tak kenal kasihan.

Malam itu Linda benar benar di buat tak berdaya ia di hajar dan di wik-wik habis habisan oleh orang itu. Permainan orang itu hampir tidak ada jeda, hingga pukul setengah empat dini hari orang itu kembali menumpahkan cairannya di wajah Linda. Sebelum Linda benar benar pingsan, Orang itu mendekatkan mulutnya ke telinga Linda, "terimakasih Smoke Rose." Suaranya tak terdengar jelas seperti ia sedang mengigit sesuatu dan di paksakan berbicara.

"Hah... hah... hah... hah..." Sugeng berbaring terlentang di samping Linda dengan nafas memburu. Ia berusaha menstabilkan nafasnya.

Setelah nafasnya stabil Sugeng mengambil tisu dan mengelap semua cairan yang berada di tubuh Linda sampai benar benar bersih.

Ia kemudian memindahkan tubuh Linda ke pojokan kamar. Setelah itu Sugeng menaruh semua benda yang ia pegang ke atas kasur. Mulai dari selimut, baju tidur Linda, tisu, ia taruh semua di situ dan ia bakar beserta dengan ranjangnya.

Sugeng menunggu di sana beberapa saat, sesekali menoleh ke arah Linda takut terbangun, apabila bangun terpaksa Sugeng harus melumpuhkannya dengan Stun Gun.

Sugeng menunggu api itu benar benar melalap ranjang itu hingga hangus dan menghilangkan barang bukti, sekiranya itu sudah cukup Sugeng mengambil APAR Alat Pemadam Api Ringan yang sudah ia ambil sebelum ini di dapur dan menyemprotkannya.

Setelah api itu benar benar padam Sugeng membawa tubuh Linda dan ia taruh di bak keramik kamar mandi dalam posisi duduk. Saat memperk*sa Linda Sugeng memang tak memakai sarung tangan ia takut sidik jari tertinggal di tubuh Linda. Sugeng melakukan ini sebagai jaga jaga supaya ia benar benar aman, siapa tahu setelah kejadian ini Linda tidak langsung mandi dan justru melapor ke polisi langsung itu bisa menjadi bencana!

"Sialan melihatnya aku jadi ingin lagi!" Batin Sugeng, namun ia langsung menggeleng, "tidak waktuku ngga lama lagi, adzan subuh nenek pasti udah bangun!"

Sugeng membiarkan air mengalir di tubuh Linda agar sidik jarinya tak terdeteksi. Sembari menunggu Sugeng keluar kamar mandi dan menggasak semua uang Linda yang tersimpan di laci, uang itu sangat banyak mungkin ratusan juta tak salah lagi itu uang yang Sugeng kembalikan.

Setelah ia merasa puas mengambil uang Linda, Sugeng kembali ke kamar mandi.. Linda tampak masih terduduk di bak keramik dengan air yang mengalir di tubuhnya.

Sugeng membiarkan beberapa saat. Setelah di rasa cukup Sugeng geletakan Linda begitu saja di lantai kamar mandi, agar Linda tak tenggelam.

Setelah itu Sugeng mengambil sendalnya yang berada di kamar, mengambil alat APAR dan bergegas keluar rumah.

Sugeng membuka handle pintu dengan di lapisi sarung tangan, ia tak khawatir sidik jari terdeteksi.

Setelah keluar Sugeng langsung melenggang pergi begitu saja, ia tersenyum menatap dua penjaga yang terikat dan meronta ronta di pinggir rumah Linda.

Sementara untuk para pembantu? Sugeng sudah mengetasinya... sebelum ke kamar Linda, Sugeng menuju ke setiap pintu kamar pembantu dan mengganjelkan setiap pintu dengan bambu, membuatnya mustahil untuk di buka dari dalam. Kemudian mengambil APAR yang tersimpan di dapur dan mematikan listrik setelah mematikan listrik barulah Sugeng ke kamar Linda.

Sugeng tak langsung pulang, ia menuju sungai dan membuang APAR dan Pylok atau cat semprot di sana.

Sugeng berjalan menuju rumahnya sembari berpikir adakah hal yang tertinggal? Namun sepertinya semuanya aman... Sugeng menyentuh semua benda dengan sapu tangan kecuali tubuh Linda, dan tubuh Linda sudah ia mandikan, sidik jari tak akan pernah terdeteksi di sana. untuk CCTV? CCTV di rumah Linda sudah Sugeng tutupi dengan pylok atau cat semprot.

"Kurasa tak ada yang tertinggal, ini memang hari keberuntunganku atau bagaimana? Pembantu Linda itu lupa mengunci pintu utama." Batin Sugeng.

Ia tiba di rumahnya dan berpura pura tidur, tidak lama kemudian saat Adzan subuh neneknya membangunkannya untuk sholat subuh.

Sugeng hanya manut saja, ia tahu apa konsekuensinya apabila menolak. Sebelum Sholat Sugeng mandi wajib.

***

Pagi harinya Sugeng berdiri di dalam warung yang belum jadi itu karena belum ada pintu. Ia melihat lihat kedalam warung itu sembari mengupil.

"Rak nanti taruh sini aja apa ya? Etalase udah pasti taruh sini.. hmmm harus belinya etalase bekas biar warga ngga curiga... siapa ya yang tau etalase bekas hmm tanya om Sodri ajalah pasti dia banyak kenalan.." batin Sugeng. Setelah mensurvey mau di desain dan di tata bagaimana isi warungnya Sugeng kemudian keluar dari warung itu.

"Ma.. mas Ini bangunan buat apa ya?" Sugeng sedikit kaget mendengar suara seorang wanita di sampingnya, Sugeng langsung menoleh ia langsung tercengang, "loh.... Mbak Sekar?!" Kaget Sugeng yang melihat Sekar datang bersama dengan anaknya yang berumur sekitar 16 tahunan.

"Eh..?? Kamu Su.. Sugeng??" Tanya Sekar terkejut.

"Iya mbak, masa sama adek sendiri lupa?" Tanya Sugeng.

Bruk!

Sekar langsung memeluk Sugeng, "ya ampun Geng pangling (tidak mengenali) mbak sama kamu, udah gede dan ganteng sekarang kamu ya.." ucap Sekar kemudian melepas pelukannya.

"Ehh.. hehe, iya mbak. Sugeng juga pangling sama mbak, makin cantik aja mbak Sekar. Ini pasti Isna ya?" Tanya Sugeng kepada anak Sekar yang sedari tadi menunduk.

"I.. iya Pa.. paman.." ucap Gadis itu malu malu, tak di pungkiri ia juga terkejut dengan penampilan Sugeng. Awalnya ia berpikir Sugeng adalah laki laki dekil dan sikapnya seperti paman jahat di film atau novel, namun dugaanya salah dari pandangannya Sugeng sangat murah senyum dan terlebih parasnya sangat tampan membuat mata kaum hawa otomatis melihatnya.

"Ehh.. manggilnya kok paman? Janganlah, kesannya kayak ketuaan gituloh, umur kita paling beda berapa tahun aja. panggil aja Mas ngga papa." Ucap Sugeng.

"I.. iya Mas Sugeng..."

"Ya udah ayo masuk... nenek ada di dalam.." ucap Sugeng.

"Eh.. tunggu dulu geng, ini bangunan apa? Punya siapa?"

"Punya saya mbak, rencannya mau buat warung kecil kecilan, warung Lek Riadi dari daerah sini kan jauh.."

"Wehh... hebat banget kamu geng, sekarang.."

1
Tini Nurhenti
se7 geng,kek Q bgt
Tini Nurhenti
lanjut thor
Tini Nurhenti
s7 geng
Tini Nurhenti
hadir thor,nyimak dlu seru thor up nya byk jdi smgat bacanya.😄😄💪💪
bedul: siap, udah 56 bab terjadwal
total 1 replies
Afri
semoga ceritanya bagus .. aku suka yg misteri gini thor
bedul: siap, baca sampe selesai ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!