NovelToon NovelToon
Variabel Yang Mencari Nilai Sejati

Variabel Yang Mencari Nilai Sejati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Ketos
Popularitas:296
Nilai: 5
Nama Author: Erna Lestari

Oskar Biru Arkais sorang pemuda yang berusaha mencari arti cinta Sejati,
Dan Si Mahira Elona Luis si Gadis Tomboy yang Tak Pernah Percaya akan Adanya cinta Sejati

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

"Aku ingin membaca tentangmu dipagi yang tenang,dimalam yang penuh do'a menyebut namamu sebagai kisah terindah yang pernah kutemukan"

_Oskar Biru Arkais_

HUKUMAN YANG ADA RAHASIANYA

Sinar matahari pagi sudah mulai menyinari halaman SMA 2 Nusa Bina. Ribuan siswa berbaris rapi menunggu dimulainya upacara hari Senin. Suasana tenang dan teratur menyelimuti lapangan, hanya diselingi suara bisikan ringan antar teman.

Elona berdiri di barisan depan bersama anggota pramuka lainnya, wajahnya sedikit memerah karena panik yang baru saja menghinggapinya. Saat inspeksi seragam dilakukan beberapa menit yang lalu, dia baru menyadari bahwa dasi yang seharusnya dikenakan di lehernya tidak ada – dia benar-benar lupa membawanya dari rumah.

“Mahira Elona Luis!”

Suara tegas yang khas membuat seluruh barisan di sekitarnya sedikit bergoyang. Elona mengangkat kepala dan melihat Oskar Biru Arkais berdiri tegak beberapa meter di depannya, mengenakan seragam OSIS yang rapi dengan dasi yang terpasang sempurna. Wajahnya tetap dingin seperti biasa, tapi ada sedikit kilasan sesuatu di mata nya yang tidak bisa Elona tangkap dengan jelas.

“Ya, Pak Ketua!” jawab Elona dengan suara yang cukup keras agar terdengar.

“Kamu tidak mengenakan dasi sesuai aturan seragam sekolah,” ucap Biru dengan nada yang tidak bisa ditawar. “Menurut peraturan, kamu akan mendapatkan hukuman tambahan setelah upacara selesai.”

Elona menurunkan pandangan dengan sedikit malu. Di belakangnya, dia bisa merasakan tatapan teman-temannya yang sedikit khawatir tapi juga tidak bisa menahan senyum. Di barisan sebelah kanan, Rekai dan Kalash – dua anggota OSIS yang juga teman dekat Biru – sedang menahan tawa dengan sulit.

Upacara berlangsung seperti biasa. Setelah lagu kebangsaan dimainkan dan pidato dari kepala sekolah selesai, siswa-siswi mulai bergerak kembali ke kelas masing-masing. Namun Elona harus tinggal di lapangan bersama beberapa siswa lain yang juga mendapatkan hukuman.

“Sekalian kamu bersihkan taman kecil di belakang gedung administrasi ya,” perintah Biru sambil melihat daftar nama di tangan nya. “Selesaikan sebelum jam pelajaran dimulai.”

“Saya mengerti, Pak Ketua,” jawab Elona dengan sopan, meskipun hati nya sedikit merasa tidak senang. Dia tahu bahwa hukuman itu adil, tapi rasanya sedikit tidak nyaman karena harus menerima hukuman di depan banyak teman.

Setelah siswa lain yang mendapatkan hukuman mulai bergerak ke arah taman, Biru tetap berdiri di tempatnya. Tiba-tiba ada dua orang yang datang dari belakang dan mengetuk bahunya.

“Waduh Pak Ketua, hukumannya berat sekali ya untuk sepupu saya?” ujar Rekai dengan nada canda, sementara Kalash berdiri di sebelahnya dengan senyum menyeringai.

“Bukan masalah berat, ini aturan sekolah,” jawab Biru dengan wajah tetap serius, tapi matanya sudah mulai menunjukkan tanda-tanda tidak bisa menahan lelucon teman-temannya.

“Aturan sekolah atau aturan hati ya Pak Ketua?” goda Kalash sambil menunjuk ke arah Elona yang sedang mengambil alat pembersih dari gudang. “Kita berdua tahu kamu selalu memperhatikan seragamnya setiap hari, tapi hari ini aja kamu memilih untuk ‘menemukan’ kelalaiannya.”

Biru segera menatap kedua temannya dengan tatapan yang sedikit mengancam. “Jangan terlalu banyak omong kosong. Kalau kalian tidak ada pekerjaan, lebih baik bantu saya menyelesaikan laporan kegiatan mingguan.”

Rekai dan Kalash hanya tertawa kecil. “Tenang aja Biru, kita tidak akan bilang ke siapapun kok,” ujar Rekai. “Cuma kamu harus jujur dong – ini kan pertama kalinya kamu memberikan hukuman khusus hanya untuk satu orang siswa yang lupa bawa dasi. Biasanya kamu hanya memberikan peringatan saja.”

Biru menghela napas dan mulai berjalan ke arah taman, dengan Rekai dan Kalash mengikutinya dari belakang. “Saya hanya ingin memastikan dia memahami pentingnya disiplin,” ujarnya dengan suara rendah.

Ketika mereka sampai di taman, Elona sudah mulai membersihkan rerumputan yang tumbuh di sekeliling taman bunga. Rambutnya yang pendek sedikit berantakan karena angin pagi, dan wajahnya fokus pada pekerjaannya. Saat melihat Biru datang bersama dua temannya, dia langsung berdiri tegak.

“Maaf Pak Ketua, saya sedang membersihkan—”

“Tenang saja, saya hanya ingin memeriksa kemajuanmu,” ujar Biru dengan nada yang lebih lembut dari tadi. Dia mengambil sekop kecil dari sisi Elona. “Saya bantu saja agar kamu bisa selesai lebih cepat.”

Elona terkejut dan melihat ke arah Rekai serta Kalash yang sedang menyembunyikan wajah mereka agar tidak tertawa terbahak-bahak.

“Tapi Pak Ketua, ini adalah hukuman saya sendiri kan?” tanya Elona dengan bingung.

“Sebagai ketua OSIS, saya juga punya tanggung jawab untuk membantu siswa dalam menyelesaikan tugas,” jawab Biru sambil mulai membersihkan rerumputan di sisi lain taman. “Selain itu, saya punya sesuatu yang ingin saya berikan.”

Dia menarik sebuah dasi baru dari saku jasnya dan memberikannya kepada Elona. “Ini adalah cadangan saya. Kalau kamu lupa lagi nanti, bisa meminjamnya tapi harus dikembalikan ya.”

Elona menerima dasi dengan tangan yang sedikit gemetar, wajahnya semakin memerah. Di belakang mereka, Rekai dan Kalash sedang membuat gerakan cinta dengan tangan mereka lalu segera bersembunyi ketika Biru menoleh ke belakang dengan tatapan tajam.

“Terima kasih, Pak Ketua,” ujar Elona dengan suara lembut. “Saya tidak akan pernah lupa lagi.”

Biru hanya mengangguk dengan senyum kecil yang tidak terlihat jelas, lalu kembali fokus pada pekerjaan membersihkan taman. Di dalam hati, dia tahu bahwa teman-temannya pasti akan menggoda dia sepanjang hari. Tapi rasanya semua itu sebanding dengan kesempatan untuk bisa berbicara dengan Elona lebih dekat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!