NovelToon NovelToon
Munajat Cinta

Munajat Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Diam-Diam Cinta
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

EDISI SPESIAL RAMADHAN

Zunaira Prameswari hanyalah seorang ustadzah yatim piatu yang merasa dunianya sudah cukup dengan mengabdi di Pesantren Al-Anwar.

Baginya, mencintai Gus Azlan, putra kedua sang kiai yang baru kembali dari Al-Azhar, Kairo adalah sebuah kemustahilan yang hanya berani ia langitkan dalam doa-doa di sujud terakhir.

Namun takdir berkata lain, penolakan Azlan terhadap lamaran Ning Syifa, seorang putri kiai besar yang membawa kepentingan politik pesantren, justru menyeret Zunaira ke pusaran konflik keluarga yang rumit.

Bagaimana kelanjutannya???
Yukk kepoin!!!

Follow IG @Lala_Syalala13
Subscribe YT @NovelLalaaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Baju Perang Spiritual

Malam Kamis itu terasa lebih pekat dari biasanya, langit di atas Pesantren Al-Anwar tertutup awan mendung yang menggantung rendah menyembunyikan cahaya rembulan yang seharusnya menjadi pemandu jalan

Pukul satu dini hari, suasana pesantren benar-benar sunyi senyap dan hanya terdengar suara jangkrik dan sesekali suara patroli santri keamanan di kejauhan.

Gus Azlan sudah mengenakan jas hitamnya dengan sarung sutra berwarna gelap, ia nampak sangat gagah namun wajahnya pucat.

Di dalam kamarnya Zunaira berdiri mematung di balik pintu, ia sudah mengenakan gamis putih bersih yang kini tertutup rapat oleh abaya hitam pekat dan kerudung besar senada.

Mukena pemberian Ummi sudah ia masukkan ke dalam tas kecil, ia menunggu tanda sesuai kesepakatan yaitu sebuah pesan singkat dari Arifa akan menjadi lampu hijau baginya untuk melangkah.

Pukul 01.30 dini hari, suasana asrama ustadzah begitu sunyi hanya deru kipas angin tua dari kamar sebelah yang terdengar konstan.

Zunaira memejamkan mata dan mencoba mengatur napasnya yang memburu, tangannya yang dingin menggenggam ponsel, menunggu instruksi terakhir.

Drrtt...

Ponselnya bergetar, satu pesan singkat masuk dari calon adik iparnya itu.

Ning Arifa: [Mas Haidar sudah di gerbang samping kebun jeruk, jalan sekarang ustadzah Zu. Hati-hati, ada kucing liar yang sering menjatuhkan pot di koridor belakang.]

Zunaira berdiri, kakinya terasa dingin namun ia tetap melangkah perlahan menuju pintu, memegang gagangnya dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan suara.

Di luar sana kegelapan malam menunggunya namun di ujung jalan itu ada cahaya janji yang telah dipersiapkan Gus Azlan untuknya.

Ketegangan memuncak di setiap jengkal langkahnya, rahasia ini, ikatan suci ini, tinggal selangkah lagi menuju keabadian.

Zunaira menarik napas, menutup pintunya rapat-rapat dan mulai melangkah menembus sunyi menuju takdirnya sebagai istri Gus Azlan.

Setiap derit lantai kayu terasa seperti dentuman keras di telinganya, ia keluar melalui pintu belakang asrama, tempat yang jarang dilalui karena berbatasan langsung dengan kebun jeruk dan rimbunnya pohon bambu.

Bau tanah basah dan aroma jeruk yang samar menyambut indranya, ia berjalan mengendap dan sesekali berhenti saat mendengar suara burung hantu atau gesekan daun yang tertiup angin.

"Ya Allah, kuatkan kaki ini." bisiknya.

Ia teringat sebuah pesan yang pernah disampaikan Kyai Hamid dalam pengajian subuh.

"Jika Allah menolongmu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkanmu; jika Allah membiarkanmu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolongmu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal."

(QS. Ali 'Imran: 160).

Ayat itu menjadi pegangan mentalnya, ia bukan sedang melakukan maksiat tapi ia sedang menjemput takdir suci yang diperintahkan agama.

Namun rasa takut akan ketahuan tetap manusiawi bagi seorang gadis yang selama ini hidup dalam keteraturan tanpa cela.

Di ujung kebun jeruk, sebuah bayangan tinggi berdiri di balik kegelapan pohon mangga, Zunaira hampir saja berteriak karena terkejut sebelum bayangan itu berbisik pelan.

"Ini saya, Zunaira. Haidar." lirih Gus Haidar.

Zunaira menghela napas lega, Gus Haidar nampak mengenakan jaket gelap dan kopiah hitam, wajahnya terlihat waspada memantau area sekitar.

Sebagai kakak sulung, Gus Haidar memegang peran krusial malam ini, ia adalah tameng terakhir yang memastikan adiknya, Gus Azlan bisa melangsungkan akad tanpa gangguan.

"Ikut saya, kita lewat pintu dapur ndalem. Ummi sudah menunggu di sana." bisik Gus Haidar.

Mereka berjalan cepat namun tanpa suara, Gus Haidar menunjukkan otoritasnya sebagai penjaga gerbang malam ini.

Namun di tengah jalan langkah Haidar tiba-tiba terhenti, ia menarik Zunaira ke balik tembok gudang alat-alat kebun.

Dari kejauhan terlihat sorot lampu senter bergerak pelan dan itu Kang Darsono, kepala keamanan yang nampaknya sedang melakukan patroli tambahan.

Jantung Zunaira berdegup kencang hingga terasa sakit, jika mereka tertangkap Gus Haidar mungkin bisa beralasan sedang mengecek gudang tapi bagaimana dengan Zunaira?

"Diam di sini, jangan bergerak." perintah Gus Haidar tanpa suara.

Gus Haidar kemudian sengaja melangkah keluar menuju arah senter dan berakting seolah sedang mencari sesuatu.

"Kang Darsono? Belum tidur?" sahut Gus Haidar tiba-tiba muncul didepan kang Darsono.

Kang Darsono terlonjak kaget karena tiba-tiba ada yang memanggilnya dan melihat keluarga ndalem di sini.

"Gus Haidar? Waduh, mengagetkan saja Gus. Saya sedang keliling tadi sepertinya melihat bayangan di dekat kebun jeruk." seru kang Darsono.

Gus Haidar terkekeh tenang dan aktingnya begitu sempurna.

"Oalah itu mungkin saya Kang, saya tadi mencari kunci gudang yang sepertinya jatuh waktu sore tadi Naura main di sini, anak itu kalau main suka bawa kunci apa saja. Sudah Kang lanjut ke pos depan saja di sini biar saya yang urus." ujar Gus Haidar mencoba mengusir kang Darsono secara lembut.

"Nggih Gus, kalau begitu saya lanjut ke depan kalau begitu." pamit kang Darsono.

Setelah sorot lampu senter menjauh, Gus Haidar kembali menghampiri Zunaira.

"Aman, ayo cepat." seru Gus Haidar.

Begitu memasuki pintu dapur ndalem suasana berubah drastis, kehangatan aroma teh melati dan jahe menyambut Zunaira.

Ummi Salamah berdiri di sana dengan wajah cemas yang langsung berubah menjadi senyum penuh haru saat melihat Zunaira selamat sampai di rumah.

"Alhamdulillah. Masuklah, Nak." Ummi memeluk Zunaira erat, pelukan seorang ibu yang sangat dirindukan Zunaira.

Di ruang tengah, suasana nampak sangat hidup meski dalam volume suara yang rendah.

Mbak Hana sedang merapikan jas Azlan di pojok ruangan, sementara Arifa sedang sibuk menyiapkan air wudhu di dekat mushala pribadi.

Naura yang seharusnya tidur pun nampak duduk di kursi kayu sambil memeluk bonekanya, matanya mengerjap-ngerjap mengantuk.

"Ustadzah Zu!" Naura berbisik nyaring saat melihat Zunaira, ia segera berlari kecil dan memeluk kaki Zunaira.

"Kenapa Ustadzah Zu datang malam-malam pakai baju hitam kayak ninja?" tanya bocah kecil itu.

Zunaira berjongkok dan mengusap pipi Naura.

"Ustadzah mau mengaji sama Paman Azlan, Naura." jawab Zunaira dengan lembut.

Mbak Hana mendekat dan mengambil alih Naura.

"Ayo Naura sama Ibu dulu ya, paman Azlan mau konsentrasi." Hana menatap Zunaira dengan tatapan menguatkan.

"Zunaira, masuklah ke kamar Ummi dulu. Bersihkan dirimu, ganti pakaian dengan mukena yang diberikan Arifa kemarin, Azlan sudah menunggu di mushala bersama Abah dan Ustadz Hafiz." seru Mbak Hana.

Di kamar Ummi, Zunaira memandang pantulan dirinya di cermin, ia melepas abaya hitamnya dan menampakkan gamis putih yang sederhana namun elegan.

Saat ia mengenakan mukena putih dengan renda bordir itu, ia merasa seperti sedang mengenakan baju perang spiritual.

Ia tidak cantik karena riasan karena memang tidak ada setitik pun riasan di wajahnya tapi ia nampak bersinar karena ketulusan.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

...ULASAN DAN BINTANG LIMA NYA🌟...

...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...

...VOTE 💌...

...LIKE 👍🏻...

...KOMENTAR 🗣️...

...HADIAHNYA 🎁🌹☕...

...FOLLOW IG @LALA_SYALALA13...

...SUBSCRIBE YT @NOVELLALAAA...

1
Kasih Bonda
next Thor semangat
Rahma Inayah
harap..harap cemas ..
Kasih Bonda
next Thor semangat
Supryatin 123
😭😭😭😭❤️❤️❤️ semoga samawa Gus Azlan n ustadzah Zu.💪💪💪menjaga rahasia.lnjut thor 💪💪
Supryatin 123
dag dig dug rasanya hati ini 🤭🤭 lnjut thor 💪💪
Kasih Bonda
next Thor semangat.
Kasih Bonda
next Thor semangat
Rahma Inayah
lanjut thir
tiara
lanjuut thor
Kasih Bonda
next Thor semangat .
Kasih Bonda
next Thor semangat
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪❤️❤️
Rahma Inayah
ni knp nikah nya SDH berapa part blm nikah gregetan ..bacanya ..
Kasih Bonda
next Thor semangat
tiara
duh Naura polosnya bikin gemeeez aja
Kasih Bonda
semangat thor
Lala_Syalala: terima kasih kak dukungannya, semoga bisa terus suka ya sama ceritanya 🙏😊😊🤗
total 1 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor
Kasih Bonda
next Thor semangat
Rahma Inayah
jgn sampai rahasia besar kebongkar Krn ke polosan Naura .🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!