NovelToon NovelToon
WAJAH BERBAYAR: KONTRAK KEMBARAN

WAJAH BERBAYAR: KONTRAK KEMBARAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ai_Li

Terjerat utang ratusan juta dan ancaman pernikahan paksa, Alisha kehilangan segalanya termasuk kenangan dari kekasihnya. Di tengah keputusasaan, ia bertemu Aruna, wanita kaya berwajah identik yang menawarkan kontrak gila: Bertukar hidup demi pelunasan utang.

Alisha terjun ke dunia mewah yang palsu, namun tantangan sesungguhnya adalah kakak laki-laki Aruna. Pria dingin namun sangat penyayang itu mulai mencurigai perubahan pada "adiknya" sosok yang kini tampak lebih lembut dan tulus. Di balik kemegahan yang dingin, Alisha menyadari bahwa menjadi orang lain jauh lebih berbahaya daripada menjadi miskin saat ia mulai mempertaruhkan hatinya pada pria yang kini menjadi pelindungnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_Li, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1: Meja Makan yang Retak

Ruang tamu yang biasanya hangat itu kini mendadak sedingin es. Di atas meja kayu yang sudah kusam, tidak ada hidangan makan malam yang biasanya dimasak Mama dengan penuh cinta. Yang ada hanyalah sebuah map cokelat berisi surat pemutusan hubungan kerja dan beberapa lembar nota hutang yang sudah jatuh tempo.

Alisha menatap ayahnya, Adam, yang tertunduk lesu. Pria yang biasanya terlihat gagah dengan seragam Kepala Divisi Operasional-nya itu, kini hanya mengenakan kaus oblong yang pudar warnanya. Di sampingnya, Devi sang Mama terus menyeka air mata tanpa berani menatap kedua anaknya.

"Enam bulan, Pa? Enam bulan Papa pura-pura berangkat ke kantor setiap jam tujuh pagi, padahal Papa pergi ke toko sembako untuk angkut beras?" Suara Alisha bergetar, antara marah dan sesak.

"Kenapa nggak ada yang jujur sama Ali, Ma?" Aliando, yang biasanya ceria, kini mengepalkan tinju di atas lututnya.

"Ali masih bisa cuti kuliah Teknik Sipil ini. Ali bisa cari kerja serabutan! Kenapa harus bohong sampai hutang kita numpuk begini?"

"Karena kalian harus lulus!" Suara Adam tiba-tiba meninggi, namun pecah di ujungnya.

 Mata pria itu memerah. "Alisha... kamu baru saja meraih gelar Sarjana Desain Mode. Itu mimpi kamu sejak kecil. Papa tidak mau tugas akhirmu berantakan hanya karena Papa difitnah di kantor. Papa ingin kalian tetap tegak di hadapan teman-teman kalian, seolah keluarga kita baik-baik saja."

Alisha memejamkan mata. Jadi, uang yang ia gunakan untuk membeli kain-kain mahal untuk tugas akhirnya, uang yang digunakan Aliando untuk praktikum di laboratorium teknik, semuanya berasal dari keringat ayahnya sebagai kuli panggul dan pinjaman yang kian mencekik.

"Tapi sekarang semuanya tidak baik-baik saja, Pa," bisik Alisha perih.

Ia melirik ijazahnya yang tergeletak di sudut lemari. Gelar sarjana itu tiba-tiba terasa begitu berat, seolah dicetak di atas beban hidup ayahnya.

Ketukan keras di pintu depan membuyarkan suasana haru itu. Bukan ketukan biasa, melainkan gedoran yang menuntut.

"Pak Adam! Keluar! Jangan jadi pengecut!" suara melengking seorang wanita si rentenir terdengar dari luar.

Alisha berdiri, mengusap air matanya dengan kasar. Ia tahu, masa depannya sebagai desainer harus mati malam ini juga. Ia tidak akan membiarkan ayahnya menanggung beban ini sendirian.

"Biar Alisha yang buka pintunya, Pa," ucapnya tegas.

Alisha melangkah menuju pintu. Setiap derap langkahnya terasa berat, namun punggungnya tegak. Begitu pintu terbuka, aroma parfum menyengat dan wajah penuh riasan tebal menyambutnya. Itu Bu Marni, rentenir yang dikenal paling bermulut tajam di lingkungan mereka.

"Oh, lihat siapa yang buka pintu. Si Sarjana baru kita," sindir Bu Marni sambil mengipasi wajahnya dengan tangan yang penuh cincin emas.

"Gimana, Alisha? Bangga ya punya ijazah, tapi Bapakmu malah jadi kuli panggul? Makanya, kalau nggak mampu, nggak usah gaya-gayaan kuliah tinggi. Ujung-ujungnya cuma jadi beban orang tua, kan?"

Aliando bangkit dari kursi, wajahnya memerah padam, namun Alisha memberikan isyarat tangan agar adiknya tetap diam. Alisha menarik napas panjang, lalu tersenyum tipis senyum yang sangat sopan namun sarat akan luka.

"Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, Bu Marni. Kami mengakui kelalaian kami," ucap Alisha dengan suara lembut yang tenang.

 "Terima kasih sudah mengingatkan saya tentang pengorbanan Papa. Saya sangat menghargainya."

Bu Marni mendengus, merasa kehilangan momentum untuk memaki lebih jauh karena ketenangan Alisha.

 "Halah, nggak usah pakai bahasa tinggi! Saya mau uang saya balik. Seratus juta lebih itu bukan uang kecil!"

Alisha masuk sebentar ke dalam kamar. Tak lama, ia keluar membawa sebuah kotak beludru kecil. Di dalamnya ada dua buah cincin emas tabungan masa depannya dan sebuah kalung emas putih dengan liontin kecil yang indah. Itu adalah kalung pemberian Rendy, kekasihnya, sebagai hadiah kelulusan.

"Ini ada dua cincin emas murni, Bu. Dan ini..." Alisha menyentuh kalung itu dengan ujung jarinya yang gemetar.

"Ini kalung emas putih kadarnya tinggi, nilainya kurang lebih sepuluh juta rupiah. Tolong ambil ini dulu sebagai cicilan awal."

Mata Bu Marni berbinar serakah saat menyambar kotak itu.

"Nah, begini dong. Punya barang bagus kok disimpan-simpan."

"Bu Marni," potong Alisha lembut namun tegas, matanya menatap langsung ke manik mata wanita itu.

"Saya mohon satu hal. Khusus untuk kalung itu, tolong jangan dijual ke orang lain. Simpan untuk saya. Saya berjanji akan menebusnya kembali begitu saya punya uang. Itu satu-satunya barang yang sangat berarti untuk saya."

Bu Marni tertawa sinis, memasukkan kotak itu ke tas mahalnya.

"Tergantung suasana hati saya, Cantik. Kalau bunganya terus nambah dan kamu nggak setor-setor lagi, ya jangan salahkan saya kalau kalung ini jadi milik orang lain."

Tepat saat Bu Marni berbalik untuk pergi, sebuah mobil Jeep hitam besar berhenti di depan pagar. Seorang pria bertubuh gempal dengan pakaian safari safari dan kumis tebal turun dari sana.

"Hai, Cantik... Pak Adam-nya ada?"

1
Anisa Muliana
🔥🔥
Anisa Muliana
seru banget thor🔥🔥
Ai_Li: Terima kasih kak
Semoga betah bacanya yaa hehehe
total 1 replies
Rania Venus Aurora
Hallo..👋🏻
Ai_Li: Mohon saran dan kritikannya ya kak
Supaya bisa jadi lebih baik
total 3 replies
Anisa Muliana
domisili Jember kak..😊
Ai_Li: Masya Allah jauh ya
Salam dari Medan ya😇
total 1 replies
Ai_Li
Yukk komen para daerah asal kalian dimana 🤭🥰
Anisa Muliana
seruuuuu banget ceritanya thor😍
semoga bisa bertahan sampai akhir ceritanya y thor..
semangat ✊✊
Ai_Li: Oiya kak, terima kasih sarannya 🥰
total 3 replies
Ai_Li
Jangan lupa like yaa dan tinggalkan komentar
Ai_Li
🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!